
Malam hari tepat pada pukul 21.30, Stella dan Marcel berangkat ke bandara di antar orang tua mereka, setelah pesawat berangkat mereka pun kembali ke rumahnya.
Di dalam pesawat, Stella memperhatikan keadaan pesawat, dan seluruh desain yang ada didalamnya. Saat ia menoleh ke arah Marcel, ia melihat Marcel sedang memandangi seorang pramugari yang sedang berdiri diam di ujung.
Stella :"Kamu ngapain sih?"
Marcel tidak menjawab, ia tetap fokus memperhatikan seorang pramugari cantik yang sedang berdiri itu. Stella memukul kuat pipi Marcel karena ia merasa kesal atas sikap Marcel.
Marcel :"Auh, kenapa yang?" Memegang pipinya.
Stella :"Kenapa yang, kenapa yang. Lihatin aja orang lain terus, sampai orang di sampingnya pun tidak di dengarkannya." Menyandarkan badannya di kursi.
Marcel :"Ada apa?" Membelai rambut Stella.
Stella :"Awas tanganmu." Menyingkirkan tangan Marcel yang sedang membelai rambutnya.
Marcel :"Eh kenapa, kamu bilang apa tadi?"
Stella :"Liatin aja pramugari itu terus, liatin sampai mata kamu keluar!" Melihat Marcel.
Marcel :"Ih suaranya jangan besar-besar, malu loh."
Stella :"Kamu yang mulai kan,"
Marcel :"Pramugari itu mantan ku di Smk dulu, aku tadi memperhatikannya hanya karena ingin mengetahui itu benaran dia atau tidak."
Stella :"Emang apa gunanya kalau emang benar ha? Mantan juga masih di perhatiin."
Marcel :"Dia beda dengan mantan ku yang lain Stell, kami dulu putus karena dia kuliah di luar kota."
Stella :"Terus, kalau begitu kamu menikah dengannya saja."
Marcel :"Eh,eh kok begitu sih bicaranya?"
Stella :"Udahlah, diam aja kamu." Menutup matanya.
Marcel :"Ternyata istriku ini cemburuan ya tingkat dewa ya."
__ADS_1
Stella :"Kamu bisa diam tidak?" Membuka matanya. "Sengaja ribut? Biar mantanmu itu ke sini?"
Marcel :"Astaga, tidak sayang."
Stella :"Ooh, pantesan ya kamu senang bolak-balik dari kota XY ke kota XX, ternyata pramugarinya mantan tersayang mu."
Marcel :"Eh, tidak begitu. Ini hanya kebetulan, aku belum pernah bertemu dengannya selama ini."
Stella :"Udahlah diam." Menutup matanya.
Tidak lama kemudian, Stella terlelap dalam tidurnya. Marcel pun menyusulnya tidur, bahkan hampi seluruh penumpang pesawat memilih untuk tidur menunggu pesawat mendarat di kota XY.
***
Pesawat mendarat di kota XY pada pukul 01.45, seluruh penumpang pesawat turun dari pesawat. Sebuah mobil menunggu di depan bandara, Marcel menggendong Stella masuk ke dalam mobil itu. Supir itu membawakan koper milik mereka ke dalam mobil. Supir melajukan mobil menuju sebuah hotel bintang lima di kota XY.
Sesampai di hotel, Marcel menggendong Stella memasuki kamar hotel dan supir hotel itu membawakan koper masuk ke kamar hotel mereka. Setelah itu supir keluar dari kamar. Marcel masuk ke kamar mandi, ia membasuh tubuhnya dengan air hangat agar kotoran-kotoran debu yang lengket di tubuhnya hilang. Setelah itu ia tidur hanya menggunakan boxer miliknya. Ia mengambil remot AC lalu menaikkan suhu AC menjadi 16°, ia masuk ke dalam selimut yang Stella gunakan juga. Ia memandangi wajah Stella yang sudah terlelap tidur sejak tadi, ia membelai rambut Stella lalu ia memeluk tubuh Stella. Akhir-akhir ini, bantal guling sudah tidak berfungsi lagi bagi Marcel, bantal guling sudah di ganti dengan tubuh Stella. Tidak lama kemudian, Marcel terlelap dalam tidurnya.
***
Pagi hari pukul 07.00, Seorang pelayan hotel mengantar sarapan ke kamar hotel yang di tempati Marcel lalu ia keluar dari kamar hotel, Marcel membangunkan Stella untuk sarapan karena makanan masih hangat, ternyata tanpa di bangunkan Stella terbangun dan begitu kaget. Ia melihat suasana di sekelilingnya, ia merasa sangat asing dengan tempat ini, ia langsung mendudukkan badannya.
Marcel :"Kita lagi di hotel, ini kamu sarapan dulu selagi masih hangat." Memberikan baki yang berisi makanan.
Stella :"Hotel? Kenapa di hotel? Kita di kota XY kan?"
Mengambil piring dari baki.
Marcel :"Iya, Semalam kita sampai di kota XY pukul 01.45, dan jarak dari rumah ke bandara itu jauh. Makanya aku pesan hotel aja."
Stella :"Oh, habisin duit saja." Memasukkan makanan ke mulutnya.
Stella dan Marcel sarapan di atas tempat tidur, selesai sarapan Stella masuk ke kamar mandi untuk mandi lalu ia mengenakan pakaiannya. Ia dan Marcel berjalan keliling hotel.
Stella :"Aku pengen berenang di situ deh Sel." Menunjuk kolam renang.
Marcel :"Kalau mau berenang di rumah saja ya, itu kolam nya kita tidak tau bersih atau tidaknya, karena kan banyak yang keluar masuk dari hotel ini."
__ADS_1
Stella :"Udah ah, kamu kayak begitu terus." Berjalan duluan.
Stella berjalan kembali masuk ke kamar hotel, ia menyalakan televisi lalu membaringkan badannya di tempat tidur.
Marcel :"Kamu jangan sering merajuk dong Stell," menaiki tempat tidur.
Stella :"Siapa yang merajuk?"
Marcel :"Kamu tidak bilang kamu merajuk, tetapi sikap kamu itu menjelaskan semuanya." Membelai rambut Stella.
Stella :"Awaslah, tidak usah pegang-pegang." Menepikan tangan Marcel dari rambutnya. "Aku masih kesal ya sama perbuatan mu semalam."
Marcel :"Ya ampun, aku kan sudah minta maaf Stell. Lagian aku hanya melihatnya untuk memastikan itu benar atau tidak saja, aku tidak ada perasaan apapun untuknya lagi."
Stella :"Banyak alasan kamu, kamu saja melihatnya lama banget."
Marcel :"Iya aku hanya ingin memastikan, aku benaran tidak ada perasaan apapun padanya lagi."
Stella :"Lihat saja ya, kalau sempat kamu masih berhubungan dengan dia ataupun cewek lain aku bakal meninggalkan mu, aku sudah pernah bilang kan jika aku di kecewakan sekali, aku bakal langsung pergi."
Marcel :"Kejam ya," memberi senyuman. " Lagian aku tidak akan mengecewakan mu, percayalah. Aku berjanji pada hidupku, aku juga sudah berjanji di depan banyak orang saat aku menikahimu. Agar tetap bersama mu sampai maut memisahkan, tidak akan pernah mengecewakan mu kan?"
Stella :"Kapan kita pulang?"
Marcel :"Nanti malam saja ya,"
Stella :" Ih lama banget, sekarang saja lah."
Marcel :"Kenapa tidak nanti malam saja Stell? waktu penginapan habisnya juga nanti malam."
Stella :"Ih apa sih Sel,aku mau pulang sekarang, ayok lah Sel."
Marcel :"Sekarang?"
Stella :"Iya lah,"
Marcel :"Aku suruh supir jemput dulu." Mengambil ponselnya.
__ADS_1
Marcel menelpon supir pribadinya, ia menyuruh supir menjemput mereka di hotel yang berada di dekat bandara. Beberapa menit kemudian pun supir sampai di loby hotel. Marcel dan Stella keluar dari kamar hotel dan berjalan menuju loby, Mereka berjalan menuju parkiran lalu masuk ke dalam mobil, supir membawakan koper ke dalam bagasi, lalu supir kembali mengendarau mobil lalu melajukan mobilnya pulang ke rumah Tuan Marcel dan Nona Stella.