Tetanggaku Di Hatiku

Tetanggaku Di Hatiku
Perjalanan


__ADS_3

Beni datang membawa beberapa dokumen ke ruangan Stella, ia magang satu kantor dengan Stella namun ia ditempatkan bekerja di lantai 2.


Beni : Stell, ini dokumen punya kamu (meletakkan dokumen ke meja Stella)


Stella : Oh makasih (memberi senyuman)


Beni : Makan dimana kalian? (melihat mereka berdua)


Stella dan Ardi pun serentak melihat Ardi.


Ardi : Belum tau


Beni : Yok lah cari makan


Stella pun melihat layar hpnya sudah pukul 12.05, Ia pun berdiri, Ardi pun ikutan berdiri, Stella menyandang tas nya, ia berjalan duluan di ikuti Ardi dan beni di belakangnya, dengan segera ia menekan tombol turun pada lift. Menunggu beberapa saat dan lift itu terbuka , mereka pun memasuki lift itu, Stella segera menekan tombol G"lantai dasar".


*Di dalam lift*


Beni : Makan di cafe sebelah aja yok


Ardi : Iya

__ADS_1


Beni : Kamu stel?


Ardi dan beni melihat Stella, Stella hanya menganggukkan kepalanya memberi senyuman.


Lift terbuka mereka pun segera keluar dari lift, mereka berjalan keluar gedung, Mereka berjalan sejajar dengan posisi Beni, disampingnya Ardi disampingnya Stella. Saat keluar dari gedung itu Ia melihat mobil Marcel parkir di depan gedung didekat jalan raya. Ia langsung menepuk jidatnya,dan berhenti berjalan, Beni dan Ardi pun langsung melihat Stella dan ikut berhenti berjalan.


Stella : Eh sori aku ada janji (menepuk jidatnya)


Beni : Oh yaudah (memberi senyuman)


Ardi pun hanya memberi senyuman.


Stella berlari meninggalkan mereka, Ardi memperhatikan ke arah Stella berlari hingga ia memasuki mobil itu.


Didalam mobil, Marcel melihati Stella yang tadi berjalan disamping Ardi. ketika Stella memasuki mobil , Marcel bersiul. "Kenapa aku harus cemburu padahal ia hanya berjalan saja kan"ucap Marcel dalam hati sambil melihat Stella.


Marcel : Uda baikan ya?(menyalakan mesin mobilnya)


Stella : Baikan sama siapa?(memasang seat belt)


Marcel : Itu Ardi (memutar musik)

__ADS_1


Stella : kami gak kelahi (mengerutkan dahinya)


Marcel tak menjawab perkataan Stella, ia masih merasa cemburu melihat Stella tadi. Ia mengencangkan suara musik di mobil itu. Stella melihati Marcel lama , tapi Marcel pura pura cuek ia tidak memperdulikan Stella. Stella mengecilkan suara musik itu, Marcel pun melihat Stella. Marcel membesarkan kembali suara musik itu. Stella pun langsung melihat Marcel .


Stella : Bang kenapa?(mengecilkan musik itu)


Marcel terus bersiul tak peduli apa yang di katakan Stella.


Stella : Ya udah (ia membesarkan musik itu dengan volume yang sangat besar)


Marcel melihat Stella dengan tatapan kesal "Kenapa dia ikutan marah ", ucap Marcel dalam hati.


Stella membalikan badannya menghadap kaca melihat jalanan , Marcel pun mengecilkan suara musiknya. Stella pun melihat masih sambil tersenyum.


Stella : Dikecilkan juga kan (memberi senyuman)


Ih kenapa dia , bikin aku semakin kesal saja "ucap Marcel dalam hati.


Marcel menekan tombol karcis dan mengambil karcisnya, ia segera mencari parkiran kosong dan memarkiran mobil nya disana, ia segera turun dari mobil dan berjalan memasuki Mall meninggalkan Stella, sementara Stella baru turun dari mobil itu , ia melihat Marcel sudah berada di depan pintu mall saja.


Kenapa dia"pikir Stella".

__ADS_1


Stella berjalan jauh dibelakang Marcel, Marcel sudah berjalan memasuki sebuah restoran , ia segera duduk di meja yang kosong. Stella yang melihat Marcel di dalam restoran itu pun , ikut masuk kedalamnya. Ia mencari meja kosong dan duduk disana. Stella dan Marcel duduk berbeda meja.


Palingan nanti dia kesini "Pikir Stella sambil senyum"


__ADS_2