
Apa yang ingin diharapkan dengan bermain melawan tim Sevilla? Tim yang benar-benar sudah penuh dengan prestasi baik lokal maupun internasional, mungkin banyak manajer klub akan mencari yang namanya pengalaman bermain, begitu juga para pemainnya. Tetapi tidak untuk sebagian manajer, seperti sosok Coach Giovanni yang tidak hanya mencari pengalaman bermain, namun juga membentuk yang namanya karakter dan mentalitas.
Itulah yang dicari oleh Coach Giovanni dengan melakukan tur di Spanyol ini. Selain untuk mencari hal tersebut, Coach Giovanni juga ingin ingin skuadnya memiliki mentalitas yang kuat dengan menghadapi tim-tim kuat yang berlaga di salah satu liga terbaik di Eropa, yaitu La Liga Spanyol.
Apalagi sekelas tim Sevilla, mereka sudah memiliki prestasi-prestasi yang luar biasa, entah di domestik maupun di daratan Eropa.
Walaupun yang bermain sekarang melawan tim Pengambangan Cananga FC bukanlah tim utama Sevilla FC, akan tetapi tetap saja level mereka jauh berbeda. Bagaikan langit dan bumi.
Hingga di menit ke-60, Pengambangan Cananga FC masih dalam keadaan tertinggal. Skor 3-0 untuk keunggulan tim Sevilla, yang diisi banyak pemain muda mereka yang baru saja diorbitkan menjadi pemain yang akan berlaga di La Liga musim depan. Gol-gol Sevilla FC tercipta lewat skema umpan-umpan pendek yang begitu indah dilihat oleh mata, itu adalah khas permainan dari tim-tim di Spanyol yang disebut dengan tiki-taka.
Coach Giovanni juga ingin mengadopsi gaya permainan dari tim yang berasal dari tanah Andalus ini, apalagi tim Barcelona yang dikenal dengan tiki-taka yang disempurnakan itu. Itu adalah salah satu tujuan Coach Giovanni melakukan tur di Spanyol ini untuk lebih memahami soal tiki-taka, Coach Giovanni sudah mencobanya selama di I-LEAGUE, cuma menurutnya masih belum terlihat bagus.
Tetapi semakin sering Coach Giovanni memperhatikan permainan tim Sevilla FC, semakin geram pula dirinya. Dirinya kesal dengan dirinya sendiri yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk anak-anaknya yang sedang berjuang di lapangan, permainan Sevilla benar-benar ******* habis Pengambangan Cananga FC. Pengambangan Cananga FC terlihat seperti tim junior yang baru saja bermain sepakbola dihadapan tim Sevilla FC, walaupun isinya hampir enam puluh persennya adalah pemain muda berusia sekitar 17-20 tahun.
__ADS_1
"Aku tahu kita memang tidak punya harapan kalau bertemu dengan tim sebesar Sevilla. Tetapi aku tidak menyangka, tim kita yang banyak diisi pemain senior, malah dikalahkan oleh tim akademi mereka" ucap Coach Giovanni kesal, dia lalu meminum minuman dingin untuk menenangkan dirinya.
"Apa yang anda harapkan coach? Kita melawan salah satu tim terbaik yang ada di Eropa, tentu saja kita bukanlah apa-apa dihadapan mereka" Coach Satria ikut merasa sedih dengan apa yang dirinya lihat kali ini.
"Tetapi, rasanya sedikit janggal saja melihat pemandangan seperti ini, kau paham maksudku kan Satria?"
"Saya sangat memahami coach!"
Coach Giovanni lalu melihat ke tablet kecil yang ia gunakan untuk mengatur strategi, MDA namanya, sebuah alat yang dirancang khusus untuk membuat pelatih klub lebih mudah dalam mengatur strategi tim serta mengecek statistik setiap pemain yang sedang bermain.
Saat diperhatikan lebih jauh oleh Coach Giovanni, bukan hanya umpan-umpan itu yang dikagumi oleh Rizaldi. Namun seluruh permainan dari tim Sevilla. Sama seperti gol yang terjadi di menit ke-70, saat itu sebuah momen serangan balik cepat terjadi dan membuat pertahanan tim Pengambangan Cananga FC sedikit kacau. Situasi 5 melawan 3 sangat tidak menguntungkan bagi Pengambangan Cananga FC, umpan silang yang begitu manis berhasil disontek oleh penyerang Sevilla yang bernama Hugo Galliard. Pemain muda yang lagi bersinar di Sevilla dan kemungkinan akan di proyeksikan sebagai pemain utama di musim depan.
"Tiki-taka itu memang sangat bagus ya" ujar Rizaldi seketika, melihat gol indah dengan build-up skema yang sangat indah pula, membuat Rizaldi sedikit jatuh cinta dengan permainan umpan-umpan pendek itu.
__ADS_1
Coach Giovanni menghela nafasnya. "Aku tidak ingin mengakuinya, tetapi tiki-taka memang permainan bola yang cukup efektif di masa yang sekarang ini. Kalau dulu saat aku masih bermain, Catenaccio adalah strategi yang paling digemari pada saat itu. Sebenarnya aku ingin memperkenalkan gaya permainan itu untukmu Ward Prowse, tetapi sepertinya itu akan mustahil"
"Kenapa jadi mustahil coach?" Rizaldi penasaran dengan itu.
"Karena sudah tidak banyak klub yang menggunakan strategi itu. Sekarang banyak klub yang menggunakan strategi tiki-taka, kick and rush atau permainan dengan pressing tinggi seperti Gegenpressing" jawab Coach Giovanni singkat saja.
Huruf o besar langsung tercipta di mulut Rizaldi, lalu dia menanyakan hal yang serupa pada Borought-555 untuk mendapatkan jawaban yang lebih jelasnya, namun jawaban dari Borought-555 hampir sama dengan jawaban Coach Giovanni. "Catenaccio sudah tidak populer lagi pada sepakbola modern, bahkan Trequartista seperti Master sudah sangat jarang ada di era sepakbola sekarang"
Rizaldi mulai memahami kenapa hal itu sudah sangat jarang ditemui di sepakbola era modern seperti sekarang, karena gaya permainan seperti Trequartista ataupun Catenaccio sudah ketinggalan zaman. Para pemain sepakbola di era sekarang dituntut untuk siap bermain di segala posisi, atau yang dikenal dengan istilah versatile. Pemain serba bisa adalah pemain yang sangat istimewa, contohnya seperti Joshua Kimmich di Bayern Munchen. Joshua Kimmich biasa bermain sebagai bek sayap, namun beberapa permainan dia juga sempat menjadi pemain jangkar bahkan lebih ketengah sekalipun dia bisa melakukannya dengan sangat baik.
Itulah sepakbola modern, para pemainnya dituntut untuk bisa bermain dengan sangat bagus dalam kondisi apapun dan di posisi manapun. Bahkan kadang penyerang pun bisa sedikit melebar, sama yang sering dilakukan oleh Timo Werner dari Jerman, atau Marcus Rashford dari Inggris yang bermain untuk Manchester United.
Sebenarnya Coach Giovanni sudah ingin memasukkan nama Rizaldi pada saat babak kedua, namun sayangnya waktu yang sudah hampir habis membuatnya mengurungkan niat itu. Hingga pada akhirnya peluit panjang pun dibunyikan dan skor 5-1 berakhir untuk kemenangan Sevilla FC.
__ADS_1
Rizaldi tidak kesal ataupun marah karena belum mendapatkan kesempatan menunjukkan kebolehannya, dirinya hanya bisa menunggu momen itu tiba dan untuk membuat momen itu tiba di hadapannya, dirinya harus rajin dalam berlatih dan membuat sebuah penampilan yang akan merubah pemikiran dari Coach Giovanni selamanya.