
Marcel mengikuti Stella yang berjalan, Stella membaringkan badannya di sofa besar di ruang keluarga yang berada di lantai 1.
Marcel : Kamu kenapa sih gak jelas banget? (duduk di sofa yang ditiduri Stella)
Stella : Mendingan kamu tidur gak usah ngurusin orang (membalikkan badannya membelakangi Marcel)
Marcel : Terserah kamu lah, aku lupa makan karena cariin kamu.
Stella : Ya salah kamu dong, siapa suruh cariin orang gak jelas (menutup matanya)
Marcel pun berjalan meninggalkan Stella dan menuju ruang makan, ia mengambil makanannya sendiri karena bi Wati sudah tidak ada disana.
Kenapa sih dia gak jelas banget, marah marah gak jelas "ucap Marcel dalam hati.
Selesai makan Marcel berjalan meninggalkan ruang makan , dan menaiki tangga , sebelum menaiki tangga ia memperhatikan Stella yang pura pura tidur di ruang keluarga itu.
Marcel : Nanti kalau papa kamu tanya, aku bilang aja kamu yang mau, kamu jangan sampai nyalahin aku ya (melihat Stella yang pura pura tidur)
Stella : udah sana pergi (menjawab dengan menutup mata)
Marcel pun berjalan menaiki tangga dan memasuki kamarnya. Ia membaringkan badannya di tempat tidurnya sambil melamun.
Masa iya aku biarkan dia tidur disana? ah gila saja aku ini, tapi dia keras kepala banget aku ngomong juga dia gak bakal mau dengerin . Apa aku tidur dibawah aja? "ucap Marcel dalam hati.
Marcel pun membawa bantalnya keluar kamar dan menuruni tangga, ia berjalan menuju ruang keluarga dan tidur disalah satu sofa, Stella melihatnya.
Stella : Kamu ngapain sih? Gak usah lah disini ,aku jijik banget liat muka kamu (duduk dari tidurnya)
Marcel : Bodo amat (menutup telinga dengan tangannya)
Stella : Ya kamu emang bodoh , sana pergi lah
Marcel : Kamu Gilak kali ya, aku bisa kena marah sama orang tua mu kalau mereka tau aku biarin kamu tidur sendirian disini
Stella : Mereka gak akan tau kalau kamu gak ngadu.(berdiri), awas ya kamu ngikutin aku lagi (menunjuk Marcel)
__ADS_1
Stella berjalan meninggalkan Marcel dan menaiki tangga ,ia masuk ke kamarnya dan membaringkan badannya disana.
Ooh ternyata harus gini cara nya biar dia tidur di kamar, gaya aja sok gak mau gak mau, ujung ujungnya pindah ke kamar juga "ucap Marcel dalam hati.
Marcel pun membawa bantalnya menuju ke atas ke kamarnya, ia membaringkan badannya di tempat tidur, saat ia ingin menutup mata, ia mengingat bahwa ia menyimpan hp Stella di Laci meja di kamarnya, ia pun mengambil hp itu dan membuka layar kunci hp itu, awalnya ia mencoba coba dan akhirnya ia berhasil membukanya, Passwordnya adalah tanggal lahirnya sendiri.
Marcel membuka banyak sekali notifikasi dari orang. Ia menekan nama Prayoga terlebih dahulu, Marcel pun membaca chat itu isinya ; Stella kamu sakit ya? kamu kenapa? kok Sudah lama sekali menghubungi ku? apa kamu baik baik saja? . Banyak sekali pesan yang dikirim kan Prayoga isinya rata rata seperti itu. Lalu Marcel melihat sampai kebawah notifikasi itu, ia menemukan nama dan foto yang mirip dengan karyawan kantornya. Marcel pun menekan notifikasi itu dan Chat itu pun terbuka. Ia mengirim emoticon Love kepada Stella. Marcel yang penasaran pun membaca chat itu dari atas , Sepertinya ia menyukai Stella , apa Stella juga menyukainya?, kenapa dia merespon cowok ini?"tanya Marcel dalam hati.
Marcel pun mematikan hp Stella dan menyimpannya kembali ke dalam laci, ia tidur karena sudah mengantuk.
***
Pagi yang cerah Marcel segera berangkat kekantor dengan mengenakan pakaian jasnya.
Sesampai di kantor ia langsung menuju ruangannya dan menyuruh sekretaris nya untuk memanggil Karyawan yang chatingan dengan Stella itu, ia bernama Hendrik.
Marcel : Tolong kamu panggilkan si Hendrik
Sekretaris : Baik pak
Hendrik : Ada apa pak?(memberi senyuman)
Marcel : Boleh saya tau informasi pribadi mu?
Hendrik : Informasi tentang apa pak?
Marcel : Seputaran masa lalu mu, atau tentang masa pendidikan mu
Hendrik : Boleh pak(memberikan senyuman)
Marcel : Apa kamu pernah pacaran?
Hendrik : Pernah pak
Marcel : Sebutkan semua nama mantan pacar mu dan nama pacarmu sekarang.
__ADS_1
Hendrik pun menyebutkan satu per satu nama mantan pacarnya .
Hendrik : Sekarang saya sedang tidak punya pacar pak(menggaruk kepalanya)
Marcel : sedang dekat dengan siapa?
Hendrik : Tidak ada juga pak.
Marcel : Sebutkan nama sekolah mu dari TK hingga nama kampusmu
Hendrik pun menyebut kan Nama TK nya hingga nama kampusnya.
Marcel yang mendengarnya pun berfikir.
Berarti dia satu SMP dengan Stella."ucap Marcel dalam hati.
Marcel : Oh coba kamu ceritakan tentang masa SMP mu
Hendrik : Maaf pak, tapi saya sudah tidak mengingat nya.
Marcel : Baiklah berapa umur kamu sekarang?
Hendrik : 22 tahun pak
Marcel : Yasudah terimakasih , silahkan pergi
Hendrik : Kalau boleh saya tau untuk apa ya pak?
Marcel : saya hanya ingin tau Masalah percintaan dan masa lalu seluruh karyawan saya.
Hendrik : Ooh, apa bapak sudah menanyakan dengan yang lain?
Marcel : Belum, lain waktu saya akan menanyakannya, silahkan pergi ya
Hendrik : Baik pak terimakasih. (keluar ruangan)
__ADS_1
Berarti dia satu sekolah waktu masa SMP, apa dia punya hubungan dengan Stella? apa Stella menyukainya? Tapi tadi dia bilang dia sedang tidak dekat dengan siapapun saat ini , ah tidak mungkin Stella menyukainya, bahkan Stella belum move on dengan Prayoga "Ucap Marcel dalam hati.