
Kini giliran Stella, ia memasuki Ruangan kantor Marcel dan segera duduk dikursi di hadapan Marcel.
Stella : Aku kesel banget sama kamu lah (memukul tangan Marcel)
Marcel : Tolong sopan kepada saya (membesarkan pupil matanya)
Stella : Ih Apaan sih (memukul Marcel) , aku serius (mencubit Marcel)
Marcel : Auh sakit hei (menarik tangannya), Tapi katanya kalau di kantor statusnya jadi karyawan, yaudah aku anggap kamu karyawan.(menaikkan alis)
Stella : Ih gak gitu juga lah, pulang jam berapa sih? (bersandar di kursi)
Marcel : Kerja aja belum mulai Uda minta pulang (Berdiri dan berjalan menuju dispenser)
Stella : Aku pusing banget loh serius (memegang kepalanya)
Marcel : Ya udah pulang aja, Mau di anterin? (meneguk kan minumannya)
Stella : Tapi gak mau pulang (mengambil gelas Yang tadi Marcel minum), Aku Diletakkan dimana ya?(menegukkan minumannya)
Apa dia sudah mulai bisa menerima ku sebagai suaminya, bahkan dia meminum dari gelas bekas minumanku, Sekarang dia sudah seperti Stella yang dulu aku kenal, dia sudah tidak memarah marahiku seperti kemarin"ucap Marcel dalam hati.
Stella : Marcel (memukul meja)
Marcel : Apa sih? Jangan pukul pukul ribut
Stella : Aku nanya loh, is Apasih ( memegang perutnya)
__ADS_1
Marcel : Kamu mau di letakin dimana emangnya?, terserah kamu aja nanti aku yang atur.
Stella : Akuntan aja (memberi senyuman)
Marcel : Beneran? Capek loh disana. (mengerutkan dahinya)
Stella : Iya aku tau, Kan aku pernah jadi akuntan, Kerjaan gak usah sama aku semua lah, Akuntan emang berapa orang disini?
Marcel : 12 orang , termaksud kamu nanti.
Stella : Ya udah tambah aja 1 jadi 13, biar aku kerjanya berdua, yakan (melebarkan mulutnya memberi senyuman)
Marcel : Enak banget ya kamu ngomong (memberi senyuman sinis)
Stella : Yah kamu gak ikhlas ya? (memelototi matanya), ada toilet ga disini? (memegang perutnya)
Stella pun berjalan memasuki Toilet , perutnya terasa sangat sakit. Saat Stella keluar dari toilet ada sekretaris Marcel yang sedang mengantarkan dokumen, sekretaris itu melihat Stella.
Sekretaris : pak, kenapa dia masih berada disini?
Marcel : hemmm (menggaruk kepala), dia Ingin buang air kecil.(mengambil dokumen dari tangan Mila sekretarisnya)
Stella : Apa salah jika saya masih disini? (berdiri dihadapan Sekretarisnya)
Stella segera berjalan keluar ruangan, Sekretaris itu pun mengejar Stella. Marcel segera mengikuti Mereka.
Sekretaris : Saya kayak pernah lihat kamu deh, tapi dimana ya? (memegang tangan Stella)
__ADS_1
Stella : Oh ya? (melepaskan genggaman tangan Mila)
Sekretaris : Saya cuma pengen bilang sama kamu, Kamu itu Hanya seorang pelamar pekerjaan, dan belum tentu juga kamu keterima disini, jadi Kamu jangan sombong ya, Saya itu Orang penting disini. (melipat tangannya di depan dada)
Stella : Terus kalau kamu orang penting saya harus menghormati orang seperti kamu? Saya juga tidak peduli kamu itu siapa ya (berjalan meninggalkan Sekretaris itu)
Sekretaris : Hei (menarik tangan Stella) , Kamu itu kalau diterima bakal jadi bawahan saya , jangan Sombong.
Marcel datang menghampiri mereka.
Marcel : Mila kenapa? Lepasin tangannya (menunjuk tangan Mila yang memegang tangan Stella)
Sekretaris : Pak, saya berharap Bapak lebih hati hati dalam memilih para pelamar pekerja disini, karena saya tidak ingin di Perusahaan ini ada karyawan karyawan yang tidak bisa menghargai atasannya.
Stella : Saya tau atasan seperti apa yang harus saya hormati dan hargai, Dan kamu bukan tipe orang yang harus di hargai, permisi (meninggalkan Mila dan Marcel)
Marcel berjalan menuju HRD yang sedang duduk didepan ruangan.
Marcel : Apa semua sudah masuk kedalam ruangan saya pak?(duduk disamping HRD)
HRD : Oh sudah pak, jadi siang ini Apa mereka sudah bekerja pak?
Marcel : Oh iya lebih baik begitu, Saya sudah mencatat 10 nama yang bakal keterima, Nanti bapak bisa mengantarkan berkas berkas yang menurut bapak juga pantas, biar kita seleksi lagi, Jumpai saya diruangan saya pak
HRD : Baik pak , saya permisi ambil berkas mereka dulu.
Marcel bernama menuju ruangannya, sedangkan HRD berjalan menuju ruang interview yang berada di lantai 3.
__ADS_1