
Stella Pun segera makan siang setelah Marcel tidur dikamar.
Ia berjalan menuju ruang makannya dan makan disana, ia mengajak bi Murti untuk makan bersamanya.
Stella : Bi, ternyata cewek yang waktu itu datang ambil laptop Marcel itu bukan pacar Marcel Bi(menyuapkan makanan ke mulutnya), Semalam Marcel bilang dia bukan pacarnya, tapi gatau juga lah bi benar atau engga (mengerutkan mukanya)
Bi Murti : Kemarin bibi Uda cerita juga sama tuan, Tuan juga bilang begitu nona. Sebaiknya nona percaya saja kepada perkataan tuan (memberikan senyuman)
Stella : Apa bibi percaya dengan perkataan Marcel? (melihat bibi)
Bi Murti : Bibi percaya, semalam waktu dia ngomong bibi perhatikan muka dia. Wajahnya tidak menunjukkan dia sedang berbohong (memberi senyuman)
Saat mereka sedang asik makan sambil berbincang, terdengar suara memanggil nama Stella dari atas.
Stella. Stella " Ucap Marcel dengan teriakan sambil menuruni tangga.
Stella pun langsung memberhentikan makannya dan berlari menaiki tangga, disana ia melihat Marcel sedang berjalan menuruni tangga.
Stella : Kenapa?
Marcel : Kamu kemana?
Stella : Aku makan, kenapa? apa ada yang sakit (melihat Marcel dengan wajah khawatir)
Marcel : Tidak ada, aku hanya memanggilmu (berjalan menuruni tangga)
*Aku pikir kamu kabur lagi Stella '"ucap Marcel dalam hati.
Stella* : is kalau gak ada apa apa, gak usah panggil aku kayak gitu lah. (berjalan menuruni tangga), kamu mau makan ?
Marcel : Enggak, aku mau ke kantor.
Stella pun memperhatikan pakaian Marcel.
Apa dia kekantor memakai baju rumah seperti ini? Ah lagian tidak ada masalah bagi mereka, dia yang punya itu kantor kok, tapi apa sopan ya? "ucap Stella dalam hati sambil memperhatikan pakaian Marcel.
Marcel : Kamu tidak melarang ku?
Stella : Enggak (menggelengkan kepalanya)
Marcel : Nanti kalau aku mati di jalan bagaimana?
Stella : Aku mana tau kamu mati dijalan, kan aku dirumah.(memberikan senyuman)
Marcel : Sepertinya kamu ingin kabur lagi ya?
Stella : Apaan sih, Uda ah aku mau lanjut makan (berjalan menuju ruang makan)
__ADS_1
Stella pun berjalan menuju ruang makan, Marcel pun ikut berjalan menuju ruang makan. Ia duduk di kursi sebelah Stella dan meletakkan kepalanya dimeja.
Stella : Kamu kenapa sih, lapar? (melihat Marcel yang meletakkan kepala dimeja)
Marcel tidak menjawab pertanyaan Stella, ia malah menutup matanya. Kini Marcel seperti anak kecil yang merindukan Kasih sayang, ia begitu manja.
Stella : Kamu kenapa sih ?(memegang kening Marcel), Marcel (memukul pelan bahu Marcel), Kamu gak jadi kerja?
Marcel : Gak (menjawab sambil menutup matanya)
Stella : Kamu masih sakit? Apa yang sakit lagi? (mengerutkan dahinya)
Bi Murti berjalan meninggalkan ruang makan karena selesai makan, ia juga tidak ingin mendengar pembicaraan mereka itu.
Stella : Marcel , kamu dengar aku gak sih (berbicara di telinga Marcel)
Marcel : Apa sih stell? (membuka matanya)
Stella : Ah kamu, aku ngomong dari tadi juga (memasukkan makanan ke mulutnya)
Marcel : Bagi dong stell (mengangkat kepalanya)
Stella : Mau makan? (melihat Marcel)
Marcel : Iya
Stella : Bilang dong kalau lapar (berdiri dari duduknya)
Marcel : eh gak usah (menarik tangan Stella) aku makan yang ini aja (memberi senyuman)
Stella : Loh mana cukup (duduk di kursi)
Marcel : aku mau sesendok saja. (menunjukan angka 1 di tangannya)
Stella : Ya udah makan lah(memberikan sendok yang sudah berisi makanan ke tangan Marcel)
Marcel tidak mengambil sendok yang diberikan Stella, Stella pun langsung menyuapkan makanan ke mulut Marcel .
Stella : Manja banget, kamu kalau mau makan bilang biar aku ambilin ,kamu tau kan mama kamu itu sekarang dikit dikit nyalahin aku. Nanti kamu sakit aku juga yang disalahin, padahal kamu yang gak bisa jaga pola makan. (mengunyah makanan)
Marcel : Kamu cerewet banget sih, lagi hamil ya?
Stella : Iya hamil, Hamil anak monyet (memasukkan makanan ke mulutnya)
Marcel : Hahahaha (memukul meja) , gak ngerti hahahaha (tertawa sambil memukul meja)
Stella yang melihat Marcel yang tertawa pun menjadi ingin tertawa namun ia menahannya, Tapi tidak sanggup.
__ADS_1
Stella : Apa sih kamu kayak orang gila hahaha (Mengalihkan mukanya agar Marcel tidak melihat wajahnya)
Marcel : Kamu hamil anak monyet?(melihat Stella) hahahahaha (memukul meja)
Stella : Uda ih, (melihat marcel)
Marcel : Bagi lagi dong (menunjuk piring makanan Stella)
Stella : Tadi katanya sekali (menggeser piring ke depan Marcel)
Marcel : Nanti mama aku marahin kamu kalau aku sakit tapi. (menyuapkan makanan ke mulutnya)
Stella pun berjalan meninggalkan Marcel dan menaiki tangga, Marcel pun segera meninggalkan piring yang masih berisi makanan itu dan mengikuti Stella menaiki tangga, Stella masuk ke kamar Marcel.
Dia masuk kamarku, mau ngapain ya? apa dia Uda sadar kalau dia itu istriku? dan mulai mencintaiku "ucap Marcel dalam hati
Marcel pun membuka kamarnya dan masuk kedalam nya, Ia melihat Stella sedang membuka lemari pakaian.
Marcel : Stella, kamu mau kabur lagi ya ? (berdiri disamping Stella)
Stella : Kamu dari tadi ya dikit dikit kabur dikit dikit kabur apaan sih (berjalan menuju sofa dan duduk disana)
Marcel : Ya terus kamu ngapain ambil pakaian kamu? (berjalan mengikuti Stella dan duduk disamping Stella)
Stella : Aku mau mandi Marcel. Emang kenapa kalau aku kabur? kan gak merugikan kamu, lagian semua utang aku kan Uda aku bayar.
Marcel : Itu lagi itu lagi (berjalan menuju meja dan membuka lacinya, ia mengambil semua pemberian Stella waktu itu, seperti amplop berisi uang, kalung, hp ataupun lainnya), nih aku kembalikan ke kamu(memberikan semua nya kepada Stella), ini aku kasih ikhlas buat kamu dan tolong jangan kembalikan lagi sama aku.(berjalan menuju Meja lainnya, ia mengambil hp Stella yang dulu ia ambil), nih (memberikannya)
****Stella**** : Kamu bilang Uda kamu buang (menekan tombol) , kok masih hidup? kamu bohong ya (memelototi matanya)
Marcel : Ya sory, kemarin itu kamu ketiduran Tapi hp kamu masih nyala, ya aku ambil , Nampak chat kamu sama Prayoga yaudah aku ambil.
Stella : Lah emang aku gak boleh chat sama Prayoga ?(Mengerutkan dahinya)
Marcel : Boleh, ya udah aku mintaa maaf Stella. (memberikan senyuman)
Apa sih gak jelas banget, Pakai ambil ambil hp aku, kalau cemburu bilang aja kali "ucap Stella dalam hati.
Stella : Kalau boleh kenapa di ambil (Membuka aplikasi WhatsApp nya)
Marcel : Aku gak suka ya kamu chatingan sama dia (melihat Stella yang membuka percakapan chat nya dengan Marcel)
Stella pun kaget mendengar jawaban Marcel, Hatinya sangat senang mendengar perkataan Marcel barusan.
Stella memberi senyuman kepada Marcel.
Stella : Marcel (memberikan senyuman), aku gak punya hubungan dengan Prayoga. Sejak aku mutusin dia waktu itu, rasa sayang aku sudah mulai pudar karena rasa kecewa. (meletakkan hpnya ke sofa)
__ADS_1
Mendengar jawaban itu, Marcel sangat senang, jantungnya menjadi berdebar sangat kencang.
Stella pun berdiri dari duduknya dan berjalan kembali membuka pintu lemari dan mengambil pakaiannya.