Tetanggaku Di Hatiku

Tetanggaku Di Hatiku
Di kota XX H-1


__ADS_3

Selesai mandi, Marcel dan Stella keluar dari kamar untuk makan malam bersama keluarga Stella. Selesai makan, Stella langsung masuk ke kamar. Sementara Marcel masih berkumpul bersama Papa dan mama mertuanya.


Setelah lama kemudian, Papa mertuanya mengantuk dan pergi ke kamar, kini hanya Mama mertuanya yang bersama dengannya di ruangan itu.


Mama :"Kalian tidur di rumah kamu kan Sel?"


Marcel :"Tidak Tante, di sini saja."


Mama :"Jangan begitu dong Sel, kalian tidur di sana saja. Mama kamu itu pasti sudah kangen banget sama kamu Sel,"


Marcel :"Tadi Marcel sudah ajak Stella Tan, tapi dia tidak mau. Dia suruh aku saja yang di sana."


Mama :"Stella ini keterlaluan banget ya."


Marcel :"Tidak apalah Tan, namanya juga orang hamil."


Mama :"Begini saja Sel, kamu tidur saja di rumah mu. Biar Stella tidur di sini, Tante cuma mau melihat bagaimana reaksi Stella kalau kamu tidur di sana."


Marcel :"Nanti dia marah pula Tan,"


Mama :"Kalau dia marah berarti dia tidak bisa tidur terpisah dari kamu dong, lagian itu dia yang suruh kan, berarti itu cuma omongan dia doang, kamu tidur saja dulu di sana, lagian tidak apa tidur terpisah sehari kan?"


Marcel :"Oh ya sudah Tan, aku mau kesana sekarang sekalian mau ngumpul juga Tan."


Mama :"Oh ya sudah Sel,"


Marcel :"Oh ya Tan, itu aku ada letakin obat di atas meja rias Stella buat Stella kalau perutnya sakit,"


Mama :"Oh iya iya Sel."


Marcel pun keluar dari rumah Stella dan masuk ke rumahnya, kebetulan keluarga nya sedang makan malam bersama di ruang makan, Marcel menghampiri mereka.


Marcel :"Hai pa, ma."


Papa :"Eh Sel, ayok makan makan."


Marcel :"Udah pa, aku baru selesai makan."


Papa :"Hebat kamu ya, sudah hamil aja si Stella."


Marcel :"Hahaha." Tertawa


Papa :"Cewek atau cowok?"


Mama :"Ih papa, belum tau lah usianya masih 2 bulan."


Papa :"Oh belum ya, lupa ma. Kenapa Stella tidak ikut kamu ke sini?"


Marcel :"Dia masih pusing pa, bawaannya pengen tidur terus."


Papa :"Oh berapa hari di sini Sel?"


Marcel :"Sampai urusan aku selesai lah Pa,"


Papa :"Pembukaan cabang di sini?"


Marcel :"Iya Pa, doakan aja lancar."


Papa :"Amin, kamu sana lah ke rumah Stella, nanti dia nyariin kamu."


Marcel :"Aku tidur di sini dulu malam ini pa, kangen kamar haha." Tertawa.


Mama :"Nanti Stella kalau butuh apa-apa gimana Sel, kandungan masih 2 bulan itu lagi kumat-kumatnya loh Sel."


Marcel :"Tadi aku udah titip sama Tante itu ma, lagian dia bisa telvon aku."


Papa :"Ya sudah lah ma, biarkan saja. Dia juga mau ngulang masa mudanya hahaha,"

__ADS_1


Mama :"Yaelah, jangan ikuti papa mu itu Sel. Jadi suami yang baik saja."


Marcel :"Emang papa gimana ma hahaha?"


Mama :"Gatal" memelototi matanya


Marcel :"Papa nih, udah tua juga hahaha."


Papa :"Eh sudah, jangan aneh-aneh ma. Nanti kalau anak mu sudah lahir, papa punya hadiah untuk nya."


Marcel :"Aduh pa, masih lama juga." Menepuk jidatnya.


Papa :"Hahaha, ya sudahlah ya sudah mengantuk sekali papa, mau tidur." Menepuk bahu Marcel.


Marcel :"Aku mau ke rumah Stella bentar lah ya ma, tidak usah kunci pintunya dulu ya."


Mama :"Baru sebentar pisah saja sudah kangen,"


Marcel :"Hahaha wajar lah ma, biasanya kami selalu bersama 24 jam, aku mau suruh Tante supaya rumahnya tidak usah di kunci."


Mama :"Ooh pergilah sana, nanti keburu tidur dia."


Marcel keluar dari rumahnya dan masuk ke rumah Stella, ia meminta mama mertuanya untuk tidak mengunci pintu rumahnya karena ia akan terus datang untuk melihat Stella, sebelum ia balik ke rumahnya Marcel menyempatkan diri untuk melihat Stella di kamarnya.


Marcel :"Stell, tidur sana yok" Sambil membuka pintu.


Stella :"Ih apa sih, dari tadi udah aku bilang tidak mau. Kamu saja lah tidur di sana, pergilah sana aku mau tidur."


Marcel pun langsung keluar kamar, ia tidak ingin menggangu waktu tidur Stella. Ia balik ke rumahnya, dan langsung masuk ke kamarnya. Ia menghidupkan televisi di kamarnya, ia bermain play stasion.


Pada pukul 24.00, mata Marcel sudah sangat mengantuk, ia memberhentikan permainannya dan memilih untuk tidur, namun sebelum ia tidur ia mengambil hp nya yang ia letakkan di ruang keluarga, ia membawa hp nya ke kamarnya dan mengecek hpnya, ada 6 panggilan tak terjawab, ia melihatnya ternyata itu panggilan dari Stella. Marcel langsung keluar dari rumahnya dan masuk ke rumah Stella, ia berjalan masuk ke dalam kamar Stella, tampak Stella sedang tidur menyamping, Marcel menghampirinya.


Marcel :"Stell, kenapa?" Duduk di tepi tempat tidur.


Stella :"Kamu dari mana sih?" Membalikkan tubuhnya melihat Marcel.


Stella :"Kalau aku suruh tidur sana, kamu tidur di sana gitu?"


Marcel :"Ya kan aku cuma menuruti perintahmu," menggaruk kepalanya.


Stella :"Ah terserah kamu lah." Membalikkan badannya membelakangi Marcel.


Marcel :"Kenapa menelfon ku?" Membelai rambut Stella


Stella :"Perut ku sakit sekali,"


Marcel :"Sudah minum obat?"


Stella :"Aku tidak ada membawa obatnya,"


Marcel :"Itu aku membawanya," menunjuk obat yang di letakkan nya di atas meja. "Mau makan obat?"


Stella :"Iya," suara merengek.


Marcel mengambil segelas air putih dari dapur, dan membawakan nya ke kamar Stella.


Marcel :"Nih," memberikan obat dan segelas air putih.


Stella langsung memakan obat itu.


Stella :"Kamu mau tidur di mana?"


Marcel :"Di sana," menunjuk rumahnya.


Stella :"Ih kamu nih," memukul paha Marcel.


Marcel :"Loh kok aku di pukul? Kamu kan nanya ya aku jawab, salah ya?"

__ADS_1


Stella :"Tidur sini ajalah sel, tega banget sih kamu tinggalin aku."


Marcel :"Aku tidak meninggalkan mu, kan aku hanya tidur di sana, kalau butuh kamu bisa menelfon ku, aku bisa datang ke sini lagi."


Stella :"Iih kamu tu, aku serius. Tidur sini aja Sel," S


suara merengek.


Marcel :"Udah tidak bisa pisah tidur dari aku ya?" Menaiki tempat tidur.


Stella :"Jangan gr ."


Marcel :"Ih kok gr, ya sudah lah aku tidur di sana saja," menginjakkan kaki ke lantai.


Stella :"Ih Marcel," menarik tangan Marcel.


Marcel :"Ini kayaknya adek yang di dalam perut yang manja nya kebangetan ya," mengelus perut Stella."Besok tidur di rumah ku ya Stell," membelai rambut Stella.


Stella :"Di kamar siapa?"


Marcel :"Di kamar aku lah, kamu mau tidur di kamar papa ku ya?"


Stella :"Ih tidak hahaha," memukul lengan Marcel.


Marcel :"Besok tidur sana ya? Kamu belum pernah kan tidur di sana?"


Stella :"Iya, kamu juga belum pernah tidur di sini."


Marcel :"Nih kan aku tidur,"


Stella :"Eh aku udah pernah ya tidur di sana sewaktu orang tua ku jemput orang tua mu di bandara, ingat tak?"


Marcel :"Eh itu beda, itu kan kita belum menikah, sekarang sudah menikah."


Stella :"Emang beda ya? Tetapi intinya kan aku sudah pernah tidur di sana."


Marcel :"Beda lah, waktu itu kita tidak boleh tidur dekat-dekat, kan kalau sekarang boleh. Aku pengen rasain bagaimana rasanya tidur di kamar lamaku berdua dengan mu haha," tertawa.


Stella :"Lebay kamu, Sel jalan yok."


Marcel :"Udah malam loh ini, kamu tidak mengantuk?"


Stella :"Tidak, tadi kan di sepanjang perjalanan aku tidur." Memberikan senyuman


Marcel :"Ya sudah ayok."


Stella :"Tetapi naik motor saja ya, motor kamu ada kan?"


Marcel :"Ada, bukan aku tidak mau, nanti kamu masuk angin Stella,"


Stella :"Aku pakai jaket, kita belum pernah loh naik motor berdua."


Marcel :"Besok kan bisa, besok saja ya."


Stella :"Ih kalau besok itu sudah panas, aku tidak mau naik motor pagi ataupun siang hari."


Marcel :"Ya sudah ayok lah, kamu pakai jaket dulu."


Stella pun mengambil jaket nya di dalam lemari dan memakainya.


Stella :"Sudah ayok. Kamu malah duduk di situ,"


Marcel :"Cium dulu." Menunjuk bibir nya.


Stella pun mencium Marcel.


Mereka berjalan keluar rumah, Marcel mengeluarkan motornya dari dalam garasi lalu mereka berangkat jalan-jalan.

__ADS_1


Ini pertama kalian mereka menaiki motor bersama, Stella memeluk erat tubuh Marcel sambil menikmati perjalanan, mereka berjalan keliling di kota XX. Lalu mereka balik pukul 02.15 dini hari, Marcel meletakkan motornya di garasi rumah Stella, lalu mengunci rumah dan tidur di kamar Stella.


__ADS_2