Tetanggaku Di Hatiku

Tetanggaku Di Hatiku
Lantai 4


__ADS_3

Ia menemukan Marcel berada di lantai 4 di bagian ruangan yang terbuka. Marcel membaringkan tubuhnya di kursi santai sambil memandangi langit gelap yang penuh dengan bintang-bintang, Stella memperhatikan Marcel dari kejauhan dan berjalan mendekatinya.


Stella :"Hai," bersandar ke balkon dan melihat ke bawah, halaman rumah yang begitu luas.


Marcel tidak memperdulikan kehadiran Stella, ia tetap menatap langit hitam yang penuh bintang itu. Betapa sakit hatinya ketika Stella lebih membela Milka daripada dirinya.


Stella :"Kenapa lapangan golf nya tidak di bawah saja? Di sini, kan mainnya tidak bisa puas. Kalau di halaman lapangannya kan lebar." Membalikkan tubuhnya melihat ke arah Marcel.


Marcel :"Kamu bisa diam? pertanyaan kamu banyak sekali." Tetap melihat langit.


Stella begitu kesal mendengar Marcel, padahal niat Stella datang ke sini untuk menemani Marcel. Stella meninggal, kan ruangan terbuka itu dan berjalan menuruni tangga.


Marcel menutup matanya. Ia sangat lelah dengan semua permasalahan yang menimpa hidupnya.


"Apa Stella memang bukan untukku? Apa akhir dari pernikahan ku ini memang perceraian? Aku memang terlalu egois, aku menikahi Stella hanya atas keinginanku, aku tidak pernah memikirkan perasaannya. Bagaimana kalau Prayoga mantannya balik kepadanya? apa dia akan balik kepada Prayoga? sudah pasti dia lebih memilih Prayoga dibandingkan aku. Apa aku siap kehilangannya? Kenapa aku harus selalu memikirkan Stella yang tidak mencintaiku, kenapa aku tidak pernah mencoba buka hati ku untuk Bella lagi? Sekarang Bella juga sudah bercerai. Apa jodoh ku memang Bella? ah, yang benar saja." Ucap Marcel dalam hatinya sambil menutup matanya.


Stella datang membawa, kan secangkir teh hangat.


Stella :"Nih, untuk kamu." Mendudukkan tubuhnya di kursi santai yang berada di sebelah kiri Marcel.


Marcel :"Aku tidak haus." Membuka matanya


Stella :"Aku jauh-jauh ke lantai 1 hanya untuk membuatkan teh untukmu dan mengantar, kan nya kesini, padahal perut aku masih sakit loh sel." Memberi, kan minuman ke tangan Marcel.


Marcel pun meminum teh hangat itu seteguk, dan meletakkan gelas itu ke atas meja yang berada di sebelah kanannya.a


Stella :"Kamu belum mau tidur?" melihat Marcel.


Marcel :"Tidak, kalau kamu mau tidur pergi saja sana." Tetap melihat langit gelap.

__ADS_1


Stella :"Aku juga belum mau tidur." Menelan air ludahnya.


"Kenapa saat di cuekin seperti ini hati ku sangat sakit? Apa seperti ini rasa sakit yang di rasakan Marcel seperti ini?"ucap Stella dalam hatinya.


Stella :"Sel, aku boleh pergi, kan ke acara pernikahan Dara?" melihat Marcel.


Marcel :"Pergilah." Mendudukkan badannya.


Stella ;"Kamu tidak menemaniku?" melihat Marcel yang berdiri dan berjalan meninggalkannya.


Marcel membuka lemari tempat penyimpanan bola golf dan mengambil Vape. Ia kembali duduk di kursi santai.


Marcel :"Kan sudah ada Prayoga." Lalu menghisap Vape.


Stella :"Ih, itu Vape ya? Ih apaan sih." Menarik Vape dari tangan Marcel.


Marcel :"Eh, sini." Menarik dari tangan Stella.


Marcel :"Pergilah jika tidak suka." Menghembuskan nafasnya sehingga asap Vape yang tebal dan berwarna keluar.


Stella :"Sudah Marcel." Menahan Vape yang di tarik Marcel.


Marcel :"Aku tidak bisa memberhentikan hobi ku."


Stella :"Dulu Prayoga juga sering Vape tapi di saat aku suruh berhenti dia berhenti kok, bahkan sampai sekarang dia tidak pernah menggunakannya lagi."


Marcel :"Kau tidak usah membanding, kan ku dengan lelaki itu. Karena aku adalah Marcel dan bukan Prayoga." Melihat Stella dengan wajah marah.


Stella menarik Vape saat Marcel ingin menghisap nya lagi.

__ADS_1


Stella :"Aku tidak suka." Memandangi Marcel.


Marcel :"Kan aku sudah bilang, kalau tidak suka pergilah. Aku juga sudah memperbolehkan mu jika kau ingin pergi bersama temanmu si Milka itu." Mencoba menarik Vape.


Stella :"Kamu yakin dengan perkataan mu?" melemparkan Vape jauh.


Marcel :"Hei, kau tidak tau berapa juta aku menghabiskan uang untuk membeli benda itu. Benda ini mahal, jangan sembarangan." Mengambil Vape yang di lempar.


Stella :"Apa dia lebih mahal dari kesehatan mu Marcel?" melihat Marcel.


Marcel :"Sudahlah, pergilah ke kamar jika kau ingin tidur. Tidak usah perduli dengan ku."


Stella :"Apa kamu yakin dengan ucapan mu tadi? kamu sudah memperbolehkan ku pergi ? meskipun pergi dari rumah ini?"


Marcel :"Terserah mu saja, jika kau ingin pergi ya pergi saja."


Stella :"Apa kamu tidak akan menyesal dengan perkataan mu?"


Marcel :"Tidak."


Stella :"Besok aku akan balik ke rumah orang tua ku bersama Milka."


Marcel :"Hati-hati di jalan." Menghisap Vape.


Stella berjalan meninggalkan ruangan itu dan menuruni tangga, dan masuk ke dalam kamarnya.


Marcel langsung melemparkan Vape ke bawah, Vape jatuh tepat di tepi kolam renang.


" Bodoh kau Marcel, bodoh." Memukul kepalanya.

__ADS_1


" Bagaimana jika ia pergi? dan tidak ingin balik ke sini lagi? Berarti pernikahan ku betul-betul hancur." Ucap Marcel dalam hatinya.


Marcel membaringkan tubuhnya di kursi santai dan lama kelamaan ia tertidur menikmati hembusan angin.


__ADS_2