
Beberapa saat Akhirnya Prayoga datang dengan seorang wanita yang duduk di kursi roda, ia adalah mama Yoga. Marcel melihat kedua orang itu berjalan mendekati Stella.
Itu dia, tapi siapa cewek yang di kursi roda itu? "tanya Marcel dalam hati.
Marcel pun penasaran, ia pun memutuskan untuk duduk dekat mereka.
Gak apa apalah ketahuan, yang penting rasa kepo ku terobati "pikir Marcel dalam hati sambil berjalan.
Stella : Hai Tante (memberi senyuman lebar kepada Mama yoga)
Mama yoga : Uda lama gak ketemu ( mereka cipika cipiki)
Stella : Tante sehat kan ?(melihat mama yoga)
Mama Yoga : Sehat sayang, Tadi Yoga bilang dia mau ketemu Stella, Tante mau ikut, Tante kan Uda lama juga gak ketemu kamu, gak apa apa kan ?(memberi senyuman)
Stella : Gak apa apa Tante (memberi senyuman)
Stella melihat Marcel duduk di meja samping yang berada sangat dekat dengannya, ia memelototi Marcel namun Marcel hanya memberikan senyuman.
Kenapa dia ada dimana mana "ucap Stella dalam hati.
Ah sudahlah anggap saja tidak ada dia "ucap Stella dalam hati.
Stella : Pesan makan dulu ya , Tante mau makan apa ?(memberi senyuman)
Mama yoga : Tante biasa aja sayang (memberi senyuman)
Yoga : Kamu makan apa Stella? ( melihat Stella)
Stella : Nasi goreng seafood
Yoga : Mama biasa ?
Mama yoga : Iya
Yoga : Yoga pesan dulu yah ma, mama sama Stella disini ya (Berdiri dari duduknya)
Prayoga pun berjalan menuju meja pesanan, Marcel masih sibuk menguping pembicaraan mereka.
Ooh mama dia, kenapa Stella bisa sangat dekat ya sama dia ?"ucap Marcel dalam hati.
Mama yoga : Yoga kemarin cerita sama Tante , kalau Stella udah gak sama yoga lagi, apa itu benar ?(melihat Stella dengan wajah cemberut)
Stella : Benar Tante (memberi senyuman)
Mama yoga : Maafin yoga ya sayang(memegang tangan Stella), dia cerita awalnya yang mulai adik kelas kamu itu , terus kamu katanya juga sibuk kerja ya (memberi senyuman), dia jadi keburu nyaman sama anak itu, dia cerita kok semua nya sama Tante, Pas kamu putusin dia juga ngadu, dia bilang dia nyesal banget.
Stella hanya memberi senyuman, Namun Tampak matanya sudah berkaca kaca mengingat kejadian waktu itu.
Mama yoga : Maafin yoga ya sayang (memegang tangan Stella)
__ADS_1
Stella : Iya Tante, Stella Uda maafin kok (memberi senyuman)
Yoga pun datang dan duduk bersama mereka, Stella pun langsung memulai pembicaraan dan memberi tau semua tentang pekerjaan yang selama ini ia kerjakan.
Setelah Stella menerangkan dan menjelaskan semuanya, makanan pun datang dibawakan oleh pelayan cafe itu. Stella melihat Marcel yang sedang melihatnya juga, Stella mengerutkan dahinya ke arah Marcel.
Yoga : Tapi apa kamu yakin aku bakal diterima stell?
Stella : Kamu harus yakin (memberi senyuman), Soalnya aku disuruh cari pengganti aku, Lagian kamu kan Uda pernah pegang usaha tante kan (memasukkan makanan ke mulutnya)
Yoga : Uda sih(memberi senyuman)
Mama yoga : Makasih ya Stella (memberi senyuman)
Stella : Iya Tante (memberi senyuman)
Makanan pun habis dimeja, namun mereka masih tetap berbincang bincang.
Yoga : Kamu kenapa ngundurin diri ? (melihat Stella)
Muka Stella berubah, ia bingung mau menjawab apa, ia tak ingin mengatakannya, namun ini juga tak bisa ia hindari, setelah beberapa lama ia berfikir, ia pun memutuskan untuk jujur.
Stella : Aku mau nikah Yog (menundukkan kepalanya)
Mama yoga : Ha mau nikah sama siapa sayang? Uda berapa lama kamu pacaran sama cowo itu?
Stella : Stella minta maaf Tan, Stella gak ada pacaran sama dia kok(memberi senyuman), Stella nikah karena mau buat orang tua senang doang (memberi senyuman namun air matanya mengalir), sama kayak yoga, Suatu saat nanti Tante bakal suruh yoga nikah dengan wanita pilihan Tante, yoga juga pasti bakal nurutin agar Tante senang. (menghapus air matanya)
Stella pun berdiri dan memeluk Mama yoga, Marcel yang melihatnya pun terharu.
Aku bangga banget bakal punya istri kayak kamu stell "ucap Marcel dalam hati.
Yoga : Selamat ya stell, ada 1 hal yang perlu kamu tau dari aku stell
Stella : Apa ?(sambil duduk di kursinya)
Yoga : Aku masih sayang banget sama kamu (memberi senyuman)
Stella pun memberi senyuman yang sangat hangat
kepada Yoga.
Mama yoga : Kalian harus percaya, kalau kalian emang jodoh Kalian bakal di pertemukan lagi (melihat Stella dan yoga)
Yoga : Iya stell, itu benar (memberi senyuman)
Mama Yoga : Tapi stella tetap sayang kan sama Tante ?(memberi senyuman)
Stella : Sampai kapan pun (memberi senyuman)
Yoga : Hahaha (tertawa melihat reaksi wajah Stella)
__ADS_1
Mama yoga : Tante senang dengar nya (memberi senyuman), Kalau sama yoga ?(melihat Stella)
Stella : Yoga kenapa Tan?(menegukkan minuman)
Mama Yoga : Masih sayang ?(memberi sneyuman)
Stella : Hahaha (tertawa), masih lah Tan , Stella kan baru putus beberapa hari yang lalu mana bisa lupa
Yoga pun memberi senyuman kepada Stella.
Yoga : Aku Uda gak ada hubungan lagi sama dia stell
Stella : Iya, Tante tadi cerita (memberi senyuman)
Mama Yoga : Stella besok ke rumah Tante bisa?
Stella : Bisa, mau ngapain Tan?
Mama Yoga : Besok Tante ada arisan
Stella : Sore kan Tan?
Mama yoga : Iya sayang
Stella : Iya bisa kok Tan (memberi senyuman), Stella mau balik pulang ya Tan, (melihat jam di ponselnya)
Mama Yoga : Eh barengan aja yok (memegang tangan yoga)
Yoga : Iya ayok barengan aja stell, kamu bawa mobil?
Stella : Bawa
Yoga : Ma, kita anterin Stella sampai rumah dulu ya (melihat mamanya)
Stella : Aku bawa mobil yoga (melihat yoga)
Mama Yoga : Gak apa apa sayang, biar gak kenapa kenapa di jalan.
Stella : Stella mau ke rumah teman Tan soalnya.
Mama Yoga ; ooh yaudah balik yok (memundurkan kursi rodanya)
Yoga pun mendorong kursi rodanya sampai ke parkiran, Stella mengikutinya. Marcel yang melihat mereka pergi pun mengikutinya. Stella membantu Yoga memasukkan mamanya ke dalam mobil .
Stella : Sehat sehat ya Tan (memberi senyuman)
Mama Yoga : Makasih ya sayang, besok Yoga aja yang jemput kamu ya
Stella : Oh iya Tan (memberi senyuman), hati hati yog(melambaikan tangannya)
Yoga : Kamu hati hati juga ya, kalau ada apa apa hubungi aku (menyalakan mesin mobilnya)
__ADS_1
Yoga pun melajukan mobilnya meninggalkan cafe itu, Stella segera masuk ke dalam mobilnya, dan menunggu Marcel hingga keluar dari cafe itu.