Tetanggaku Di Hatiku

Tetanggaku Di Hatiku
Tidak ingin lagi


__ADS_3

Setelah kepergian Prayoga, mereka melanjutkan perbincangan mereka. Marcel dan Gilang membahas mengenai Modal yang ia berikan, Stella dan Milka bercanda tawa di dalam kamar.


***


Tidak terasa sudah pukul 18.00, Stella dan Marcel memutuskan untuk pulang. Marcel melajukan mobilnya kembali pulang ke rumah. Dari tadi semenjak kepergian Prayoga, Stella tampak berubah menjadi pendiam.


Marcel :"Stell, aku sudah tau isi hati kamu yang sebenarnya." Melihat Stella.


Stella melihat Marcel, ia tidak mengerti apa maksud dari perkataan Marcel.


Marcel :"Kamu masih mencintai Prayoga kan?, Kamu tidak perlu menjawab Stell" Melihat ke arah jalanan yang di depan.


Stella :" Aku tidak tau apa perasaan ku saat ini Sel, Aku pikir selama ini aku sudah bisa melupakannya, memang waktu aku tidak melihatnya aku tidak memikirkannya, tetapi begitu tadi aku melihatnya perasaan yang lama itu muncul kembali Sel, aku bingung menjelaskannya Sel" menyandarkan badannya di mobil.


Marcel :"Stell, aku tau itu." Memberi senyuman tetapi hati terluka. "Mungkin Prayoga memang jodoh kamu Stell, Kalian kelihatannya masih sangat mencintai." Fokus menyetir.


Stella :"Sel -"


Marcel :"Kamu tidak usah lagi memikirkan pernikahan kita Stell, Aku tidak mau pernikahan ini merusak hubungan mu dengan Prayoga. Kalau memang sudah jodoh tidak ada yang bisa melarang Stella, daripada pernikahan kita terlanjur berjalan bertahun-tahun mendingan sekarang saja kan?"


Stella :"Maksud mu apa Sel? Kita bercerai?"


Marcel :"Ya begitulah, mungkin ini memang yang terbaik buat kamu ataupun aku, kita mungkin memang tidak jodoh makanya kita dipisahkan lagi."


Stella :"Aku hamil Sel,"


Marcel :"Kamu takut bercerai karena kamu hamil Stell?"


Stella :"Iya,"


Marcel :"Kita akan bercerai nanti setelah kamu melahirkan, kamu tenang saja aku akan bertanggung jawab untuk biaya dia,"


Stella :"Lalu dia nanti ikut siapa?"

__ADS_1


Marcel :"Kalau kamu mau bawa dia ya silahkan."


"Kamu tidak tau bagaimana bentuk hati ku sekarang Stella, tetapi aku sangat menyayangimu maka aku akan melakukan yang terbaik untukmu," ucap Marcel dalam hatinya.


Stella :"Sel,"


Marcel :"Ha?" Melihat Stella.


Stella :"Kamu senang ya kalau kita bercerai?"


Marcel :"Kalau itu yang membuat mu senang tentu akan membuatku senang Stell."


Stella :"Makasih Sel."


Sesampai di rumah, Marcel memarkirkan mobilnya di garasi rumahnya, lalu mereka turun.


Marcel :"Kamu masuk saja, biar aku membawa koper pakaian ke sini."


Stella ;"Oh ya, sekalian bilangin ke mama ku nanti makan malam di sini."


"Apa bercerai itu keputusan yang terbaik? Apa Marcel memang sudah tidak mencintai ku atau hanya karena dia ingin membuatku senang? Marcel juga manusia, dia tidak mungkin selalu meminta ku untuk mencintai nya, ada saat nya juga dia lelah. Aku mencintai Marcel, tetapi rasa cinta ku kepada Prayoga sepertinya lebih besar dari rasa cintaku padanya " ucap Stella dalam hatinya


Marcel masuk ke kamarnya dengan membawa koper pakaian.


Stella :"Sel, rumah kok sepi ya?"


Marcel :"Mereka lagi keluar, beli makanan mungkin."


Stella :"Oh, kamu sini deh." Menepuk tempat tidur di samping tidurnya.


Marcel :"Aku mau mandi," mencari handuk di koper.


"Sepertinya dia menghindari ku, kenapa dia? Apa dia memang tidak mencintai ku?" Tanya Stella dalam hatinya.

__ADS_1


Stella :"Marcel, sini sebentar."


Marcel pun naik ke tempat tidur, Stella mendudukkan badannya lalu bersandar.


Stella :"Kita nanti mandi bareng saja ya," mengambil handuk di tangan Marcel.


Marcel :"Ada apa? Katakan saja. Aku mau mandi, ada yang ingin aku beli di luar nanti."


Stella :"Mau beli apa?"


Marcel :"Itu bukan urusan mu Stella."


Stella :"Oh baiklah. Umur kamu kan lebih dewasa dari aku, jadi pemikiran kamu lebih dewasa tentunya. Apa menurut mu bercerai itu keputusan yang terbaik?"


Marcel :"Iya itu yang terbaik."


Stella :"Kenapa? Apa kamu tidak mencintaiku lagi? Atau ada wanita lain yang kamu cintai?"


Marcel :"Stell, jangan menyudutkan aku, aku tidak mencintai wanita selain kamu. Kita memang tidak jodoh Stell, itu yang membuat kita akan terpisah."


Stella :"Lalu apakah kamu -"


Marcel :"Mencintai tidak harus memiliki kan Stell, maafkan aku, aku baru menyadari itu. Sini handukku aku mau mandi."


Stella :"Kita nanti mandi sama saja," menarik handuk dari tangan Marcel.


Marcel :"Aku tidak ingin mandi bersama lagi Stell." Menarik handuk dengan kuat.


Marcel berjalan menuju kamar mandi dan mandi.


"Dulu dia selalu ingin mandi bersama ku, sekarang dia malah mengatakan tidak ingin mandi bersama lagi. Kenapa sih dia?" Tanya Stella dalam hatinya.


"Kalau aku mandi bersamamu Stell, yang ada aku semakin jauh mencintai mu. Aku tidak ingin itu terjadi, sebentar lagi kita akan berpisah. Aku bukan tidak ingin memperjuangkan mu, tetapi aku rasa sudah cukup 3 bulan untuk membuatmu bisa mencintai ku, tetapi kamu tetap saja tidak bisa mencintai ku Stell, Aku tidak ingin memaksakan keinginan ku saja, aku sudah tidak ingin ada egois dalam diriku. Memaksamu untuk menikah dengan ku itu bagian dari keegoisan ku Stell, aku tidak ingin membuat mu semakin hancur karena keegoisanku." Ucap Marcel dalam hatinya sambil membersihkan tubuhnya.

__ADS_1


Stella mengambil handuk dari dalam koper dan memasuki kamar mandi yang lain. Selesai mandi Marcel langsung mengenakan pakaiannya, ia tidak menemukan Stella di dalam kamar. Marcel mengeluarkan mobilnya dari garasi dan melajukan mobilnya keluar komplek.


__ADS_2