Tetanggaku Di Hatiku

Tetanggaku Di Hatiku
Hari Pertama di rumah baru


__ADS_3

Marcel pun memutuskan untuk berangkat kerja saja


Ngapain aku disini, kalau tidak di hargai?"ucap Marcel sambil mengambil pakaian.


Marcel pun mengenakan pakaian nya, Setelah berpakaian ,ia langsung melajukan mobilnya ke perusahaan.


Stella yang dari tadi didalam kamar pun akhirnya keluar dari kamar karena perutnya kelaparan, ia berjalan menuruni tangga dan mencari ruang makan.


Stella : Pagi bi (memberi senyuman)


Pagi non, nona mau makan? "ucap bibi.


Stella : Iya Bi, ada makanan kan? (menarik kursi)


Ada nona, bibi ada masak, sebentar biar bibi ambilin ya "ucap bibi sambil mengambil makanan.


Bibi itu pun mengambil makanan Stella Dan meletakkannya di meja,


Silahkan dimakan nona , saya permisi "ucap bibi.


Stella : Eh bibi , sini dulu (menepuk kursi yang disampingnya)


Kenapa nona, apa ada yang kurang "ucap bibi.


Stella : Apa bibi sudah makan?


Bibi makan sebentar lagi nona, pekerjaan bibi belum selesai "ucap bibi.


Stella : Eh jangan, ayo bibi ambil makan, sini makan sama saya.


Eh tidak usah nona, bibi hanya pembantu dirumah ini "ucap bibi.


Stella : Eh bibi jangan gitu, bibi ambil makanannya lalu duduk sini , ayo bi, ini saya yang suruh, jadi tidak akan ada yang marahi bibi


Terimakasih nona "ucap bibi sambil mengambil makanan.


Setelah mengambil makanan, bibi itu pun duduk disamping Stella dan ikutan makan bersamanya.


Stella : Bibi namanya siapa? (memasukkan makanan ke mulutnya)


Nama saya Murti nona "ucap bibi sambil memberi senyuman.


Stella : Ooh, bibi Uda lama berkerja disini ?


Bibi Murti : Belum nona, baru seminggu yang lalu.


Stella : Ooh kalau yang lain?


Bibi Murti : Kami masuk nya serentak nona


Stella : Ooh, bibi umurnya berapa?


Bibi Murti : 50 nona (memberi senyuman)


Stella : Ooh bibi masih kuat ya (meneguk kan minumannya), kalau yang lain bi?

__ADS_1


Bibi Murti : Satu umur 37, yang satu lagi umur 24 nona.


Stella : 24? oh yang cewek lepasin rambut ya Bi?


Bibi Murti : Iya nona , saya mau lanjut kerja ya nona (berdiri dari duduknya)


Stella : Iya Bi, bibi kalau ada apa apa panggil Stella ya (berdiri dari duduknya)


Bibi Murti : Haha nona bisa aja, seharusnya saya yang bilang gitu (mengelap meja bekas mereka makan)


Stella : Haha , Stella naik dulu ya Bi (berjalan meninggalkan bi Murti)


Stella pun berjalan menaiki tangga, ia sangat penasaran dengan bentuk rumah ini, ia berjalan menelusuri setiap ruangan hingga kelantai 4.


Besar sekali rumah ini, berapa uang yang dia keluarkan untuk membeli rumah ini? "ucap Stella dalam hati.


Bahkan ada lapangan golf disini, apa Marcel hobi bermain golf? "tanya Stella dalam hati.


Stella pun berjalan turun dari lantai 4, ia kembali masuk ke kamarnya, Ia memainkan ponselnya sambil berbaring di tempat tidur hingga larut malam, ia pun memutuskan untuk mandi, ia masuk kedalam kamar mandi dan melupakan sesuatu.


Handuk mana ya? oh iya aku belum ada ambil"ucap Stella dalam hati


Stella pun berjalan keluar kamar dan menuju kamar Marcel, ia mengetuk pintunya namun tidak dibukakan, Stella pun akhirnya masuk.


Pantas aja gak dijawab orangnya aja gak ada didalam "ucap Stella sambil memasuki kamarnya)


Stella membuka satu per satu lemari mencari handuk, akhirnya ia menemukan Tumpukan handuk ,ia mengambil 5 helai handuk dan membawa nya ke kamarnya.


Ia pun segera mandi .


Ia mengajak ke tiga pembantunya untuk makan bersamanya, mereka pun menuruti permintaan stella, mereka makan bersama di ruang makan itu, selesai makan Stella langsung naik kembali ke kamarnya Dan membaringkan badannya disana.


Aku akan seperti ini setiap hari, ah membosankan "ucap Stella dalam hati.


Stella pun berjalan ke jendela kamarnya, ia duduk disana . Ia melihat Pos satpam di halaman rumahnya.


Cowok itu kayaknya cowok baik baiklah "ucap Stella sambil melihat satpam itu.


Stella memandangi satpam itu dari balik kaca jendela kamarnya.


Ia pun kembali ke tempat tidurnya, ia membaringkan badannya karena jam sudah menunjukkan pukul 20.00.


Marcel masih berada di perusahaannya, Karena ada permasalahan di perusahaannya. Marcel pun pulang pukul 21.00 , ia langsung berjalan ke ruang makan, dan makan disana. Selesai makan Marcel berjalan menaiki tangga, ia Stella didepan ruangan kamar itu sedang menonton Televisi sambil duduk di sofa. Marcel menghiraukan saja keberadaan stella, ia langsung masuk ke kamarnya.


Kalau aku cakapi yang ada malah kelahi lagi "ucap Marcel dalam hati sambil masuk ke kamarnya.


Tiba tiba Lampu padam, Stella segera berlari ke kamar Marcel karena ketakutan. Saat itu Marcel sedang mengganti pakaiannya, Saat Stella membuka pintu kamar itu Marcel sedang dalam keadaan telanjang. Semua tubuh Marcel terlihat jelas oleh Stella, Stella berteriak tetapi tetap melihat tubuhnya.


ahhh " teriak Stella tetapi tetap melihat tubuhnya.


Marcel pun langsung membelakangi Stella, dan memakai kan celananya.


Marcel : Mau ngapain kamu?(melihat Stella)


Stella : Hidupin genset

__ADS_1


Marcel : Gak ada genset (berjalan ke tempat tidurnya)


Stella : Eh gak mungkin gak ada (menarik tangan Marcel)


Marcel : Nanti kamu aku tarik ya, aku bilang gak ada gak ada , sana keluar, jangan bikin pusing, masalah aku masih banyak.


Stella : Emang kamu pikir masalah aku gak banyak ha?(Meletakkan tangannya di pinggang) sadar lah kamu, semenjak kehadiran mu Masalah ku semakin banyak (menunjuk Marcel)


Marcel mendengar ucapan Stella, ucapan Stella itu sangat menyakitkan , ia ingin melempar barang barangnya namun ia menahan emosinya.


Marcel : Kamu keluar (menunjuk keluar ruangan), Kamu cari sendiri dimana letak genset.


Stella yang kesal pun berjalan keluar dari kamar Marcel, ia berjalan menuruni tangga dan menghidupkan senter hpnya, ia mencari bi Murti di Dapur namun tidak menemukannya, bahkan tidak ada seorang pun di dapur. Stella berjalan keluar rumah dan berjalan ke pos satpam.


Stella menghampiri satpam yang ia katakan baik itu.


Stella : Kamu tau ga dimana letak genset ?


Kurang tau nona, tapi saya akan mencarinya jika nona menginginkannya "ucap satpam muda itu.


Stella : Iya tolong bantu saya mencarinya (memberi senyuman)


Satpam itu pun berjalan keliling rumah itu, Stella mengikutinya dibelakang, akhirnya satpam itu menemukan Genset itu berada di ruangan kecil yang berada di samping kolam renang.


Stella : Tolong langsung nyalakan saja


Satpam itu pun langsung menghidupkan genset itu, suara nya sangat berisik, untung saja ruangan itu kedap suara sehingga tidak kedengaran keluar jika pintunya tertutup.


Stella : Terimakasih ya (memberikan senyuman)


Satpam : Sama sama nona (berjalan)


Stella : Kamu sudah makan? (berjalan menyeimbangi satpam itu)


Satpam : Belum , Makanan saya nanti diantar.


Stella : Siapa yang antar?


Satpam : Ibu saya


Stella : Kamu makan di rumah saja, kasihan ibu kamu ini sudah malam.


Satpam : Tidak usah nona, terimakasih.


Stella : Jangan menolak, makanlah didalam, disana masih banyak makanan tersisa daripada terbuang sia sia kan


Satpam : Terimakasih nona, saya akan makan (memberi senyuman)


Stella : Mulai besok, kamu makan disini saja, kasihan ibu mu, saya masuk duluan ya, Kamu langsung ke dapur saja.


Satpam : Iya nona terimakasih banyak (memberi senyuman)


Stella pun berjalan menaiki tangga menuju kamarnya, satpam itu berjalan menuju dapur dan makan disana.


Stella kehausan dan turun kembali menuju dapur.

__ADS_1


__ADS_2