
Pada pukul 05.00 dini hari, Marcel terbangun dari tidurnya yang panjang. Ia snagat terkejut ketika ia menyadari bahwa dirinya sedang berada di kamar hotel, tidur berduaan dengan seorang wanita. Wanita itu adalah teman SMK Marcel, yang kemarin membuat Stella sempat cemburu. Ia adalah Lesty, sosok wanita yang memanggil sayang kepada Marcel di grup alumni SMK itu.
Marcel Langsung turun dari tempat tidur, Lesty pun terbangun. Tubuh Lesty hanya mengenakan tanktop dan celana pendek.
Marcel :"Kenapa aku bisa di sini? Kenapa kamu bisa di sini?" Bertanya sambil memegang kepalanya.
Lesty :"Kamu yang mengajak ku ke sini."
Marcel :"Tidak, tidak mungkin."
Marcel duduk di sofa, ia mengingat kejadian semalam.
"Semalam habis meeting, aku menghadiri acara reunian dan aku mengobrol dengannya, habis itu apa? Kenapa aku lupa? Kenapa aku bisa di sini? Aku meninggalkan Stella di rumah dan tidur dengan wanita ini? Oh tidak, tidak mungkin." Ucap Marcel dalam hatinya.
Marcel :"Tolong, tolong jangan katakan apapun pada istriku." Berjalan mendekati Lesty. "Dia sedang hamil, aku sangat mencintainya. Aku tidak ingin permasalahan ini merusak pernikahan kami. Aku tidak bisa mengingat apapun,"
Lesty :"Kamu melakukannya padaku, kamu juga yang melepaskan baju ku."
Marcel :"Tidak, tidak mungkin. Maafkan aku, aku tidak sadar, aku tidak ingat apapun. Aku harus pulang, maafkan aku, aku tidak sengaja. Tolong jangan katakan apapun pada istriku."
Lesty :"Kamu tenang saja Marcel, aku akan tutup mulut selagi tidak terjadi apa-apa denganku. Sekarang aku jadi tau, jika kamu mendekati ku hanya untuk merusak ku saja."
Marcel :"Tidak, aku tidak ada berniat seperti itu. Sekarang, aku tidak mengingat apapun. Maafkan aku, aku juga tidak pernah berniat mendekati wanita lain, karena aku sudah menikah. Ini hanya ketidak sengajaan."
Lesty :"Kamu tenang saja, aku akan tutup mulut."
Marcel mengambil kemeja dan hpnya dan memakainya, ia berjalan keluar meninggalkan kamar hotel dan menuju parkiran masuk ke mobil, kemudian Marcel melajukan mobilnya menuju pulang ke rumah.
"Apa yang telah aku lakukan? Aku telah mengkhianati Stella, aku sangat jahat. Apapun yang terjadi semalam, Stella tidak boleh tau." Ucap Marcel dalam hatinya.
Marcel turun dari mobil dan mendorong pagar, lalu ia memarkirkan mobilnya di depan rumah. Ia turun dari mobil dan mengunci pagar, kemudian ia membuka pintu dengan kunci, lalu berjalan masuk ke dalam rumah menuju kamar yang tadi ia sudah siapkan untuk dirinya dan Stella. Namun kamar itu kosong, Marcel mencari Stella ke semua kamar. Lalu, ia menemukan Stella di kamar mamanya, tidur bersama mama dan Maxim. Ia menggendong Stella, menuju kamar lain, dan meletakkannya di tempat tidur. Ia menatapi istrinya yang tertidur pulas, ia mengelus perut Stella yang sedang mengandung anaknya. Air mata Marcel menetes, ia sangat merasa bersalah, ia telah mengkhianati pujaan hatinya ini. Stella terbagun dari tidurnya, di hadapannya tampak mata Marcel yang sembab dan merah.
__ADS_1
Stella :"Sayang, kamu kenapa?" Membuka matanya.
Marcel :"Ha? Oh tidak. Aku hanya kangen denganmu." Mengelus rambut Stella.
Stella :"Capek banget ya," mendudukkan badannya.
Marcel :"Apa kamu menunggu ku tadi malam?"
Stella :"Iya, aku menunggumu hanya sampai jam 12.00 kok, saat jam 12 kamu mengirim pesan kepadaku, aku langsung tidur."
"Pesan? Aku tidak mengirim pesan apapun kepada Stella? Apa Lesty yang mengirimnya?" Tanya Marcel dalam hatinya.
Stella :"Kamu kok melamun?"
Marcel :"Tidak, aku tidak melamun. Aku hanya kelelahan,"
Stella :"Tubuhmu harum parfum cewek, apa kamu tadi sudah tidur?"
"Ini pasti bau parfum Lesty" ucap Marcel dalam hatinya.
Stella :"Iya sayang, aku tau itu parfum cewek. Apa saat kamu meeting ada cewek?"
Marcel :"Oh, iya ada, investornya ada yang cewek. Mungkin ini bau parfumnya, mungkin karena ruangannya ber-AC makanya bisa menempel ke baju ku."
Stella :"Ooh, kamu sudah tidur belum tadi?"
Marcel :"Tidur, tidur sebentar saja. Aku mandi dulu ya,"
Stella :"Iya, apa kamu lapar? Biar aku siapakan makanan untuk mu."
Marcel :"Tidak kok, kamu lanjut tidur saja."
__ADS_1
Marcel mengambil handuk dari dalam koper, dan berjalan keluar kamar menuju kamar mandi, lalu masuk untuk mandi.
Stella menyiapkan pakaian untuk di kenakan Marcel setelah mandi, ia memainkan hpnya sambil menunggu Marcel selesai mandi.
***
Saat selesai mandi, Marcel berjalan kembali masuk ke kamar, ia mengeringkan badannya lalu mengenakan pakaian yang sudah di siapkan oleh Stella. Kemudian ia menaiki tempat tidur dan membaringkan badannya. Ia mengelus-elus perut dan rambut Stella, beberapa menit kemudian Stella kembali tidur, sementara Marcel mengambil hp Stella di atas meja. Ia membuka pesan, lalu melihat pesan yang masuk ke hp Stella yang di kirim oleh ponselnya.
"Ini pasti Lesty, yang kirim. Untung saja dia tidak mengirim yang macam-macam kepada Stella." Ucap Marcel dalam hatinya.
Marcel mengembalikan hp nya ke meja, lalu ia menutup matanya untuk tidur.
***
Pada pukul 08.00, mereka sarapan bersama, makanan itu di masak oleh mama dan Stella tadi, selesai sarapan, Marcel segera pergi karena akan di adakan meeting lagi bersama investor.
Stella membantu mama mertuanya membersihkan rumah baru itu, lalu beristirahat sambil menunggu Marcel pulang.
Saat Marcel sudah pulang, mereka langsung menyiapkan barang karena mereka akan pulang ke kota XY.
Marcel :"Ma, kalau papa menghubungi mama ataupun Maxim tidak usah di jawab. Urusan papa itu biar Marcel ya, papa juga tidak akan tau sekolah barunya Maxim ma."
Mama :"Iya, mama mengerti kok."
Stella :"Kami permisi ya Ma," memeluk dan mencium mama mertuanya.
Mama :"Jaga kesehatan ya Stell, Marcel kamu jangan macam-macam ya."
Marcel :"Iya Ma, ini mobil aku tinggalin di sini ya. Kami pergi dulu."
Mereka berjalan memasuki taksi online, lalu taksi itu melajukan mobilnya membawa mereka ke bandara. Sesampai di bandara, mereka langsung menaiki pesawat. Beberapa menit kemudian pun Marcel berangkat, meninggalkan kota XX. Lama perjalanan memakan waktu sekitar 3 jam, begitu sampai di kota XY mereka melanjutkan aktivitas seperti biasanya.
__ADS_1