Tetanggaku Di Hatiku

Tetanggaku Di Hatiku
Mengirim pesan


__ADS_3

Makanan habis dengan cepat, tiba tiba perut Stella sakit.


Stella : "Aku ke toilet bentar ya." berdiri dan berjalan menuju toilet.


 


Marcel memanggil pelayan dan membayar makanan mereka. Marcel menunggu Stella sambil memainkan ponselnya. Marcel melihat Stella dari kejauhan, ia sudah berjalan keluar dari toilet, Marcel pun segera berdiri.


   Tiba tiba semua orang yang berada di dalam restoran itu berlarian keluar dari gedung, Stella pun terdorong hingga terjatuh. Marcel merasakan guncangan kencang. Marcel berlari menuju tempat berdirinya Stella, ia menolong Stella dan langsung menggendongnya keluar dari restoran itu.


Semua orang berdiri jauh dari bangunan restoran itu tampak ketakutan. Marcel juga ikutan berdiri di tengah lapangan yang ada didepan bangunan.


Marcel : "Hei, Kamu kenapa?" menurunkan Stella dari gendongannya.


Stella : "Aduh, perut ku sakit."Satu tangannya memegang perut dan satu tangannya lagi memegang pundak Marcel.


Marcel :"Kamu mau BAB? emang tadi ngapain aja di kamar mandi?"


Stella : "Ya sakit perut, tapi gak bisa keluar." Memberi senyuman


Marcel berjalan menuju parkiran mobil bersama Stella. Mereka pun memasuki mobil. Saat tidak ada lagi guncangan Marcel melajukan mobilnya.

__ADS_1


Marcel : "Itu kamu sakit maag kayaknya." Memasang seat belt."Tadi pagi kamu ada makan nasi?"


Stella : "Gak." Menggelengkan kepalanya.


Marcel :" Ha.. Itulah, kan. Kamu yang mancing biar sakit. Pagi gak makan nasi, Siang juga gak makan nasi. Stella, Nanti semua pada nyalahin aku kalau kamu sakit." Melihat Stella.


Stella : "Perut aku makin sakit dengar ucapan kamu barusan." Menurunkan kursinya.


Marcel melajukan mobilnya menuju kantor, dan memarkirkannya di Parkiran. Mereka turun dari mobil bersamaan.


Stella : "Kamu jalan lebih cepat dong, nanti ketahuan." Berbisik kepada Marcel.


Marcel : "Kamu aja yang lari, aku ingin berjalan santai." Berbicara pelan.


Marcel : "Oh ya sudahlah, aku harus mengalah. Aku duluan ya, dan ingat. Bekerjalah dengan baik. Mencium kening Stella.


Stella : "Hei, nanti dilihat orang." Mendorong tubuh Marcel.


Marcel pun segera berlari memasuki gedung perusahaannya, ia melambaikan tangannya kepada Stella. Stella pun memberikan senyuman hangat kepadanya. Marcel segera memasuki lift untuk menuju ke ruangannya.


"Sudah lama aku tidak melihat senyuman dia kepada ku seperti itu, terakhir kali sepertinya saat dia masing magang." Ucap Marcel dalam hati sambil keluar dari lift.

__ADS_1


Marcel memasuki ruangannya dan langsung melakukan pekerjaan seperti biasanya. Tiba tiba hp Marcel berdering, ia melihat bahwa nama Stella ada dilayar hpnya. Ia pun segera mengangkat telefon itu.


Stella : "Marcel, aku lupa bertanya. Ruangan ku di mana?"


Marcel : "Cari tau saja di ruang interview, aku sangat sibuk sekarang." Mematikan ponselnya


"Ih, Apa-apaan dia ini. Sombong sekali, seperti tidak ikhlas memberikannya padaku."Ucap Stella dalam hati sambil berjalan menuju ruang interview.


Stella pun memasuki ruangan interview, di sana ia mendapati seorang HRD yang tadi mewawancarainya, Ia menanyakan di mana ruangan kerjanya, dan apa saja yang harus ia kerjakan. HRD itu segera mengantar Stella ke ruangan tempat ia bekerja dan menunjukkan apa saja yang akan ia kerjakan, HRD juga menyuruh orang yang berada di sekitar Stella membantu Stella dalam mengerjakan, karena Stella orang baru. Setelah menjelaskan semuanya kepada Stella, HRD itu pergi meninggalkan ruangan.


Stella duduk di meja kerjanya dan melihat banyak sekali tumpukan dokumen. Ia mengambil ponselnya dari dalam saku celananya, dan mengirim pesan kepada Marcel.


"Apa kamu tidak ikhlas menolongku? Kenapa di sini banyak sekali dokumen yang harus ku kerjakan? Aku tidak bisa menyelesaikannya hari ini!!! Mana orang yang akan membantu ku bekerja? Dia tidak ada di sini!!! " Isi pesan yang dikirim kepada Marcel.


Marcel yang mendengar dering hpnya, pun langsung membukanya dan membaca pesan itu, Ia tertawa melihat pesan itu.


"Bukan kah Kau menyuruhku agar Aku menganggap mu seperti karyawan saja jika berada di kantor? Ini yang kau minta kan? Aku sudah berikan, kenapa kau malah mengatakan aku tidak ikhlas menolong mu? Apa kah kau tidak tau, Kau bisa keterima di kantor ini karena persetujuan dari ku juga. Bahkan aku menyuruh mereka untuk menerima langsung karyawan hari ini juga untuk mu, agar kau tidak bosan berada dirumah. Soal yang akan membantu mu mengerjakan dokumen itu tidak ada. Tidak ada hal seperti itu di dalam perusahaan. Aku akan bersikap adil pada siapapun karyawan ku Stella. Aku akan membagi tugas yang rata kepada karyawan karyawan ku.. Jangan bermain hp, Kerjakanlah kerjaan mu!!" Isi pesan yang dikirimkan Marcel kepada Stella.


Stella langsung membuka pesan yang masuk itu. Ia membacanya dengan sangat kesal.


"Apa apaan dia ini! Sombong sekali. Aku harus datangi dia keruangan nya." Ucap Stella dalam hati.

__ADS_1


Stella berjalan memasuki lift dan menuju ruangan Marcel. Ia langsung masuk ke dalam ruangan Marcel. Lagi lagi ia menemukan sekretarisnya berada di dalam ruangan ini.


 


__ADS_2