
Sesampai di rumah, mereka menyantap makanan yang telah di beli itu, tidak terasa waktu makan istirahat untuk makan siang sudah berakhir.
Marcel :"Ayok, kita balik ke kantor." Merangkul Stella.
Stella :"Kamu pergi aja ya Sel, aku di rumah ajalah." Memberi senyuman.
Marcel :"Kenapa? Apa perut mu sakit?"
Stella :"Tidak, aku hanya mau istirahat." Memperbaiki rambut Marcel.
Marcel :"Di kantor, kan bisa."
Stella :"Aku di rumah aja ya, nanti sore supaya saat kamu pulang makanan sudah jadi."
Marcel :"Kamu mau masak sekarang?"
Stella :"Tidak, nanti sekitar jam setengah lima." Menyandarkan badannya.
Marcel :"Eh, nanti malam saja biar aku bantuin Stell."
Stella :"Kalau aku masak nya nanti malam, yang ada kita pulang kelaparan dong."
Marcel :"Kita kan makan malam biasa jam 8, pulang kerja jam 5. Emang masak 3 jam ya?"
Stella :"Tidak sih, kenapa aku tidak boleh di sini ya?"
Marcel :"Perut mu sakit kan? Kamu bohong ya?"
Stella :"Tidak sayang, aku hanya ingin di rumah. Kamu berangkat saja ya,"
Marcel :"Ya sudah lah, aku berangkat dulu ya." Berdiri.
Stella mengantarkan Marcel sampai depan pintu umum.
Marcel :"Kalau suaminya mau berangkat di cium kek, ini malah bengong." Berdiri di hadapan Stella.
Stella langsung mencium pipi dan menyalam Marcel lalu mencium tangannya, Marcel pun mencium kening Stella. Marcel masuk ke dalam mobil lalu melajukan mobilnya menuju perusahaan. Sesungguhnya sangat berat bagi Marcel meninggalkan Stella di rumah, tetapi ini permintaan dari Stella ya mau tidak mau ia akan menurutinya.
Stella berjalan ke dapur, ia membuka semua kantong plastik yang berisi bahan makanan untuk nanti malam. Ia memasukkan semua bahan makanan itu ke dalam kulkas dan menyusun nya rapi di dalam kulkas. Ia duduk di ruang makan, ia membuka ponselnya lalu melihat cara memasak sup ayam yang lezat, lalu ia membaca sampai habis.
"Ah, segini saja? Gampang sekali ini mah," ucap Stella dalam hatinya.
Stella berjalan menaiki tangga dan masuk ke dalam gudang, ia mengambil foto pernikahannya dan membawanya ke kamarnya, ia membersihkan debu-debu yang menempel di bingkai foto itu. Lalu ia menaiki sofa dan memajang foto itu di dinding kamarnya, ia menatapi foto pernikahan itu.
"Kenapa dulu aku sangat membencimu ya, apa yang bisa membuat aku membenci mu? Makasih Marcel, sudah hadir di hidupku. Kini hidupku terasa sempurna dengan kehadiran dirimu. Aku berharap hanya maut yang dapat memanjakan kita ya Sel, jadilah teman hidup yang setia untukku. Temani ku sampai hari tua ku," ucap Stella dalam hatinya sambil melihat foto yang terpajang di dinding itu. Stella berjalan menuju lemari dan membukanya. Ia menyusun pakaian-pakaian yang tidak rapi di lemari. Beberapa saat kemudian, Stella mengambil remote televisi dan menyalakan televisinya, ia menaiki tempat tidur dan berbaring di sana.
***
Pada pukul 16.00, pintu kamar terbuka, ternyata Marcel yang membuka pintu itu.
Stella :"Eh, kok cepat banget? Ada yang ketinggalan ya?" Mendudukkan tubuhnya dan bersandar.
__ADS_1
Marcel :"Tidak, aku mana bisa berlama-lama di kantor." Menaikkan alisnya, "Aku mandi dulu ya," membuka jas, kemeja dan celananya.
Marcel masuk ke kamar mandi membawa handuknya, Stella membaringkan kembali tubuhnya dan melanjutkan menonton. Ia menonton film dengan genre komedi, ia tertawa-tawa mendengarkan lawakan-lawakan yang keluar dari mulut pemain pemain film itu. Marcel keluar dari kamar mandi dengan melilitkan handuk di pinggang nya. Stella turun dari tempat tidur, dan berjalan menuju lemari. Ia mengambil pakaian untuk Marcel dan meletakkannya di tempat tidur.
Marcel :"Tumben, ada apa?"
Stella :"Nanti kalau kamu yang ambil, lemari jadi berantakan lagi." Menaiki tempat tidur.
Marcel mengenakan pakaiannya, setelah itu ia menaiki tempat tidur dan duduk sambil merangkul Stella yang sedang asik menonton televisi. Tiba-tiba matanya tertuju dengan sebuah pajangan indah yang tergantung di dinding.
Marcel :"Itu siapa yang letakin di situ?" Menunjuk foto pernikahan.
Stella :"Aku, kenapa?"
Marcel :"Kamu?" Berdiri dan mengambil Foto pernikahan itu.
Stella :"Iya," mengerutkan dahinya.
Marcel :"Serius kamu?" Memegang foto pernikahan dan menaiki tempat tidur.
Stella :"Iya, kenapa sih?"
Marcel :"Aku mencintai mu." Mengelus rambut Stella.
Marcel memandangi foto pernikahan itu lama,
Stella :"Untung saja ya aku tersenyum di foto ini, padahal sebelumnya aku menangis, kan?"
Marcel :"Iya, emang untungnya dimana?"
Marcel :"Sepertinya ini di edit."
Stella :"Ih, kamu." Mendorong Marcel.
Marcel :"Jangan marah sayang," memeluk tubuh Stella dan berbaring.
Stella :"Sel, sel, sel. Aku tidak mau, awas kamu." Mencoba melepaskan tubuhnya dari pelukan Marcel.
Hp Marcel berdering, ia mengangkat telepon itu dan mengobrol di balik telepon. Stella yang kepo hanya dapat mendekatkan telinganya ke telepon untuk menguping.
Stella :"Siapa sih?" Mengambil telepon Marcel.
Marcel :"Karyawan, aku mau cek data dulu."
Stella :"Kamu balik ke kantor?"
Marcel :"Tidak sayang," membelai rambut Stella. "Aku hanya mau ke ruang kerja sebentar ya," berdiri.
Stella :"Oh, ya sudah." Berdiri.
Marcel :"Kamu mau kemana? Di sini sajalah."
__ADS_1
Stella :"Aku mau masak." Mengikat rambutnya.
Marcel duduk lagi di tepi tempat tidur, ia menarik tangan Stella hingga ia terduduk di tempat tidur.
Stella :"Marcel, jangan begitu! sakit tau."
Marcel :"Eh, sori ya sayang." Memegang perut Stella.
Stella berdiri lagi, dan Marcel menarik tangannya kembali.
Stella :"Kenapa Sel?" Melihat Marcel.
Marcel :"Sebenarnya aku tidak mau kamu memasak, aku tidak mau kamu melakukannya."
Stella :"Ih, kenapa?" Duduk di tepi tempat tidur. "Apa kamu takut masakan ku tidak enak?"
Marcel :"Tidak begitu, dulu saat melamar mu aku pernah mengatakan kepada kamu dan orang tuamu kalau kamu akan menjadi istri ku bukan menjadi asisten pribadi ku. Kamu tidak perlu memasak Stell, kita beli makanan saja."
Stella :"Marcel, kenapa sih? Lebay banget." Memukul pipi Marcel. "Aku melakukan ini bukan berarti aku asisten mu loh."
Marcel :"Aku tidak ingin kamu kelelahan sedikit pun, meskipun kamu sedang tidak hamil, aku tidak akan membiarkan mu kelelahan."
Stella :"Marcel, sebenarnya ini memang tanggung jawabku. Seorang istri memang sudah pantasnya berada di dapur, jadi jika aku melakukan ini tidak sepantasnya kamu merasa bersalah, karena ini emang tugas ku."
Marcel :"Iya, itu memang tugas istri. Tetapi aku tidak mau kamu melakukannya."
Stella :"Kenapa?"
Marcel :"Aku tau kamu tidak bisa masak, atau tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah lainnya, kalau tidak bisa ya sudah tidak apa. Aku menikahi mu bukan untuk hal itu Stell."
Stella :"Sel, aku tau kamu menerima ku apa adanya, Aku sangat berterimakasih. Aku ingin belajar mengerjakan pekerjaan rumah Sel, aku harap kamu bisa mendukungku, aku mohon Sel. Aku juga tidak akan kelelahan Sel."
Marcel :"Baiklah Stell, aku akan selalu mendukung mu." Berdiri.
Stella :"Ya sudah, kamu lanjut kerja lah. Aku mau siap-siap masak." Berjalan keluar kamar dan menuruni tangga.
Stella berjalan menuju dapur, dan Marcel masuk ke ruang kerjanya. Stella mengeluarkan satu per satu bahan masakan dan meletakkannya di meja. Ia mengambil sayuran dan memotong lalu membersihkannya dan memasaknya. Kemudian ia mengambil ayam dan ikan di dalam freezer, ia merendam dengan air dan membersihkannya. Ia menggoreng ikan dan ayam, setelah itu ia mengambil cabai, bawang merah dan bawang putih dari dalam kulkas, membersihkannya lalu memasukkan ke dalam blender dan memblender ya hingga semua bahan itu tercampur. Lalu Stella mengambil kuali dan memasak cabai merah itu. Setelah cabai masak, Stella mencampurkan ayam dan ikan goreng itu ke dalam sambal. Lalu Stella mengambil panci lagi, ia mengisi air hingga setengah bagian dari panci, ia memasukkan semua bumbu-bumbu dan ayam yang masih mentah. Marcel datang dan memeluknya dari belakang.
Marcel :"Wangi banget sayang," mengelus perut Stella.
Stella mematikan kompor dan memindahkan sup ayam itu ke sebuah wadah, ia memindahkan wadah-wadah yang sudah berisi makanan yang ia masak itu ke meja makan, Marcel juga membantunya mengangkatnya.
Marcel :"Kita makan sekarang? Ini masih jam setengah tujuh loh."
Stella :"Kalau kamu mau makan, makan aja dulu ya. Aku mau mandi dulu,"
Marcel :"Oh ya sudah, kamu mandi saja dulu baru kita makan bersama, kamu masaknya kok banyak sekali? Emang kita bisa menghabiskan semuanya malam ini?" Memakan ayam sambal.
Stella :"Tidak lah Sel, nanti satpam dan pekerja rumah lainnya makan ini juga."
Marcel :"Ooh, ya sudah."
__ADS_1
Stella :"Aku mandi dulu ya," berjalan menuju tangga.
Marcel berjalan mengikuti Stella, ia langsung menggendong Stella menaiki tangga agar Stella tidak kelelahan. Sesampai di kamar, Stella langsung membawa handuknya masuk ke kamar mandinya, lalu ia mandi.