Tetanggaku Di Hatiku

Tetanggaku Di Hatiku
Pesta


__ADS_3

Hari ini adalah hari pernikahan saudara mereka. Pagi hari pada pukul 07.00, mereka sudah bangun untuk mempersiapkan diri, sementara Stella masih asik tidur.


Mama :"Stella bangun, ini udah jam 8.00. Stella," mengguncangkan tubuh Stella.


Stella :"Aku tidak usah ikut lah mi, aku sedang tidak sehat." Membuka matanya.


Mami :"Kamu jangan bikin malu mami ya, apa kata orang tua Kevin nanti? Dia saudara kita Stella, masa cuma menghadiri pernikahannya saja tidak bisa. Cepat mandi sana,"


Stella pun menuruni tempat tidur, ia masuk ke kamar mandi, membasuh tubuhnya. Selesai mandi, ia mengenakan gaun sabrina mini. Setelah itu ia memakai make up tipis dan merapikan rambutnya. Setelah itu, ia keluar dari kamar, ia berjalan keluar dari rumah, melihat mamanya sedang mengobrol bersama mama Marcel. Ia menjumpai mereka yang sedang asik mengobrol.


Mama Marcel :"Loh, ini dia udah selesai kok." Melihat Stella


Mama :"Oh ayok kita berangkat."


Stella :"Mi, aku sedang tidak enak badan."


Mama :"Kamu ini masih saja begini, kamu di sana hanya duduk tenang saja."


Mama Marcel :"Stella berangkat sama Tante aja ya?" Melihat Stella.


Stella :"Iya Tan,"


Mama :" Kami duluan ya," melambaikan tangannya. "Kita ketemu di sana aja ya."


Mobil orang tua Stella melaju meninggalkan komplek perumahan mewah itu,


Mama Marcel :"Kamu sakit apa Stella?" Berjalan memasuki rumah.


Stella :"Tidak ada Tan, Stella hanya sedang malas pergi." Mengikuti mama Marcel.


Mama Marcel :"Ooh haha, tunggu oom sebentar ya dia belum selesai." Duduk di sofa.


Stella :"Iya Tan," duduk di sofa.


Mama Marcel :"Masih ada teleponan dengan Marcel?"


Stella :"Terakhir dua hari yang lalu Tan."


Mama Marcel :"Semalam?"


Stella :"Tidak ada," menggelengkan kepalanya. "Dua hari yang lalu Stella menelponnya, tetapi dia bilang dia lagi sibuk." Memberikan senyuman terpaksa.


Mama Marcel :"Keterlaluan sekali dia ya, dia ada masalah apa sih?"


Stella :"Stella juga tidak tau Tan,"


Mama Marcel :"Dia memang seperti itu Stell, jika ada masalah. Dia tidak memperdulikan sekitarnya, bahkan jika dia sudah emosi orang sekitarnya bisa kena imbasnya. Kamu tidak pernah di kasarin nya kan?"

__ADS_1


Stella :"Pernah Tan, dia pernah cekik Stella."


Mama Marcel :"Astagaa, kapan Stell? Kenapa?"


Stella :"Baru kemarin Tan, saat di sini juga. Dia ada masalah, dia sudah menyuruh Stella untuk keluar dari ruangan tetapi Stella tidak mau, terus Stella bilang sama dia kalau dia seperti pengecut, dia langsung mencekik Stella."


Mama Marcel :"Keterlaluan dia ya, kenapa kamu baru cerita?"


Stella :"Jika tadi Tante tidak bertanya pun Stella tidak akan memberitahunya. Di situ memang Stella salah Tan, Stella bilang kalau dia pengecut, tetapi Stella rasa dia tidak perlu mencekik Stella."


Mama Marcel :"Iya jelas Stella, mau dikatain bagaimana pun tidak seharusnya dia menyakiti kamu. Lain kali kalau kamu ada masalah sama Marcel, ceritain sama tante supaya Tante bisa nasehati dia, dan beban kamu juga berkurang."


Stella :"Makasih ya Tan," memberi senyuaman.


Papa Marcel datang menghampiri mereka, mengajak mereka untuk berangkat. Mobil melaju meninggalkan komplek itu menuju gedung pesta tempat pernikahan berlangsung. Mereka memarkirkan mobilnya di parkiran gedung.


Stella :"Tante, Stella di sini saja sebentar ya, Tante dan oom masuk saja duluan."


Mama :"AC nya nyalakan saja ya Stell, biar tidak kepanasan."


Papa :"Ini kunci nya Stella." Memberikan kunci.


Mereka turun dari mobil dan berjalan memasuki gedung.


Stella menyalakan mesin mobil dan menyalakan AC nya, ia menurun kan kursi lalu memejamkan matanya.


***


Marcel datang menjumpai orang tuanya, dan duduk bersama mereka. Matanya melihat sekeliling mencari Stella,


Marcel :"Stella mana ma?"


Mama :"Di mobil. Tadi katanya dia sebentar saja. Kamu lihat dia kesana lah,"


Marcel :"Tidak usahlah, kan hanya sebentar palingan sebentar lagi datang."


Papa :"Kamu kapan datang Sel?"


Marcel :"Tadi jam 06.00 berangkat pa."


Papa :"Lalu langsung ke sini?"


Marcel :"Iya, tadi aku dari rumah udah mandi dan langsung memakai baju ini."


****


Makanan di antar ke setiap meja, tamu-tamu undangan menyantap makanan yang sudah di hidangkan.

__ADS_1


Marcel masih terus melihat sekelilingnya melihat dan mencari Stella.


Marcel :"Mobil dimana Pa?"


Papa :"Kamu cari saja di parkiran pasti ada, papa juga tidak ingat betul."


Marcel :"Kunci sama dia?"


Papa :"Iya,"


Marcel berjalan meninggalkan meja dan keluar dari gedung. Ia berjalan menuju parkiran, ia melihat satu per satu mobil mencari mobil papanya. Ia menemukan mobilnya, Marcel mengintip dari kaca hitam, ia melihat sosok Stella yang sedang tidur. Marcel membuka pintu lalu duduk di samping Stella, Stella pun langsung membuka matanya karena mendengar suara pintu yang terbuka. Ia melihat sosok Marcel duduk di sampingnya, ia seperti mimpi, ia terus melihat sosok itu.


Stella :"Marcel,"


Marcel :"Kamu jauh-jauh dari rumah hanya untuk tidur di mobil?"


Saat ingin menjawab, kaca mobil di ketuk oleh mamanya Stella. Stella membuka pintu mobil itu,


Mami :"Kamu kenapa di sini? jangan malu-maluin mami ya, semua orang mencari mu di dalam."


Stella :"Aku malas mi,"


Mami :" Kamu jangan begitu lah Stella, kamu hanya menghadiri acara saja malam. Kamu harus ingat dulu saat kamu menikah mereka semua hadir ke pernikahanmu, tetapi begini balasan kamu kepada mereka."


Stella :"Mi, dari semalam kan aku sudah bilang aku tidak mau pergi, tetapi Mami memaksa ku untuk pergi."


Mami :"Sekarang kamu sudah sampai di sini, kan? apa kamu di sini terus sampai acara selesai? Jika kamu tidak mau pergi, kamu tidak usah ikut tadi, bukan malah diam di mobil."


Stella :"Aku disini sampai acara selesai."


Mami :"Kamu melakukan hal yang sia-sia. Ayok turun, kamu harus masuk ke dalam, Mami tunggu di dalam."


Stella :"Mi, aku tidak mau."


Mami :"Mami tunggu di dalam, kamu dengar kan?" menutup pintu mobil.


Maminya berjalan meninggalkan parkiran itu dan kembali masuk ke dalam gedung.


Marcel :"Aneh ya kamu, begini saja malas."


Stella :"Kamu tidak tau apa-apa, lebih baik kamu diam saja."


Marcel :"Jangan bikin malu orang tua, sana kamu masuk "


Stella :"Siapa yang bikin malu ha? aku tidak ingin masuk, ini hak ku kan."


Marcel :"Kamu merusak nama keluarga mu, kamu mempermalukan orang tuamu. Ayok masuk Stell, aku yang akan disalahkan jika tidak membawa mu masuk." menarik tangan Stella.

__ADS_1


Stella :"Sel, aku tidak mau." menarik tangannya. "Aku tidak akan masuk."


__ADS_2