Tetanggaku Di Hatiku

Tetanggaku Di Hatiku
Lesty datang


__ADS_3

Marcel berlari masuk ke rumah sakit, sampai orang-orang yang di lewatinya kebingungan melihatnya. Marcel berlari menuju ruang operasi, namun ia tidak bisa melihat apapun yang ada di dalam ruang operasi. Ia bertanya pada seorang pria yang duduk menunggu di depan ruang operasi.


Marcel :"Siapa di dalam ya?"


"Pasien yang melahirkan operasi sesar." Ucap pria itu.


Marcel :"Istri saya? Itu hp istri saya." Menunjuk hp yang di pegang pria itu.


"Iya, Stella. Ni hp nya," ucap pria itu sambil memberikan hp kepada Marcel. "Ni kunci mobilnya," mengambil kunci di dalam kantong.


Marcel :"Bagaimana keadaan nya?" Mengambil hp dan kunci mobil Stella.


"Dia masih koma, kandungannya melemah makanya bayi dalam kandungan harus di keluarkan." Ucap pria itu.


Dua orang perawat keluar dari ruang operasi membawa ke dua bayi yang sangat kecil. Marcel berjalan mengikuti dan mendekati perawat itu.


Marcel :"Sus, apa itu anak saya?"


Suster :"Iya, Pak. Kami buru-buru Pak, bayi ini masih sangat kecil dan membutuhkan perawatan secepatnya."


Perawat itu berjalan dengan cepat menuju ruang NICU.


Marcel berjalan mengikutinya namun perawat itu menutup pintu NICU, dan Marcel tidak diperbolehkan untuk masuk.


Marcel berjalan kembali menuju ruang operasi, beberapa orang perawat mendorong tempat tidur pasien tempat Stella terbaring.


Marcel :"Mau kemana sus?" Berjalan ikut membantu mendorong.


Suster :"Ke ruang ICU Pak, pasien koma." Ucap salah satu perawat.


Stella di dorong ke ruang ICU, Marcel tidak bisa masuk. Ia hanya bisa berdiri di luar melihat Stella dari balik kaca.


"Stella, sadar sayang. Aku di sini, maafkan aku, anak kita sudah lahir sayang." Ucap Marcel dalam hatinya sambil menahan air matanya.


Marcel berjalan menuju ruang NICU, tempat bayinya di masukkan. Ia menunggu hingga seorang perawat keluar dari ruangan itu.


Beberapa menit kemudian, seorang perawat keluar dari ruangan. Marcel memanggil perawat itu.

__ADS_1


Marcel :"Sus, sebentar."


Suster :"Iya, ada apa Pak?"


Marcel :"Bagaimana kondisi bayi saya?"


Suster :"Bayi Bapak yang mana? Banyak bayi didalam Pak."


Marcel :"Bayi saya yang barusan lahir Sus, karena kecelakaan."


Suster :"Bayi kembar Pak?"


Marcel :"Iya Sus, kelaminnya cowok dan cewek."


Suster :"Bayi Bapak harus di rawat di NICU, dia lahir preamtur Pak. Usia nya di dalam kandungan masih 22 Minggu Pak, untung saja tadi dokter cepat mengambil tindakan, dan mohon maaf Pak memang mungkin ini menyakitkan buat kita sebagai orang tua, tetapi kita harus menerimanya. Bayi Bapak lahir di usia 22 Minggu, ia lahir saat belum waktunya, dan kemungkinan untuk hidup hanya 30% Pak, tetapi jangan khawatir Pak, kami akan terus berusaha melakukan yang terbaik untuk bayi Bapak."


Marcel :"Makasih Sus, tolong lakukan apapun. Saya akan membayar semuanya, berikan yang terbaik. Kalau kondisi fisik nya gimana sus?"


Suster :"Kalau kondisi fisik 100% bayi Bapak sehat dan lengkap Pak, barusan saya memeriksanya juga,"


Marcel :"Jadi ini dokter atau perawat?"


Dokter itu berjalan meninggalkan Marcel, Marcel berjalan kembali ke ruang ICU dan berdiri melihat Stella dari balik kaca, karena sudah menunggu beberapa jam Marcel pulang ke rumah untuk mengambil pakaian untuknya.


***


Pada pukul 17.00, Stella menyarakan diri, orang tuanya dan mertuanya ada di luar ruang ICU menunggu ia hingga sadar. Mamanya masuk langsung ke ruang ICU dan berdiri di samping Stella.


Stella :"Mi, anakku bagaimana?" Memegang perutnya.


Mama :"Mereka di ruang inkubator nak, mereka baik-baik saja kok, hanya butuh perawatan."


Stella :"Aku mau melihat mereka Mi."


Mama :"Jangan dulu, kamu baru melahirkan. Jahitan di perut mu saja masih basah Nak."


Stella :"Aku ingin melihat mereka Mi, boleh fotokan mereka?"

__ADS_1


Mama :"Tidak bisa Nak, anak kamu itu masih kecil sekali, bahkan mereka belum waktunya lahir. Dia tidak boleh terkenan cahaya, suhu ruangan juga harus sesuai dengan suhu tubuhnya. Oh ya, nama anak nya mau di kasih siapa? Biar kita buat nama di box nya."


Stella :"Yang cowok, Axel Nicolatte Chandra , yang cewek Alexxa Nicolatte Chandra."


Mama :"Ooh, mama catat dulu biar ingat." Mengambil hp nya.


Stella :"Ma, aku mau bicara sama dia. Mama keluar dulu," menunjuk wanita yang ada di luar.


Mamanya langsung berjalan keluar ruangan, tanpa di suruh wanita itu langsung masuk, dan berbicara kepada Stella.


"Maafkan saya, jika kedatangan saya menggangu kamu. Saya hamil, hamil anak Marcel." Ucap wanita itu.


Dada Stella terasa sesak, perut nya juga terasa sangat sakit mendengar perkataan wanita itu.


Stella :"Saya tau kamu punya hubungan dengan Marcel, saya tadi melihat kalian keluar dari butik dan saya sempat mengejar kalian, makanya saya bisa sampai begini."


"Nama saya, Lesty." Memberikan tangannya. "Saya hamil anak Marcel, saya bawa testpack saat saya melakukan cek dua bulan yang lalu, ini dia." Memberikan test pack. "Marcel menyuruh saya merahasiakannya dari kamu, karena kamu sedang hamil saat itu. Sekarang saya datang ke sini, karena saya tahu saat tadi kamu kecelakaan otomatis dokter akan mengambil keputusan untuk mengeluarkan bayi mu. Tolong, biarkan Marcel menikahi saya. Selama ini saya sudah berkorban untuk kamu, tolong ini saatnya kamu gantian dengan saya." Ucap wanita itu.


Stella :"Saya tidak percaya." Menghapus air matanya.


Lesty :"Jika kamu minta bukti, saya akan memberikannya." Mengambil ponselnya dari dalam tasnya. "Ini foto di saat saya dan Marcel menginap i hotel yang ada di kota XX, saat itu Marcel datang ke kota XX bersama kamu untuk mengadakan meeting, selesai meeting di hotel yang sama kami mengadakan reunian tingkat SMK, setelah acara selesai, aku dan Marcel tidur bersama di hotel itu, dan tidak perlu aku jelaskan apa yang sudah kami lakukan disana. Kamu pasti ingat kan? Saat Marcel tidak pulang ke rumah? Dia pulang ke rumah saat subuh, itu dia dari hotel. Aku orang yang di panggil sayang sama Marcel di grup SMK itu, dan aku yang panggil dia dengan sebutan sayang."


Hati Stella sangat sakit, air matanya mengalir deras di pipinya. Dada nya terasa sakit seperti di cambuk-cambuk. Beberapa menit kemudian, ia kembali tidak sadarkan diri. Lesty segera berjalan keluar ruangan dan memanggil perawat, kemudain Lesty pergi meninggalkan rumah sakit.


Orang tua Stella dan mertuanya sangat cemas kepada Stella yang kembali koma dari sadarnya tadi.


Perawat datang bersama seorang dokter, mereka langsung mengecek kondisi Stella.


****


Beberapa menit dokter keluar dari ruangan ICU.


Dokter :"Kondisi pasien belum benar-benar pulih, jadi jangan di beri beban di pikirannya, bukan hanya mengalami benturan di kepala, ia juga baru melahirkan secara operasi. Sakit yang berlipat ganda sedang ia rasakan, jadi bantu saya untuk memulihkan keadaan pasien."


Mama :"Terima kasih banyak Dok, apa saya boleh masuk?"


Dokter :"Boleh Bu, dan saya rasa cukup ya satu orang saja yang masuk. Suaminya dimana? Menurut saya saat ini pasien lebih membutuhkan suaminya."

__ADS_1


Mama :"Suaminya lagi mengambil pakaian dok, terimakasih dok."


Dokter berjalan meninggalkan mereka yang berdiri di ruang ICU.


__ADS_2