Tetanggaku Di Hatiku

Tetanggaku Di Hatiku
Gaun


__ADS_3

Marcel : Kamu gak makan siang ya? (melihat Stella)


Stella : Enggak (fokus melihat laptopnya), ngapain kesini sih? (melihat Marcel)


Marcel : Mau ngurus pakaian, kan semalam sudah dibilang.


Stella : Aduh (memegang kepalanya), bisa gak sih gak usah sekarang, nanti sore , malam kan bisa (melihat Marcel dengan tatapan sinis)


Marcel : Emang kamu pikir kamu kesana bisa langsung dapat? Malam itu Uda gak ada yang buka.


Stella : Kamu tu emang kurang ajar ya, Aku uda mau terima lamaran kamu, sekarang buat pesta nya cepat banget lagi (menutup laptop dengan keras)


Marcel : Karena bulan depan aku harus Uda berada di perusahaan.


Stella : Kan gak harus dipercepat juga (mengambil hpnya )


Marcel : Kalau aku Uda di perusahaan, aku mana bisa bolak balik kesini, emang kamu pikir dari sana kesini dekat?


Stella : Jadi aku gimana? (melihat Marcel dengan tatapan heran)


Marcel : Makanya aku suruh bulan depan, supaya kamu Uda bisa ikut aku tinggal disana.


Stella : Gilak (memelototi Marcel), aku gak bisa , pekerjaan aku gimana, kamu gak pernah mikir ya


Marcel : Ya kamu tinggalin saja, disana nanti kamu juga dapat uang lebih dari aku, Kamu memang Uda seharusnya ikut aku kesana.


Stella : Enak banget kalau ngomong (melihat Marcel dengan sinis)


Marcel : sekarang ayok cari Pakaian, kamu cuti aja dulu.(berdiri)


Stella pun berdiri dari duduknya , ia mengambil tas dan hpnya, ia hanya bisa mengomel dalam hati melihat pria yang berada dihadapannya saat ini. Mereka pun turun dan segera keluar dari ruangan itu. Stella berjalan menuju mobilnya.


Marcel : Eh kamu mau kemana? (berhenti dan melihat Stella yang berjalan menuju mobilnya)


Stella : Tapi mau cari pakaian ,gimana sih (menggaruk rambutnya)


Marcel ; Ya naik mobil aku aja (melihat stella)


Stella : Mobil aku gimanaaaa (memukul mobil dengan tangannya)


Marcel : Nanti kan bisa diambil


Stella : Ah terserahlah (berjalan menuju mobil Marcel)

__ADS_1


mereka pun memasuki mobil Marcel, Marcel segera menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya menuju Sebuah Pakaian pengantin. Tidak ada percakapan didalam mobil itu, Stella sibuk memainkan hpnya sedangkan Marcel tetap fokus menyetir mobilnya. Hingga akhirnya Mereka sampai ketempat yang dituju, Marcel memarkirkan mobilnya dan keluar dari dalam mobil, sementara Stella masih duduk didalam mobil memandangi Bangunan itu.


Malas kali lah turun, ngurus yang gak penting beginian. "ucap Stella dalam hati.


Marcel yang sudah menunggu lama pun membuka pintu mobil Stella.


Marcel : Ayok turun (melihat Stella dengan tatapan sinis)


Stella : Mending urus sendiri aja , aku disini


Marcel : Aku mana tau ukuran badanmu semana(menarik tangan Stella)


Stella pun segera turun dari mobil dan membanting pintu dengan sangat kuat, hingga terdengar sangat keras. Marcel cuek saja terhadap sikap Stella barusan, ia tau Stella sangat kesal.


Mereka pun berjalan menuju gedung itu dan melihat lihat pakaian pakaian pengantin.


Stella : Aku mau yang itu (menunjuk sebuah gaun )



Marcel yang mendengar ucapan Stella pun merasa senang karena Stella mau memilih pakaian untuknya.


Marcel berjalan menuju gaun panjang itu dan memanggil Seorang pelayan. Pelayan pun datang menghampiri mereka.


Pelayan : Tidak kak, Ada ukuran yang lainnya, mau ukuran yang mana kak?


Stella : Yang paling kecil boleh saya coba


Pelayan : Ayok kak silahkan ikuti saya (berjalan menuju penyimpanan pakaian)


Mereka pun berjalan mengikuti pelayan itu, pelayan itu pun menunjukkan gaun dengan ukuran sangat kecil, Gaun itu sangat kecil namun terlihat sangat cantik.


Stella : Ada yang lebih panjang dari ini ?(menunjuk bawah gaun)


Pelayan : Ukurannya emang segini semua kk


Stella : Bisa ditambah gak? biar bisa terseret jauh


Pelayan : Bisa kk, tapi butuh waktu lagi buat pengerjaannya.


Stella : Berapa lama?


Pelayan : Tergantung Kakak butuhnya kapan?

__ADS_1


Stella : Bulan depan


Pelayan : Oh , sepertinya agak sulit menyelesaikannya dengan waktu singkat kk


Marcel : Selesaikan dalam waktu seminggu ini, saya akan membayar lebih


Pelayan : Baik pak (menganggukkan kepalanya), apa mau di coba kk?


Stella : Iya


Pelayan itu pun melepaskan gaun itu dari patungnya dan memberikan kepada Stella, Stella pun langsung mengambilnya dan mencoba gaun itu di Tempat pakaian, ia dibantu oleh pelayan itu membawa gaun yang sangat panjang itu. Ia memakai gaun itu, Ia memandangi tubuhnya dari balik kaca saat memakai gaun itu, air matanya berlinang di pipinya.


Kenapa harus sama dia ?"ucap Stella dalam hati sambil melap air matanya.


Ia pun segera melepaskan gaun itu dari tubuh mungilnya, dan berjalan keluar dari ruangan itu, ia memberikan gaun itu kepada pelayan.


Pelayan : Gimana kk?(mengambil gaun)


Stella : Iya yang ini saja (menunjuk gaunnya), tolong buatin lebih panjang (memberi senyuman)


Pelayan : Baik, sebentar ya saya ambil Buku pemesanan dulu.


Pelayan itu pun pergi dengan membawa gaun panjang menuju Suatu ruangan.


Stella pun duduk di sofa yang terletak di ruangan itu.


Marcel : Kenapa kamu pilih itu?(melihat stella)


Stella : Apa sekarang aku juga gak boleh milih (melihat Marcel dengan tatapan sinis)


Marcel : Tidak, aku hanya ingin tau alasanmu.


Stella : Itu pilihanku, tidak ada alasan kenapa aku memilihnya.


Marcel : Apa itu tidak terlalu ribet, kamu bakal kesusahan jalan.


Stella : Tidak, nanti kamu yang akan memegang gaunnya dibelakang ku (mengambil hpnya dari dalam tasnya)


Marcel : Ha kok aku? aku kan seharusnya berjalan disamping mu.


Stella : Mana bisa jalan di sampingku, emang gak liat tadi bentuk gaunnya gimana? Kalau aku Uda milih yaudah gak usah dibahas lagi. aku juga sengaja pilih itu biar kamu gak berjalan disampingku nantinya.


Marcel melihati Stella mendengar ucapannya.

__ADS_1


Astaga kenapa dia ini , Sabar Marcel kamu harus sabar "ucap Marcel dalam hati.


__ADS_2