Tetanggaku Di Hatiku

Tetanggaku Di Hatiku
Kopi untuk Satpam


__ADS_3

Stella tertidur di kamarnya sampai malam hari.


Pada pukul 18.00, Marcel bersiap siap untuk berangkat ke pertandingan basket . Ia meminta agar diantarkan oleh supir pribadinya.


Mereka pun berangkat ke lokasi pertandingan, disana Marcel Melakukan pertandingan hingga selesai, supirnya pun menyaksikan pertandingan itu.


Stella keluar kamarnya dan berjalan menuruni tangga, ia makan malam bersama Para pembantunya dan satpam satpamnya. Selesai makan pun Stella naik kembali ke atas dan masuk ke kamarnya, Ia membuka kotak hp itu dan mengeluarkan hp iPhone itu dari kotaknya, Ia memasukkan kartu Yang sudah di belikan Marcel juga. Ia begitu senang mendapatkan hp itu.


Dari dulu pengen banget bisa beli hp iPhone yang terbaru tapi gak kesampaian "ucap Stella dalam hati sambil memperhatikan hp itu.


Stella pun menyambungkan koneksi WiFi dengan hp itu. Ia mencoba coba berfoto selfie untuk menguji kamera hp itu. Stella tetap dikamar hingga pukul 22.00 .


Pada pukul 23.00, ia melihat Marcel berjalan menaiki tangga dengan tubuh yang sangat berkeringat, ia tidak memperdulikan Marcel. Ia cuek saja dan terus menuruni tangga. Stella sangat kehausan dan mengambil minuman di dapur. Saat ia minum , telefon rumah yang berada di dapur itu berdering, Stella pun mengangkatnya karena tak ada satupun orang disana.


Stella : Halo


Halo nona apa disitu ada bi Murti?"ucap penelpon.


Stella : Risky ya? Kenapa?


Risky : Tolong suruh bi Murti nona, antarkan kopi yang saya letak didalam kulkas tadi


Stella : Oh oke (meletakkan telefon)


Stella pun berjalan menuju kamar bi Murti, namun bi Murti sudah terlelap dalam tidurnya. Stella pun mengambil kopi dalam kulkas dan membawakannya untuk Risky yang berada di pos satpam. Marcel melihat Stella dari atas saat membawa kopi itu, ia pun mengintip dari jendela saat Stella berjalan keluar rumah, ia melihat Stella memberikan kopi kepada risky.


Risky : Astaga nona, terimakasih banyak, kenapa tidak bi Murti saja nona( mengambil kopi dari tangan Stella)


Stella : Tidak apa apa , bibi sedang tidur tidak mungkin saya membangunkannya hanya untuk mengantar kopi saja

__ADS_1


Risky : Terimakasih nona, maafkan saya jika saya merepotkan Anda


Stella : Haha tidak kok, saya masuk dulu (berjalan meninggalkan pos itu)


Saat memasuki rumah Stella di panggil oleh supir pribadi Marcel.


Supir : Nona nona (berlari mengejar Stella memasuki rumah)


Stella : Kenapa?(melihat kebelakang ke arah supir)


Supir : Apa saya boleh bicara sebentar


Stella : Boleh, silahkan (memberi senyuman)


Supir : Nona istri tuan kan?


Stella : Kenapa ya?


Stella : Iya gak apa apa, dia mengajak saya kok


Supir : Menurut saya besok nona datang saja, kasian tuan nona, Dia disana sendirian , Saya yakin tuan pasti membutuhkan pasangan saat ia sedang bertanding. Saya hanya kasian hanya tuan yang tidak memiliki pasangan tadi nona.


Stella : Besok masih ada?


Supir : Masih nona, besok final, apa besok nona mau datang?


Stella : Boleh, dimana lokasinya?


Supir : Besok saya suruh supir nona untuk mengantarkan nona, saya akan beri tau lokasinya kepada supir nona.

__ADS_1


Stella : Oh oke, apa kamu disuruh Marcel?


Supir : Tidak nona, ini dari hati nurani saya sendiri


Stella : Oh baiklah, saya mau tidur


Supir : Selamat tidur nona, semoga tidurmu nyenyak


Stella : Terimakasih (berjalan meninggalkan supir itu)


Stella pun berjalan memasuki rumah dan menaiki tangga, Ia melihat Marcel berdiri di ujung tangga memperhatikannya, awalnya Stella cuek Ia terus berjalan dan langsung membuka pintu kamarnya, namun Marcel memanggilnya.


Marcel : Stella , kamu gak liat aku berdiri di sini?


Stella : Lihat (berdiri didepan kamarnya)


Marcel : Kenapa kamu jalan terus?


Stella : emang aku salah ya kalau jalan terus? Kamu juga gak ada panggil aku kan, ngapain aku berhenti


Marcel : Kamu ngapain kasih kopi sama Ricky?


Stella : Aku gak ada kasih kopi sama dia


Marcel : Aku tadi ngeliat


Stella : Aku cuma ngantar doang , dia suruh bibi tapi bibi lagi tidur , udah ya (berjalan mendekati Marcel) usah malam, aku mau tidur (mengambil tangan Marcel dan menciumnya)


Stella pun berjalan memasuki kamarnya Marcel tercengang melihat sikap Stella barusan, ia menatap tangannya yang di pegang Stella.

__ADS_1


Apa aku mimpi? "ucap Marcel dalam hati sambil memukul pipinya.


Marcel pun berjalan membuka pintu kamar Stella namun pintu nya terkunci, ia pun berjalan ke kamarnya dan membaringkan badannya disana.


__ADS_2