Tetanggaku Di Hatiku

Tetanggaku Di Hatiku
Bersama Mama Mertua


__ADS_3

masih diberi waktu’, kita harus memakai waktu itu dengan pukul 08.00, Stella terbangun dari tidurnya. Ia melihat sampingnya, sudah tidak ada orang yang tidur di sampingnya. Stella berjalan keluar kamar, ia menemukan nama Marcel.


Stella :"Tante, Marcel sudah pergi ya?"


Mama :"Sudah 2 jam yang lalu. Ini dia kasih uang buat kamu." Mengambil uang dari saku celananya dan memberikan kepada Stella.


Stella :"Makasih Tan, Tante mau masak apa?"


Mama :"Mau masak ayam gulai."


Stella :"Ooh, pembantu sudah tidak bekerja lagi ya?"


Mama :"Hari ini dia cuti Stella,"


Stella :"Stella bantu ya Tan." Berjalan mengikuti mamanya.


Mama :"Eh tidak usah, nanti Tante kena marah Marcel,"


Stella :"Ih tidak apa Tan,"


Mama :"Eh tidak apa kena marah? Kamu mau Tante kena marah ya?"


Stella :"Ih bukan Tante, Stella tidak apa haha,"


Mama :"Haha Tante pikir kamu mau Tante kena marah,"


Stella :"Tidak lah Tan, Stella biar masak sayur bayam ya Tan, Stella tidak pandai masak itu."

__ADS_1


Mama :"Sebenarnya Tante takut loh Stell,"


Stella :"Kenapa Tan?"


Mama :"Kena marah Marcel,"


Stella :"Ih dia tidak akan tau Tante, biarin sajalah lagian aku tidak kenapa-napa."


Mama :"Tadi dia bilang sama Tante, jangan suruh dia apa-apa ma, jangan buat dia capek, biar saja dia tidur-tidur saja."


Stella :"Stella kan masak nya sambil duduk nya, tidak capek. Tidak apa itu Tan,"


Mama :"Ya sudahlah kalau kamu maksa haha, Stella."


Stella :"Kenapa Tan?" Memetik bayam


Stella :"Ih Tante jangan begitulah, pilihan seperti itu tidak akan ada."


Mama :"Tante serius loh, kamu jangan tinggalin Marcel ya,"


Stella :"Iya Tan," memberi senyuman.


Mama :"Tadi subuh Marcel banyak banget cerita sama Tante Stell, dan baru sekali ini Tante melihat dia nangis loh."


Stella :"Nangis? Cerita apa Tan?"


Mama :"Dia cerita kalau setelah kamu melahirkan, kalian akan berpisah, dia mau lepasin kamu supaya kamu bahagia, dia bilang selama kamu hamil ini dia mau habisin lebih banyak lagi dengan kamu, karena setelah melahirkan kalian akan berpisah."

__ADS_1


Stella :"Ih apaansih, semalam Stella udah bicaraian itu Tante, kemarin kami memang ada bahas soal penceraian, soalnya dia pengen lihat Stella bahagia katanya. Tetapi setelah itu kami sudah memutuskan kami tidak akan membahas nya lagi."


Mama :"Tapi, tadi pagi dia masih membahasnya Stell, tetapi mungkin itu maksudnya dia tidak akan bahas di depan kamu lagi. Kamu masih mencintai mantan mu ya?"


Stella :"Jujur, Stella sendiri tidak mengerti perasaan itu Tan, tetapi Stella sedang berusaha untuk memberikan hati Stella untuk Marcel sepenuhnya."


Mama :"Tante berharap kamu bisa Stella, Tante pengen sekali melihat anak Tante bahagia. Stella, Marcel itu anak baik kok, Tante yang mengurus dia dari kecil. Tante tau betul bagaimana Marcel itu, dia bukan tipe lelaki yang sama seperti lelaki lainnya, dia tidak pernah mempermainkan wanita. Tante tau masalah kamu Stella, karena Tante ini juga cewek. Tante pernah berada di posisi kamu, Tante dulu pernah di jodohkan dengan pilihan orang tua Tante, karena perusahaan orang tua Tante bangkrut dan dibantu dengan orang tua yang akan di jodohkan dengan Tante, tetapi tiba-tiba papa Marcel datang ke kehidupan Tante, kami dekat lalu ia menolong Tante, membantu orang tua Tante dan sampai perusahaan orang tua Tante pulih kembali, Tante tidak jadi menikah dengan yang di jodohkan itu. Tante menikahi papa Marcel, Tante juga saat menikah belum sepenuhnya mencintainya, Tante menikahinya karena ungkapan terima kasih kepadanya atas perintah orang tua Tante. Tetapi Tante jalanin saja terus, apa yang sudah terjadi tidak bisa diulang. Tante sendiri belum siap loh itu menikah, karena Tante belum mencintainya penuh. Tante juga takut akan di tinggali sama dia sewaktu waktu nanti, Tante takut bakal menjadi janda kalau di tinggalkannya. Tetapi Tante hilangkan semua pikiran negatif yang ada di otak Tante, Tante terima semua yang telah terjadi dan akhirnya Tante siap menjalani rumah tangga, lihat buktinya sampai sekarang masih langgeng kan?"


Stella :Iya sih, Stella baru tau loh cerita Tante ini."


Mama :"Iya Tante kasih tau kamu juga karena Tante mau kamu siap Stella. Kamu tenang saja, kalau Marcel macam-macam, Tante yang baris paling depan memarahinya haha,"


Stella :"Makasih ya Tan," memberi senyuman.


Mama :"Dulu saat ingin melamar kamu, Marcel bilang kalau kalian saling mencintai, dan dia paksa Tante supaya bujuk kamu agar menerima lamarannya. Dan saat di lamar akhirnya kamu menerima. Tante tau kalian menikah itu karena saling mencintai loh, tetapi saat Tante lihat kamu murung terus-terusan Tante tau kalau anak Tante yang egois, Tante sempat menyuruh Marcel membatalkan pernikahannya, tapi Marcel bilang kalau kamu itu sayang sama dia, kamu itu hanya kecapean lah, kamu begini lah kamu begitulah haha."


Stella :"Oh ya? Tante ini masaknya pakai kuali atau panci?,"


Mama :"Kuali saja Stell, setelah memasak kamu istirahat saja ya, nanti kamu kecapean."


Stella :"Iya Tan, Tante nanti malam Stella tidur di rumah mama ya,"


Mama :"Iya Stella, terserah kamu saja. Tante tidak bakal melarang kamu."


Stella :"Makasih ya Tan," menghidupkan api kompor.


Stella memasak sayur bayam hingga jadi, lalu menuang sayur ke dalam tempat sayur. Setelah itu ia istirahat sebentar di kamar Marcel

__ADS_1


__ADS_2