
Babak kedua sudah berjalan, dimulai dari tim Pengambangan Cananga Youth. Dengan niat untuk membalas dua gol yang terjadi di babak pertama tadi, tim Pengambangan Cananga Youth pun bermaksud untuk menguasai jalannya pertandingan di babak kedua ini.
Setelah melakukan kick-off, mereka mulai memainkan permainan umpan-umpan pendek di wilayah sekitar mereka saja sambil sedikit demi sedikit maju untuk mendorong garis pertahanan tim Jayapura Black Diamond.
"Ayo teman-teman, kita usahakan untuk mencetak satu gol dulu!" ucap Rizaldi mencoba memberikan komando dari lapangan tengah.
Kali ini komandan lapangan tengah dikembalikan kembali ke sosok Rizaldi Fatah yang sebelumnya bermain lebih kedepan. Ini dikarenakan Coach Satria yang memberikan Zaki Iskandar peran untuk menjaga kedalaman pertahanan tim sebagai seorang pemain jangkar. Peran yang cukup asing bagi Zaki Iskandar, namun dia tetap harus menjalaninya dengan baik.
Tim Pengambangan Cananga Youth terus melakukan umpan-umpan pendek di lapangan tengah mereka, bahkan kedua full-back mereka juga ikut maju ke lapangan tengah untuk memperkuat lini tengah mereka.
Tim Jayapura Black Diamond tidak hanya berdiam saja, mereka juga melakukan pressing tinggi kepada Pengambangan Cananga Youth, walaupun mereka melakukan pressing tinggi tetapi mereka tetap dalam keadaan solid dan ketat sehingga Pengambangan Cananga Youth kesulitan untuk memberikan umpan ke arah depan dan berakhir melakukan passing-passing pendek ke daerah mereka saja.
Bola kembali dikuasai oleh Rizaldi. Ferdinand Pahabol sudah melakukan pressing tinggi terhadap dirinya, namun Rizaldi mampu bertahan menguasai bola di kakinya. Rizaldi memahami keadaan yang dialami oleh tim nya saat ini, jika dia tidak melakukan sesuatu maka tinggal menunggu waktu saja menunggu kehancuran mereka.
Rizaldi mendapatkan ide bagus untuk membalikkan keadaan yang dialami olehnya. Pada saat Ferdinand Pahabol mencoba untuk mengambil bola darinya, Rizaldi berpura-pura terjatuh.
Bola berhasil direbut oleh Ferdinand Pahabol, namun wasit meniup peluit yang menandakan sebuah pelanggaran terjadi. Ferdinand Pahabol pun kebingungan karena wasit memberikan pelanggaran kepada tim Pengambangan Cananga Youth dan Ferdinand Pahabol dianggap melakukan sebuah dorongan kepada Rizaldi.
"Tetapi saya tidak melakukan dorongan" Ferdinand Pahabol masih memberikan penjelasan kepada wasit namun wasit tetap menyatakan itu sebuah pelanggaran.
Ferdinand Pahabol pun pergi sambil menggelengkan kepalanya, dia berusaha ditenangkan oleh rekannya yang lain namun dia tetap sedikit merasa kesal.
Bola tendangan bebas diambil oleh Rizaldi, dengan visinya yang luas, Rizaldi melihat sosok Axel Raihan yang berada dalam posisi paling bagus dari yang lainnya. Tanpa banyak berpikir panjang, Rizaldi langsung memberikan umpan jauh yang mengarah kepada Axel Raihan.
Axel Raihan paham kalau bola itu ditujukan kepada dirinya, umpan yang sangat bagus itu dia terima dengan sangat baik pula. Dua pemain Jayapura Black Diamond langsung mengepung Axel Raihan, namun dia berhasil melewati mereka dengan cukup mudah dan langsung berlari cepat melakukan gerakan menusuk ke jantung pertahanan tim Jayapura Black Diamond.
Axel Raihan kini dihadapan oleh beberapa pilihan, dia bisa melakukan shooting langsung ke gawang dengan kemungkinan gol cukup tinggi atau dia bisa memberikan umpan kepada Martin, Fauzi atau Rizaldi yang sudah ikut membantu menyerang. Tetapi Axel memilih untuk mengikuti instingnya, dia melakukan shooting keras namun sayangnya bola masih melebar dari gawang.
"Arghhhh sial!' Axel langsung mengumpat melihat tendangannya yang malah off target.
Martin dan Fauzi yang sudah menunggu umpan dari Axel cukup kecewa namun mereka lebih memilih untuk diam, karena mereka perlu bersatu untuk bisa memenangkan pertandingan kali ini. Rizaldi pun terus memberikan semangat kepada Axel agar dia bisa melakukan manuver seperti itu lagi.
__ADS_1
"Ayo kita balas mereka!" ucap penjaga gawang tim Jayapura Black Diamond sebelum melakukan tendangan gawang. Tendangan gawang dilakukan, bola langsung diterima oleh Beni Bonsapia.
Beni membawa bola ke depan, tiga pemain Pengambangan Cananga Youth termasuk Rizaldi langsung mengepungnya dan tidak memberikan celah sama sekali untuk Beni bisa mengembangkan permainannya.
"Beni sebelah sini!" Emanuel Bonai dari sisi kiri datang dan meminta bola, tentu saja Beni langsung memberikan bola kepadanya.
Namun sayangnya Beni tidak menyadari hal itu adalah memang sebuah jebakan yang disiapkan oleh tim Pengambangan Cananga Youth. Saat Beni memberikan umpan kepada Emanuel Bonai, Zaki Iskandar sudah membaca hal itu dan langsung memotong jalur bola dengan sangat sempurna.
Emanuel terkejut dengan hal itu, dia tidak menduga ada Zaki Iskandar di sana.
Bola kembali di kuasai Pengambangan Cananga Youth, karena perannya sebagai pemain jangkar Zaki Iskandar langsung memberikan bola kepada Rizaldi untuk melakukan penyerangan. Rizaldi melakukan segitiga dengan Martin dan Fauzi, apa yang mereka lakukan di latihan benar-benar membuat mereka terbiasa dengan membangun serangan hanya dengan saling melakukan kontak mata saja.
Bola terakhir tetap berada di kaki Rizaldi, dia kini memiliki banyak opsi selain hanya melakukan shooting dari luar kotak penalti saja. Namun dengan kemampuan yang ia miliki semenjak lahir ke dunia ini, Rizaldi kembali melihat sosok Axel Raihan yang tidak terkawal.
Rizaldi kembali memberikan umpan kepada sosok Axel Raihan. Sesaat Axel menerima bola itu dia bisa melihat ekspresi Rizaldi yang percaya pada dirinya itu, akhirnya Axel berniat untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datang kali ini. Kali ini, setelah menerima umpan, Axel melakukan manuver dribble terlebih dahulu sebelum memberikan umpan lambung ke dalam kotak penalti.
Bola mengarah dengan sangat bagus ke tempat Martin berada, Martin melompat dan mengalahkan semua bek Jayapura Black Diamond. Martin pun menyundul bola itu namun sayangnya dia tidak berhasil mengarahkan sundulannya ke tempat yang memang ia tuju, akhirnya bola malah mengarah ke arah gawang namun beruntung kiper Jayapura Black Diamond kurang sigap dan malah membuat bola itu keluar dan menghasilkan sepak pojok untuk Pengambangan Cananga Youth.
"Bagus Martin!" Rizaldi memuji effort yang sudah ditunjukkan oleh Martin tadi sambil berjalan untuk mengambil sepak pojok.
Axel mengerti apa yang diinginkan oleh Rizaldi dan dia langsung melakukan apa yang diinginkan oleh Rizaldi tadi. Rizaldi sudah berada di ujung untuk melakukan sepak pojok, dia memperhatikan posisi teman-temannya yang memasuki kotak penalti musuh.
Dia mengangkat tangannya dan melakukan tendangan yang melengkung tajam sekali ke arah gawang. Dalam keadaan seperti itu, Martin berhasil menyambar bola itu dengan kepalanya, namun kiper masih bisa menepis sundulannya tetapi bola masih liar di dalam kemelut itu.
Karena sempat dihalangi oleh Axel, kiper musuh pun sedikit terlambat untuk berlari. Bola liar didapatkan oleh Axel dan melakukan tendangan slide yang akhirnya berhasil menjebol gawang Jayapura Black Diamond.
Gol itu membuat stadion kembali bergemuruh dengan suara-suara dukungan dari supporter. Axel Raihan langsung mengambil bola dari gawang Jayapura Black Diamond dan membawanya ke tengah lapangan dengan cepat. Axel tidak melakukan selebrasi, dia hanya melakukan high five dengan rekan-rekannya yang lain karena mereka masih dalam keadaan tertinggal, jadi tidak seharusnya mereka melakukan selebrasi sebelum benar-benar menang dalam pertandingan ini.
Axel Raihan berhasil mencetak gol pengecil untuk Pengambangan Cananga Youth di menit ke 57.
Setelah gol itu Pengambangan Cananga Youth terus melakukan pressing tinggi kepada pemain-pemain Jayapura Black Diamond, kini bahkan permainan mereka sedikit lebih lepas dari sebelumnya. Seakan-akan rantai yang membelenggu mereka mulai sedikit longgar dan bisa membuat mereka kembali bergerak sedikit lebih leluasa.
__ADS_1
Perubahan drastis ini dirasakan juga oleh pemain Jayapura Black Diamond yang kurang siap dalam menghadapi hal ini, namun mereka juga tidak kalah dalam melakukan tekanan. Kedua tim saling melakukan serangan, saling balas-membalas dan saling beradu kekuatan barisan pertahanan mereka.
Zaki Iskandar benar-benar berhasil dalam memenuhi perannya sebagai pemain jangkar, Ferdinand Pahabol dan Emanuel Bonai dibuat mati kutu olehnya. Dua bersaudara, Bagas dan Galih pun tidak kalah menyulitkan para pemain depan Jayapura Black Diamond.
Lalu di menit 69, serangan yang hendak dilancarkan oleh pemain Jayapura Black Diamond kembali digagalkan oleh Zaki Iskandar. Dia berhasil memotong umpan yang hendak ditujukan kepada Ferdinand Pahabol, lalu dia membawa bola kedepan dengan melakukan umpan satu-dua dengan Rizaldi.
Rizaldi melihat tidak ada rekannya yang berada dalam posisi bagus, jadi dia terus membawa bola sampai di depan kotak penalti Jayapura Black Diamond.
Karena tidak ada opsi lain, Rizaldi mencoba melepaskan shooting keras dari luar kotak penalti, biasanya dia sering menyetak gol dari titik ini. Namun bola membentur bek Jayapura Black Diamond, tetapi bola itu juga menyentuh tangannya sehingga menjadikan handsball. Pengambangan Cananga Youth mendapatkan sebuah tendangan bebas dari jarak 20 meter dari gawang.
Yang mengambil servis tendangan bebas ada Rizaldi dan Martin di sana.
"Kau mau mengambil ini?" Tanya Rizaldi pada Martin. Martin terlihat menimbang-nimbang, dia sedang mengukur tingkat keberhasilannya jika dia mengambil tendangan bebas ini.
"Tidak, aku tidak yakin bisa mencetak gol dari sini" Jawab Martin setelah dia yakin dia tidak punya keyakinan kuat untuk mengambil tendangan bebas ini. "Bagaimana dengan kau?"
Rizaldi menjawabnya dengan santai. "Doakan saja yang terbaik!" ucapnya
"Baiklah kalau begitu aku akan menjadi penendang bayangan untuk menipu pagar hidup mereka"
Lalu mereka berdua mulai menyusun rencana untuk melakukan tendangan bebas ini. Kiper tim Jayapura Black Diamond terlihat sibuk sekali mengatur pagat hidupnya, ini untuk agar tendangan yang akan dilakukan Rizaldi ataupun Martin tidak bisa sampai ke gawangnya dan membentur pagar hidup, ataupun hanya keluar lapangan.
Wasit juga mengatur para pemain yang lain, ketika dirasa sudah cukup wasit pun meniup peluit.
Nafas Rizaldi naik turun, dia benar-benar mempersiapkan dirinya untuk melakukan hal ini. Begitu peluit sudah terdengar ditelinga, dia pun melakukan ancang-ancang untuk menendang. Martin sudah melakukan tendangan tipuan yang membuat pagar hidup melompat dan Rizaldi langsung menendang bola setelah pagar betis sudah melompat sebelumnya.
Bola berputar dengan sangat indah, sampai-sampai kiper tim Jayapura Black Diamond pun tidak bisa bergerak lagi dan hanya memandangi bola yang berputar indah masuk ke dalam gawangnya.
Gol! Suara komentar kembali terdengar dan membuat heboh para penduduk Stadion Kebayoran Baru. Rizaldi pun langsung merayakan gol indahnya kali ini, dia berlari ke ujung dan melompat dengan sangat tinggi. Rekan-rekannya mengikuti dibelakang dan langsung menindih tubuhnya setelah itu.
Kiper Jayapura Black Diamond hanya bisa menyalahkan pagat hidup yang tertipu dengan gerakan Martin, namun walau begitu tetap tidak merubah fakta kalau dimenit ke-72 ini skor kembali sama seperti menit awal, 2-2.
__ADS_1
"Ayo teman-teman kita harus mencetak satu gol lagi!" ucap Rizaldi setelah melakukan selebrasi nya, tentunya dia masih ingat tujuan mereka sebelumnya yaitu mendapatkan kemenangan di pertandingan hari ini.
Kini skor kembali sama, di sisa 18 menit ini adalah pertarungan hidup mati antara kedua tim. Hasil akhir akan menunjukkan kepada mereka semua, siapa yang harus tertahan di sini hari ini dan siapa yang akan terus maju ke tahap selanjutnya.