Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10
Chapter 127: Melawan Albacete Balompié


__ADS_3

Rizaldi Fatah sangat menyukai struktur indah bangunan yang ada di kota Albacete. Kota yang memiliki populasi 23 ribu jiwa itu memiliki bangunan-bangunan yang masih bergaya Kerajaan Granada. Seorang kutu buku seperti Rizaldi, pasti akan menyukainya dan dia benar-benar jatuh cinta pada kota ini.


Setiap sepulang latihan, Rizaldi sengaja tidak ikut rombongan bis untuk kembali ke penginapan mereka. Rizaldi lebih memilih jalan kaki dan menikmati panorama indah kota Albacete, ditemani cahaya merah matahari senja. Setelah jeda dua hari, mereka pun akhirnya di dalam jadwal untuk bertanding melawan Albacete Balompié, tim di kota ini yang bermain di Divisi Segunda.


Albacete Balompié menurunkan skuad terbaik mereka, walaupun juga ada beberapa pemain muda yang sepertinya akan mereka orbitkan di musim yang akan datang sebentar lagi. Pengambangan Cananga FC pun juga menurunkan skuad terbaik mereka, kali ini Adam Sala dimainkan menjadi starter, setelah sebelumnya saat melawan Sevilla FC dirinya tidak bermain dari awal laga. Pengambangan Cananga FC hanya tidak menurunkan Anan Riswan dan juga Rizaldi Fatah, namun nama Rizaldi Fatah kembali masuk ke daftar bench mereka dan itu sudah membuat Rizaldi bersemangat sekali.


Estadio Carlos Belmonte kali ini dipadati banyak pendukung dari tim yang berjuluk Queso Mecánico ini. Mereka membentangkan spanduk-spanduk yang bertuliskan kata-kata penyemangat untuk tim kesayangan mereka ini, selain itu ada beberapa diantara mereka yang membuat sebuah koreografi indah dan ada yang membentuk lambang klub Albacete Balompié.


Rizaldi terperangah melihat pemandangan itu, dia mulai bisa merasakan atmosfer di stadion ini dan mulai tidak sabar untuk segera bermain, walaupun dirinya harus menunggu gilirannya terlebih dahulu.


"Saya hari ini main kan coach?" Rizaldi memberanikan diri untuk bertanya kepada Coach Giovanni.


Coach Giovanni hanya menatap Rizaldi lewat sudut matanya saja, lalu Coach Giovanni berjalan menjauhi Rizaldi. Rizaldi mengira dirinya dibenci oleh Coach Giovanni, namun setelah melihat Coach Giovanni yang ternyata berniat untuk menyalami pelatih dari Albacete Balompié, Rizaldi mulai memahami kalau dirinya salah paham.


"Kau masuk di dalam daftar pemain pengganti, jadi tunggu saja waktu dimana aku akan memainkan mu Ward Prowse" ujar Coach Giovanni setelah menyalami pelatih Albacete Balompié. "Sekarang duduklah!"


Rizaldi cepat-cepat pergi ke tempat duduk untuk pemain pengganti, di sana ada Anan Riswan dan beberapa pemain lain yang juga masuk ke dalam daftar pemain pengganti terlihat sedang menutupi mulut mereka. Rizaldi merasa mereka sedang menahan tawa, dan kemungkinan mereka menertawakan apa yang terjadi pada dirinya tadi.


"Apa kau membuat coach Giovanni marah Rizal?" ucap Anan sambil sedikit menahan tawa.


Rizaldi sudah menduganya, dia tidak membalas dan langsung saja duduk di bangku cadangan. Sambil menunggu gilirannya Rizaldi memperhatikan jalannya pertandingan.

__ADS_1


Albacete Balompié bermain pragmatis. Mereka menunggu pemain Pengambangan Cananga FC untuk melakukan kesalahan, baik itu kesalahan passing ataupun kesalahan dalam melakukan build-up serangan. Karena permainan Albacete Balompié yang pragmatis seperti ini, mereka pun sering melakukan bola daerah dan direct pass ke depan. Beruntungnya para pemain Pengambangan Cananga FC memiliki kecepatan, sehingga mereka dengan cepat melakukan transisi dan berhasil menutupi ruang yang sebelumnya sempat kosong ketika mereka melakukan build-up serangan.


Sedangkan tim Pengembangan Cananga FC adalah tim yang sering melakukan operan-operan pendek untuk membangun serangan. 4-3-3 masih menjadi formasi favorit dari Coach Giovanni. Coach menaruh dua bek sayap yang harus memiliki kecepatan, selain itu juga harus memiliki kemampuan menyerang yang baik. Ketiga pemain tengah mereka harus bisa memotong jalur bola untuk menghentikan serangan musuh dan satu diantara mereka bertiga bertugas untuk mengatur tempo permainan.


Di babak pertama ini tidak banyak peluang tercipta, permainan lambat dari Albacete Balompié sedikit mempengaruhi gaya permainan Pengambangan Cananga FC yang terbawa permainan tim Albacete Balompié. Mereka harus segera mendapatkan ketenangan mereka kembali, atau tidak tinggal menunggu waktu saja saat tim Albacete Balompié mendapatkan kesempatan untuk mulai merubah jalannya pertandingan.


Tetapi di menit 25 tim Pengambangan Cananga FC berhasil mendapatkan ritme mereka kembali, lewat skema serangan cepat Pengambangan Cananga FC berhasil mendapatkan momentum mereka. Umpan silang dari pemain flank mereka Ricardo Alvez berhasil ditanduk oleh Adam Sala namun sayangnya tandukan Adam masih melebar.


Lalu mereka kembali mendapatkan sebuah peluang emas di menjelang turun minum. Adam Sala berhasil melewati beberapa pemain belakang Albacete Balompié dan berhasil melakukan tembakan keras, akan tetapi kiper tim Albacete Balompié masih bisa menangkap tendangan itu dan mengamankan gawangnya dari kebobolan. Hingga babak pertama usai, skor masih kacamata. Tetapi, Coach Giovanni mulai melihat adanya angin segar yang berhembus ke timnya.


"Kalian harus lebih menekan mereka, perbanyak juga switch-play yang membuat mereka sedikit kebingungan di babak pertama tadi. Aku yakin kita akan mencetak angka jika kita bisa terus bermain seperti ini" ucap Coach Giovanni dengan penuh keyakinan.


Setelah itu permainan Pengambangan Cananga FC mulai stabil di awal babak kedua. Lewat kerja sama cemerlang antara Rafael Silva dan juga Adam Sala yang merupakan tumpuan serangan mereka, Pengambangan Cananga FC berhasil mencetak angka. Rafael Silva berhasil menendang bola umpan matang dari Adam Sala, bola keras tidak bisa dibendung oleh kiper tim Albacete Balompié yang berusia 31 tahun itu. Skor pun berubah menjadi 1-0 di menit ke-47.


Albacete Balompié yang berniat untuk mengejar ketertinggalan malah semakin ditekan oleh gaya permainan cepat dan high pressing dari Pengambangan Cananga FC. Mereka terkejut dengan tim yang baru mereka lawan kali ini itu, mereka merasa sedang bermain dengan tim level eropa yang sedikit lebih tinggi dari mereka. Padahal Albacete Balompié yakin mereka bisa menang hari ini, namun realitanya berbeda dengan apa yang mereka harapkan dan pikiran.


Pengambangan Cananga FC berhasil menggandakan keunggulan di menit ke-55. Lewat aksi individunya, Rafael Silva berhasil membuat brace dan berhasil membuat keunggulan Pengambangan Cananga FC menjadi 2-0. Albacete Balompié juga berhasil memperkecil ketertinggalan, lewat tandukan pemain depan mereka Rodrigo Alcacer di menit ke-61, lewat skema sepak pojok.


Momen yang ditunggu-tunggu oleh Rizaldi pun tiba, dirinya masuk menggantikan Rafael Silva yang sudah mencetak brace hari ini di menit 65. Rizaldi masuk bersamaan dengan Anan Riswan yang menggantikan Riski Fatahillah yang berposisi sebagai sayap kanan.


"Oke Master, siap memberikan kejutan di debut tim utama Anda?" Borought-555 tiba-tiba berbicara pada tuannya, tentu saja hanya Rizaldi Fatah seorang yang bisa mendengarnya.

__ADS_1


"Tentu saja aku siap" balas sang master dengan senyuman lebar di wajahnya.


"Kalau begitu saya punya misi untuk Master" ucap Borought-555 lagi. Lalu setelah itu penglihatan Rizaldi penuh dengan tulisan-tulisan yang hanya bisa dirinya lihat. Itu adalah rincian dari misi yang harus ia lakukan di pertandingan kali ini.


[Misi Hari Ini]


[Cetak 1 Gol dan buat Coach Giovanni terkesan]


[Hadiah: 250 poin + Kartu Sepakbola Grade A+]


"Wow hadiah misi kali ini cukup bagus, tapi aku tidak melihat hukuman jika aku gagal menyelesaikan misinya"


"Tenang saja Master, kali ini tidak ada hukuman seperti itu. Hanya saja, jika Master tidak berhasil mencetak gol atau tidak berhasil membuat Coach Giovanni terkesan dengan penampilan anda. Hadiahnya hangus!" Borought-555 menjelaskan soal misi kali ini kepada Rizaldi dan Rizaldi mengerti dia harus melakukan apa.


Tidak butuh waktu lama bagi Rizaldi, Rizaldi langsung memberikan permainan terbaiknya hari ini. Dengan semangat enerjik, Rizaldi terus berlari merebut bola yang ada di kaki pemain Albacete Balompié. Tidak lelah-lelah dirinya untuk berlari membantu pertahanan atau pada saat melakukan penyerangan. Melihat Rizaldi Fatah yang bermain seperti orang kesurupan itu, Anan Riswan juga ikut bersemangat. Anan memberikan permainan terbaiknya seperti saat dirinya sedang dalam kondisi prima, dia melakukan gocekan- gocekan maut yang membuat para pemain Albacete Balompié sedikit kewalahan menghadapi dirinya.


Sampai pada akhirnya Anan berada di sisi kanan sudut luar kotak penalti, dia melihat pergerakan tanpa bola Rizaldi yang begitu bagus. Tidak ada yang menjaga Rizaldi sehingga tanpa pikir panjang, Anan memberikan umpan silang terukur ke Rizaldi.


Rizaldi langsung melakukan tendangan tanpa melakukan sentuhan terlebih dahulu, tendangan first-time shoot-nya bagus sekali dan bola melesat cepat melewati kaki para pemain belakang Albacete Balompié dan berakhir di dalam jala gawang. Itu adalah gol debutnya di tim utama Pengambangan Cananga, gol yang begitu indah tentu saja. Gol itu terjadi di menit ke-70, gol yang akan selalu dikenang oleh Rizaldi sampai kapanpun.


Rizaldi bermain sangat impresif di pertandingan hari ini. Dia mencatatkan rekor, 1 gol dan 1 assist dalam pertandingan kali ini. Selain catatan tersebut, catatan yang lain juga tidak kalah impresif. Rizaldi bermain dari menit ke-65, total selama 25 menit bermain di lapangan, Rizaldi mencatatkan 50 sentuhan, 75 umpan yang 55 diantaranya adalah umpan kunci yang bagus sekali.

__ADS_1


Kali ini Pengambangan Cananga FC berhasil menyelesaikan pertandingan dengan hasil manis, kemenangan 5-2 atas Albacete Balompié membuat mereka benar-benar bahagia dengan hasil yang bisa terbilang sukses ini. Karena, tim Albacete Balompié saja bermain dengan skuad terbaik mereka yang berlaga di Divisi Segunda, walaupun ada beberapa pemain kunci mereka yang tidak bisa bermain lantaran mendapatkan jatah liburan, tetapi tim Pengambangan Cananga FC masih bisa berbangga dengan hasil akhir ini.


Yang paling berbahagia saat ini adalah Rizaldi Fatah. Dia telah membuktikan dirinya bahwa dia benar-benar layak berada di sini, namun dia masih belum puas karena dirinya masih perlu banyak waktu untuk terus membuktikan dirinya layak berkostum merah hitam Pengambangan Cananga FC.


__ADS_2