Tetanggaku Di Hatiku

Tetanggaku Di Hatiku
Berangkat


__ADS_3

Pada pukul 07.00 , mereka keluar dari hotel dan pulang kerumah, Karena mereka akan Pergi ke kota XY. Mereka permisi kepada orang tua mereka untuk pergi, orang tua mereka pun mengantarkan mereka ke bandara.


Sesampai di bandara mereka langsung menuju pesawat yang sudah dipesan Marcel via online itu.


Mama Stella : Marcel, Tante titip Stella ya (memegang bahu stella)


Marcel : Iya Tante (memberi senyuman)


Mama Marcel : Kalian baik baik ya disana, Marcel kamu jangan macam macam ya (memukul bahu Marcel)


Marcel : Iya ma


Papa Stella : Oom titip Stella ya (merangkul anaknya)


Marcel : Iya om


Papa Marcel : Jagain Stella Marcel, kamu juga jangan aneh aneh kerjanya, jangan sakiti dia (memukul bahu anaknya)


Stella pun memeluk Papa dan mamanya, Ia juga menyalam Orang tua Marcel.


Marcel : Kami permisi ya, nanti pesawatnya keburu terbang haha (sambil tertawa)


Stella : Dada mi,Pi (melambaikan tangan ke orang tuanya), pergi ya om, tante (melihat orang tua Marcel)


Mereka menyaksikan kepergian anak mereka, Stella dan Marcel pun memasuki pesawat dan duduk di tempat yang sudah disediakan untuk mereka.


Pesawat pun terbang , penumpang semua sudah duduk di kursi nya masing masing. Stella dan Marcel duduk bersebelahan, namun tidak ada percakapan diantara mereka, Stella pun melihat Marcel dengan tatapan sangat sinis.


Marcel : Kamu kenapa sih? dari kemarin liat aku ngeri kali (melihat Stella)


Stella tidak menjawabnya, ia malah membuang pandangan mukanya dari Marcel.


Marcel : Kamu kenapa sih ?(memegang pipi Stella agar melihatnya)

__ADS_1


Stella : Apasih (menepis tangan Stella yang berada di pipinya)


Marcel : Kamu kenapa?


Stella : Bisa diam gak sih? (melihat kembali Marcel dengan tatapan sinis)


Marcel pun diam .


Apa bakal jadi seperti ini terus?"ucap Marcel dalam hati.


Pesawat pun mendarat pada pukul 10.00, mereka segera keluar dari pesawat, Marcel berjalan menuju parkiran mobil, supir pribadinya sudah menunggunya disana. Stella berjalan mengikuti Marcel dibelakangnya.


Stella memang tidak membawa apapun, karena Marcel yang menyuruhnya, ia sudah menyediakan baju Stella di sana.


Mereka berjalan memasuki mobil itu, supir itu pun langsung mengantarkan Mereka ke rumah mereka. Di perjalanan tidak ada percakapan apapun, Sesekali Marcel melihat Stella, namun Stella tidak memperdulikannya.


Mobil itu berhenti didepan rumah Megah nan mewah , Tampak satpam segera membuka pagar rumah itu. Mobil itu pun langsung melaju kedalam.


Ini kantor atau rumah? kok besar banget? "ucap Stella sambil memandangi sekeliling rumah itu.


Stella : Terimakasih (sambil turun dari mobil)


Marcel : Ayo masuk (berjalan duluan)


Stella masih berdiri mematung, ia masih tidak percaya.


Apa ini yang bakal aku tempati? kenapa besar sekali? Memang sangat mewah tapi ini terlalu berlebihan, penghuni nya hanya 2 orang tapi rumahnya besar sekali "ucap stella sambil memandangi rumah dihadapannya.


Marcel : Ayo masuk (berjalan mendekati Stella dan menarik tangannya)


Stella pun berjalan mengikuti tarikan Marcel, saat di pintu , Tampak ketiga pembantu rumah tangga itu menyambut kedatangan mereka.


Selamat datang tuan, selamat datang nyonya "ucap ketiga pembantu itu sambil menundukkan kepala memberi hormat.

__ADS_1


Stella pun memberikan senyuman kepada ketiga pembantu itu.


Marcel : Dimana kamar saya?


Di lantai 2 tuan "jawab seorang pembantu.


Marcel pun segera berjalan menaiki tangga sambil menarik tangan Stella.


Bahkan kaki ku pegal sekali menaiki tangga ini "ucap Stella dalam hati.


Marcel pun masuk ke satu per satu ruangan untuk mencari kamarnya, akhirnya ia menemukan kamarnya, Tangannya masih saja memegang tangan Stella, hingga ia memasuki kamar itu, Stella mengentikan langkahnya.


Stella : Kamar ku yang itu aja (menunjuk ruangan disamping kamar Marcel)


Marcel : Gak stell, gak . Ini kamar kita (menarik Stella masuk)


Stella : Aku gak mau(melepaskan tangan Marcel) , kamu pernah janji kan? kamu bakal nuruti apa yang ku minta, aku minta aku tidak mau tidur disini, dan ini bukan kamar ku


Marcel : Gak, masuk (menarik tangan Stella)


Stella : Cukup ya Marcel (air mata mengalir di pipinya) , kamu sudah merusak Impianku, Sekarang tolong jangan merusak kenyamanan ku untuk tinggal dirumah ini (menarik nafas panjang)


Marcel yang melihat, Stella menangis pun tidak tega, hatinya ikut terluka ketika melihat air mata Stella terjatuh.


Marcel : Oh silahkan , silahkan saja , mulai detik ini aku tidak akan mengatur mu lagi, lakukan apa yang ingin kau lakukan (menutup kamarnya)


Stella pun berjalan ke kamarnya, ia menutup pintu kamarnya dan membuka lemarinya, lemari itu kosong.


Stella berjalan menuju kamar Marcel, ia membuka pintunya, ia melihat Marcel sedang duduk di tepi tempat tidur sambil melamun.


Stella : Kamu bilang pakaian untuk ku sudah ada, dimana dia?


Marcel : Liat di lemari (menunjuk lemari yang ada di kamar itu)

__ADS_1


Stella pun langsung berjalan menuju lemari itu, ternyata semua pakaian untuknya sudah ada disitu, ia langsung mengambil semua pakaian yang ada di lemari itu dan membawanya ke kamarnya. Marcel tak dapat mencegah Stella, Ia membiarkan saja Stella.


__ADS_2