
Pada pukul 09.00 mereka bangun bersamaan. Mereka langsung berjalan keluar kamar. Saat membuka pintu, tampak Milka bersama suami dan anak bayi nya yang bernama salsa itu sedang berkumpul di ruang keluarga yang berada di depan kamar Marcel. Marcel yang melihatnya langsung membalikkan badannya dan berjalan kembali memasuki kamar, namun Stella menarik tangannya.
Stella :"Sel." Menarik tangan Marcel.
Stella memegang tangan Marcel, membawanya ke ruang keluarga tempat Milka berkumpul bersama keluarganya. Marcel duduk tepat di samping Stella dan menatap Milka dengan sinis.
Milka :"Stell, kami sebentar lagi balik ya." Melihat Stella
Stella :"Uda sarapan belum?" Memberi senyuman kepada Salsa.
Milka :"Belum, nanti di jalan aja Stell." Meletakkan Salsa di sofa.
Stella :"Oh sarapan dulu lah yok, pulang nya malam aja lah." Mengangkat kakinya dan melipatnya.
Milka :"Ih kemalaman Stell, tidak berani jalan malam-malam lah Stell bawa anak kecil."
Stella :"Emang berapa jam ke sana kalau memakai mobil?"
Marcel :"16 jam kurang lebih lah."
Stella :"Lama juga ya, kenapa tidak naik pesawat aja kalian? Cuma 2 jam saja."
Gilang :"Kalau ada uang kami juga lebih memilih naik pesawat lah Stell haha" tertawa.
Marcel :"Sarapan dulu lah yok." Berdiri dan melihat semua orang yang berada di dalam ruangan itu.
Stella :"Yok." Melihat Gilang dan Milka.
Mereka berjalan menuruni tangga dan menuju ruang makan, mereka sarapan bersama di ruang makan, tidak ada percakapan disana. Namun tiba-tiba Stella memegang perutnya, mukanya memerah dan berteriak.
Stella :"Auhh" merintih kesakitan.
Semua mata tertuju pada Stella.
Marcel :"Kenapa Stell?" Muka panik sambil merangkul Stella.
Stella :"Sakit Sel." Air mata keluar di pipinya menahan sakit.
Milka :"Apa yang sakit Stell? Ke rumah sakit aja bawa bang." Melihat Marcel.
Marcel :"Kita ke rumah sakit ya." Berdiri dan melihat Stella.
Stella :"Tidak, tolong antarkan aku ke kamar." Melihat Marcel.
Milka :"Wajahmu sudah pucat sekali Stella, bawa ke rumah sakit saja bang Marcel." Berjalan mendekati Stella.
Stella :"Tidak usah, Marcel tolong bawakan aku ke kamar."
Marcel langsung menggendong Stella membawanya ke kamar, Milka dan Gilang mengikuti Marcel dari belakang. Marcel langsung membaring, kan Stella di tempat tidur.
Marcel :"Kita ke rumah sakit ya, aku tidak tega melihat mu seperti ini."
Stella :"Tidak usah Marcel, aku hanya alergi. Aku tidak bisa makan ikan serai." Menutup matanya.
Marcel :"Kita bawa ke dokter saja Stella, nanti semakin parah."
Stella :"Tidak usah, sebentar lagi juga sembuh. Kamu tolong ambilkan air hangat saja." Membuka sedikit matanya.
Marcel pun segera berlari keluar kamar, Milka langsung masuk ke dalam kamar dan mendekati Stella. Sementara Gilang menjaga Salsa di ruang keluarga.
Milka :"Stell, yang mana yang sakit?"
Stella :"Perut aku Milka, tapi tidak apa. Aku hanya alergi, aku tidak bisa makan ikan serai."
Milka :"Ooh, apa alergi kamu memang seperti ini?"
Stella :"Iya, merah di bagian wajah."
Milka :"Lalu perutmu ?"
Stella :"Kalau perut memang udah dari kemarin. Kamu jangan balik dulu ya."
Milka :"Iya stell, aku balik setelah nanti alergi kamu sudah hilang saja."
Stella :"Terima kasih ya, maafin Marcel ya semalam." Memegang tangan Milka.
Milka :"Iya stell, sudah jangan di pikirin. Kami sama-sama emosi itu."
Stella :"Nanti kalau mau pulang, naik pesawat saja ya. Biar aku pesan, kan tiketnya.
__ADS_1
Milka :"Eh tidak usah. Jangan Stell, jangan."
Marcel memberi, kan minuman air hangat kepada Stella.
Milka :"Stell, aku keluar dulu ya. Mau kasih Salsa makan, makanan juga masih ada di bawah belum habis."
Stella :"Iya." Menegukkan air hangat.
Milka :"Kalau butuh aku panggil aja ya." Keluar dari kamar dan menutup pintu.
Marcel duduk di tepi tempat tidur menghapus keringat Stella yang mengalir di keningnya.
Marcel :"Sakit banget ya Stell?" Menarik selimut.
Stella :"Tidak, kamu temani mereka saja di bawah." Melihat Marcel.
Marcel :"Tidak, aku menemani mu di sini saja."
Stella :"Aku mau istriahat dulu Marcel."
Marcel :"Ya sudah, kamu istirahat saja dahulu. Nanti kalau kamu sudah tidur aku akan menemani mereka.
Dalam hitungan menit, Stella pun tertidur. Marcel segera keluar bergabung bersama Milka dan Gilang. Mereka berbincang-bincang bersama, sudah tidak ada perkelahian di antar Marcel dan Milka, mereka sudah saling mengaku bersalah dan saling memaafkan. Mereka sadar mereka adalah orang yang sama-sama mencintai Stella. Mereka akan selalu menjaga kebahagiaan untuk Stella.
Tepat pada pukul 12.00, Stella bangun dari tidurnya. Sakitnya sudah mulai membaik. Ia segera keluar dari kamar dan mencari keberadaan Milka, ia menemukan Milka di depan renang bersama dengan Salsa dan Gilang.
Stella :"Adek mau berenang ya?" Melihat Salsa.
Milka :"Iya Tante, boleh kan?" Melihat Stella.
Stella :"Boleh kok."
Milka :"Udah membaik Stell?" Memberikan Salsa ke Gilang.
Stella :"Sudah kok ka." Duduk di tepi kolam. "Marcel dimana ya? Aku tadi waktu cariin kamu juga tidak ketemu dia."
Milka :"Oh iya aku lupa bilang, tadi dia permisi ke kantor. Katanya sih ada masalah di kantor. Dia titip kamu ke aku tadi suruh jagain kamu." Duduk di tepi kolam.
Stella :"Ooh, udah kompak kalian? Haha" tertawa.
Milka :"Hahaha jangan begitu kami hanya sama-sama emosi, tadi kami udah bercerita panjang lebar. Aku perhatikan dia juga memang betul-betul sayang sama kamu Stell."
Milka :"Haha dia udah di suruh Marcel balik pulang Stell, tadi aku juga tanya begitu sama Marcel. Marcel bilang waktu pukul 06.00, sih Bella terbangun terus dia ketuk kamar kalian, di situ Marcel langsung suruh dia balik pulang aja."
Stella :"Oh ya? Aku kok tidak dengar ya, mau ngapain dia ketuk?"
Milka :"Kamu kan kalau tidur kayak kerbau hahaha. Katanya dia minta duit sih."
Stella :"Duit? Buat apa? Marcel kasih tidak?"
Milka :"Mana aku tau Stella, aku juga tidak menanyakan semuanya, tapi uang jelas Marcel kasih duit nya makanya sih Bella jadi pergi."
Stella :"Ooh, kamu tidak berenang?"
Milka :"Tidak lah, pegal-pegal badan aku nanti."
Stella :"Hahaha sudah tua ya." Tertawa. "Eh nanti ke mall yuk." Melihat Milka. "Selama aku tinggal di sini aku belum pernah jalan kemana-mana. Aku berkurang di rumah aja sepanjang hari."
Milka :"Hahaha kasihan banget kamu, di kurung Marcel ya?"
Stella :"Bukan lah haha, tidak ada kawan."
Marcel :"Loh Marcel kan ada."
Stella :"Aku masih malu ngajak dia Milka, masih gengsi."
Milka :"Dulu saja sewaktu masih sekolah aku ingat kamu kemana-mana pergi bersama Marcel, masa sekarang sudah menikah jadi malu sih."
Stella :"Iya, aku juga tidak tau kenapa. Dulu itu aku seperti tidak tau malu kali ya haha, sekarang baru sadar. Nanti ke mall yuk" bersandar ke bahu Milka.
Milka :"Kita berdua saja?"
Stella :"Boleh. Emang bang Gilang bolehkan?"
Milka :"Boleh lah, aku tumbuk kalau dia tidak bolehkan."
Stella :" hahaha, habis makan siang ya?"
Milka :"Iya, kita makan siang yuk. Biar cepat pergi nya hahaha aku juga lagi kepingin belanja."
__ADS_1
Stella :"Yaudah yuk." Berdiri dan menarik tangan Milka.
Milka :"Bang, aku mau ke mall ya berdua sama Stella."
Gilang :"Jangan lama tapi ya. Tapi siapin dulu baju buat Salsa nya."
Milka :"Iya, aku letakin di kamar ya. Nanti jangan lupa kasih makan Salsa bang."
Gilang :"Iya dek, hati hati ya."
Milka dan Salsa pun memasuki rumah mereka berjalan menuju ruang makan dan makan siang di sana.
Selesai makan siang, Milka segera menyiapkan baju untuk Salsa, sedangkan Stella mandi terlebih dahulu, karena dari tadi pagi dia belum ada membasuh badannya dengan air.
Setelah selesai bersiap-siap mereka pergi ke mall, Stella membawa salah satu mobil yang ada di garasi. Stella mengemudikan mobilnya sesuai perintah Maps. Ia tidak mengetahui dimana pasti nya letak mall.
***
Mereka langsung memasuki Mall, saat hendak menaiki eskalator Stella melihat Toko pakaian bayi. Ia mengajak Milka untuk singgah ke toko tersebut.
Stella :"Baju nya bagus-bagus loh Milka."
Milka :"Iya Stell, kamu mau beli?"
Stella :"Oh tidak, kamu tidak beli?"
Milka :"Tidak lah Stell."
Stella :"Eh, ini buat Salsa bagus banget, ini juga."
Milka :"Mahal Stell." Melihat harga."Kita ke atas aja lah yuk, cari yang lain"
Stella :"Sebentar aku bayar dulu, aku kan belum pernah memberi apa-apa buat Salsa." Mengambil baju dan memberikan kepada pelayan.
Milka :"Eh Stell, tidak usah."
Stella :"Eh tidak apa, ukuran Salsa segini bisa?" Menunjukan ukuran baju.
Milka :"Itu emang ukurannya." Melihat baju.
Stella berjalan ke kasir dan membayar baju-baju yang ia belikan untuk Salsa.
Setelah itu mereka keluar dari toko pakaian bayi itu, mereka menaiki eskalator dan memasuki pakaian wanita. Mereka memilih baju yang pas untuk mereka dan segera membayar nya. Selesai membeli baju, Mereka keluar dari toko pakaian wanita. Stella berjalan menuju toko jam Milka mengikut saja. Stella melihat semua jam-jam yang di pajang, Stella sangat tertarik melihat sebuah jam kulit. Ia menyuruh pelayan toko jam itu untuk mengeluarkan jam itu dari etalase. Pelayan toko jam itu pun memberi, kan ya kepada Stella.
"Aku sangat suka sama jam ini, tetapi aku mana bisa memakai jam ini, tangan ku kecil begini. Lagian ini jam lelaki. Tapi aku bisa menyuruh Marcel untuk memakai nya." Ucap Stella dalam hatinya.
Stella :"Ini berapaan ya?" Memberi, kan jam tangan kepada Pelayan toko jam.
Pelayan toko :"3 juta 500 Bu."
"Mahal sekali, tetapi aku sangat menyukainya." Ucap Stella dalam hatinya.
Stella :"Saya mau yang itu ya." Mengambil kartu dari dompetnya.
Stella langsung menggesekkan kartu di mesin EDC (Electronic Data Capture). Kartu itu adalah kartu yang di berikan Marcel kepadanya. Begitu banyak saldo di dalam kartu itu, karena setiap bulan Marcel juga tidak pernah lupa mentransfernya untuknya, dan ini adalah kali pertama ia menggunakan kartu itu.
Selesai membayar, pelayan toko itu membungkus jam di dalam kotak dan memberi, kan kepada Stella.
Stella :"Kamu mau kemana lagi? Mau makan?"
Milka :"Baru juga tadi makan Stell. Pulang aja yuk, kaki aku sudah pegal." Memberi senyuman.
Stella :"Kamu mau beli jam untuk bang Gilang?"
Milka :"Jam dia sudah banyak sekali Stell, tidak dipakai nya lagi. Aku sudah malas membeli jam untuknya."
Stella :"Haha ya sudah kita balik yuk."
Mereka pun berjalan keluar dari mall, Stella melajukan mobilnya menuju rumahnya.
Tidak terasa ini sudah pukul 16.00.
Milka :"Gini ya Stell, kalau senang-senang jam cepat banget berlalu."
Stella :"Iya udah jam 4 saja. Nanti bang Gilang tidak marah kan?"
Milka :"Oh tidak, Marcel marah?"
Stella :"Tidak lah, dia kan tidak tau. Yuk turun." Membuka seat belt.
__ADS_1
Mereka pun turun dari mobil dan memasuki rumah.