Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10
Chapter 78: Laga Selanjutnya


__ADS_3

Kemenangan 2-3 atas Jayapura Black Diamond satu hari yang lalu sudah cukup untuk membuat Pengambangan Cananga Youth akan berlaga di fase berikutnya, yaitu fase 16 besar.


Format fase gugurnya I-Youth, sama seperti formatnya UEFA Europa League alias liga yang sering dipelesetkan oleh fans sepakbola Indonesia menjadi Liga Malam Jum'at karena biasanya main di malam Jum'at waktu Indonesia. Atau ada pula yang menyebutnya sebagai Liga Pocong, merujuk dari bentuk tropi-nya yang mirip seperti pocong.


Namun walaupun formatnya sama, ada sedikit perubahan dan penyesuaian untuk di I-Youth. Jika di EUFA Europa League memiliki sistem home & away dan memakan waktu hingga beberapa bulan, di I-Youth adalah versi singkatnya.


Di I-Youth tidak ada sistem home & away, semuanya akan berakhir jika mereka mengalami kekalahan di laga awal. Mimpi mereka untuk menjuarai I-Youth akan sirna ketika mereka kalah. Kesalahan sedikit saja bisa membuat mereka mengubur mimpi-mimpinya.


Setelah mereka melewati berbagai tahapan di fase gugur, semua tim akan di draw kembali seperti yang dilakukan oleh Liga Eropa. Jadi mereka akan berhadapan dengan lawan yang berbeda lagi dan itu akan menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain serta tim pelatih yang meracik strategi untuk tim mereka masing-masing.


Sama seperti yang dialami oleh Pengambangan Cananga Youth, jika tidak ada sistem draw ulang maka mereka akan bertemu dengan Sugar Crossed FC di pertandingan 16 besar nanti. Namun karena ada sistem draw, mereka pun tidak akan tahu lawan mereka sebelum draw dilakukan.


Dan draw nya nanti akan dimulai malam hari ini, tepatnya setelah semua laga hari ini berjalan. Jadi tepat setelah makan malam, para pemain Pengambangan Cananga Youth berkumpul di salah satu ruangan di hotel untuk menyaksikan hasil draw yang akan menentukan nasib mereka semua.


16 tim yang masuk ke 16 besar termasuk Pengembangan Cananga Youth dan Sugar Crossed FC mulai terpampang di layar.



Metro Lampung FC


Halmahera Black Star U-17


Batavia Fort FC U-17


Panthera Kerinci FC


Sugar Crossed FC

__ADS_1


Pengambangan Cananga Youth Academy


Malang Ijen U-17 FC


Surabaya Force Warlord FC


Bali Tera FC


Makassar Pinisi FC


Mataram United FC


Madura Umisale FC


Don Bogor 1977 FC


Jaksel Yankees FC


Sparta Bandung FC



Seperti biasanya, ada beberapa official yang akan melakukan drawing malam ini. Jika pada saat awal fase gugur yang melakukan drawing adalah salah satu pesepakbola legendaris asal Indonesia yaitu Ponaryo Astaman. Kali ini, giliran Muhammad Ridwan yang menjadi salah satu official untuk melakukan drawing.


Muhammad Ridwan sendiri juga seorang legenda di sepakbola Indonesia, dia berhasil membawa timnas Indonesia menjadi runner-up piala AFF di tahun 2010. Kala itu, timnas Indonesia ditangani oleh Coach Alfred Riedl yang terkenal dengan kedinginannya berhasil melibas musuh-musuh nya hingga sampai ke babak final. Namun sayang, Firman Utina cs saat itu tidak bisa berbuat banyak kala melawan musuh bebuyutan yaitu Malaysia yang saat itu diisi pemain seperti Safee Sali.


Muhammad Ridwan terus melakukan draw dan sudah beberapa tim sudah mengetahui siapa lawan yang akan mereka hadapi. Kali ini di dalam pot yang diambil ole Muhammad Ridwan ada kertas yang bertuliskan Sugar Crossed FC. Karena nama klub mereka masih belum keluar juga, para pemain Pengambangan Cananga Youth mulai sedikit gugup dan ada yang mulai berharap agar mereka bukanlah lawan dari Sugar Crossed FC.

__ADS_1


Rupanya doa para pemain Pengambangan Cananga Youth terkabul, bukan nama klub mereka yang muncul. Yang muncul adalah nama klub Metro Lampung FC. Dengan begitu Sugar Crossed FC akan berhadapan dengan Metro Lampung FC di fase 16 besar nanti yang akan diadakan di hari Kamis.


Lalu setelah itu nama klub Pengambangan Cananga Youth belum juga muncul dari pot, sampai pada akhirnya nama klub Jaksel Yankees FC muncul. Ini adalah klub terakhir yang di draw dan para pemain Pengambangan Cananga Youth sudah tahu jawaban dari siapa yang akan berhadapan dengan Jaksel Yankees FC, yaitu mereka sendiri.


"Kalian sudah tahu kan apa yang harus kalian lakukan?" Coach Satria tiba-tiba bersuara, namun para pemain Pengambangan Cananga Youth tetap diam dalam keheningan mereka.


Coach Satria menatap wajah anak-anak asuhnya yang terlihat seperti para prajurit di medan perang yang bersiap bertempur demi negara, keyakinan dan keluarga. Melihat ekspresi itu Coach Satria jadi tersenyum dan menganggukkan kepala. "Bagus!" ucapnya. "Beginilah seharusnya mental sang juara bertahan, jangan ada ampun dengan siapapun musuhnya karena kita adalah sang raja!"


Setelah berkata seperti itu, Coach Satria lalu menampilkan beberapa profil dan data tim Jaksel Yankees FC di beberapa pertandingan yang lalu. Semuanya cukup lengkap dari formasi yang mereka gunakan atau pemain mana yang patut mereka waspadai di tim Jaksel Yankees FC.


Formasi yang digunakan oleh Jaksel Yankees adalah formasi yang sering digunakan oleh tim-tim papan tengah untuk mengantisipasi permainan tim papan atas, yaitu bertahan yang sangat solid. 5-2-3 adalah kuncinya, jika pelatih mereka bisa memanfaatkan potensi dari anak-anak didiknya, mungkin Jaksel Yankees bisa menggunakan formasi total footbal dengan formasi tersebut.


Kemenangan terakhir mereka atas Rafles FC pun berkat pertahanan kuat mereka yang sulit ditembus oleh musuh dan mereka berhasil memanfaatkan kelengahan dari tim lawan, sehingga mereka berhasil mencuri satu gol dari mereka dan memastikan tempat di 16 besar.


"Andai saja mereka menggunakan taktik total footbal yang sering digunakan oleh tim oranye itu, kita bakalan kesulitan melawan tim ini. Namun mereka menitik beratkan pada pertahan dan menunggu kita mengalami kelengahan dan mereka akan mencetak gol dari momen itu" ujar Coach Satria mencoba menjelaskan strategi yang digunakan oleh tim Jaksel Yankees.


Coach Satria lalu mulai menunjukkan nama-nama pemain Jaksel Yankees FC beserta dengan wajahnya, lalu dia berhenti saat menjelaskan salah satu pemain Jaksel Yankees FC yang menurutnya patut diwaspadai dengan hati-hati.


"Karena mereka menggunakan taktik serangan balik cepat, target mereka saat melakukan serangan adalah sosok ini!" jelas Coach Satria sambil menunjuk ke salah satu pemain Jaksel Yankees.


Pemain itu adalah pemain dengan nomor punggung 10 di tim Jaksel Yankees. Namanya adalah Peter Chandra. Dia adalah seorang targetman dari tim Jaksel Yankees dan memang dia adalah orang yang selalu memulai penyerangan dari tim Jaksel Yankees.


Walaupun Peter adalah orang yang patut diwaspadai, namun para pemain Pengambangan Cananga Youth tidak terlalu khawatir dengan statistik yang ditunjukkan oleh mesin ketika membahas sosok Peter Chandra.


Statistik yang ditunjukkan oleh layar sungguh sangat berbeda dengan statistik para pemain Jayapura Black Diamond, bisa dibilang tim inj agak lebih lemah daripada tim Jayapura Black Diamond.


Namun walaupun lebih lemah, tetapi Coach Satria atau para punggawa Pengambangan Cananga Youth tidak ingin meremehkan lawan mereka dan malah membuat mereka terjungkal karena kelalaian mereka. Ini adalah fase gugur, fase dimana yang lalai bisa saja pulang karena kelalaian mereka dalam membaca musuh yang akan mereka hadapi nantinya.

__ADS_1


__ADS_2