
Di sisa waktu yang tersisa 18 menit lagi, kedua tim bermain sangat ngotot untuk mendapatkan kemenangan. Karena gol kedua tadi, pemain Jayapura Black Diamond tidak mau bertekuk lutut begitu saja, mereka tetap tampil menyerang dan menggempur pertahanan tim Pengambangan Cananga Youth tanpa henti.
Mereka tidak peduli lagi soal pertahanan, yang mereka pedulikan saat ini hanyalah menyerang dan menyerang saja sampai akhirnya mereka bisa mencetak gol balasan dan memastikan kemenangan mereka.
Mereka terus menyerang, membuat para pemain Pengambangan Cananga Youth harus bertahan sekuat tenaga mereka sambil menunggu momentum untuk melakukan serangan balik cepat. Tentunya hasil seri tidak diinginkan oleh Pengambangan Cananga Youth dan juga Coach Satria. Mereka belum siap jika harus bermain di babak tambahan, selain itu kemungkinan besar momentum mereka juga akan habis jika sampai ke babak tambahan.
Maka dari itu semua pemain Pengambangan Cananga Youth bertahan mati-matian, sehingga pemain Jayapura Black Diamond pun kesulitan untuk mencetak gol ke gawang mereka.
Di menit 83 Jayapura Black Diamond mendapatkan sebuah peluang, Beni Bonsapia yang membawa bola dari tengah lapangan mencoba peruntungannya dengan menendang bola dengan sangat keras. Bola melewati para pemain bertahan Pengambangan Cananga Youth, namun masih bisa ditepis oleh Derry walaupun sebenarnya Derry sempat panik karena sempat terhalangi pandangannya.
Karena sedikit panik blok yang Derry lakukan tadi pun kurang terlihat bagus, bola rebound itu mengarah ke Ferdinand Pahabol yang langsung menendang bola rebound itu. Namun, Derry berhasil menepis tendangan itu dengan cepat dan membuat dua kali penyelamatan gemilang untuk tim nya. Bola pun keluar dan Derry langsung berteriak karena berhasil menepis tendangan Ferdinand Pahabol tadi, bek-bek Pengambangan Cananga Youth langsung memeluk Derry yang sudah bermain bagus sekali hari ini.
Namun bukan berarti ancaman berhenti sampai di sana saja, karena Jayapura Black Diamond masih memiliki kesempatan untuk membalas gol lewat sepak pojok ini. Beni Bonsapia sudah bersiap untuk mengambil sepak pojok, dia melihat ke arah papan skor dan penunjuk waktu yang sudah hampir memasuki menit ke 85.
Masih ada 5 menit tersisa di waktu normal dan masih ada tambahan waktu yang mungkin bisa 2-3 menit yang akan diberikan oleh wasit. Beni Bonsapia yakin kalau mereka masih bisa membalas gol tadi dan membuat skor kembali unggul untuk mereka.
Jadi, Beni Bonsapia pun mulai melihat ke dalam kotak penalti, memperhatikan rekan-rekannya yang mulai mengerumuni kotak penalti tim Pengembangan Cananga Youth seperti semut yang mengerumuni gula yang manis.
Tentu saja Beni Bonsapia mencari sosok orang yang bisa menerima umpannya ini dengan sangat bagus, sosok yang memiliki postur tubuh tinggi dan haus akan gol. Siapa lagi kalau bukan Ferdinand Pahabol yang Beni cari.
Begitu dia melihat sosok Ferdinand Pahabol yang sudah memberikan isyarat untuk meminta bola, Beni Bonsapia tanpa ragu langsung memberikan umpan kepada sosok Ferdinand Pahabol dan Ferdinand pun melompat untuk menjemput bola yang datang ke arahnya.
Ferdinand Pahabol kembali mengalahkan Bagas untuk duel udara, Ferdinand Pahabol berhasil menyundul bola dan mengarahkannya ke gawang yang dijaga oleh Derry. Tetapi, Derry berhasil menepis bola yang menukik tajam ke gawangnya itu dan kembali membuat Jayapura Black Diamond mendapatkan sepak pojok untuk sekali lagi.
"Galih, Bagas! Tempel si nomor 9!" Derry memberi perintah.
Bagas dan Galih segera mengikuti arahan dari Derry, mereka langsung menempeli Ferdinand Pahabol yang sering menyulitkan Derry. Ferdinand Pahabol sampai kesal karena ulah kedua pemain itu, namun dia tetap yakin masih bisa mengalahkan mereka berdua walaupun ditempel seperti itu.
__ADS_1
Beni Bonsapia sedikit ragu untuk memberikan umpan kepada Ferdinand Pahabol yang ditempeli oleh Bagas dan Galih, dia melihat ada celah kosong yang ditinggalkan oleh kedua pemain itu yang kini diisi oleh Emanuel Bonai. Beni Bonsapia pun akhirnya memilih memberikan umpan kepada Emanuel Bonai.
Emanuel Bonai yang merasa berdiri lepas tak terkawal langsung hendak menyambar bola, namun dia dikejutkan oleh kedatangan Zaki Iskandar yang langsung memotong bola yang masih berada di atas.
Zaki Iskandar langsung membawa bola kedepan, dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk memperlebar jarak skor. Zaki terus berlari membawa bola dengan sangat cepat, ketika mendekati kotak penalti lawan Zaki langsung mengoper bola ke sisi kiri lapangan yang sudah ada Rizaldi di sana menunggu operannya.
Sentuhan Rizaldi begitu lembut bagaikan kapas yang terbang di udara, dia berhasil melewati satu pemain belakang lawan sebelum mulai memasuki kotak penalti.
Namun pemain yang dilewati oleh Rizaldi tadi tetap gigih untuk tidak membiarkan Rizaldi berbuat banyak di kotak penalti mereka, kiper Jayapura Black Diamond pun juga ikut maju untuk menekan Rizaldi.
Rizaldi sudah terjebak dalam posisi 1 vs 2 yang dimana dia sangat tidak diuntungkan dalam hal ini, Rizaldi tidak bisa memberikan bola ke rekannya yang lain yang sedang menunggu di sisi lain. Rizaldi juga tidak ingin membuang kesempatan emas ini begitu saja, sehingga terbesit suatu hal yang sangat licik olehnya.
Karena mendapatkan sebuah misi yang aneh dari sistem, Rizaldi pun ingin sekali lagi mengulangi apa yang sudah ia lakukan di babak pertama tadi, ya melakukan diving. Entah mengapa Rizaldi seakan tahu apa yang akan dilakukan oleh si kiper dan si bek kepada dirinya, sehingga Rizaldi sudah tahu harus melakukan apa sebelumnya.
Si bek mencoba mengambil bola dari kaki Rizaldi dengan melakukan tekel ke arah bola, dan si kiper juga melakukan hal yang sama namun dia lebih seperti ingin menangkap bola itu. Jadi Rizaldi mendorong bola ke atas untuk melewati kiper yang sudah terjatuh dan Rizaldi pun melompat.
Wasit meniup peluit sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Rizaldi, tentu saja hal ini langsung diprotes oleh pemain Jayapura Black Diamond termasuk sang kiper yang merasa tidak melakukan pelanggaran apapun.
Paham dengan apa yang dilakukan oleh Rizaldi, rekan-rekannya yang lain langsung membela Rizaldi dan menambah bumbu-bumbu manis dan gurih drama ini sampai terjadi keributan cukup panjang karena drama ini.
Rizaldi masih berpura-pura kesakitan dan tergeletak di lapangan, staf medis langsung datang dan memberikan perawatan pada Rizaldi yang sebenarnya tidak kenapa-napa itu, namun mimik dan gestur dari Rizaldi seolah membuatnya terlihat seperti aktor papan atas dari Hollywood.
Karena masih terjadi polemik, wasit pun meminta pendapat para assisten-nya. Para asisten wasit juga sependapat dengan wasit utama yang ingin menunjukan titik putih, namun wasit tidak langsung mengambil keputusannya. Sekali lagi untuk membuatnya lebih yakin dia melihat ke VAR.
Dengan cermat wasit melihat apa yang sebenarnya terjadi lewat VAR, ketika dirasa sudah cukup akhirnya wasit pun memberikan keputusannya. Wasit menunjuk titik putih dan memberikan kartu merah terhadap sang kiper yang dianggap melanggar Rizaldi dengan sengaja. Dari tampilan video VAR, sang kiper terlihat seperti menarik dengan sengaja kaki Rizaldi yang berusaha mengejar bola liar.
Karena keputusan ini membuat para pemain Jayapura Black Diamond begitu berang dengan sang pengadil pertandingan, namun keputusan wasit sudah final dan tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun. Para official tim Jayapura Black Diamond yang terlalu protes pun dikenakan kartu kuning oleh wasit, sang kiper pun meninggalkan lapangan karena sudah diberikan kartu merah oleh wasit.
__ADS_1
Terpaksa pelatih Jayapura Black Diamond, Tiago Anderson mengganti salah satu pemain tengah dengan kiper pengganti.
Di kubu Pengambangan Cananga Youth, mereka sedang berdiskusi soal siapa yang menjadi algojo titik putih nanti. Ini bukanlah hal yang mudah, menendang penalti dalam tekanan yang sangat tinggi dan berat seperti ini cukup memakan emosi psikologis pemain.
Hanya dia yang bisa tahan dari semua tekanan yang bisa dengan tenang untuk melakukan tugas ini, ketika telah berdiskusi akhirnya mereka memutuskan untuk menunjuk sang kapten, Martin untuk menjadi algojo.
"Kau yakin Rizaldi?" Martin sekali lagi bertanya, karena dia yakin Rizaldi adalah sosok yang paling tepat untuk ini.
Namun Rizaldi punya pendapat lain. "Kau kapten tim ini, kau punya andil besar untuk membangkitkan semangat juang yang lain dengan gol penalti ini. Hal ini cukup membantu kita agar bisa bertahan di sisa waktu ini" ucap Rizaldi.
Mendengar itu wajah Martin langsung berubah, kini wajahnya terlihat sangat serius seperti seorang jenderal perang yang telah lama berada di dalam medan perang. Dia menaruh bola di titik putih dengan tatapan dingin, sampai-sampai membuat kiper lawan sedikit terancam.
Kedua tim saling berdoa satu sama lain. Tim Jayapura Black Diamond berdoa agar Martin gagal mengeksekusi penalti ini dan berharap agar bola itu terbang tinggi melayang di atas awan dan akan ditemukan dua minggu kemudian, sedangkan tim Pengambangan Cananga Youth berdoa agar bola itu masuk dan bersarang dengan nyaman di jala gawang kiper Jayapura Black Diamond.
Wasit memperingati kiper Jayapura Black Diamond untuk berdiri tepat di garis gawang sebelum Martin melakukan tendangan, dan Martin tetap dengan wajah dingin dan tatapan tajam bagai belati yang menusuk tepat ke hati sang kiper. Wasit lalu meniup peluit memberikan tanda untuk Martin agar menendang.
Dengan tenang sekali Martin melakukan sebuah trik panenka dan mengelabui kiper Jayapura Black Diamond yang bergerak ke arah kanan. Bola pun masuk dan dengan sangat dingin Martin berselebrasi.
Para pemain yang lain langsung menghampiri Martin, bahkan para pemain yang duduk di bangku cadangan pun langsung berlari kearahnya dan ikut berselebrasi.
Di menit ke-89 akhirnya Pengambangan Cananga Youth berhasil unggul dari Jayapura Black Diamond dengan skor 2-3.
Jayapura Black Diamond kembali memulai pertandingan yang tinggal menyisakan sedikit waktu, mereka menyerang Pengambangan Cananga Youth dengan tergesa-gesa untuk mengejar ketertinggalan mereka. Namun, karena gol penalti yang dicetak oleh Martin tadi membuat rasa percaya diri pemain Pengambangan Cananga Youth begitu meningkat drastis, mereka tidak ingin gol itu menjadi sia-sia.
Sampai akhirnya tambahan waktu diberikan yang hanya 2 menit saja, dan itu rupanya tidak cukup untuk merubah skor kembali menjadi 3-3 ataupun 2-4. Skor tetap 2-3 dan menjadikan kemenangan untuk Pengambangan Cananga Youth.
Para pemain Jayapura Black Diamond pun langsung terduduk lemas setelah peluit panjang berbunyi, langkah mereka hanya bisa sampai disini saja dan mereka harus puas pulang lebih awal dari yang mereka kira kan.
__ADS_1
Sedangkan para pemain Pengambangan Cananga Youth begitu bahagia dan sangat bersuka cita, mereka merayakan kemenangan mereka dengan para official dan para pemain yang duduk di bangku cadangan sebelum akhirnya mereka bersalaman dengan pemain Jayapura Black Diamond dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada para penonton yang sudah datang hari ini untuk mendukung mereka semua.