Tetanggaku Di Hatiku

Tetanggaku Di Hatiku
Akan memberi


__ADS_3

Pada pukul 21.00, Stella menaiki tangga berjalan menuju kamar Marcel, ia berdiri di depan pintu. Aku yang salah, Sepertinya dia marah karena perkataan ku tadi, aku tidak boleh marah, aku harus mintaa maaf"ucap Stella dalam hati.


Stella pun membuka Pintu dan masuk ke kamarnya, ia melihat Marcel sedang berbaring sambil memainkan ponselnya. Ia menaiki tempat tidur dan duduk di samping Marcel.


Marcel : Ngapain kamu disini?


Stella : Mau tidur ( Menyandarkan badannya )


Marcel : Pernikahan badungan tidak ada istilah tidur bersama


Kenapa dia berkata seperti ini? Apa dia memang menganggap pernikahan ini pernikahan badungan?Apa dia tidak ingin merubahnya?Tidak kali ini aku tidak boleh marah, Aku tadi yang salah. Aku harus minta maaf "ucap Stella dalam hati sambil melihat marcel


Stella : Marcel (memanggil dengan suara lembut)


Marcel : Ha ?( melihat Stella)


Stella : Aku minta maaf (menundukkan kepalanya)


Marcel : Buat apa? (mengerutkan dahinya)


Stella : Perkataan ku tadi


Marcel : Baguslah kalau sadar (memainkan hpnya),sekarang keluar lah dari kamar ku. (menarik selimut)


Aku harus gimana? Dia mengusirku lagi, masa iya aku keluar? "ucap Stella dalam hati.


Marcel : Keluar lah dari kamarku (berteriak)


Stella terdiam ia tidak tau mau melakukan apa.


Marcel : Apa kamu tidak mendengar ku? (meletakkan ponselnya di atas tempat tidur dan menuruni tempat tidur)


Stella masih saja diam duduk mematung di tempat tidur, Hatinya sangat teriris mendengar ucapan Marcel.


Marcel : Ayo keluar (memegang tangan Stella dan menariknya keluar kamar)


Stella Hanya terdiam, Air mata mengalir di pipinya.

__ADS_1


Lah kenapa dia menangis? Apa apaan aku ini? Aku membuat nya menangis, Marcel cara mu salah Marcel, Aku terlalu kasar padanya "ucap Marcel dalam hati.


Marcel menarik Stella ke sofa, ia pun duduk di sofa.


Stella : Kemarin kamu bilang, Kamu sayang sama ku(mengelap air mata yang mengalir di pipinya), Tapi kenapa kamu kayak gini? Apa itu hanya perkataan mu supaya Aku balik kerumah ini? (melihat Marcel)


Marcel Duduk disamping Stella.


Marcel : Tadi aku kan sudah bilang baik baik, supaya kamu keluar dari kamarku, tapi kamu tidak mendengarkan perkataan ku. Maaf jika aku kasar.


Stella : Kamu membenciku?


Marcel : Tidak (menundukkan kepalanya)


Stella : Lalu kenapa kamu mengusirku? (melihat Marcel)


Marcel : Perkataan mu tadi Sangat menyakitkan


Stella : Bukankah benar pernikahan kita hanya pernikahan badungan? Kamu juga mengatakannya waktu itu. Dan memang tidak akan ada anak di pernikahan kita.


Marcel : Lalu kenapa kamu Tidur bersama ku disini? Pernikahan badungan tidak tidur bersama (suaranya membesar dan berdiri)


Marcel : Sudahlah ya Stella, Sudah saat nya kita tidur , silahkan keluar (membuka pintu kamarnya)


Stella berjalan menghampiri Marcel dan memeluknya.


Maafkan aku Stella, aku tidak berniat menyakitimu, namun kamu terlalu sering seperti ini. Kamu kalau tidak dikasari tidak akan sadar sadar "ucap Marcel dalam hati.


Marcel : Stella, sudah ya . Silahkan keluar (melepaskan tangan Stella dari tubuhnya)


Stella berjalan dan menutup pintu kamar itu.


Stella : Kapan kau menceraikan ku?


Marcel : Sudah aku katakan tidak akan ada perceraian, pernikahan akan terus berjalan Meskipun badungan. (meletakkan kedua tangannya di pinggang), jangan pernah mengulangi perkataan itu(berjalan menuju tempat tidur)


Stella : Lebih baik kita bercerai Marcel (duduk di tepi tempat tidur)

__ADS_1


Marcel : Tidak ada perceraian (melempar semua bantal), Silahkan pergi (menunjuk Stella) , keluar kauu !!! (nadanya mengeras)


Stella berdiri dan memeluk Marcel.


Stella : Kamu menyayangi ku, tapi kamu selalu melukai ku (memeluk erat badan Marcel)


Marcel : Aku tidak melukai mu (mendorong tubuh Stella hingga terjatuh di tempat tidur)


Stella : Aku tidak ingin ada pernikahan badungan Marcel (mengelap air matanya)


Marcel : Kau mau bercerai? (berjalan mendekati Stella), Kau mau bercerai ( Membesarkan suaranya)


Stella : Tidak (mengelap air matanya)


Marcel : Sekarang mau kau apa ? (memegang dagu Stella) , Kau menginginkan pernikahan yang sesungguhnya? Bahkan saat aku ingin kamu mengandung anakku saja kamu berkata tidak akan ada anak di pernikahan kita.


Stella : Tidak, tidak (menggelengkan kepalanya)


Marcel : Tadi kau mengatakan seperti itu pada ku Stella (melepaskan dagu Stella)


Stella : Maafkan aku(memegang tangan Marcel), Aku akan memberikan mu anak (melihat Marcel)


Marcel : Oh begitu? Benarkah? ( ke dua tangannya memegang pipi Stella)


Stella : Tapi tidak sekarang, maafkan aku (melihat Marcel)


Marcel : Pandai sekali kamu ya (memberikan senyuman sinis) Barusan saja aku bahagia , dan langsung kau jatuhkan kebahagiaanku.


Stella : Aku belum siap untuk sekarang Marcel, umurku masih terlalu muda , sedangkan menikah saja aku belum siap, apalagi punya anak , aku benar benar belum siap (memegang tangan Marcel)


Marcel tidak tahan, melihat air mata Stella terus mengalir di pipinya, Ia pun memberhentikan kemarahannya yang ia buat buat itu.


Marcel : Terimakasih Stella (mengelap air mata di pipi Stella), Jangan pernah meninggalkan ku, maafkan aku jika tadi aku menyakiti mu (memeluk tubuh Stella)


Stella : Maafkan aku Marcel (memeluk semakin kuat)


Marcel : Aku mencintai mu Stella, sungguh mencintai mu. Aku tidak akan melukai mu. Makasih sudah mau menerimaku. (melepaskan pelukannya), Aku ingin pernikahan kita bukan Pernikahan badungan saja Stella, aku pingin pernikahan kita menjadi pernikahan seperti orang lainnya, abadi sampai akhir hayat kita (memegang pipi Stella)

__ADS_1


Stella pun menganggukkan kepalanya dan memberikan senyuman sambil meneteskan air matanya.


Marcel langsung mengelap air mata Stella dan mengajak Stella untuk tidur.


__ADS_2