
Setelah masakan jadi, mereka sarapan bersama. Setelah sarapan Stella pulang ke rumahnya dan beristirahat di sana. Ia melewati hari ini hanya dengan makan, bermain hp, menonton televisi lalu tidur selama seharian.
Tepat pada pukul 22.45, Marcel menelfon mama Stella. Mama Stella pun menjawab panggilan dari Marcel.
Marcel :"Halo Tan,"
Mama :"Iya Marcel, ada apa?"
Marcel :"Stella kemana ya? Apa dia ada di rumah? Dari tadi aku telvon dia tidak mengangkatnya."
Mama :"Oh dia ada di rumah kok marcel, sebentar tante cek ke kamar ya."
Marcel :"Oh iya Tan,"
__ADS_1
Mama :"Marcel, panggilannya diubah ke Vidio call aja ya."
Marcel :"Iya Tan," mengubah panggilan ke Vidio call.
Mama :"Ini dia Marcel, itu hpnya di tangannya."
Marcel :"Oh hahaha, ya sudah Tan. Tante tolong letakin hpnya di meja ajalah Tan,"
Mama :"Iya Marcel, ini Tante juga mau letak di meja."
Mama :"Tidak, hanya pakai tank top," membuka selimut dan menunjukkannya kepada Marcel.
Marcel :"Ooh, makasih ya Tan. Sudah dulu ya."
__ADS_1
Mama :"Iya Marcel." Mematikan televon
****
Marcel berbaring di tempat tidurnya memikirkan Stella.
"Dia berbeda ya denganku, aku tidak bisa melewati hari ku tanpa kabar darinya, tetapi dia sudah nyenyak sekali tidurnya. Bahkan seharian ini kami belum ada berkomunikasi melalui telepon, sepertinya dia memang tidak ada rasa cinta padaku. Selama ini yang dikatakan nya mencintaiku sepertinya hanya kebohongan agar menenangkan perasaanku. Selama ini dia juga tidak pernah tidur memakai tank top, dia selalu memakai baju yang sangat tertutup, tetapi saat aku tidak bersamanya ia memakai nya. Aku sangat egois jika terus mempertahankan rumah tangga ku, aku memang mencintai Stella, aku sangat mencintainya, aku senang jika ia senang. Aku akan melepaskannya, aku tidak boleh egois. Biarkan saja dulu dia tinggal di sana, dia saja yang mengurus cabang baru yang akan di buka di kota itu, dia juga meminta seperti itu kemarin, berarti semalam saat dia bilang dia sudah siap menjadi yang terbaik untukku itu apa? Apa karena terpaksa?" Ucap Marcel dalam hatinya.
Rasa kangen dan rindu yang ada dalam dirinya membuatnya kesulitan untuk tidur, ia terus memikirkan pujaan hatinya itu, ia mengambil ponselnya lalu ia membuka galeri hp nya. Ia menekan foto dirinya yang sedang bersama Stella, lalu ia memperbesar foto melihat Stella. Stella tampak sangat bahagia di foto itu, Marcel terus menatapi foto itu sambil memikirkan Stella, hingga air mata nya mengalir di pipinya.
"Maafkan aku Stella, maafkan keegoisanku. Kamu berhak bahagia Stella, kamu berhak menikmati masa muda mu kembali, meskipun aku sudah mengambil masa mudamu. Kamu berhak hidup bersama pilihanmu, kamu berhak dicintai lelaki yang tulus mencintaimu tanpa keegoisan" Ucap Marcel dalam hatinya.
"Aku sudah banyak sekali melakukan hal yang menyakiti perasaan Stella, aku sangat sering membuatnya menangis. Aku tidak akan melakukannya lagi Stella, aku berjanji aku tidak akan membiarkan air mata jatuh di pipi mu lagi, aku akan melakukan apapun yang akan membuatmu bahagia, meskipun itu untuk melepaskanmu." Ucap Marcel dalam hatinya lalu mencium foto Stella.
__ADS_1
Perasaan Marcel sudah mulai lega setelah melihat foto stella, ia pun memilih untuk tidur karena besok pagi sekali ia akan berangkat ke kota XX.