Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10
Chapter 169: Leg Kedua Melawan Borneo Putra


__ADS_3

Walaupun sudah menang 3-0 di leg pertama, tetapi tim Pengambangan Cananga FC tidak serta merta menurunkan daya serang mereka. Coach Giovanni Almeida tetap menurunkan skuad dan formasi terbaiknya, tidak ada pemain lapis kedua yang bermain, namun kemungkinan besar akan terjadi perubahan besar di babak kedua. Kalau semuanya akan berjalan dengan lancar di babak pertama.


Tim Borneo Putra FC dipaksa bermain di wilayah mereka sendiri oleh anak-anak Pengambangan Cananga. Mereka terus ditekan sejak peluit pertama dibunyikan, sampai sekarang memasuki menit ke-27. Sudah hampir setengah jam mereka terus ditekan dan tidak bisa berbuat banyak, bahkan untuk melancarkan serangan balik saja pun mereka sangat-sangat kesulitan.


Rizaldi Fatah tampil sangat apik hari ini, mungkin hari ini dia berada dalam kondisi primanya. Rizaldi sudah membuat 4 umpan kunci yang menjadi peluang besar, sayangnya Ednilson Silva dan juga Kenzo Momota masih belum bisa mengkonversikan umpan kunci Rizaldi itu menjadi sebuah gol. Kalau tidak, mungkin dirinya sudah mendapatkan quatrick assist pada hari ini.


Rizaldi juga berhasil mendapatkan sebuah peluang, seperti yang terjadi di menit ke-29. Rizaldi yang memegang bola mencoba untuk mengalirkan bola ke depan mulut gawang tim Borneo Putra FC. Namun, Ednilson Silva, Kenzo dan juga Anan Riswan sangat dijaga ketat oleh pemain belakang tim lawan, mereka tidak mau melepaskan tiga orang itu, atau tidak mereka akan kembali merana dengan gol-gol yang diciptakan oleh tiga orang tersebut.


Rizaldi kesulitan untuk membagi bola, sampai dia harus terus memainkan bola di kakinya untuk sementara waktu. Kadang dia juga berikan pada Adam Sala agar ball possesion tetap bisa mereka pertahankan. Adam Sala juga kesulitan lalu lantas dia kembalikan bola pada Rizaldi, sambil menyuruhnya untuk melakukan tendangan langsung.


"Baiklah akan ku coba!" ujar Rizaldi sebelum melakukan tendangan langsung.


Rizaldi melakukan tendangan langsung menggunakan punggung kaki terkuatnya, bola melesat dengan cepat melewati beberapa pemain belakang tim Borneo Putra FC. Kiper Borneo Putra yang merasakan bahaya dari tendangan Rizaldi itu langsung bergerak untuk melakukan antisipasi, tetapi dirinya masih belum bisa menepis bola itu. Beruntungnya bola bergerak ke atas dan membentur mistar gawang, gawang Borneo Putra FC masih aman dari kebobolan.


"Keputusan bagus anak muda!" Ednilson Silva memuji keputusan yang diambil oleh Rizaldi tadi.


Karena sedikit mengecewakan hasilnya, Rizaldi pun meminta maaf pada Ednilson Silva, Kenzo dan juga Anan Riswan yang berada di barisan terdepan. Mereka bertiga pun memahami hal tersebut, karena situasi mereka juga sangat tidak nyaman jika mendapatkan bola dari Rizaldi pada saat itu. Mereka mungkin hanya membuang-buang kesempatan saja jika Rizaldi memaksa untuk memberikan bola pada mereka.

__ADS_1


Lima menit kemudian, Borneo Putra FC berhasil mendapatkan sebuah kesempatan untuk mencetak gol. Mereka melakukan serangan balik setelah berhasil mencuri bola dari kaki Kenzo yang berusaha untuk masuk dari sisi kanan.


Transisi yang begitu cepat membuat para pemain Pengambangan Cananga FC terkejut, dalam beberapa sentuhan saja pemain depan Borneo Putra FC yaitu Flavio Botas berhasil mengelabui pemain belakang Pengambangan Cananga FC yang sudah memasang perangkap off-side.


Lepas dari jebakan off-side. Flavio, langsung membawa bola dengan cepat kedepan gawang. Derry sebagai sang palang pintu terakhir tim Pengambangan Cananga FC dihadapkan dengan situasi pelik. Derry tidak mau gegabah, dia menunggu Flavio masuk ke dalam wilayah pertahanannya terlebih dahulu sebelum bertindak. Alasan itu diperkuat juga karena sosok Claudio Romero berusaha mengejar Flavio dibelakang.


Derry percaya dengan rekannya, makanya dirinya bertindak dengan tenang. Flavio bersiap melakukan tendangan, namun sebelum itu bisa dilakukan ada Claudio Romero yang melakukan tekel begitu bersih sehingga menggagalkan usaha Flavio untuk memperkecil skor. Setelah melakukan tekel yang sangat apik dan bersih itu, Claudio langsung membuang bola tanpa ragu, dirinya tidak mau ambil resiko berlebih dan memilih untuk menunggu rekan-rekannya mundur perlahan ke posisi mereka masing-masing.


"Nice tekel!" Derry memberikan pujian pada Claudio yang dibalas dengan jempol oleh Claudio, karena Claudio masih belum fasih berbahasa Indonesia.


Hingga babak pertama berakhir skor tetap tidak berubah 0-0, walau begitu Coach Giovanni tetap senang dengan penampilan anak asuh mereka saat ini. Mereka berhasil menunjukkan kualitas mereka, walaupun belum berhasil mencetak satu gol pun. Tidak masalah bagi beliau, karena beliau yakin di babak kedua nanti mereka akan bermain lebih baik lagi.


Gol yang mereka tunggu pun datang lewat sepakan keras Ednilson Silva di menit ke-58. Setelah mendapatkan bola dari Rizaldi Fatah, Ednilson Silva melakukan akselarasi terlebih dahulu, melakukan duel dengan beberapa pemain bertahan Borneo Putra FC dan berakhir dengan melakukan tendangan keras dari luar kotak penalti. Bola menghujam keras gawang Borneo Putra FC, tidak bisa ditahan atau ditepis olehnya sehingga membuat skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Pengambangan Cananga FC. Menjadikannya 4-0 skor agregat.


"Ayo kita lebih semangat lagi, ini baru permulaan!" Ednilson Silva seperti terbakar setelah mencetak gol.


Semangat yang ditampilkan oleh Ednilson Silva bagai menjadi sebuah bahan bakar untuk pemain Pengambangan Cananga FC yang lain. Mereka bermain begitu lepas hari ini, terus menekan tim lawan walaupun dalam kondisi sudah menang sekalipun.

__ADS_1


Borneo Putra FC bukannya tidak mendapatkan peluang di babak kedua ini, mereka beberapa kali mendapatkan peluang seperti yang terjadi di menit ke-63.


Flavio mendapatkan sebuah peluang setelah kembali berhasil mengelabui pemain bertahan Pengambangan Cananga FC, bahkan dirinya mendapatkan sudut tembak yang sudah sangat nyaman. Flavio melepaskan tendangan dari sudut yang sangat membuat dirinya nyaman, tetapi sayangnya Derry Yanuar bermain tidak kalah apik hari ini. Derry berhasil menghentikan tendangan Flavio dan membuatnya keluar dari lapangan, hanya membuat sepak pojok untuk tim Borneo Putra FC.


Di pertandingan hari ini, Derry bermain bagus sekali dengan mencatatkan 5 kali melakukan saves penting. Pertandingan berakhir ketika gol kedua tercipta lewat kaki Anan Riswan.


Anan Riswan berhasil menggiring bola dengan kemampuan individunya, melewati beberapa pemain dengan sangat lincah seperti Lionel Messi, dan berakhir memasukkan bola dengan melakukan chip yang mengelabui kiper Borneo Putra FC di menit ke-89. Dengan begitu Pengambangan Cananga FC menutup pertandingan hari ini dengan kemenangan 2-0 tanpa balas, yang artinya skor agregat 5-0.


Setelah wasit yang memimpin jalannya pertandingan meniup peluit panjang, kedua tim pun bersalaman sebagai tanda sportivitas mereka. Bahkan, Rizaldi bertukar jersey dengan salah satu pemain Borneo Putra FC yang begitu terkesan dengan permainan Rizaldi hari ini. Dia adalah Sergej Mitrovic, sang maestro lapangan tengah yang dimiliki oleh Borneo Putra FC.


Pemain asal Serbia itu sangat kagum dengan penampilan dan permainan Rizaldi, bahkan dirinya memuji Rizaldi yang bermain begitu apik walaupun dirinya masih sangat begitu muda.


"Kau mungkin bisa bermain di liga eropa nak! Jangan biarkan bakatmu sirna begitu saja, kau masih sangat begitu muda" ujar Sergej Mitrovic memberikan sedikit wejangan pada Rizaldi.


Rizaldi mengangguk, sangat mengerti apa maksud Sergej. Setelah bertukar jersey, Rizaldi terus menatap punggung Sergej yang bergerak sedikit demi sedikit menjauhi dari dirinya itu. Rizaldi juga mengakui kalau Sergej benar-benar pemain yang sangat brilian di lapangan tengah, dirinya banyak belajar darinya selama di lapangan tadi walaupun tidak disadari oleh Sergej.


"Woy bocah! Sampai kapan kau akan berdiri disitu? Ayo kemari!" Ednilson Silva memanggil-manggil Rizaldi untuk ikut bergabung dengan yang lain melakukan sedikit perayaan kecil karena mereka sudah masuk ke final.

__ADS_1


Rizaldi tersenyum, lalu dirinya pun ikut untuk berpesta. Walaupun terlihat seperti itu, tetapi sayangnya pikirannya tidak bisa tenang mengikuti pesta, karena dirinya terus terpikirkan tentang final yang mana akan mempertemukan dirinya dengan sosok orang yang selalu dirinya coba lewati, yaitu Yoga Hilmawan.


__ADS_2