
Pagi hari Marcel langsung berangkat ke bandara, ia akan berangkat ke kota XY , di bandara ia segera memasuki pesawat.
Lama nya perjalan untuk sampai di kota XY Memakan waktu 2 jam 30 menit.
Marcel sampai di kota XY Pukul 9.30 , ia dijemput di bandara oleh supir perusahaannya, Ia pun diantarkan sampai ke perusahaan. Marcel memasuki Perusahaannya dengan menyandang tas ransel di punggungnya, semua memberi hormat kepada Marcel pada saat Marcel memasuki gedung itu.
Sudah 1 bulan, Marcel tidak ada berkunjung secara langsung ke perusahaan ini, ia hanya melihat perkembangan melalui laptopnya.
Selama berada di perusahaan , Marcel memantau secara langsung Karyawan karyawannya, ia juga mengerjakan semua pekerjaannya.
Pada pukul 13.00 , Marcel pun memutuskan untuk makan siang, Setelah makan siang , ia keliling kota XY dengan membawa mobil perusahaannya. Ia mencari rumah untuk di tempati nya nanti. Setelah lama mencari, ia tertarik dengan Rumah megah dan mewah yang tersusun atas 4 lantai, Marcel pun segera menghubungi si penjual rumah tersebut, Marcel pun meminta untuk langsung bertemu di Sebuah restoran dengan si pemilik rumah tersebut. Marcel pun segera melajukan mobil menuju restoran yang sudah dijanjikan.
Sesampai di restoran Marcel menunggu cukup lama, akhirnya si pemilik rumahnya itu datang, ternyata Marcel mengenal Si pemilik rumah itu. Ia adalah Manajer lama Diperusahaan Marcel yang sudah Pensiun .
Namanya adalah Pak Rudi.
Marcel : Hai pak, apa kabar ? (menjabat tangan pak Rudi)
Pak Rudi : Baik pak, bapak gimana?
Marcel : Saya baik juga pak, Jadi bapak si pemilik rumah itu?
Pak Rudi : Tidak pak, saya hanya membantu menjualnya, Rumah itu di bangun oleh saudara saya , kebetulan saya tinggal di kota ini, jadi saya bantu jualkan pak (memberi senyuman)
Marcel : Itu rumah bekas atau baru dibangun pak?
Pak Rudi : Itu baru selesai dibangun Bulan lalu pak, belum dihuni sama sekali, Banyak yang berniat namun harganya belum cocok.
Marcel : Ooh saya mau beli pak , itu berapa?(memberi minuman kepada pak Rudi)
Pak Rudi : Apa bapak tidak menawarkan harga terlebih dahulu?
Marcel : Tidak usah pak, bapak langsung sebut saja harganya.
Pak Rudi : Saya bingung bagaimana mengatakannya pak
Marcel : Kenapa harus bingung pak? apa rumah itu angker?
Pak Rudi : Oh tidak pak, rumah itu tidak angker, Namun harga rumah itu cukup mahal pak.
Marcel : Oh ya sudah pak tidak apa apa haha (tertawa) , kalau kualitas bagus sudah tentu harga juga bagus ya kan pak (memberi senyuman)
Pak Rudi : Iya betul pak, harga nya 17 milyar pak.
Marcel : Apa saya boleh lihat dulu dalamnya pak?
Pak Rudi : Oh boleh ,kapan bapak akan melihatnya?
Marcel : Sekarang bisa?
Pak Rudi : Bisa pak, ayok berangkat.
Marcel : bapak kesini naik apa?(berdiri dari duduknya)
Pak Rudi : Saya bawa mobil pak(berjalan)
Marcel : Kalau begitu kita naik mobil masing masing (memberi senyuman)
Mereka pun mengendari mobil mereka masing masing menuju rumah megah itu, sesampai dirumah megah Pak Rudi langsung membukakan rumah itu. Marcel segera masuk Dan menelusuri Satu per satu lantai hingga ke lantai 4. Ada kolam renang, Lapangan basket mini, Pos satpam khusus untuk rumah ini, Di lantai 4 Terdapat ruang terbuka juga untuk bermain golf.
Marcel : Pak saya sangat suka dengan rumahnya (memberi senyuman) , boleh gak sekalian diisi dengan furniture nanti saya tambah biaya nya, saya tidak punya waktu untuk mencari furniture pak.
Pak Rudi : Saya akan membantu mengisi rumah ini pak, saya sangat mengerti keadaan bapak (memberi senyuman) Nanti saya akan hitung biaya untuk membeli berbagai furniture nya pak.
Marcel : Tolong dengan furniture yang bagus ya pak, Kalau bisa pokoknya saya pindah kesini udah tinggal tidur saja haha (tertawa)
Pak Rudi : Oh oke pak, saya akan melengkapi nya haha (tertawa) , kapan bapak akan menempati rumah ini?
Marcel : Bulan depan sekitaran tanggal 3 pak , jadi ini saya bayar DP dulu?
__ADS_1
Pak Rudi : Terserah bapak Marcel saja, saya sudah percaya sama bapak.
Marcel : Oh saya bayar uang rumah dulu lah ya pak ( memberi cek), bapak tau dimana cari pembantu? kalau bisa yang sudah berpengalaman.
Pak Rudi : Tetangga saya ada yang mencari pekerjaan jadi pembantu rumah tangga pak, kebetulan dia sudah berpengalaman, dia sudah berumur 50 tahun juga.
Marcel : Oh, Saya ingin mempekerjakan dia disini nanti pak, kalau bisa saya butuh 3 orang pembantu dan 2 orang satpam pak. Tolong Carikan pak.
Pak Rudi : Oh iya pak, kalau satpam Ada anak kawan 1 orang, ada juga Mantan satpam di komplek rumah saya, nanti saya akan tawarkan mereka pak, Kalau pembantu nanti saya akan cari 2 lagi ya pak.(mengambil cek yang sudah diisi)
Marcel : Okey terima kasih pak (mengambil kunci rumah)
Pak Rudi pun segera pergi meninggalkan rumah megah itu, sementara Marcel masih berada didalam sana.
Ia mengelilingi rumah dengan luas 50 meter x 50 meter itu.
Bahkan berkeliling disini saja aku sudah sangat lelah "ucap Marcel sambil mengelap keringatnya.
Marcel berjalan memasuki rumah itu, ia melihat rumah itu dengan sangat terkagum kagum , sungguh megah bangunannya.
Rumah ini akan menjadi tempat percintaan ku"ucap Marcel dalam hati.
Marcel pun berjalan menaiki lantai 2 , ia menelusuri setiap ruangan lagi. Terdapat bath up di setiap ruangan kosong itu.
Aku akan satu atap dengan Stella disini "ucap Marcel dalam hati.
Marcel pun memutuskan untuk keluar dari rumah itu, ia segera melajukan mobilnya ke perusahaan. Di perusahaan ia menandatangani semua dokumen dokumen perusahaan. Setelah pukul 19.00 , Marcel pun melajukan mobilnya ke sebuah hotel, ia memesan sebuah kamar untuk 1 malam dan segera membayarnya. Pelayan hotel pun memberikan kunci kamar hotel itu. Kebetulan kamarnya terletak dilantai 5, ia pun berjalan menaiki lift, didalam lift itu ada seorang wanita yang tidak ia kenal, namun ia memperhatikan penampilan wanita itu dari atas sampai bawah, wanita itu menggunakan baju tali satu dan rok yang sangat pendek.
Dasar cewek murahan "ucap Marcel dalam hati.
Siapa sih yang mau dengan cewek seperti ini? sejahat jahatnya cowok pasti milih cewek baik baik juga buat pasangannya"ucap Marcel dalam hati.
Marcel pun berjalan keluar dari lift ia berjalan menuju kamarnya nomor 888, ia segera membuka kamar itu dengan kunci yang diberikan dan masuk kedalamnya. Ia langsung mandi , setelah mandi ia mengenakan pakaiannya dan berbaring di tempat tidur itu, ia mengambil ponselnya .
Telfon stella ah, tapi apa alasan aku nelfon dia? ah itu urusan nanti saja lah "ucap Marcel dalam hati .
Marcel pun langsung mencari nama Stella di kontaknya, dan menghubunginya. 2 kali dihubungi namun Stella tidak mengangkatnya.
Ah kenapa aku terlalu mencintai nya, dia saja tidak pernah mencintai ku, aku sangat tidak suka dia dekat dengan cowok lain, aku gak suka , "ucap Marcel sambil menumbuk numbuk tempat tidur.
Tiba tiba telpon Marcel berdering, ia melihat Nama penelpon adalah Stella.
Ah kau sudah terlanjur membuat ku sakit hati "ucap Marcel sambil melempar hpnya ke tembok.
Namun hp Marcel masih terus berdering, Marcel pun mengambilnya dan mengangkatnya.
Marcel : Halo kenapa kau menelfon ku?
Stella : Lah tadi kamu yang duluan nelfon kan?
Marcel : Aku menelfon mu tadi, bukan sekarang.
Stella : Iya mau ngapain?, tadi aku lagi diluar hp ku tinggal di rumah.
Tu kan dia pasti jalan sama mantannya itu "ucap Marcel sambil menumbuk lantai.
Stella : Halo Marcel, kenapa?
Marcel : Tidak jadi
Stella : Kamu kapan pulang?
Marcel : Bukan urusan mu
Stella : Bukan urusan ku? yes. berarti gak jadi nikah ya?
Marcel : Kamu Gilak ya
Stella : Tadi kau sekarang kamu, kenapa sih? Kamu kapan pulang?
__ADS_1
Marcel : Kan aku sudah bilang bukan urusan mu
Stella : Ya sudahlah , bye (menutup telvon)
Bahkan dia tidak tau aku cemburu, ah kurang aja dia(menumbuk lantai) "ucap Marcel dalam hati.
* Di rumah Stella*
kenapa sih? gak jelas banget jadi cowok, gak mau ngapa ngapain tapi nelvon, dasar gak jelas "ucap Stella dalam hati.
Stella berjalan menuju ruang makan , ia makan malam sendirian di dapurnya karena orang tuanya dan kedua adiknya sedang pergi bersama keluarga Marcel.
*Hotel*
Dia ngapain nanya aku kapan pulang, apa ada yang penting? apa aku coba tanya apa yang penting?
Marcel pun mengambil ponselnya dan menelfon kembali Stella.
*Di rumah stella*
Lagi lagi hp nya berdering, ia segera berlari ke kamarnya mengambil hpnya dan melihat ada telefon.
Ngapain sih nelfon lagi"ucap Stella dalam hati.
Stella : Halo ? (sambil berjalan ke ruang makan)
Marcel : Tadi mau ngomong apa?
Stella : Gak ada (menyendok kan makanan ke mulutnya)
Marcel : Kenapa nanya aku kapan pulang?
Stella : Ooh , emang kapan?
Marcel : Bukan urusanmu
Stella : Kalau gak mau kasih tau gak usah nanya (membanting sendok ke piring)
Marcel : kamu kenapa nanya itu?
Stella : Kita belum konsultasi ke dokter.
Marcel : Buat apa?
Stella : Sebelum nikah itu harus konsultasi ke dokter, manatau aku buat apa.
Marcel : Kalau gak tau gak usah ngomong.
Stella : Biar tau pasangannya waras atau enggak, kalau gak waras dokternya larang nikah.
Marcel : Bagus juga, kayaknya bakal gak jadi nikah karena kamu gak waras
Stella : Kamu kali gak waras, marah marah gak jelas.
Marcel : Hahahaha (tertawa lepas)
Stella : Udah ya bye
Marcel : Eh tunggu
Stella : Apa?
Marcel : Gak jadi lah
Stella : Ya udah (mematikan ponselnya)
Aku masih mau dengerin suara dia padahal, kenapa aku begitu kangen dengannya, padahal baru gak ketemu satu hari , Ah kenapa aku seperti ini "ucap Marcel sambil tersenyum.
Marcel pun langsung memutuskan untuk tidak makan malam, karena ia sedang tidak selera, Marcel pun langsung tidur ditempat tidurnya.
__ADS_1
*Di rumah Stella*
Selesai makan malam, ia pun kembali masuk ke kamarnya , ia membaringkan badannya di tempat tidur dan tertidur.