
Marcel terbangun pada pukul 10.00, Ia melihat kesamping nya, Stella masih tidur pulas. Marcel berjalan ke toilet untuk mencuci mukanya. Ia keluar kamar dan mencari restoran yang berada didalam hotel. Ia memesan nasi goreng untuk nya dan Stella, saat sudah mendapat makanan , Marcel pun berjalan ke kamarnya. Sesampai dikamar, ia langsung membuka makanannya dan memakannya dengan sangat lahap. Semalam ia sudah melupakan makan siang dan makan malamnya untuk mencari Stella.
Stella terbangun dari tidurnya dan turun dari tempat tidur, ia melihat Marcel sedang duduk dilantai sedang sarapan. Stella berjalan menuju toilet dan mencuci mukanya, setelah selesai ia pun keluar dari toilet.
Stella naik ke tempat tidur dan menyandarkan punggungnya disana. Ia mengambil remote dimeja dan menghidupkan televisi.
Marcel : Ini buat kamu Stella(memberikan bungkusan nasi goreng)
Stella pun mengambil nya dan duduk dilantai, ia membuka nasi goreng itu . Ia menikmati nasi goreng sambil menonton tayangan di televisi. Setelah selesai makan, Stella membuang bungkusan nasi goreng itu ke tempat sampah. Ia menaiki tempat tidur dan duduk disana, sedangkan Marcel sudah tertidur di atas tempat tidur itu. Ia memegang kening Marcel untuk mengukur suhu tubuhnya. Suhu tubuh nya sudah tidak panas lagi, Stella pun melanjutkan menonton televisi.
Pada pukul 12.00, Marcel bangun, ia mengajak Stella untuk kembali ke rumah.
Marcel : Stella, kita balik pulang ya (mendudukkan badannya)
Stella : yok (mematikan televisi).
Mereka pun segera berjalan keluar kamar hotel dan memberikan kunci hotel, dan keluar dari hotel itu.
Mereka Berjalan menuju parkiran dan memasuki mobil.
Marcel : Stella kamu yang bawa mobil, aku pusing.(memberikan kunci dan masuk ke dalam mobil)
Stella pun masuk ke dalam mobil
Stella : Aku gak tau jalan loh (menyalakan mesin)
Marcel : Gak tau jalan tapi bisa sampai kundo
Stella : kan aku dianterin ojek (melihat Marcel dengan tatapan sinis)
Marcel : Jangan marah dong (bersandar ke bahu Stella)
Stella melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, Marcel memberitahu arah jalan pulang kepada Stella.
Sesampai dirumah Stella langsung memarkirkan mobilnya di garasi, Marcel dan Stella pun segera turun dari mobil. Mereka berjalan memasuki rumah, Kehadiran Stella di sambut hangat oleh Bi Murti.
Bi Murti : Nona (berlari ke arah Stella yang menaiki tangga)
__ADS_1
Stella : Eh bibi (memeluk bi Murti), Stella pikir Stella gak bakal ketemu bibi lagi (memberi senyuman)
Bi Murti : Nona jangan pergi pergi lagi lah, kasian tuan (melihat Marcel)
Stella : Orang kayak dia gak perlu di kasiani lah bi (memberi senyuman)
Ternyata dia masih membenciku "ucap Marcel dalam hati.
Bi Murti : Nona mau makan?
Stella : Nanti ya bi, Stella mau ganti baju dulu.
Bi Murti : Oh bibi permisi nona (berjalan menuju dapur)
Mereka pun berjalan menaiki tangga, Stella membuka kamarnya dan masuk kedalamnya, sedangkan Marcel memasuki kamarnya. Stella duduk di tepi tempat tidurnya.
Aku balik lagi kerumah ini, aku pikir aku gak bakal balik lagi. Apa yang dibilang Marcel semalam benar? Apa dia memang sayang sama aku? Bagaimana kalau dia hanya berbohong? Tapi buat apa dia berbohong? Aku sendiri gak ngerti sama perasaan ku, kenapa aku begitu nyaman berada di dekatnya, apa aku juga sudah mencintainya? Tapi sepertinya aku memang harus mencintainya, bagaimana pun juga dia adalah suami ku sekarang"ucap Stella dalam hati .
Gerah banget, mandi ah"ucap Stella sambil masuk ke kamar mandinya.
Stella pun berjalan keluar kamarnya dan masuk ke kamar Marcel, Ia melihat Marcel sedang tidur di tempat tidur.
Apa dia masih sakit ya ?"Ucap Stella dalam hati sambil membuka pintu.
Stella pun berjalan mendekati Marcel dan duduk di tepi tempat tidur, telapak tangannya langsung memegang kening Marcel, Suhu tubuhnya sangat panas Marcel pun terbangun dari tidurnya.
Stella : Ke dokter aja yok (melihat Marcel)
Marcel : Gak usah stell, kamu ambilin obat aja tolong.
Stella : Kamu makan dulu ya, baru minum obat
Marcel : Gak usah, langsung minum obat aja stell.
Stella : Mana bisa gitu ah (berjalan keluar kamar)
Stella berjalan menuruni tangga dan menuju dapur.
__ADS_1
Bi Murti : Nona mau makan?
Stella : Gak bi, buat Marcel (mengambil piring)
Bi Murti : Oh ya nona, semalam tuan juga gak makan siang dan makan malam
Stella : Lah kenapa bi? (meletakkan makanan di piring)
Bi Murti : Dia nyariin nona, bahkan semenjak nona pergi . Tuan belum ada istirahat juga sepertinya nona.
Stella : Ooh, Stella naik dulu ya Bi (memberikan senyuman)
Stella pun berjalan menaiki tangga dan masuk ke kamar marcel, ia segera duduk di tepi tempat tidur.
Stella : Eh bangun (mengguncangkan badan Marcel)
Marcel menjawab dengan tidak jelas, entah apa yang dikatakannya.
Stella : Apa sih, bangun ah ( memukul badan Marcel)
Marcel : Auh sakit tau (memegang badannya yang dipukul Stella)
Stella : Nih makanannya ,kamu duduk dong (memberikan makanan)
Marcel : Gak nafsu stell (mendudukkan badannya dan bersandar )
Stella : Kalau kamu gak makan makin sakit yang ada (meletakkan piring di atas tangan Marcel)
Marcel : Aku gak mau Stella (menutup matanya dalam posisi duduk)
Stella : Ah kamu (menyendok kan makanan ke mulutnya), hei buka mulutnya kayak anak kecil.
Marcel pun membuka matanya, dan langsung membuka mulutnya, Stella menyuapinya hingga makanan habis.
Kenapa dia sangat peduli dengan ku sekarang? sepertinya dia memang sudah mencintaiku"ucap Marcel dalam hati.
Stella berjalan menuruni tangga meletakkan piring bekas makan Marcel, ia kembali naik dan masuk ke kamar Marcel, ia mengambil obat demam dan memberikan nya kepada Marcel, Marcel pun langsung memakan obatnya.
__ADS_1