
Mobilnya memasuki sebuah hotel yang tidak begitu jauh dari Kundo . Marcel langsung memarkirkan mobilnya di parkiran hotel, mereka segera berjalan menuruni mobil. Mereka memasuki hotel dan langsung memesan Kamar.
Marcel : Mau check in mba
Pelayan hotel : Berapa kamar pak?
Marcel : 2
Stella : Eh satu aja (melihat Marcel )
Marcel : Serius?
Stella : Aku ga berani tidur sendiri
Marcel : 1 aja mba, berapa ya?
Pelayan : 550 ribu pak
Marcel pun langsung mengambil kartu ATM dan menggesekkan ya, lalu mereka diantar oleh seorang pelayan lain nya menuju kamar mereka yang berada di lantai 3. Mereka di antar sampai ke depan pintu kamar, setelah itu pelayan itu pergi . Mereka pun memasuki kamar.
Stella berjalan menuju toilet Dan membasuh mukanya disana, setelah itu ia berjalan keluar toilet, ia melihat Marcel yang sedang membersihkan tempat tidur agar benar benar bersih. Marcel pun mengambil sebuah bantal dan membaringkan badannya di sofa.
Stella berjalan menaiki tempat tidur , ia membaringkan badannya disana. Ia memperhatikan Marcel cukup lama.
Stella : Marcel (melihat Marcel)
Marcel pun segera membuka matanya.
Marcel : Kenapa stell?(melihat Stella)
Stella : Kenapa tidak tidur disini?
Marcel : Aku boleh tidur disitu (duduk dari tidurnya)
__ADS_1
Stella : Boleh
Marcel langsung berjalan dengan membawa bantal menuju tempat tidur dengan senang sekali. Ia membaringkan badannya ditempat tidur.
Stella : Marcel, kamu tau darimana aku ada disana ?(mengambil bantal guling yang berada diantara mereka dan melihat Marcel)
Marcel : Aku sudah menyebarkan banyak sekali surat pencarian hilang Stella . Seorang Toko ponsel yang menelfon ku, ia memberitahu bahwa semalam kamu minta pesanan ojek sama nya, aku juga langsung hubungi ojeknya, ojeknya kasih tau aku dia nganterin kamu sampai mana, ya tadi jam 11 aku langsung ke situ cari kamu (memberi senyuman)
Stella : Eh pakaian aku ketinggalan di kos
Marcel : Sudah ada di mobil, tadi ibu kos memberikannya pada ku, kamu dapat uang darimana?
Stella : Dari uang tabungan aku dulu yang ada di ATM .
Keadaan hening sejenak, Stella menutup matanya untuk memulai tidurnya .
Marcel : Stella (melihat Stella)
Stella : Ha ? (membuka matanya)
Stella : Aku tidak bisa melepaskannya(mengangkat tangannya melihat cincin itu) , Tapi aku akan melepaskannya ketika di sidang perceraian nanti
Marcel : Stella (mendudukkan badannya dari tidurnya ), tidak akan ada kata perceraian , tidak akan ada Stella.
Stella juga mendudukkan badannya dari tidurnya. Marcel memeluk tubuh Stella sangat erat.
Marcel : Aku mohon Stella, jangan pernah menyebut kata itu lagi (memeluk erat Stella)
Stella : Kamu sakit ya ? (memegang kepala Marcel)
Marcel : Tidak
Stella : Badanmu panas sekali. Ini kamu sakit (memegang kepalanya untuk membandingkan suhu tubuh mereka)
__ADS_1
Marcel : Tidak, aku hanya kelelahan .
apakah dia kelelahan untuk mencari ku? Dia benar benar menyayangi ku, kenapa aku seperti ini? "ucap Stella dalam hati
Stella : Kamu uda makan ? (melihat Marcel)
Marcel : Tidak usah (membaringkan badannya di tempat tidur)
Stella masih tetap duduk memperhatikan Marcel yang tidur, Stella memegang kening Marcel merasakan suhu tubuhnya.
Sepertinya dia memang sedang sakit "ucap Stella dalam hati.
Stella : Apa di mobilmu ada obat?
Marcel : Tidak (menjawab tetapi matanya tetap tertutup)
Stella pun membaringkan badannya dan menutup matanya. Mereka pun tertidur.
Tepat pada pukul 05.00 dini hari,Stella terbangun dari tidurnya, ia mendengar ada suara seperti orang muntah dari kamar mandi, Ia melihat tempat tidurnya, tidak ada Marcel disana, Stella segera menuruni tempat tidur dan masuk kedalam kamar mandi, Ia melihat Marcel yang kelihatan mual dan kepalanya menunduk ke washtafel. Stella segera berlari keluar kamar mandi dan mengambil air hangat dari dispenser, ia memberikannya kepada Marcel. Marcel pun segera meminumnya dan membersihkannya
washtafel itu, Ia berjalan menuju Tempat tidur dan menaiki nya, ia duduk dan bersandar .
Stella : Pusing ya?(duduk di tepi tempat tidur)
Marcel : iya (menjawab lemas)
Stella : minum lagi nih (memberikan minuman hangat itu)
Marcel pun menegukkan minuman ,ia memberikan minuman dan membaringkan badannya di tempat tidur.
Stella menarik selimut hingga menutupi semua badannya, Stella naik ke tempat tidur dan duduk disamping Marcel, ia mengurut kepala Marcel.
Stella : Sakit gak?
__ADS_1
Marcel : Sakit tapi enak (membuka matanya)
apa dia sudah menerima ku, dia kelihatan sangat tulus mengurut ku, seperti ini terus ya stella Aku mencintaimu "ucap Marcel dalam hati.