Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10
Chapter 83: Yang Lolos Ke Perempat Final


__ADS_3

Masuknya pemain bernomor 16 yang bernama Tori Marukawa, membuat dampak yang sangat besar untuk permainan Sugar Crossed FC. Semenjak kehadirannya, permainan Sugar Crossed FC begitu berkembang, bagaikan bunga yang baru berkembang di musim yang baru.


Lini tengah Sugar Crossed FC yang merupakan titik terkuat mereka, kini sistemnya berjalan sangat lancar bagai berkendara di jalan layang bebas hambatan. Berkat itu, para pemain Sugar Crossed FC pun mulai mengembangkan permainannya menjadi lebih jauh lagi dan menciptakan gol demi gol ke gawang Don Bogor 1977.


Hingga peluit panjang dibunyikan, Sugar Crossed FC berhasil mengalahkan Don Bogor 1977 dengan skor 7-0 tanpa balas! Ini adalah rekor kemenangan terbesar semenjak pergelaran I-Youth, dan Sugar Crossed FC berhasil mencatatkan nama mereka di dalam sejarah persepakbolaan Indonesia.


Gol-gol kemenangan Sugar Crossed FC diciptakan oleh sang juru gedor mereka yang berhasil mencetak quatrick hari ini yaitu Yoga Hilmawan. Lalu pemain asal Jepang mereka, yang baru dimasukkan di babak kedua juga mencatatkan brace di laga debutnya hari ini. Dan satu gol lagi dicetak oleh bek mereka lewat skema tendangan penjuru.


Tetapi, yang jadi man of the match di pertandingan itu bukanlah Yoga Hilmawan yang mencetak empat gol untuk kemenangan timnya. Melainkan, Tori Marukawa lah yang menjadi man of the match di pertandingan itu. Bukan hanya karena dia bermain dari bangku cadangan dan mencetak brace, tetapi karena permainannya Tori Marukawa memang layak diberikan penghargaan di pertandingan itu.


Catatannya sangat bagus semenjak diturunkan dari bangku cadangan di babak kedua. Total dia melakukan 202 sentuhan, 100 passing, membuat 7 peluang yang 4 diantaranya berhasil dikonversikan menjadi sebuah gol. Tidak hanya sampai disitu, Tori? Marukawa juga mencatatkan 3 assist hari ini, maka dari itulah sangat layak Tori Marukawa mendapatkan penghargaan itu.


Karena mendapatkan gelar man of the match, Tori Marukawa pun diinterview oleh beberapa media untuk berita di kolom bacaan mereka.


Kata Marukawa saat di interview oleh media dan para jurnalis, dia mengucapkan beberapa kata yang akan diingat oleh setiap lawan yang akan dihadapi olehnya.


"Aku kesini bukan untuk berteman, aku kesini bukan untuk bersaing dalam hal bodoh. Aku kesini untuk menang! Aku akan mengalahkan semua lawan yang menghalangi jalanku untuk menjadi pemain hebat" begitulah ucap Marukawa di interview nya.


Para punggawa Pengambangan Cananga Youth yang melihat dan mendengar interview itu langsung memberikan raut wajah yang penuh arti, mereka semua merasa kalau Marukawa telah meremehkan mereka semua. Bahkan Rizaldi saja merasakan hal seperti itu juga, dia tidak terima dengan apa yang diucapkan oleh Marukawa saat interview tadi. Seolah-olah, tidak ada pemain hebat lagi selain dirinya di I-Youth ini, seolah-olah dia menganggap dirinya paling hebat diantara yang lain hanya karena dia bukan berasal dari Indonesia yang sepakbolanya sedikit tertinggal dari negara-negara di Asia yang lainnya.


Memang diakui oleh Rizaldi kalau Marukawa benar-benar pemain yang hebat. Saat Rizaldi mengaktifkan skill Mata Dewa untuk melihat status Marukawa, Rizaldi sedikit terkejut dengan status yang dimiliki oleh Marukawa.


Rizaldi tahu kalau Marukawa bertipe pemain yang sama dengan dirinya, Marukawa memiliki nilai passing yang hampir menyentuh angka 70, yaitu 68. Lalu dia memiliki nilai shooting 66. Kemampuan olah bolanya juga hebat dengan nilai 70, namun yang paling dominan diantara itu adalah visi bermainnya yang hampir setara dengan Rizaldi yaitu dengan angka 68.


"Siapa sebenarnya Marukawa itu, sombong sekali dia. Seolah-olah dia menganggap kita ini lemah dan tidak bisa bermain bola" Martin mengomentari interview Marukawa tadi, alhasil dia ditatap oleh yang lainnya karena Martin terlihat tidak berkaca pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Coach Satria Hutama masuk ke dalam ruangan, dia melihat wajah-wajah kekesalan anak asuhnya dan dia menyukai hal itu. "Kenapa kalian kesal?" Coach Satria bertanya pada mereka, namun mereka diam saja. Coach lalu mengikuti arah bola mata mereka dan menemukan sosok Marukawa yang sedang di interview dan masuk tv.


Mulut Coach Satria lalu membentuk huruf O yang besar, dia mulai mengerti kenapa suasana tidak mengenakan ini terjadi.


"Apa kalian kesal dengan pemain Jepang itu?" Coach Satria bertanya lagi.


"Tentu saja Coach!" jawab mereka semua bersamaan.


Coach Satria kembali tersenyum, bahkan kini sedikit tertawa. Dia seperti meledek anak asuhnya sendiri soal keirian mereka ini, bahkan Coach Satria bukannya memberikan sedikit masukan kepada anak-anak asuhnya, dia malah mengejek anak-anak asuhnya soal ini. "Jika kalian iri dengan pemain Jepang itu, itu tandannya kalian masih ingin berjuang tetapi jika kalian menerima apa yang diucapkan oleh pemain Jepang itu, itu tandanya kalian sudah menyerah"


"Siapa juga yang mau menyerah dari orang Jepang itu!" Martin langsung membantahnya.


Coach Satria tertawa mendengar jawaban itu. "Itulah semangat yang ku cari!" ujar beliau, lalu setelah interview itu acara selanjutnya adalah drawing babak perempat final.


Klub-klub yang lolos ke quarter-final:



Pengambangan Cananga Youth FC


Sugar Crossed FC


Surabaya Force Warlord FC


Sparta Bandung FC

__ADS_1


Madura Umisale FC


Batavia Fort FC


Makassar Pinisi FC


Bali Tera FC



Drawing dimulai, yang melakukan drawing kali ini juga merupakan salah satu pemain sepakbola legendaris Indonesia. Selama berkarir, dia menghabiskan karirnya sebagai penjaga gawang dan berseragam kesebelasan Sriwijaya FC, bahkan dia juga sempat dipanggil untuk membela tim nasional saat itu.


Dia adalah Ferry Rotinsulu, orang yang berhasil membawa Sriwijaya FC menjuarai Piala Indonesia setelah berhasil menepis dua tendangan pemain Persipura Jayapura, David Da Rocha dan Eduard Ivakdalam lewat drama adu penalti.


Ferry Rotinsulu mulai mengocok pot, diambilnya salah satu kertas yang ada di dalam dan dia buka kertas itu. "Madura Umisale!" ujarnya, lalu dia mengambil kertas kedua dan melakukan hal yang serupa. "Batavia Fort!"


Pertandingan quarter-final pertama sudah diketahui. Madura Umisale FC akan bertemu dengan Batavia Fort FC. Ini akan menjadi duel yang sangat menarik, karena kedua tim menunjukkan performa terbaik mereka sejauh ini.


Lalu Ferry Rotinsulu kembali melakukan tugasnya. Kini giliran Bali Tera yang akan berhadapan dengan Sugar Crossed FC.


Ada sedikit kekecewaan di wajah para pemain Pengambangan Cananga Youth setelah mengetahui kalau tim rival mereka itu tidak bertemu dengan mereka di fase quarter-final ini. Setelah mendengar interview dari Marukawa tadi, pemain Cananga Youth sangat bersemangat untuk berhadapan dengan Sugar Crossed FC dan mereka ingin membuktikan kepada pemain Jepang itu kalau mereka juga bisa banyak bicara di turnamen ini.


Lalu keluar nama Makassar Pinisi FC dan Sparta Bandung, lalu setelahnya ada nama Surabaya Force Warlord FC yang akan melawan Pengambangan Cananga Youth.


Dengan ini semua pertandingan quarter-final sudah di tetapkan, ada jeda satu hari untuk para pemain mempersiapkan diri mereka agar bermain dalam performa terbaik mereka. Tentunya, satu hari itu akan mereka manfaatkan sebaik-baiknya untuk persiapan melawan musuh mereka yang akan mereka hadapi.

__ADS_1


__ADS_2