Tetanggaku Di Hatiku

Tetanggaku Di Hatiku
Hari kedua


__ADS_3

Ini adalah hari kedua Stella di rawat di rumah sakit, keadaannya sudah cukup pulih walau masih terasa sakit akhibat jahitan di perutnya. Perawat datangkan berikan sarapan untuk Stella,


Marcel :"Aku siapin ya."


Stella :"Tidak usah, aku saja."


Marcel :"Aku aja ya," memberikan senyuman.


Stella :"Kamu kenapa belum pulang? Pulanglah, aku akan suruh mama ku untuk menjaga ku."


Marcel :"Aku yang bertanggung jawab untuk menjaga mu. Jangan seperti itu Stell, aku tidak mau kita berpisah."


Stella :"Marcel, aku juga tidak mau berpisah jika tidak terjadi apa-apa. Tetapi, kamu sudah menghamili wanita lain, kamu harus bertanggung jawab. Udah Sep, aku sedang tidak ingin ribut. Aku makan sendiri saja." Mengambil makanan di atas meja.


Setelah selesai makan, perawat masuk untuk mengisi infus yang sudah habis.


Stella :"Sus, saya udah boleh jalan?"


Perawat :"Kalau ibu sanggup jalan, boleh kok Bu."


Stella :"Saya mau lihat anak saya Sus,"


Perawat :"Oh, kalau itu belum boleh ibu. Anak ibu kami pisahkan dari bayi lainnya, karena bayi ibu masih sangat kecil. Bayi kecil itu mudah terserang virus ibu, makanya belum boleh ada yang melihatnya. Kita takut saja Bu, kondisinya ngedrop."


Stella :"Sampai kapan itu? Apa dia tidak minum asi?"


Perawat :"Sampai keadaan ibu sehat ya, setelah sehat nanti ibu bisa memberikannya asi."


Stella :"Apa dia sudah bisa menangis?"

__ADS_1


Perawat :"Sudah dong ibu, begitu lahir dia menangis kok."


Stella :"Kalau dia melihat bayi nya boleh tidak?" Menunjuk Marcel.


Perawat :"Dia suami ibu?"


Stella :"Iya,"


Perawat :"Boleh Bu, tetapi dari luar saja ya."


Stella :"di foto juga boleh kan? Saya ingin melihatnya."


Perawat :"Boleh Bu, saya permisi dulu ya."


Perawat itu keluar dari ruangan Stella, selesai memasang infus.


Stella :"Kamu lihatlah mereka kesana, fotokan ya."


Marcel berjalan keluar kamar dan berjalan menuju ruang NICU untuk melihat bayinya.


***


30 menit kemudian, Marcel masuk ke dalam kamar tempat Stella di rawat.


Stella :"Kamu lama banget sih,"


Marcel :"Kalau kamu di sana, aku rasa kamu juga tidak akan mau balik. Ini foto mereka," memberikan ponselnya.


Stella melihat foto ke dua bayi mungil mereka, air mata bahagia sekaligus sedih mengalir di pipinya, Marcel langsung memeluknya ketika air mata jatuh dari pipinya.

__ADS_1


Stella :"Awas Sel," mendorong Marcel pelan. "Mereka baik-baik aja kan?" Melihat Marcel.


Marcel :"Mereka baik-baik aja kok sayang, mereka sehat kok."


Stella :"Banyak banget selang yang terpasang di tubuhnya Sel," menghapus air matanya.


Marcel :"Iya, yang penting anak kita sehat yang, rencananya aku ingin membawa mereka pulang, biar mereka di rawat di rumah saja, nanti kita buat ruang inkubator khusus untuk mereka, aku juga ingin memanggil dokter khusus untuk mereka. Soalnya di sini lebih banyak virus kan," membelai rambut Stella.


Stella :"Sel, setelah aku sembuh nanti aku akan mengurus surat penceraian. Aku tidak tinggal di rumah mu lagi,"


Marcel :"Sayang, jangan begitulah. Kasihan anak kita, mereka masih sangat kecil. Aku berjanji pada mu aku tidak akan mengulanginya lagi."


Stella :"Sel, aku sudah bilang berkali-kali jangan membawa mereka, bukan hanya mereka yang membutuhkan mu, bayi yang ada di perut Lesty juga membutuhkan mu. Aku juga sudah tidak mencintai mu Sel, tidak ada yang perlu di pertahankan dari pernikahan ini." Memelototi Marcel.


Marcel :"Kamu kok seperti itu sih? Aku tidak mau bercerai denganmu."


Stella :"Itu tidak masalah, aku akan mengurus surat penceraiannya."


Marcel :"Yang, apa yang harus aku lakukan agar kamu memaafkan ku?"


Stella :"Aku ingin kamu bertanggung jawab kepada bayi yang ada di perut Lesty, jika kamu tidak bertanggung jawab berarti kamu sama dengan pecundang. Kasian Axel dan Alexa mempunyai ayah seperti mu nantinya."


Marcel :"Aku akan bertanggung jawab Stell, aku akan menikahinya. Tetapi aku tidak mau berpisah dengan mu,"


Stella :"Maksud kamu kayak gitu apa sih Sel? Menikahi dia wanita? Kenapa kamu tidak mau berpisah denganku? Kalau kamu sudah menghianati aku itu tandanya kamu sudah tidak mencintai ku, lalu apa yang harus di pertahankan? Tidak ada Sel."


Marcel :"Aku hanya khilaf Stell, saat itu aku tidak sadar."


Stella :"Mau khilaf, mau sengaja intinya Lesty sudah hamil, kamu harus bertanggung jawab."

__ADS_1


Marcel pun membaringkan badannya di sofa, lalu ia memilih untuk tidur karena sudah semalaman dia juga tidak tidur.


__ADS_2