Tetanggaku Di Hatiku

Tetanggaku Di Hatiku
Tidak Menjaga


__ADS_3

Di sepanjang jalan Stella hanya diam sambil menatapi jalanan yang begitu ramai, saat melewati apotek Stella meminta Marcel untuk berhenti.


Stella :"Berhenti sebentar," mendudukkan badannya.


Marcel :"Kenapa? Kamu mual?"


Stella :"Ada yang mau aku beli di apotek,"


Marcel :"Kamu mau beli apa? Biar aku saja yang beli,"


Stella :"Tidak usah, bagi uang. Aku tidak membawa dompet,"


Marcel mengambil dompet dan memberikan uang sejumlah Rp 200.000 kepada Stella.


Marcel :"Apa segini cukup?" Memberikan uang


Stella :"Cukup." Membuka seat belt.


Stella pun masuk ke dalam apotek, Marcel hanya memantau Stella dari dalam mobil.


"Dia mau ngapain ke apotek? Bukannya tadi obat untuknya sudah di beli, apa dia mau membeli obat untuk menggugurkan kandungan?" Tanya Marcel dalam hatinya.


Stella masuk ke dalam mobil dengan membawa plastik asoy berwarna putih. Mata Marcel fokus tertuju pada plastik itu, ia ingin mengetahui apa yang di beli Stella. Stella membeli 4 buah Test pack dengan jenis yang berbeda ada Test pack strip, digital, Test pack berbentuk USB, ataupun test pack dengan wadah urine.


Marcel :"Itu apa?" Menunjuk plastik


Stella :"Test pack," menutup pintu mobil


Marcel :"Buat apa? Apa kamu tidak percaya kamu hamil?" Mengerutkan dahinya


Stella diam, ia membaringkan kembali badannya. Ia membuka plastik melihat satu per satu Test pack yang ia beli.


Marcel memperhatikan Stella yang melamun melihat Test pack. "Kemarin aku memang meminta anak dari mu, sekarang aku mendapatkannya. Aku senang Stell, ini perasaan ku, tetapi melihat kamu yang seperti ini aku merasa bersalah. Apa kamu tidak mau mengandung anakku?" Ucap Marcel dalam hatinya.


Mobil berhenti di depan Supermarket terbesar di kota,


Marcel :"Sebentar ya,"membuka seat belt. "Ada yang mau di beli?" Melihat Stella.


Stella menggelengkan kepalanya, Marcel turun dari mobil dan masuk ke supermarket.


****


Stella melihat Marcel yang berjalan keluar dari supermarket membawa troli belanjaan. Di dalam troli terdapat banyak plastik belanjaan. Marcel membuka bagasi mobil dan meletakkan beberapa barang belanjaan di bagasi, lalu sisanya di letakkan nya di kursi belakang, lalu masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil.


Marcel :"Itu aku ada beli susu buat kamu," menunjuk plastik di kursi belakang.


Stella melihat plastik itu.


Stella :"Kamu tidak beli susu?"


Marcel :"Tidak, itu susu buat ibu hamil."


"Perhatian sekali dia, bahkan aku saja tidak memikirkan itu." Ucap Stella dalam hatinya.


***


Sesampai di rumah, mereka langsung masuk ke dalam rumah, Marcel menyuruh Bi Murti untuk membawa barang belanjaan, Marcel membantu Stella berjalan menaiki tangga memasuki kamar.


Stella mengambil ke 4 Test pack yang ia beli tadi.


Stella :"Makai nya gimana ya?" Melihat Marcel.


Marcel :"Tidak tau ya, coba cari google."


Stella :"Panggil bi Murti dong," duduk di tepi tempat tidur.


Marcel keluar kamar memanggil Bi Murti.

__ADS_1


Marcel :"Bi, itu di panggil Stella."


Bi Murti :"Sebentar ya tuan, nona sakit apa tuan?"


Marcel :"Dia tidak sakit bi, dia sedang hamil."


Bi Murti :"Hamil? Wah! bibi senang sekali tuan,"


Marcel :"Tapi sepertinya dia masih tidak siap bi, itu dia manggil bibi mau tanya bagaimana memakai Test pack." Berjalan menaiki tangga.


Bi Murti :"Itu wajar tuan, nona masih sangat muda kan. Mungkin nona juga ingin memastikan tuan."


Marcel pun membuka pintu kamar, mereka masuk ke dalam kamar.


Bi Murti :"Ada apa nona?"


Stella :"Ini makainya gimana ya bi?" Menunjukkan semua Test pack.


Bi Murti :"Apa tadi nona tidak bertanya?"


Stella :"Tidak bi."


Bi Murti pun menjelaskan cara memakai Test pack satu per satu, lalu Stella mandi dan mencoba semuanya. Setelah mencoba Stella keluar membawa ke 4 Test pack itu.


Stella :"Ini tandanya apa Bi?" Menunjukkan ke 4 Test pack kepada bi Murti.


Bi Murti :"ini tandanya nona hamil," melihat ke 4 Test pack.


Stella :"Oh makasih ya Bi,"duduk di tepi tempat tidur.


Bi Murti :"Selamat ya buat tuan dan nona, semoga janinnya selalu. Nona jangan kecapean ya, kalau butuh apa-apa panggil bibi saja."


Stella :"Iya bi," memberikan senyuman terpaksa.


Bi Murti pun keluar dari kamar.


Marcel :"Kenapa?"


Stella :"Aku mau lihat jadwal haid aku, mana?"


Marcel :"Aku tidak tau Stell," duduk di tepi tempat tidur bersama Stella.


Stella langsung membuka laci meja yang tepat berada di samping tempat tidur, ia menemukan hp nya di dalam laci itu, Stella langsung menghidupkan hp dan membuka Kalender menstruasi di hp nya itu, ternyata benar dia belum datang bulan sejak 2 bulan lalu. Stella langsung membaringkan badannya membelakangi Marcel dan menarik selimut menutupi tubuh mungilnya.


Marcel :"Stella, kamu belum makan malam kan? Kamu mau makan apa?" Membelai punggung Stella.


Stella :"Aku sedang tidak lapar Sel."


Marcel :"Kamu harus makan Stella, nanti perut kamu sakit lagi. Kamu mau gurita? Cumi ? Atau udang? Biar aku beli.


Stella :"Tidak Sel, aku sedang tidak lapar."


Marcel :"Meskipun kamu tidak lapar kamu tetap harus makan Stell," membelai rambut Stella dan mencium kepalanya.


Stella :"Kamu makan aja Sel, kalau kamu sakit aku tidak bisa mengurusmu."


Marcel :"Hari ini aku menyuruh bibi untuk tidak masak makanan malam Stell, aku mau makan di luar. Apa kamu tidak ikut?"


Stella :"Tidak,"


Marcel :"Ya sudah aku pergi dulu ya, aku lama ya Stell."


Stella :"Kenapa?"membalikkan kepalanya melihat Marcel.


Marcel :"Ya tidak mungkin aku makan cepat-cepat kan? Kamu mau ikut?"


Stella menganggukkan kepalanya

__ADS_1


Marcel :"Ya sudah ayok," Turun dari tempat tidur.


Stella :"Aku ganti baju sebentar, kamu duluan aja."


Marcel keluar dari kamar, Stella mengganti pakaiannya menjadi pakaian tidur. Setelah itu ia berjalan menuruni tangga dan keluar dari rumah, Marcel berjalan dari dalam rumah membawa sebotol minuman yang berisi susu dan memberikannya kepada Stella.


Marcel :"Tunggu di sini aja ya, aku ambil mobil dulu."


Setelah mobil menghampiri Stella, Stella naik ke mobil. Pagar rumah megah pun terbuka, mobil itu pun melaju keluar dari rumah itu.


Marcel :"Kamu minum ya," melihat Stella.


Stella :"Kamu buat nya sudah benar? Nanti kalau salah aku sakit.*


Marcel :"Sudah, aku sudah membaca petunjuk nya, aku juga meminta bi Murti agar membantu ku."


Stella :"Makasih ya," memberi senyuman kepada Marcel.


Marcel :"Stell, kamu jangan menggugurkannya ya."


Stella :"Aku tidak akan menggugurkannya, tetapi aku juga tidak akan menjaganya." Menelan air ludahnya.


Perkataan itu sangat pedih terdengar di telinga Marcel, kalimatnya begitu singkat namun memiliki makna yang sangat dalam.


"Dia memang tidak menginginkan anak ini, kalimat nya barusan sudah menjelaskan seluruh perasaan nya saat ini." Ucap Marcel dalam hatinya


Mobil Marcel berhenti di sebuah Restoran Seafood, mata Stella berbinar binar melihat restoran itu, ia sudah mencium berbagai bau makanan seafood. Mereka turun dari mobil dan menempati meja kosong. Marcel sengaja makan di sini, karena ia tau akhir akhir ini Stella sangat menyukai seafood, dan Marcel berfikir Stella seperti itu karena ia mengidam seafood.


Marcel :"Kamu makan apa?"


Stella :"Aku mau pesan ini, ini, ini, ini." Menunjukkan semua makanan yang ia pesan.


Marcel :"Saya ini saja." Menunjuk buku menu


Pelayan pun mencatat menu pesanan Stella, dan Marcel lalu pergi.


Marcel tersenyum melihat Stella, ia berfikir itu bukan permintaan Stella, melainkan permintaan anak yang ada di perutnya.


Marcel :"Emang habis?"


Stella :"Kalau tidak habis aku akan bawa pulang. Besok kamu jadi pergi ke kota XX?"


Marcel :"Jadi, tapi aku sendirian saja ya,"


Stella :"Tadi aku mau ke rumah sakit supaya aku bisa pergi besok ya, sekarang kamu bilang begini."


Marcel :"Nanti kalau kamu ikut kamu jadi sakit Stella, apa naik pesawat saja?"


Stella :"Kamu itu jangan begitu lah, kemarin kan kamu bilang kamu yang akan bawa mobilnya."


Marcel :"Jadi kalau kamu sakit bagaimana?"


Stella :"Jangan lebay, aku tidak apa-apa." Mengambil makanan dari tangan pelayan.


Mereka menyantap makanan dengan lahap, tidak di sangka oleh Marcel, semua makanan yang tadi Stella pesan dapat habis dimakannya.


Selesai makan, Marcel membayar lalu mereka balik ke rumah.


Sesampai di rumah Stella langsung tidur di kamar, sementara Marcel mandi dahulu karena dari tadi sepulang kerja ia belum ada mandi dan sudah terasa sangat gerah.


Selesai mandi, Marcel langsung mengenakan pakaian dan naik ke tempat tidur, ia duduk dan menatapi Stella yang sudah tidur. Ia membelai rambut hitam Stella, dan memandangi wajah Stella yang sudah terlelap dalam tidur.


"Makasih ya Stell sudah ada bersama ku sampai sekarang, terimakasih sudah mau memberikan rahimmu untuk tempat anak-anakku. Aku minta maaf, mungkin aku terlalu egois, aku terlalu banyak menuntut mu. Aku akan menjaga mu selalu, aku mencintai mu Stella." Ucap Marcel dalam hatinya sambil membelai rambut Stella.


Marcel memegang perut Stella, ia mengelus-elusnya.


"Semoga kamu sehat selalu ya nak, siapapun kamu Aku akan selalu mencintai mu karena kamu terlahir dari rahim orang yang sangat aku cintai." Ucap Marcel dalam hatinya lalu mencium perut Stella.

__ADS_1


Marcel pun membaringkan badannya, tangannya terus memegang perut Stella. Beberapa lama kemudain Marcel tertidur.


__ADS_2