Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10
Chapter 156: Versus Pemalang Amarilla FC


__ADS_3

Setelah seperti biasa mendengarkan penjelasan singkat soal game plan hari ini dari Coach Giovanni, seluruh pemain Pengambangan Cananga FC lalu mulai berangsur-angsur pergi menuju ke terowongan stadion untuk memulai pertandingan hari ini.


Pengambangan Cananga FC hari ini akan melawan tim yang menempati posisi kesepuluh di liga, yaitu Pemalang Amarilla FC. Tim yang dikenal dengan sebutan pasukan kuning-kuning itu bertamu ke Stadion Cananga yang memiliki kapasitas penonton sebanyak 12 ribu kursi tersebut, tentunya laga kali ini akan berjalan apik seperti biasanya, sebab pasukan Amarilla menginginkan 3 poin penuh untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen Indonesia Premier League musim ini.


"Siap melanjutkan trend positif kawan?" Derry menepuk-nepuk pundak Rizaldi yang sedang melakukan semedi kecil di tengah hiruk pikuk berisiknya stadion itu.


"Tentu saja sobat!" jawab Rizaldi tanpa merasa terganggu sekalipun.


Lalu para official memulai langkah untuk pergi ke lapangan, diikuti oleh seluruh pemain yang akan bertanding hari ini. Berisiknya suara supporter bagaikan anak-anak burung yang sedang menunggu kedatangan induk mereka mencari makanan hari ini, tidak pernah sunyi senyap mengiringi langkah semua pemain yang ada.


Setelah berdiri beberapa menit menatap penonton, berfoto serta melakukan lempar koin, mereka lalu menyebar ke tempat mereka masing-masing sesuai yang sudah ditentukan lewat lempar koin tadi. Tim tuan rumah akan memulai kick-off babak pertama dengan posisi gawang mereka di arah timur.


Bola pun ditendang pelan ke kaki pemain Pengambangan Cananga FC, pertandingan pun dimulai. Rizaldi memulainya dengan mencoba menguasai permainan di lapangan tengah. Rizaldi mengumpan ke pemain tengah tim Pengambangan Cananga FC yang lain, menguasai lapangan tengah untuk membuka formasi pertahanan yang sedang diupayakan oleh para pemain Pemalang Amarilla FC.

__ADS_1


Pemalang Amarilla FC juga mencoba bermain tidak terlalu bertahan karena mereka ingin menang dalam partai lawatan ke kandang Pengambangan Cananga FC kali ini, namun mereka juga tidak ingin kecolongan sehingga mereka sedikit menurunkan garis pertahanan mereka di babak pertama.


Rizaldi menyadari hal tersebut setelah 10 menit waktu berjalan, Rizaldi memiliki sebuah rencana dikepalanya. Dia hanya sekali melirik ke arah Kenzo yang berperan sebagai gelandang serang bayangan kali ini, Kenzo pun langsung sadar apa yang hendak Rizaldi lakukan.


Kenzo langsung mengikuti Rizaldi yang berlari sambil menggiring bola dengan sangat lincah seperti seorang wartawan yang tengah menggiring opini, Kenzo mengikuti dibelakang Rizaldi tanpa seseorang pun yang menyadari maksud dari Kenzo itu. Beberapa pemain Pemalang Amarilla mulai mengapit Kenzo, namun memang itu yang diinginkan oleh Kenzo. Kenzo tersenyum saat melihat pemain Pemalang Amarilla FC mulai fokus kepada dirinya, sehingga Rizaldi lebih leluasa memberikan sebuah umpan matang kepada Anan Riswan yang berlari tanpa pengawalan sama sekali.


Begitu bola sudah di kaki Anan Riswan, semua sudah terlambat untuk menyadarinya. Anan Riswan hanya perlu beberapa gerakan tusukan sebelum akhirnya melepaskan tembakan keras mengarah ke gawang Pemalang Amarilla FC. Bola mengarah ke tiang jauh, tangan penjaga gawang Pemalang Amarilla tidak bisa menjangkaunya dan membuat skor berubah menjadi 1-0.


Bukan untuk bermaksud menyombongkan diri, sama sekali Rizaldi tidak pernah memikirkan hal seperti itu. Rizaldi hanya takut saja, jika dirinya bermain sebagus ini dan bisa menjaga konsistensi performanya dalam waktu yang lama, bisa-bisa ada yang curiga dengan dirinya. Kemungkinan dirinya mencuat kemuka publik juga semakin besar jika dirinya bermain terus dengan keadaan bagus seperti ini, dirinya sendiri tidak ingin hal itu terjadi dan pindah ke Inggris adalah langkah yang tepat menurutnya. Setidaknya dengan kualitas sepakbola yang sudah begitu jauh berbeda dari Indonesia itu memungkinkan dirinya untuk tetap terlindungi dari hal-hal yang tidak ingin dialami oleh Rizaldi.


Setelah puas berkutat dengan isi kepalanya sendiri sambil terus mengalirkan bola, Rizaldi menyadari kalau dirinya berada dalam jangkauan ruang tembaknya. Jarak dari titik dirinya berdiri ke gawang lawan sekitar 27 meter, ini adalah jangkauan ruang tembak Rizaldi. Beberapa kali Rizaldi melakukan tembakan dari titik ini dan sering sekali masuk, persentase keberhasilannya lebih dari delapan puluh persen. Situasinya juga begitu pas, para pemain bertahan tim Pemalang Amarilla sedang berusaha mengcover ruang kosong yang bisa dimanfaatkan oleh pemain depan Pengambangan Cananga untuk menciptakan peluang.


Beberapa diantara mereka juga bersiap mengambil bola dari kaki Rizaldi, namun tidak ada yang mencoba menutup ruang tembak Rizaldi Fatah saat ini. Rizaldi pun mengambil posisi untuk menendang, tendangan keras kaki kanannya langsung membuat bola melayang deras melewati beberapa kepala pemain bertahan tim lawan dan sampai akhirnya masuk ke gawang tim lawan karena kiper Pemalang Amarilla FC tidak berhasil menjangkau bola yang lurus deras ke arah gawangnya.

__ADS_1


Lewat tendangan kerasnya dari luar kotak penalti, Rizaldi membuat skor kembali berubah menjadi 2-0 untuk Pengambangan Cananga FC. Rizaldi pun berlari-lari kecil sambil merentangkan tangannya seperti seekor elang, selebrasinya sederhana saja namun sudah membuatnya puas.


Setelah itu pertandingan pun dilanjutkan. Permainan berjalan dengan cukup alot, tim tamu juga bermain dengan cukup baik hari ini, walaupun tertinggal dua gol namun mereka tetap tidak mau menyerah begitu saja. Mereka tetap mencoba untuk memperkecil ketertinggalan mereka, namun selama sisa babak pertama mereka masih mengalami kebuntuan sehingga hingga babak pertama berakhir skor masih 2-0 untuk keunggulan tim tuan rumah.


Di babak kedua Pemalang Amarilla kembali mencoba hal terbaik mereka untuk mencetak satu gol terlebih dahulu, namun pertahan tim Pengambangan Cananga FC bukanlah main-main kuatnya. Saat mereka berhasil melewati garis pertahanan tim tuan rumah, kepiawaiannya Derry Yanuar yang berada di bawah mistar gawang, pemuda yang baru saja kembali dari Malaysia dan membawa Garuda Muda menjadi jawara di ASEAN itu membuktikan kelasnya kepada para pemain tim tamu yang semakin frustasi dibuatnya.


Derry berhasil mencatatkan 6 saves penting di pertandingan hari ini, 3 diantaranya menggagalkan peluang emas 24 karat milik Pemalang Amarilla yang hampir saja berhasil merubah skor menjadi 2-1 di menit ke-75.


Sayangnya karena terlalu asik menyerang, Pemalang Amarilla FC malah kembali kebobolan di menit-menit akhir babak kedua. Lewat serangan balik cepat Rizaldi melakukan sprint dari setengah lapangan, meninggalkan beberapa pemain bertahan tim Pemalang Amarilla FC yang mencoba mengejarnya. Karena situasi sudah 1vs1, kiper tim Pemalang Amarilla FC langsung maju untuk menerjang Rizaldi yang berlari ke arahnya, Rizaldi menendang bola perlahan, melewati kedua kaki kiper tim tamu, Rizaldi baru saja melakukan nutmeg pada sosok kiper berusia 34 tahun itu.


Begitu di dekat gawang yang sudah kosong, Rizaldi pun langsung menendang bola dengan pelan dan membiarkan bola masuk secara perlahan-lahan ke dalam gawang lawan. Dan akhirnya bola pun masuk dan gol, skor menjadi 3-0 untuk keunggulan tim Pengambangan Cananga FC sebagai tuan rumah.


Dan gol itu sekaligus menjadi gol terakhir yang terjadi di pertandingan kali ini, dengan kemenangan kali ini Pengambangan Cananga FC tetap kokoh di posisi dua, terus membuntuti Tarakanita Jakarta FC yang masih bertahan di posisi puncak klasemen sementara Indonesia Premier League.

__ADS_1


__ADS_2