Tetanggaku Di Hatiku

Tetanggaku Di Hatiku
Perkelahian besar


__ADS_3

Hari demi hari telah terlewati, ini adalah bulan ke 3 pernikahan mereka.


Pagi hari yang cerah, Marcel segera mandi dan berangkat ke kantornya. Sesampai di kantor seperti biasa, ia selalu disapa ramah oleh karyawan karyawannya. Marcel dengan segera memasuki ruangan dan melakukan pekerjaan seperti biasanya.


Marcel membawa hp Stella yang ia simpan di saku celananya, hp itu terus berdering menandakan ada notifikasi masuk. Marcel pun mengeluarkan hp itu dari saku celananya, saat hendak melihat Hp itu mati karena low bat , Marcel pun mengecas hp itu dan melanjutkan pekerjaannya.


Stella terbangun pada pukul 08.00, ia segera mandi dan berjalan menuju ruang kerja Marcel, Ia menyapu terlebih dahulu ruangan itu. Setelah menyapu ia duduk di meja kerja Marcel. Eh laptop nya dibawa, padahal mau nonton"ucap Stella dalam hati.


Stella pun meninggalkan ruang kerja itu dan berjalan ruang makan. Ia sarapan disana, setelah sarapan Stella segera berjalan menaiki tangga dan masuk ke kamarnya , disana ia memainkan hpnya sambil baring baring hingga siang hari.


Di kantor , Marcel membuka laptop dan mencari file yang sudah ia susun untuk meeting, namun ia tidak menemukan file nya, Ia pun memanggil Mila sekretarisnya. Mila pun datang memasuki ruangan Marcel.


Mila : Ada apa pak? (duduk di kursi)


Marcel : Kemarin file untuk meeting besok kamu simpan di mana?


Mila : Di File kantor pak


Marcel : Kok gak ada ya ? (memberikan laptop kepada Mila)


Mila pun membuka dokumen dan tidak menemukannya juga.


Mila : Iya pak tidak ada, apa dirumah bapak ada yang memegang laptop selain bapak?


Marcel : Hanya saya (mengambil laptop)


Mila : Mungkin bapak tidak mengetahuinya, coba bapak cek Cctv bapak mana tau ada yang memegang selain bapak.


Marcel : Oh, bisa jadi juga, tolong kamu buat yang baru lagi file nya .


Mila : Baik pak (Keluar dari ruangan)


****** kalian pembantu pembantu yang tidak tau diri "ucap Mila dalam hati.


Kini pukul 12.00, Marcel pulang kerumahnya dan segera berjalan menuju ruang kerjanya, ia mengecek Cctv nya . Ternyata benar ada yang memegang laptop selain dirinya.


Ngapain Stella masuk ke sini? Dia Makai laptop ku lagi, berarti dia yang hapus filenya "ucap Marcel dalam hati.


Marcel pun mengecek hari hari sebelumnya, ia melihat bahwa hampir setiap hari Stella masuk ke ruang kerjanya. Marcel pun keluar dari ruang kerjanya dan berjalan menuju kamar Stella, ia membuka kamar Stella tanpa mengetuknya, didalam kamar ia mendapatkan Stella sedang berbaring sambil memainkan ponselnya .


Marcel : Stella (berdiri di pintu kamar)


Stella : Ha ? (Mendudukkan badannya ditempat tidur)


Marcel : Kamu kalau benci sama aku, ya sama aku juga, pekerjaan aku jangan dirusak, kamu tau gak, kamu makan dari mana ? dari pekerjaan aku, kalau kerjaan aku gak ada kamu gak makan


Stella : Kenapa sih? Kamu minta aku gantiin uang makan aku selama ini? (turun dari tempat tidur)


Marcel : Kamu memang keterlaluan ya, udah salah gak ngaku salah lagi (berjalan meninggalkan kamar stella dan menuruni tangga)


Stella : Maksud kamu apa sih?(mengejar marcel dan keluar dari kamar)

__ADS_1


Marcel : Kamu ngapain masuk ke ruang kerja aku?(memberhentikan langkah kakinya dan melihat Stella dibelakangnya)


Stella : Aku kan nyapu


Marcel : Aku gak pernah suruh kamu sapu ruangan itu (berjalan menuruni tangga)


Marcel pun keluar dari rumah dan melajukan mobilnya kembali ke kantor.


Sedangkan Stella berjalan menuruni tangga dengan kesal dan makan ke ruang makan.


nyesel banget aku mau sapu ruang kerja dia selama ini, dasar cowok brengsek, Uda di tolong gak tau berterima kasih "ucap Stella dalam hati.


Selesai makan siang, Stella naik ke kamarnya , ia membaringkan badannya dan tidur disana.


Marcel menyelesaikan pekerjaan nya hingga pukul 16.00, Selesai bekerja Marcel mengambil hp Stella yang tadi pagi ia cas , ia pun menghidupkan hp itu dan melihat semua notifikasi yang masuk. Kini notifikasi itu bukan lah lagi dari WhatsApp melainkan dari Instagram..


Ia menekan satu per satu notifikasi , notif yang ia tekan pertama kali adalah dari Prayoga. Ia membaca semua percakapan yang ada disana. Marcel merasa sangat kesal membaca pesan itu, karena Stella dan Prayoga sama sama memanggil sayang. Kurang aja kau Stella "ucap Marcel dalam hati.


Pada pukul 18.00, Marcel segera pulang kerumah Dan berjalan menaiki tangga. Ia mendapati Stella sedang menonton televisi di ruang yang berada depan kamarnya.


Marcel : Stella, kamu punya hubungan apa sama Prayoga ?(berdiri di samping sofa)


Stella : Emang kenapa? gak suka?


Marcel : Kamu aku tanya apa yang dijawab apa


Stella : Kalau aku pacaran emang ada masalah? gak kan?


Marcel : Tentu jadi masalah


Marcel : Aku boleh , aku boleh apa?(Suaranya semakin keras)


Stella : Aku mau kita cerai saja


Marcel : Apa ? kamu enak banget ya kalau ngomong


Stella : Aku rasa Uda cukup 3 bulan kita bahagiain orang tua kita, kita gak bisa menikah hanya untuk membahagiakan orang tua, mereka juga bakal sedih nantinya kalau tau pernikahan kita itu main main. Aku harap kau segera mengurus surat pisah kita.


Marcel : Kurang ajar kamu kalau ngomong ya , kamu gak bisa seenak jidat saja (menunjuk Stella), sepertinya kamu sudah terhasut dengan omongan Prayoga ya?


Stella : Jangan pernah bawa bawa Prayoga ke masalah ini (pupil matanya membesar)


Marcel : Ini semua memang karena dia kan? Apa dia tidak tau kamu sudah punya suami? Dia bukan lelaki yang baik asal kamu tau (menunjuk Stella)


Stella : Aku kan sudah bilang, kita menikah karena mau bahagiain orang tua doang, kamu jangan bawa bawa dia, dia gak salah , Dia cowok baik baik, bukan kayak kamu,Bahkan dia lebih baik daripada kamu(menunjuk Marcel)


Marcel : Cowok baik baik gak akan ganggu rumah tangga orang


Stella : Asal kamu tau, dia selalu nasihati aku supaya aku bisa buka hati buat kamu (menunjuk Marcel), kalau dia orang jahat , dia pasti Uda suruh aku buat ceraikan kamu, dia gak pernah kayak gitu Marcel. Makanya aku masih sayang sama dia, dia lelaki yang baik.


Marcel: Ternyata kamu bermuka dua ya Stella, didepan orang tua kamu begitu, dibelakang mereka kamu begini.

__ADS_1


Stella : Aku gak peduli ya kamu mau ngomong apa, aku mau pergi (berjalan memasuki kamarnya)


Marcel : Terserah kamu


Marcel pun mengikuti Stella yang masuk ke kamar , Stella mengambil koper dan memasukkan semua bajunya kedalam koper, ia berjalan keluar kamar sambil membawa koper.


Marcel : Kamu mau kemana ?


Stella : Aku mau pergi , tolong urus surat pisah secepatnya.(berjalan menuruni tangga)


Marcel tidak tau bagaimana cara ia mencegah Stella shalat tidak pergi.


Marcel : Kamu tidak boleh membawa apapun dari sini


Stella : Apa maksud kamu? (berhenti melangkahkan kakinya dan melihat Marcel yang berbicara)


Marcel : Bukankah kamu datang kesini tidak membawa apa apa?, silahkan pergi dan jangan membawa apapun


Stella : Oke (berjalan menaiki tangga dan memasukkan koper ke dalam kamarnya), Aku tau kamu memang brengsek, setelah kamu mengambil kesucian ku, kamu melepaskan aku begitu saja


Marcel : Aku sudah melarang mu untuk tidak pergi kan, namun kamu masih tetap ingin pergi.


Stella keluar dari kamar tanpa membawa apapun


Stella : Aku sudah tidak membawa apapun (berjalan menuruni tangga)


Bagaimana aku melarang dia pergi? "ucap Marcel dalam hati.


Marcel : Stella, kamu boleh pergi setelah membayar semua hutangmu (melihat Stella yang menuruni tangga)


Stella : Hutang? apa aku punya hutang denganmu? (melihat Marcel)


Marcel : Kamu ganti semua biaya pernikahan untuk mu yang aku bayar waktu itu


Stella : Oh gitu, aku akan menggantinya , kalau aku sudah memiliki uang itu, aku akan balik ke sini untuk membayarnya


Marcel : Sebelum kamu membayarnya kamu tidak boleh pergi dari sini, kamu harus bayar dulu baru kamu boleh pergi.


Stella : Kamu jahat banget ya (berjalan menaiki tangga)


Stella pun masuk ke kamarnya, ia langsung menaiki tempat tidurnya dan menangis


Kenapa dia jahat banget? memang dia brengsek banget ya , aku gak nyangka banget Tuhan, hati ku benar benar sakit, bahkan dia menagih semua biaya pernikahan ku waktu itu , Aku sangat membencimu Marcel "ucap Stella dalam hati sambil menangis.


Marcel segera berjalan menuruni tangga dan keluar dari pos menuju satpam, Ia memberi pesan kepada satpam.


Marcel : Nanti kalau Stella berjalan melewati pagar ini, tolong larang dia, dia mau pergi dari sini


Risky : Apapun alasan nya tuan?


Marcel : Iya jangan biarkan dia melewati pagar ini , kalian mengerti

__ADS_1


Mengerti pak "ucap ke dua satpam.


Marcel pun berjalan meninggalkan pos satpam dan memasuki rumahnya, ia segera menaiki tangga dan masuk ke kamarnya. Ia sangat lelah menghadapi hari hari ini.


__ADS_2