Tetanggaku Di Hatiku

Tetanggaku Di Hatiku
Kamar 784


__ADS_3

Setelah membayar administrasi Stella di bawa ke kamar nomor 784, kamar ini merupakan kamar jenis President suite, didalam kamar ini terdapat fasilitas berupa : 2 AC , 1 tempat tidur pasien, 1 kamar mandi yang dilengkapi air panas dan air dingin , kulkas, ruang tunggu , kursi tunggu, sofa, Overbed Table, dan Bedside Cabinet ,


Stella dibaringkan di tepat tidur itu, di pasangkan infus di tangannya . kepalanya juga di perban tadi. Ia belum juga sadar sejak jam 10 tadi.


Marcel, mamanya dan mama Stella pun duduk di sofa yang berada didalam kamar itu juga. Tampak wajah pucat dari muka mama Stella . Mama Marcel menenangkannya. Marcel melihat jam tangannya sudah pukul 13.00, ia memang sudah tak berniat ke acara Bella sejak mendengar Stella masuk rumah sakit. Bella tidak penting sekarang "ucap Marcel dalam hati.


Mama Marcel : Gpp tu , bentar lagi juga sadar itu kok. (mengelus punggung Mama Stella yang terus menatapi Stella)


Mama Stella : Padahal besok aku harus keluar kota kk, aku Uda janji sama pengusaha luar negeri.


Mama Marcel : Papanya ikut?


Mama Stella : ikut kk, kan buat usaha dia.


Mama Marcel : Kami yang jaga bisa kok, kan ada Marcel dek.


Mama Stella pun langsung melihat Marcel.


Marcel : iya Tante aku bisa bantu jagain kok.


Mama Stella : Makasih ya nak (memberi senyuman), tapi liat nanti juga lah kak kalau dia belum sadar mana berani aku pergi kk.


Mama Marcel : Iya mana yang baik nya aja dek.


Mama Marcel pun menyuruh Marcel makan siang untuk mereka. Marcel pun segera mencari nya ke luar rumah sakit itu. Marcel membeli 3 bungkus makanan, lalu ia balik ke rumah sakit, dan memberikan makanan itu, mereka pun makan sama sama di lantai ...


Setelah makan... Mamanya dan mama Stella kembali duduk di sofa, sementara Marcel duduk di kursi tunggu yang terletak di samping tempat tidur pasien, Marcel menatapi Stella lama, ingin sekali ia menyentuh tangan Stella, namun ada orang tuanya dan orang tua Stella disana. Marcel tersenyum melihat wajah Stella. Kamu kuat Stella, makanya Tuhan kasih cobaan gini sama kamu"ucap Marcel dalam hati.


Setelah lama berbincang bincang orang tua mereka , kini sudah pukul 16.00 , Mama Stella pun permisi untuk pulang ia ingin mengambil pakaian untuk Stella.


Mama Stella : Kak, mau pulang?

__ADS_1


Mama Marcel : Iya , mu mau pulang juga?


Mama Stella : Iya kak, aku mau ambil pakaian Stella dulu, mau urus Bastyan juga kk. Stella biarin aja dulu sendirian nanti aku titip perawat aja kk.


Marcel : Mama pulang sama Tante bisa kan? Marcel disini aja .


Mama Marcel : oh bisa, kamu jagain Stella ya.


Mama Stella : Makasih banyak ya Marcel, kamu uda banyak banget bantu Tante nak (memberi senyuman)


Marcel : Sama sama Tante


Mama Marcel : yaudah ayok (merangkul mama Stella)


Marcel : Ma ,mama aja yang nyetir mobilnya.


Mama Marcel : Iyaa (memberi senyuman)


Marcel : Iya Tan (memberi senyuman)


Mama Stella dan mama Marcel pun berjalan keluar dari kamar. Sementara Marcel tetap berada di kamar itu, ia memegang tangan Stella dan mencium nya lama, Selama aku tak melihat aku benar benar gak tau apa yang terjadi pada diriku, aku tidak tau mau membawa kemana diriku, jangan pernah menghilang lagi dari hadapan ku, seminggu saja aku sudah tak mampu kehilanganmu , jangan pergi lagi ya , aku selalu untukmu, aku tak perduli ada orang yang mengatakan aku bucin , ini lah yang sebenarnya ini perasaan yang tulus dari hati ku, aku mencintai mu dari segi apapun Stella, tidak ada cewek yang bisa membuatku jatuh cinta secepat ini , hanya kamu Stella. Kemarin aku berusaha untuk mencari pengganti mu, namun hasilnya aku tetap tidak bisa melupakan bayanganmu "ucap Marcel dalam hati sambil melepaskan mulutnya dari tangan Stella....


Marcel terus menunggu Stella sadar, ia meletakkan kepalanya di atas tempat tidur itu, namun wajahnya tetap memandang ke arah Stella.


Beberapa saat kemudian , datang 4 orang teman Stella , ia adalah Dara, Tasya ,Milka , mereka ada sahabat Stella dan seorang lagi adalah Ardi , (teman satu magang Stella). Mereka memasuki kamar itu.


Dara : Hai bang (memberi senyuman kepada Marcel)


Marcel : Eh silahkan (ia berdiri dari kursinya)


Ardi : Dia belum sadar dari tadi? (melihat Marcel)

__ADS_1


Marcel : Belum (menggelengkan kepalanya), tadi dia gak magang ?(melihat Ardi)


Ardi : Enggak dia telat bangun katanya sih (menganggukkan kepalanya)


Tasya : Gimana ceritanya bang ?(meletakkan buah buahan yang mereka bawa ke atas meja)


Marcel : katanya sih Dia ditabrak pas lagi mau nyebrang sampai terpelanting gitu, aku gak ngeliat kejadian nya.


Tasya : aduh yang nabrak mana?


Marcel : Pergi, Stella korban tabrak lari.


Milka pun langsung berjalan mendekati Stella.


Stella bangun dong, kami disini Dateng jauh jauh buat kamu, masa kamu tega gak bangun " berbicara dengan nada halus dan mengeluarkan air mata."Milka"


Kamu jangan nangis Milka, aku juga mau nangis ni haa " ucap dara.


Jangan ribut kasian dia "ucap Ardi kepada mereka.


Tasya hanya melihati Stella ia tak bisa berkata kata melihat kondisi tubuh stella, kepala di perban ,tangan di infus , tangan di perban , kaki di perban.


Tiba tiba tangan Stella bergerak dan menyentuh kaki Marcel, kebetulan Marcel berdiri di sampingnya, Marcel langsung memegang tangan Stella itu . Mata Stella pun terbuka pelan pelan, semua melihat ke arah Stella dan memberi senyuman.


Stella : Auh (memegang perban yang di kepala nya)


Tasya : Hai Stella (melambaikan tangan dan memberi senyum kepada Stella)


Tangan Stella masih didalam pegangan marcel.


Stella : Bang tolong matiin lampu (melihat Marcel)

__ADS_1


Marcel pun langsung berjalan mematikan lampu itu.


__ADS_2