
Pada pukul 14.00, Marcel membangunkan Stella yang tertidur pulas karena kelelahan.
Marcel :"Stella, bangun hei." Mengelus pipi Stella.
Stella bangun dan menguap. Ia mengangkat selimut yang berada di tubuhnya.
Stella :"Eh," melihat tubuhnya. "Ambilkan baju ku Sel." Menunjuk baju yang yang terlipat di atas sofa.
Marcel mengambil pakaian Stella yang tadi ia lipat agar tidak kusut dan memberikan nya kepada Stella.
Marcel :"Jangan melarang ku untuk keluar ya, aku ingin di sini."
Dengan terpaksa Stella berpakaian di depan Marcel, perasaan malu itu masih ada.
Marcel :"Kamu jangan malu, aku sudah melihat semua bentuk tubuhmu. Biasakan saja biar terbiasa."
Stella :"Aku masih mengantuk sekali loh." Sambil menguap.
Marcel :"Sebentar lagi akan diadakan pengangkatan jabatan, acaranya hanya sebentar. Setelah itu kita pulang, dan berangkat ke kota XX."
Stella :"Oh baguslah." Menguap.
Marcel :"Makasih ya," memegang pipi Stella.
Stella memberikan senyuman kepada Marcel, lalu keluar dari ruangan tersembunyi itu.
Marcel :"Apa kamu lapar?" Merangkul Stella sambil berjalan.
Stella :"Tidak. Aku keluar duluan ya,"
Marcel :"Tidak usah, oh ya Stell aku akan memberi tau kepada seluruh pegawai di perusahaan ini bahwa kamu itu istriku."
Stella :"Jangan dong Sel," duduk di sofa.
Marcel :"Mereka harus tau Stell, supaya orang tidak meremehkan mu."
Stella :"Tidak Sel, mereka tidak meremehkan ku."
Marcel :"Mila?"
Stella :"Iya hanya dia saja, yang lainnya tidak kok." Memasang dasi ke leher Marcel.
Marcel :"Saat jabatan mu naik tentu banyak karyawan yang tidak setuju maka dari situ aku akan menjelaskan kalau kamu itu istriku, kamu itu bekerja untuk membantu ku."
Stella :"Sel, tidak usah biar mereka yang tau sendiri. Kamu tidak usah memberitau mereka." Memegang perutnya.
Marcel :"Aku tetap akan memberitau nya Stella,"
__ADS_1
Stella :"Sel, aku sudah menuruti keinginan mu tadi, kenapa hanya ini yang ku minta kamu tidak bisa menurutinya?" Memegang perutnya
Marcel :"Perut mu kenapa Stella?" Memegang perut Stella.
Stella :"Perut ku akan terasa sakit jika aku emosi dan sedih,"
Marcel :"Hei, hei ya sudah aku tidak akan memberitau nya. Untung saja ada anak ku di dalam perutmu, dia membuatku membatalkan keinginan ku." Mengelus perut Stella.
Stella :"Makasih Marcel." Memberi senyuman, "aku keluar duluan ya,"
Marcel :"Iya hati hati Stell, aku mau ke toilet dulu."
Stella keluar dari ruangan Marcel dan berjalan menuju aula perusahaan. Mila yang juga berjalan menuju aula menarik tangan Stella.
Mila :"Saya tidak tau ya kenapa Bapak Marcel sekarang tidak mendengarkan perkataan saya, tetapi saya sangat yakin itu karena ada pengaruh dari kamu. Kamu sadar tidak kenapa kamu bisa keterima di perusahaan ini ? Itu hanya karena belas kasihan pak Marcel kepada mantan pembantunya tidak ada alasan yang lain selain itu, jadi saya berharap kamu dapat mengubah perilaku mu kepada saya dan tolong jangan pernah mendekati Pak Marcel. Semenjak perusahaan ini berdiri, saya lah yang selalu berada di sampingnya, dan kedatangan mu menghancurkan segalanya. Kalau kamu berfikir saya menyukai Pak Marcel ya itu memang benar dan bukan hanya sekedar suka saya juga sangat mencintai nya, saya juga mencintai uangnya. Saya tau kok kamu juga punya perasaan yang sama seperti saya, kita mencintai Pak Marcel dan uangnya, tetapi nasib kita berbeda. Kamu tidak akan pernah bisa mendapatkan pak Marcel, kamu sadar diri dong dulu itu kamu hanya seorang pembantu dan sekarang di angkat menjadi karyawan, jadi Tipe pak Marcel itu bukan wanita rendahan seperti mu." Menarik tangan Stella.
Stella :"Lalu apa kamu tipe seorang CEO yang bernama Marcelio Chandra itu?"
Mila :"Saya merasa iya, saya adalah wanita tipe pak Marcel, tolong mundur saja. Jangan pernah berfikir untuk mendapatkannya lagi, kamu harus ingat Semenjak perusahaan ini berdiri saya sudah ada mendampingi Pak Marcel dan kamu tau maksud saya?"
Stella :"Lalu, kenapa kalau kamu sudah ada? Apa itu menjadi masalah."
Mila :"Semenjak perusahaan ini masih nol saya sudah menjadi sekretarisnya, saya yang selalu mendapinginya dan membantu segala pekerjaannya hingga perusahaan ini menjadi perusahaan yang besar. Jadi perusahaan ini besar bukan hanya karena Pak Marcel, ini juga karena ada jasa dari saya, sudah bertahun tahun saya mencintai pak Marcel dan saya juga sudah merasakan perubahan perkembangan perasaan pak Marcel kepada saya, dulu saya sangat yakin bahwa pak Marcel mencintai saya ia memberikan saya apapun yang saya butuhkan dan memberikan fasilitas terbaik buat saya hingga kini, tetapi semenjak kedatangan mu perlahan berubah ya,"
Stella :"Kalau kamu menarik tangan saya hanya untuk membicarakan hal itu mendingan dari tadi saya pergi ya, kalau kamu begitu yakin kamu itu tipe pak Marcel ya sudah berusahalah, karena kalau kamu memang tipe nya kamu akan mendapatkannya. Pak Marcel hanya memberikan apa yang kamu butuhkan bukan apa yang kamu inginkan jadi jangan terlalu baper."
Mila :" hahaha, oh itu saja sudah cukup sih karena status kami kan belum menikah, kalau sudah menikah mungkin dia akan memberikan apa yang aku inginkan. Dia memberikan apa yang aku butuhkan itu juga karena dia tidak ingin aku kekurangan apapun, seharusnya dari sisi ini kamu dapat melihat bahwa dia mencintai saya."
Mila :"Saya permisi Pak," berjalan
Stella pun berjalan meninggalkan Marcel, tetapi Marcel menarik tangannya.
Marcel :"Hei Stella," menarik tangan Stella "kenapa lagi? Apa yang di katakannya kepadamu?"
Stella :"Apa kamu mencintai nya?"
Marcel :"Tidak Stella, aku tidak mencintainya tidak akan pernah."
Stella :"Apa kamu memenuhi segala kebutuhannya?"
Marcel :"Tidak," mengerutkan dahinya.
Stella :"Dia bilang kamu memenuhi segala kebutuhannya, kamu juga memberikan fasilitas kepadanya."
Marcel :"Kebutuhan apa yang dia maksud? Jaminan kesehatan? Uang makan? Fasilitas mobil? Rumah? Apakah itu?"
Stella :"Apa kamu memberikannya?"
__ADS_1
Marcel :"Memang aku yang memberikannya tetapi itu dari kantor, dan jika dia keluar dari perusahaan ini semua fasilitas itu akan di tarik,"
Stella :"Tetapi dia berbicara sangat meyakinkanku, bahwa kamu punya perasaan padanya."
Marcel :"Hei tidak sayang, dia itu wanita seperti ular. Dia sangat licik sayang, sudah ayok kita masuk ya, jangan pikirin itu lagi."
Mereka masuk ke dalam aula kantor.
Marcel segera duduk di urutan paling depan yang menghadap ke karyawan lainnya.
Marcel :"Baik, selamat siang. Saya berharap semua sudah berkumpul di aula ini, apa semua sudah masuk?"
"Sudah pak" jawab atasan satu per satu.
Marcel :"Baik terima kasih kepada semuanya, saya mengumpulkan kita semua di sini karena hari ini akan ada pengangkatan jabatan, Mulai hari ini perusahaan ini akan memiliki Sosok direktur utama ia adalah, Stella Alonso, silahkan Stella untuk menempati kursi di samping saya." Menunjukkan kursi kosong di sampingnya.
Semua karyawan akunting terheran heran, karyawan lainnya juga merasa aneh karena sebelumnya ia tidak pernah berjumpa dengan sosok Direktur utama baru itu. Mila si sekretaris Marcel merasa sangat kesal, "kenapa bisa seperti ini? Apa yang terjadi? Siapa dia sebenarnya?" Ucap Mila dalam hatinya.
Stella berjalan dan duduk di samping Marcel.
Suara tepuk tangan memenuhi aula itu.
Marcel :"Baik, mungkin banyak karyawan yang bingung dan merasa aneh, karena menurut kalian mungkin Stella merupakan karyawan baru di perusahaan ini. Tetapi hal yang perlu kalian ketahui ini adalah masa lalu Stella,"
Marcel menyalakan televisi ukuran besar dan menyambungkan koneksi dari hp nya ke televisi itu. Saat televisi itu menyala tampak foto Stella di layar, ia merasa senang sekaligus malu.
Marcel :"Jadi ini adalah foto Stella Alonso seorang direktur utama saat ia mendapat gelar sarjana." Menunjukkan foto Stella memakai pakaian wisuda.
Lalu Marcel menggeser layar televisi itu, kemudian tampak lagi foto Stella yang berdiri bersalaman dengan Seorang lelaki.
Marcel :"Ini adalah Seorang direktur utama di perusahaan CeNe, dan di foto ini Stella sedang di angkat menjadi wakil direktur di perusahaan itu. Dia pernah menjabat menjadi wakil direktur di perusahaan terkenal di kota XX, PT. CeNe adalah perusahaan terkenal bukan? Semua sudah kenal pastinya dengan PT. CeNe, PT. CeNe juga bukan perusahaan sembarangan, namun Stella tidak mempunyai waktu yang lama untuk menjabat jabatannya, tetapi Dia datang ke kota XY atas perintah orang tuanya dan mendapatkan pekerjaan di sini lalu ia keterima menjadi seorang akuntan. Saya kurang setuju jika mantan wakil direktur akan menjadi seorang akuntan saja di perusahaan ini, melihat masa lalu dia yang berpengalaman dan saya juga percaya padanya maka saya akan menjadikan nya sebagai direktur utama di perusahaan ini. Pengangkatan jabatan ini juga bukan hanya usul dari saya tetapi juga usul dari direktur dan dukungan dari lainnya. Maka dari itu Stella Alonso resmi menjadi direktur utama mulai hari ini di perusahaan ini." Menepuk tangannya
Semua orang menepuk tangannya.
Stella :"Terima kasih buat semuanya, terima kasih buat kepercayaan nya kepada saya, saya akan membantu mengembangkan dan meningkatkan perusahaan ini dengan baik." Ucap Stella memegang perutnya.
Marcel meletakkan mik yang ia pegang, dan melihat Stella wajahnya berubah seperti kesakitan.
Marcel :"Stella kenapa?" Berbicara pelan.
Stella :"Perut ku sakit." Memegang perutnya.
Marcel :"Ayok kita pulang," memegang tangan Stella
Stella :"Tidak usah pegang tangan aku sel." Melepaskan tangan Marcel.
Marcel :"Baik, sekian ucapan dari saya. Saya akan pamit, terima kasih."
__ADS_1
Marcel dan Stella berjalan keluar dari aula, Marcel menyuruh asistennya untuk menyelesaikan acara di aula langsung.
Mereka berjalan memasuki lift dan keluar dari gedung, mereka berjalan memasuki mobil, Marcel pun melajukan mobilnya menuju pulang ke rumah.