Tetanggaku Di Hatiku

Tetanggaku Di Hatiku
Ruangan Marcel


__ADS_3

Stella kembali keruangan interview, dan duduk kembali bersama para pelamar pekerja lainnya. Ia memainkan Hpnya sambil menunggu instruksi berikutnya. HRD datang memasuki ruang interview.


HRD : Mohon tunggu sebentar, Karena CEO mengatakan para pelamar akan di terima hari ini, agar dapat langsung bekerja nanti siang . Nanti saya akan balik ke sini, Memberikan berita lagi.


HRD itu pergi dari ruang interview itu dengan membawa berkas berkas pelamar yang menurut nya cocok. Ia membawanya dan memberikannya kepada Marcel.


HRD : "Permisi. Ini Pak, berkasnya." Memberikan berkas.


Marcel : "Silahkan duduk Pak," mengambil berkas.


Marcel mengutamakan Stella. Ia mencari berkas-berkas yang bernama Stella, namun tidak menemukannya.


"Oh iya dia tidak membawa berkas tadi."Ucap Marcel dalam hati.


Marcel : "Apa menurut Bapak, orang-orang ini cocok?"


HRD : "Menurut saya iya Pak, tadi saya juga sudah mewawancarai nya. Tapi semua keputusan ada di tangan Bapak."


Marcel : "Saya setuju juga Pak, karena ini juga orang orang yang menurut saya cocok untuk diterima."


HRD : "Berkasnya kurang satu Pak, para pelamar Ada 32 sedangkan berkas hanya berjumlah 31. Sepertinya ada yang tidak membawa berkas. Ada orang bernama Stella Pak. Kalau menurut pengakuan dia sih pengalaman kerjanya cukup bagus Pak, dia seorang wakil Direktur dulunya tapi setelah saya mencari berkas yang bernama Stella tidak ada Pak. Saya tidak tau cerita dia benar atau tidaknya tentang pengalaman kerjanya Pak, tapi saat dia bercerita sepertinya memang seperti orang berpengalaman."


Marcel : "Oh ya sudah dia itu terima saja. Tadi saya juga mewawancarai dia, dia sepertinya memang berpengalaman sekali Pak. Saya yakin dengan dia, apa semua pelamar melamar di bagian Akuntan Pak?"


HRD : Oh tidak Pak, hanya 3 orang yang melamar sebagai akuntan. Sisanya ada yang marketing, ada yang melamar sebagai Ilmuan bumi dan lingkungan, teknisi , dan operator pak.


Marcel : Oh baik, apakah 3 orang pelamar akuntan itu sudah termaksud Orang yang tidak membawa berkas?


HRD : Tidak pak, Berapa yang akan di terima di bagian akuntan pak?


Marcel : 4 ya termaksud orang yang tidak membawa berkas itu.


HRD : Oh baik pak.


Marcel : Pak tolong beritahu mereka segera, Dan tolong dengan cara yang benar agar tidak menyakiti hati orang yang tidak keterima.


HRD : Baik pak, Saya permisi.


HRD itu pun segera berjalan keluar ruangan Marcel, ia berjalan menuju ruang interview Dan memasuki nya.


HRD : saya dan ceo sudah berbincang bincang mengenai siapa yang akan keterima Diperusahaan ini, Saya berharap Bagi yang belum keterima agar tidak berkecil hati. Karena perusahaan ini masih akan terus membuka lowongan pekerjaan mencari siapa yang cocok sampai kapanpun. Saya akan mengirimkan ke Email kalian masing masing saat jam makan siang mengenai diterima atau tidaknya. Dan jika kalian mendapatkan informasi bahwa kalian keterima tolong untuk segera bekerja di siang hari nanti, Ini perintah dari CEO. Tolong jangan Membantah ataupun ada alasan untuk tidak bisa bekerja siang ini. Dan gunakan pakaian yang sopan. Sekarang kalian bisa keluar dari ruangan ini, Terima kasih.


Semua para pelamar itu pun keluar dari ruangan, HRD itu memanggil Stella.


HRD : Stella (mengejar Stella)


Stella : Iya pak, ada apa?


HRD : Kamu tidak mengumpulkan berkas?


mati aku, Ketahuan pula "ucap Stella dalam hati.

__ADS_1


Stella : Kumpul kok pak, tapi semalam. Saya langsung memberikannya kepada pak Marcel.


HRD : Oh ya ? Dia tidak mengatakannya kepada saya. Saya minta email mu, untuk memberitahu kamu apa diterima atau tidaknya.


Stella : Oh ini pak (memberikan Ponselnya yang sudah menampilkan email-nya)


HRD : Oh oke terima kasih.


HRD itu pun berjalan meninggalkan Stella, ia berjalan memasuki ruangan Nya, Ia meminta agar Para HRD membantu nya mengirim informasi ke email masing masing.


Stella berjalan Memasuki lift, Saat lift sudah terbuka, ia segera keluar dari lift dan berjalan menuju ruangan Marcel. Lagi lagi ia berpapasan dengan Sekretaris Marcel yang bernama Mila itu.


Sekretaris : Kamu mau ngapain lagi ? (menghentikan langkah kakinya)


Stella : Apa urusan anda? (ikut berhenti berjalan)


Sekretaris : Tentu ini urusan saya, Bagian ini wilayah kekuasaan saya.


Stella : wilayah kekuasaan? Tadi HRD itu tidak menjelaskan bahwa anda mempunya kekuasaan disini.(menaikkan alisnya)


Sekretaris : Sepertinya saya ingat kamu, kamu pembantu Marcel kan? iya iya saya ingat.


Stella : Oh iya, permisi( berjalan meninggalkan Mila)


Sekretaris : Tunggu (menarik tangan Stella), saya yakin kamu tidak akan diterima Marcel. Jangan banyak berharap kamu, Saya akan suruh Marcel untuk tidak menerima kamu. Dia pasti bakal dengerin perkataan saya karena saya ini pacar Marcel. (menunjuk dirinya)


Stella : Saya tidak berharap bisa keterima disini, Tapi saya yakin saya bakal diterima. Siapapun kamu itu tidak penting buat saya. (meninggalkan Mila)


Sekretaris : Dasar pembantu tidak tau diri, saya yakin kamu tidak akan diterima (berteriak)


Marcel : Stella (memberi senyuman), Masih pusing gak? (melihat laptopnya)


Stella : Hanya sedikit (duduk di kursi hadapan Marcel)


Marcel : Nanti makan siang bareng ya (melihat Stella)


Stella : Gak usahlah, yang ada aku dikatain sama sekretaris kamu yang tidak tau diri itu lagi.(berjalan menuju sofa )


Marcel : Dia kenapa? apa dia cari masalah lagi? (Berjalan menuju sofa dan duduk disana)


Stella : Oh sudah jelas, kok bisa sih kamu punya sekretaris kayak dia? gak tau diri.


Marcel : Emang dia apain kamu sih? aku penasaran.


Stella : Dia masih ngaku dia pacar kamu, apa jangan jangan memang benar ya ?(melihat Marcel dengan tatapan sinis)


Marcel : Kalau iya emang kenapa (merangkul bahu Stella) kamu cemburu?


Stella : Ih gak ( menepiskan tangan Marcel)


Marcel : Gak lah Stella, Dia itu ngarep sama aku (memberi senyuman), nanti makan bareng ya (merangkul Stella)

__ADS_1


Stella : iya (memberi senyuman)


Marcel : Boleh?(memberi senyuman nakal)


Stella : Boleh apa ?(melihat Marcel dengan wajah bingung)


Marcel : Main (membuka dasinya)


Stella : Ih gak gak, awas (menepiskan tangan Marcel yang merangkul bahunya dan berdiri)


Marcel : Aku pengen (menarik tangan Stella dan membuka Tali pinggang nya)


Stella : Ih Marcel, nanti diliat orang (Terduduk di sofa karena ditarik Marcel )


Marcel : Aku kunci pintu nya ya (berjalan menuju pintu dan menguncinya)


Stella : Marcel gak usah(berjalan mengejar Marcel yang sedang mengunci pintu), aku gak mau (menggelengkan kepalanya)


Marcel : Kenapa sih ayok (menarik tangan stella ke sofa)


Stella : Gak aku gak mau ya (melepaskan tangan Marcel yang menggenggam tangannya), Perut aku lagi sakit banget, kamu juga belum buktiin kalau Dia bukan pacar kamu.


Marcel : Perlu bukti kayak mana lagi stell?(membuang mukanya dari hadapan Stella)


Stella : Ya, bukti kalau kalian memang gak pacaran (melihat Marcel)


Marcel : terserah kamu lah, Kamu memang banyak alasan. (berdiri dari sofa dan berjalan menuju meja kerjanya)


Stella : Marcel, aku minta bukti dulu, kan selama ini kamu aja yang mengaku kalau dia bukan pacar kamu, tapi dia masih mengaku kalau kamu itu pacar dia.


Marcel : kamu gak percaya sama aku? Sampai kapanpun dia bakal mengaku kayak gitu, karena dia suka sama aku Stell, Terserah kamu lah, kamu mau percaya atau enggaknya, sekarang keluar lah dari ruangan ku.(membuka laptopnya)


Aku memang selalu mencari alasan buat menghindarinya, padahal aku sangat yakin dia tidak pacaran dengan sekretaris itu"ucap Stella dalam hati.


Stella : Marcel (berbicara dengan suara lembut dan berdiri di samping kursi Marcel), Tolong kamu buktiin sama aku kalau kalian memang tidak ada hubungan


Marcel : Bukti apa lagi stella? Gak ada yang perlu di buktikan karena aku memang tidak punya hubungan sama dia (berdiri), Ya sudah kalau kamu memang tidak mau pergi saja , kamu bisa buka kuncinya sendiri kan? pergilah


Stella : Kamu kok marah sih ?(mengerutkan wajahnya)


Marcel : Bagaimana aku tidak marah, kamu menuduh ku selingkuh, Itu hanya alasan kamu buat menolak keinginanku kan


Stella : Aku janji aku bakal lakukan keinginanmu tapi setelah aku benar benar tau kamu sama dia gak ada hubungan.


Marcel : Aku gak tau mau jelasin kayak mana lagi sama kamu stell, Aku Uda ngomong juga kamu gak percaya kan.


Stella : Marcel (memegang bahu Marcel), Aku percaya sama kamu(memberi senyuman)


Marcel : Makasih stell (memeluk Stella), boleh aku cium? (melepaskan pelukannya dan menunjuk kening Stella)


Stella pun menganggukkan kepalanya , menandakan ia memperbolehkannya. Marcel pun langsung mencium kening stella. Stella pun memegang telapak tangan Marcel dan menciumnya. Marcel sangat kaget dan terharu melihat Stella yang mencium tangannya.

__ADS_1


Marcel : Aku hanya mencintai mu Stella (kedua tangannya memegang bahu Stella), aku tidak akan selingkuh, aku janji (memberikan kelingking)


Stella pun memberikan kelingkingnya dan memberikan senyuman.


__ADS_2