Tetanggaku Di Hatiku

Tetanggaku Di Hatiku
Jabatan


__ADS_3

Stella memasuki ruang kerjanya, ruangan masih sepi karena ini masih pukul 07.10, Stella memulai pekerjaannya, dokumen sudah banyak tertumpuk di mejanya. Orang yang bekerja di sebelah Stella datang, ia bernama Ayu.


Ayu :"Hai, cepat datangnya." Meletakkan tas di atas meja.


Stella :"Iya, banyak dokumen," menyalakan komputer.


Ayu :"Iya semalam kamu kemana? Kok tidak izin sama bapak?"


Stella :"Ada urusan keluarga, aku lupa." Membuka dokumen.


Ayu :"Semalam di tanyain bapak soalnya, udah check lock?"


Stella :"Sudah." Memberi senyuman.


Stella pun melanjutkan mengerjakan dokumennya, semua karyawan akunting di ruangan ini pada fokus terhadap dokumen masing-masing.


Tepat pada pukul 09.00, semua karyawan akunting di minta untuk masuk ke ruangan meeting, karena akan di adakan rapat bersama CEO dan bagian akunting untuk membahas keuangan kantor.


Mereka langsung bergegas menuju ruang meeting. Stella duduk di kursi tepat di samping ayu . Semua anggota di bidang akunting sudah berkumpul di ruangan itu, namun CEO belum hadir di ruangan.


Hp Stella berdering, Marcel menelfonnya. Stella pun mengangkat telvon itu dan segera keluar ruangan meeting.


Marcel :"Kunci mobil mana? Aku mau ngambil jas."


Stella :"Eh di tas, biar aku ambil sebentar."


Stella berjalan memasuki ruangan mengambil kunci mobil.


Stella :"Nih," memberikan kepada Marcel.


Marcel :"Kamu ambilin dong tolong,"


Stella :"Ih jauh Marcel, capek tau."


Marcel :"Heh sini lah." Mengambil kunci mobil dari tangan Stella.


Marcel pun berlari memasuki lift untuk mengambil jas di dalam mobilnya, setelah memakai jas Marcel kembali memasuki gedung perusahaan dan memasuki ruang meeting, Stella masih duduk di depan ruang meeting menunggu Marcel.


Marcel :"Udah kamu ngapain di sini, masuk."


Stella :"Marah-mafah lagi, aku nungguin kamu. Itu kera kamu berantakan." Menunjuk kera Marcel.


Stella pun berjalan memasuki ruang meeting, Marcel mengikutinya. Marcel duduk di kursi , meja itu berbentuk lingkaran memanjang. Ia duduk menghadap semua anggota akunting, dan anggota akunting duduk bersampingan. Tempat duduk yang berada di dekat Marcel kosong, Marcel menatap Stella lama dan memindahkan bola matanya ke kursi kosong itu, lalu Stella melihat tatapan Marcel yang menunjukkan kursi kosong, Stella berdiri dan pindah tempat duduk tepat di depan Marcel.


Marcel :"Selamat pagi semua."


"Pagi Pak." Ucap semua orang yang berada di ruangan itu kecuali Stella.


Marcel :"Pagi ini, saya mengumpulkan semua para pekerja di bidang akunting untuk membicarakan mengenai perkembangan ataupun kerugian perusahaan di bagian keuangan. Dari data-data yang sudah saya kumpulkan, saya melihat bahwa perusahaan saya sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Sebelumnya saya berterima kasih kepada semuanya karena sudah mengelolah nya dengan baik, meskipun masih ada kerugian tetapi kerugian juga tidak terlalu besar. Jadi saya punya rencana untuk perkembangan perusahaan saya ini, saya akan membuka cabang di kota ini untuk memperluas usaha saya, dan khusus untuk karyawan akunting di sana akan saya pilih dari karyawan akunting yang sudah bekerja di sini, karena jika saya mencari pekerja baru untuk cabang yang baru buka saya rasa akan sangat sulit mendapatkan perkembangan. Tambang batu bara saat ini sudah berkembang sangat pesat, makanya saya membutuhkan cabang yang baru untuk membantu saya mengelolahnya. Apa kalian setuju jika sebagian dari kalian akan saya pindahkan ke cabang?"


"Kalau pendapatan masih sama, kami setuju pak." Ucap salah satu karyawan akunting cowok.


Marcel :"Kalau gaji masih tetap, nanti saya juga akan menambah uang makan. Tapi ini masih rencana saya, saya sudah mendapatkan tempat untuk cabang baru, saya akan memberi keputusan di awal bulan depan, saat ini saya masih perlu menyaring karyawan yang betul-betul bisa menangani nya, saya juga harus melihat perkembangan perusahaan dalam bulan ini. Saya rasa kalian semua harus siap, jika di pindah tugaskan. Saya juga sudah membeli ruko di kota XX, Saya juga akan membuka cabang di sana. Apa ada pertanyaan?"


Seorang karyawan mengangkat tangannya


"Pak, saya ingin bertanya." Ucap Ayu karyawan akunting.


Marcel :"Baik, silahkan."


"Apa tidak sulit untuk membuka 2 cabang sekaligus pak? Dan untuk di Kota XX apa juga memakai karyawan dari perusahaan di sini?" Tanya ayu.


Marcel :"Memang sulit jika mendirikan 2 cabang sekaligus, namun jika ini tidak di lakukan keuangan semakin sulit terkontrol, karena satu perusahaan saja tidak cukup untuk mengelola perkembangan tambang batu bara di seluruh kota bahkan seluruh negara yang berlangganan dengan saya. Maka dari situ saya membangun cabang satu per satu untuk membantu saya mengelolanya, dan mengenai karyawan di kota XX itu juga sebagian akan dari perusahaan di sini, tapi tidak akunting nya. Semua yang berhubungan dengan data keuangan akan dikirimkan ke sini saja, untuk sementara sampai cabang berkembang pesat.


Ayu :"Oh baik, pak. Saya mengerti."


Marcel :"Oke baik, terimakasih semuanya. Saya berharap kalian siap di tempatkan dimana saja. Cukup sampai di sini terima kasih."

__ADS_1


Semua orang yang berada di ruangan itu segera pergi balik ke ruang kerjanya, Marcel menarik tangan Stella.


Stella :"Hei, kenapa?" Melihat Marcel. " Nanti di lihat orang."


Marcel :"Kenapa terburu-buru? Di sini saja."


Stella :"Kerjaan aku banyak banget Marcel, dokumen menumpuk. Nanti aku seperti nya lembur lagi." Duduk di kursi.


Marcel :"Eh tidak ada lembur buat kamu." Memberikan senyuman.


Stella :"Aku harus balik sel, kerjaan aku banyak banget, nanti aku di marahin"


Marcel :"Siapa yang berani marahan kamu? Bilang aku."


Stella :"Alah, kamu banyak gaya haha." Tertawa. "Kamu tidak ke ruangan mu?


Marcel :"Iya ini mau balik, kamu ikut aku ya."


Stella :"Eh itu siapa yang mengintip di pintu?" Berbisik.


Marcel :"Itu asisten, dia nungguin aku."


Stella memandangi asisten Marcel itu.


Marcel :"Dinda, ini bawa ke ruangan saya." Memanggil Dinda.


Asisten Marcel masuk dan membawakan laptop ke ruang kerja Marcel.


Marcel :"Ayok, keruangan ku."


Stella :"Aku mau kerja Marcel, dokumen banyak sekali yang harus ku kerjakan."


Marcel :"Ayok ikut aku," berjalan dan menarik tangan Stella.


Stella :"Eh jangan pegang tangan aku, nanti di liatin orang. Menarik tangannya.


Mereka berjalan keluar dari ruang meeting, dan berjalan menuju ruang kerja bos Stella. Marcel membuka pintu, mereka pun segera masuk.


Marcel :"Tenang pak, tenang." Memberikan senyuman


Bos Stella :"Silahkan duduk Pak," menunjuk sofa.


Marcel dan Stella pun duduk di sofa, Bos Stella itu menyiapkan 3 minuman botol dan meletakkannya di atas meja.


Bos Stella :"Ada apa pak? Apa ada masalah dengan karyawan baru ini?"


Marcel :"Tidak, jangan menebak nebak seperti itu."


Bos Stella :"Oh maafkan saya Pak, lalu ada apa Pak?"


Marcel :" Tadi saya mengajak dia ke ruangan saya, tetapi dia menolak karena dokumen sangat banyak. Saya mau izin membawa dia keruangan saya, karena saya belum tau semua informasi tentang dia dan saya akan mewawancarai dia lagi."


Bos Stella :"Oh tidak usah meminta izin Pak, Bapak yang menggajinya bukan saya, jadi terserah bapak saja. Tugas saya hanya membimbing," melihat Marcel " Stella, kamu pergi saja ke ruangan Pak Marcel, karena Pak Marcel ingin mewawancarai kamu. Masalah dokumen nanti saya bisa suruh karyawan akuntan lainnya." Melihat Stella.


Stella :"Baik Pak, terima kasih." Memberikan senyuman.


Marcel :"Saya permisi," Menegukkan minuman.


Stella dan Marcel berjalan ke luar ruangan, mereka menaiki lift dan berjalan memasuki ruangan kerja Marcel. Sesampai di ruangan, Marcel langsung menelfon direktur, dan para manager meminta mereka untuk datang ke ruangannya.


Stella :"Kamu ngapain panggil mereka?"


Marcel :"Ada perlu."


Stella :"Berarti aku balik aja ya?"


Marcel :"Eh jangan lah, tidak apa-apa kamu di sini saja."

__ADS_1


Stella :"Nanti mereka berfikir macam-macam"


Marcel :"Tidak akan, aku kan sudah bilang ingin mewawancarai mu tadi."


Stella :"Eh aku mau pindah kerja lah ke cabang yang di Kota XX."


Marcel :"Hahaha." Tertawa "Tidak bisa, aku membawa mu ke sini lalu aku akan mengijinkan mu ke sana lagi? Tentu tidak." Duduk di sofa tepat di samping Stella.


Stella :"Lagian kamu tidak usah membuka cabang lah Sel, makin banyak masalah yang ada."


Ketuk di pintu oleh seseorang, lalu orang itu membuka pintu. Beberapa orang masuk ke ruangan Marcel dan duduk di sofa yang panjang. Mereka adalah para manager dan direktur.


Marcel :"Silahkan duduk Pak," menunjuk sofa panjang.


"Ada apa nih Pak? Sudah jarang kita berkumpul seperti ini hahaha." Ucap salah satu manager.


Marcel :"Iya, begini saya ingin mengangkat jabatan seorang karyawan menjadi direktur utama di perusahaan ini." Memberikan minuman.


"Makasih Pak," ucap manajer lainnya sambil menarik minuman.


"Oh, siapa Pak?" Tanya seorang direktur.


Marcel :"Ini dia," menunjuk Stella. "Dia karyawan akuntan di perusahaan ini, memang sih dia orang baru di perusahaan ini baru bekerja kemarin, tetapi pengalaman kerja nya bagus. Dia seorang wakil direktur di perusahaan ternama di kota XX, dia masih muda dengan gelar sudah menjadi sarjana dan punya pengalaman menjadi wakil direktur, bukan nya itu hebat?" Melihat semua orang di ruangan itu.


Stella yang sangat kaget mendengar ucapan Marcel itu, matanya melotot. "Direktur utama? Aku tidak tau harus senang atau marah. Aku baru bekerja disini, apa kata karyawan lainnya? Kalau menjadi Direktur utama pasti pekerjaan ku semakin banyak. Astaga Marcel, aku di sini hanya untuk menghilangkan rasa bosan ku. Bukan untuk mendapatkan jabatan Marcel." Ucap Stella dalam hatinya.


"Ooh, bagus juga." Ucap seorang manager sambil memberi senyuman kepada Stella.


"Kita membutuhkan orang yang masih muda dan berkompeten, bagus saran Bapak." Ucap direktur.


Marcel :"Iya pak, perusahaan ini yang membutuhkan bukan kita hahaha, Kita butuh jiwa muda untuk memimpin perusahaan ini, kalau kita-kita kan sudah letih mengurusnya hahaha."


"Hahaha bapak menyindir kami? Kami yang sudah tua, bapak Marcel masih muda hahaha." Ucap seorang manager.


Marcel :"Hahaha, begitu maksudnya hahaha." Tertawa. "Saya sangat yakin perusahaan akan berkembang dengan baik dan cepat."


"Lakukan saja yang terbaik buat perusahaan ini Pak, kapan akan melakukan pengangkatan jabatan Pak?" Tanya direktur.


Marcel :"Besok, besok kita akan melakukan acara pengangkatan jabatan. Saya hanya menyampaikan itu saja."


"Terima kasih buat beritanya Pak." Ucap seorang manager.


Semua manager dan direktur segera keluar ruangan, Stella tetap memilih untuk berada di ruangan.


Stella :"Marcel, apa-apaan ini? Aku tidak mau ah."


Marcel :"Kenapa? Biar pekerjaan kamu tidak ribet Stella, biar kamu tidak mengurusi dokumen lagi."


Stella :"Ih apaan, Direktur utama itu lebih berat dari pada akuntan Marcel, tanggung jawab aku lebih banyak. Lagian tega banget sih kamu nyingkirkan direktur sebelumnya hanya karena biar aku tidak ribet, aku tidak mau Marcel, mereka lebih membutuhkan jabatan mereka. Aku disini bekerja hanya untuk menghilangkan bosan, bukan untuk mendapatkan jabatan."


Marcel :"Udah bicaranya?" Kedua tangannya memegang pipi Stella. "Kamu tenang saja tanggung jawab kamu tidak akan berat, karena pekerjaan ku sebagai CEO itu sudah ke dalam pekerjaan direktur utama, dan direktur utama itu hanya jabatan mu saja, kamu tidak akan mengerjakan apa-apa, kamu di sini hanya memantau karyawan saja, dan aku dia ada menyingkirkan siapa pun saat mengangkat mu menjadi direktur utama, karena sebelumnya jabatan direktur utama tidak ada di perusahaan ini, di atas direktur langsung CEO."


Stella :"Ha masa sih? Tadi ada yang datang terus ada tulisan di bajunya direktur."


Marcel :"Iya dia direktur bukan direktur utama, kalau kamu itu direktur utama. Pakai kata utama, berarti kamu itu masih atasan direktur."


Stella :"Oh," memberikan senyuman. "Berarti aku tidak ada kerja kan?"


Marcel :"Ada tetapi pekerjaan kamu memantau karyawan saja, pekerjaan yang lainnya itu aku yang kerjain."


Stella :"Oh, berarti sekarang aku tidak usah kerja kan?"


Marcel :"Enak aja," memegang jidat Stella. "Sekarang masih kerja, kan naik jabatannya besok." Kedua tangannya melingkar di tubuh Stella.


Stella :"Oh ya sudah aku mau lanjut bekerja."


Marcel :"Cium dulu dong." Mencium pipi Stella, " nanti siang makan bareng ya." Melepaskan tangannya.

__ADS_1


Stella :"Oke, tunggu di mobil saja ya," berjalan menuju pintu.


Stella pun keluar dari ruangan Marcel dan melanjutkan pekerjaannya.


__ADS_2