
Marcel duduk di kursi yang berada di samping tempat tidur Stella.
Stella :"Sel," memegang tangan Marcel.
Marcel :"Kenapa sayang?" Melihat Stella.
Stella :"Bebaskan saja dia dari penjara ya,"
Marcel :"Oom nya Prayoga?"
Stella :"Iya sayang."
Marcel :"Tidak lah, kenapa sih Stell? Sudahlah dia kan sudah melukai mu."
Stella :"Aku kan tidak apa-apa yang, kita harus memaafkan mereka."
Marcel :"Aku sudah memaafkannya." Berjalan ke sofa.
Stella :"Kalau kamu memang sudah memaafkannya, kamu bebasin dia dari penjara."
Marcel :"Itu hukuman Sel,"
Stella :"Sel, sampai kapan keluarga mu dan keluarga mereka saling bermusuhan begini? Kalau kita tidak mengalah, keadaan akan terus seperti ini."
Marcel :"Mengalah? Dia yang me-"
Stella :"Mengalah bukan berarti kalah Sel, aku lagi hamil Sel. Aku tidak mau terjadi apa-apa dengan anak yang ada di perut ku karena perbuatan ku. Karena apa yang kita lakukan sekarang, itu yang akan kita dapat nantinya Sel, aku ingin anak kita lahir dengan sehat Sel."
Marcel :"Stell, itu hukuman dia. Biar dia bertobat,"
Stella :"Kalau dia nantinya bertobat, kalau dia balas dendam lagi bagaimana Sel? Sel tolong dengarkan aku. Kamu bebaskan saja dia,"
Marcel :"Kalau dia bebas, dia akan mengambil mu dari ku lagi Stell. Dia akan terus berusaha menyakiti keluarga ku, termaksud kamu."
Stella :"Sel, dia tidak akan bisa melakukannya jika kamu terus bersama ku, kamu ada untuk melindungi ku kan?"
Marcel :"Iya Stell, aku hanya tidak mau dia mengambil mu dari ku lagi nantinya, aku takut dia menyakiti orang-orang di dekatku."
Stella :"Selama kamu bersamaku, sepertinya dia tidak akan bisa melakukannya. Kamu bebaskan saja ya,"
Marcel :"Ya sudah Stell, nanti aku akan mencabut tuntutannya."
Stella :"Hari ini apa bermalam di sini?"
Marcel :"Iya Stell, sampai keadaan mu benar-benar pulih."
Stella :"Apa tidak bisa rawat jalan saja?"
Marcel :"Tidak bisa, kamu boleh pulang kalau racunnya sudah benar-benar hilang."
Stella :"Kamu udah mandi?"
Marcel :"Belum, nanti tunggu orang tua kita datang saja baru aku mandi di rumah."
Stella :"Mereka mau ke sini?"
Marcel :"Iya,"
Stella :"Emang papa ku udah sembuh?"
Marcel :"Sayang, papa mu itu papa ku juga loh." Berjalan mendekati Stella.
Stella :"Eh ya udah, sama saja. Apa sudah sembuh?"
Marcel :"Sudah kok, makanya mereka mau ke sini."
Stella :"Ooh, nanti malam kamu temenin mereka tidur di rumah berarti ya."
__ADS_1
Marcel :"Hahaha, emang kamu berani sendirian di sini? Kalau kamu berani sih aku bakal tidur di rumah."
Stella :"Tega kamu ninggalin aku di sini?"
Marcel :"Tidak," memberi senyuman dan mengelus perut Stella. "Ha, itu mereka udah sampai." Melihat pintu yang terbuka.
Orang tua mereka masuk ke dalam kamar pasien.
Mama Stella :"Gimana nak? Sudah mendingan?"
Stella :"Udah kok ma,"
Mama Marcel :"Kandungannya bagaimana?"
Marcel :"Baik-baik saja ma. Untung belum sempat menyebar racunnya ma."
Marcel :"Kemarin udah USG, anaknya kembar." Tersenyum melihat semua orang yang ada di ruangan itu.
Papa Marcel :"Wah mantab," mengacungkan jempolnya.
Mama Marcel :"Selamat ya buat kalian, kelaminnya apa?"
Marcel :"Cowok cewek ma,"
Papa Stella :"Berarti biar adil haha, kami gendong satu cucunya, kalian gendong satu cucunya hahaha."
Papa Marcel :"Iya betul hahaha,"
Marcel :"Aku mau pulang dulu mau mandi sekalian ambil baju buat di sini nanti. Kalian di sini saja ya,"
Mama Marcel :"Eh itu papa mu, sama mertua mu juga mau pulang. Biar mereka istirahat dulu lah, tadi juga baru ada acara mereka itu."
Mama Stella :"Iya, mama pulang sebentar ya nak. Kamu sama Tante,"
Stella :"Iya ma,"
Stella :"Aku pengen makan sate loh Sel,"
Marcel :"Ya sudah, nanti aku belikkan. Aku pulang dulu ya sayang," mencium kening Stella.
Papa Marcel, orang tua Stella dan Marcel keluar dari kamar pasien, Mama Marcel tetap berada di sana untuk menemani Stella.
Stella :"Tante hamil jagain orang hamil ya haha."
Mama Marcel :"Iya tidak apalah, kalau Tante ini kan hamil anak ke tiga jadi sudah pernah pengalaman. Kalau kamu kan masih anak pertama, nanti lahiran mau operasi atau normal?"
Stella :"Stella sih pengen normal Tan, tapi tidak tau bisa atau enggaknya. Soalnya kan pinggul Stella kecil."
Mama Marcel :"Iya betul, tetapi kan kamu kembar lebih baik operasi sih kayaknya. Udah pernah bicaraian ini sama Marcel?"
Stella :"Belum Tan, masalah banyak banget jadi tidak ke ingat untuk membahasnya."
Mama Marcel :"Oh begitu, masalah apa? Apa Marcel tidak memperlakukan mu dengan baik?"
Stella :"Bukan itu lah Tan, haha. Masalah kantor, masalah lainnya lah Tan. Marcel itu baik nya Tan,"
Mama Marcel :"Kemarin kamu di apain sama lelaki tua itu?"
Stella :"Ya, di perlakukan seperti orang yang di kurung Tan, di ikat, waktu aku tidak mau menjawab pertanyaannya di tampar."
Mama Marcel :"Ooh untung saja tidak terjadi hal yang parah padamu dan kandunganmu ya."
Stella :"Iya itulah untungnya Tan. Tante udah USG belum?"
Mama Marcel :"Belum lah nak,"
Stella :"Eh adek-adek tinggal ya?"
__ADS_1
Mama Marcel :"Iya, karena besok pagi juga langsung balik kami."
Stella :"Ooh, jadi mereka di rumah sama siapa?"
Mama Marcel :"Di rumah Tante ada keponakan, dia yang jagaian mereka."
Stella :"Ooh,"
Mama Marcel :"Stella, jangan panggil Tante dengan sebutan Tante lagi dong. Kan kamu itu menantu Tante, berarti Tante ini mama kamu juga. Kamu manggil Tante dengan sebutan mama saja."
Stella :"Oh haha Iya Ma," mengambil remote tv.
Stella menekan remote tv untuk menyalakan televisinya, kemudian ia memilih siaran yang enak lalu menontonnya. Mama mertuanya juga mengambil hp dan memainkannya sambil berbaring di sofa.
***
Beberapa menit kemudian, Marcel datang bersama papanya memasuki kamar pasien.
Marcel :"Yang, satenya udah aku beli. Tetapi barusan kata dokter kamu tidak boleh makan sate."
Stella :"Ih, apaan sih. Aku pengen makan Sel,"
Marcel :"Tahan aja dulu seleranya ya, nanti kalau kamu udah sembuh kita makan sate."
Stella :"Aku kan maunya sekarang."
Mama Marcel :"Tidak apa itu Sel, kasih saja lah sedikit."
Marcel :"Dokter bilang tidak boleh ma, nanti dia makin sakit. Biar netral dulu semua tubuhnya,"
Mama Marcel :"Tidak apa itu, kan hanya sedikit. Istri udah kepingin juga, nanti bayi kamu ileran mau?"
Stella :"Sedikit aja yang," memegang tangan Marcel.
Marcel :"Ya sudahlah." Membuka bungkusan sate.
Mama Marcel :"Mama sama papa pulang ke rumah kalian dulu ya Marcel, Stella."
Stella :"Hati-hati ma, besok jangan langsung balik dong, tunggu Stella balik dari rumah sakit aja."
Mama Marcel :"Iya, di tunggu ya, cepat sembuh sayang." Mencium kening Stella.
Mama dan papa mertuanya itu berjalan meninggalkan ruang inap Stella.
Marcel :"Sejak kapan manggilnya jadi mama?"
Stella :"Sejak tadi," memasukkan daging sate ke mulutnya.
Marcel :"Hei, sedikit saja Stell. Nanti kamu sakit lagi,"
Stella tidak memperdulikan perkataan Marcel, ia benar-benar ingin menghabiskan semua sate yang ada di situ. Stella tetap menyantap nya dengan lahap tanpa memperdulikan perkataan Marcel. Stella menyantap sate hingga habis.
Marcel :"Makin sakit yang ada nanti kamu,"
Stella :"Gpp lah, enak banget Sel. Kamu udah makan?"
Marcel :"Belum, sate nya sudah kamu habiskan."
Stella :"Ya udah beli lagi sana lah."
Marcel :"Iya, aku udah pesan dari go-food."
Stella :"Ooh," sambil menatap televisi.
Stella menonton televisi hingga ia terlelap.
Hai teman-teman dan pembaca setianya♥️♥️, Dalam dua hari ini author sudah berpikir tentang "CRAZY UP" dari saran-saran dan komentar yang di berikan pembaca setia nya Tetanggaku di Hatiku. Mohon maaf jika keputusan yang author pilih tidak berkenan di hati pembaca semua. Author tidak bisa Crazy up ataupun mengupdate episode dalam jumlah yang banyak. Karena jujur author akhir-akhir ini sibuk, dan kesibukan itu akan terus berlanjut. Dan bukan hanya itu, untuk membuat episode banyak atau crazy up juga membutuhkan waktu yang lama karena itu akan menguras logika dan pikiran. Author tidak mau membuat pembaca setia nya author harus menunggu waktu yang lama untuk update episode terbarunya. Mohon maaf ya jika tidak suka dengan keputusan author, terus menjadi pembaca setia yaaa♥️♥️
__ADS_1
Kalau update episode nya satu per satu kan, teman-teman dan pembaca semua jadi lebih penasaran dengan episode selanjutnya, dan membaca pun menjadi deng Ding denggg😂😇😇, Terimakasih semua nyawa♥️♥️♥️💋