
Sesampai di rumah sakit gelora, Marcel langsung memarkirkan mobilnya di parkiran yang kosong, mereka segera berjalan memasuki rumah sakitu itu, Mamanya langsung berjalan menuju meja informasi mencari nama Stella.
Mama Marcel : Permisi suster, Pasien atas nama Stella Aurora dirawat dimana ya?
Perawat : Sebentar ya Bu (membuka buku daftar nama pasien)
Setelah mencari cukup lama
Perawat : Mohon maaf ibu, nama itu belum terdaftar di dalam buku ini. Kalau boleh saya tau Kapan pasien masuk ya Bu?
Mama Marcel : Tadi pagi kalau gak salah sus, sekitar jam 10 , korban tabrak lari.
Perawat : Oh pasien tersebut memang belum terdaftar Bu, namun pasien tersebut sedang berada di ruangan ICU bu, belum masuk kamar Bu, cewe kan Bu?
Mama Marcel : Iya sis, ruang ICU yang di mana ya Bu?
Perawat : Di lantai 3 Bu , nanti ibu bisa tanyakan dengan perawat yang berada disana.
Mama Marcel : Makasih sus (langsung berjalan meninggalkan perawat itu)
Mereka segera berjalan menuju lift , Namun lift sangat lama, mereka pun mengutus untuk menggunakan tangga saja . Mereka berjalan ke tangga menaiki satu per satu tangga hingga di lantai 3, sesampai di tangga Mama Marcel itu segera berlari menuju Meja informasi yang ada di lantai 3.
__ADS_1
Mama Marcel : Sus, ruang ICU dimana?
Perawat : Atas nama dokter siapa Bu?(berdiri melihat mama Marcel)
Mama Marcel : Aduh saya kurang tau, tapi atas nama pasien Stella sus, baru masuk tadi jam 10.00
Perawat : Oh itu Bu, dari sini ibu lurus di gang pertama ibu langsung belok kanan, disana ada tulisan ICU Bu.
Mama Marcel : Makasih sus (langsung berjalan lurus menuju tempat yang ditunjuk)
Mama Marcel segera berlari menuju ruangan yang ditunjuk, Marcel pun berlari , mendengar kabar Stella ditabrak saja itu sudah membuat tubuhnya lemas tak berdaya, ia bahkan mendengar lagi bahwa Stella masuk ruang ICU tubuhnya semakin tak kuat.
Kenapa harus Stella? kenapa bukan aku saja? "ucap Marcel di dalam hati.
Mama Marcel : Gimana kabar Stella dek?(ikut berdiri menatap Stella dari kaca )
Mama Stella : Belum sadar dia kk(duduk di kursi yang ada didepan ruang ICU)
Sementara Marcel terus menatapi Stella dari kaca, ingin rasanya aku masuk kedalam"ucap Marcel dalam hati. Setelah melihat Stella Marcel pun ikutan duduk bersama mamanya, ia mendengarkan pembicaraan mamanya itu.
Mama Marcel : Gimana ceritanya dek? (melihat mama Stella)
__ADS_1
Mama Stella : Dia belanja di swalayan depan komplek itu kak, di pinggir jalan ini ada mobil berhenti, terus Stella nyebrang nih, ada mobil kencang tiba tiba lewat , sampai terpental katanya sih Stella , lari pula dia.
Mama Marcel : Astaga kurang ajar banget, siapa yang nolongin dek?, kalau mau belanja bisa suruh Marcel aja loh dek.
Mama Stella : Itu yang nolongin orang yang mobilnya berhenti dipinggir jalan tadi kk, itulah dia kk aku Uda suruh naik gojek aja, atau ajak bang Marcel , dia gak mau.
Mama Marcel : untung ajalah ya, iya suruh Marcel aja lain kali kalau kayak gitu dia juga dirumah gak ngapa ngapain, jadi gimana keadaanya ?
Mama Stella : belum sadar dia dari tadi kk.
Tiba tiba dokter dari ruang ICU itu keluar dan menghampiri orang tua Stella.
Dokter : Ibu, untuk saat ini pasien belum sadarkan diri tapi keadaannya tidak begitu mencemaskan, hanya ada benturan sedikit di kepala , dan lecet di bagian tangan dan kakinya namun itu tidak berbahaya .
Mama Stella : Makasih ya dok, Jadi dia Uda bisa pindah kamar dok?
Dokter : Iya Uda bisa Bu, tapi di sana dia masih akan terus melakukan perawatan . Ibu tolong urus administrasi supaya ia bisa segera pindah kamar Bu, ibu juga bisa menentukan kamar untuk anak ibu.
Mama Stella : Makasih ya dok.
Dokter pun langsung meninggalkan mama Stella.
__ADS_1
Mama Stella : Aku urus administrasi dulu ya kk (berjalan meninggalkan mama Marcel)
Sementara Marcel dan mamanya masih terus memandangi Stella dari balik kaca