
Pelayan itu datang membawakan buku pesanan dan memberikan buku itu kepada Stella.
Pelayan : Ini kk daftar pesanan, silahkan dibuka, Di sana ada berbagai jenis gaun dan harganya. (sambil memberi senyuman)
Stella pun membuka buku itu dan melihat lihat lihat isinya, berbagai jenis gaun yang sudah diberikan harga ada didalam buku itu.
Stella : Yang gaun punya saya tadi mana ?(melihat pelayan)
Pelayan : Oh sini kk (mengambil buku dan mencari gaunnya), ini kk (menunjuk foto gaun Stella)
Stella : Ooh (memberi senyuman).
Stella pun melihat harganya Rp 25.000.000 , ia sangat kaget melihatnya
Gilak ini mahal banget, aku tau dia pasti bisa beli gaun ini, tapi gak mesti semahal ini juga "ucap Stella dalam hati.
Marcel : Coba liat (mengambil bukunya)
Marcel pun langsung melihat harga gaun di buku itu.
Marcel : Kamu suka yang ini kan?(menunjuk gaun)
Stella : Kalau buat cowok nya mana ?(melihat pelayan)
Pelayan : Di sana ada kk (menunjuk Ke arah jas cowok)
Marcel dan Stella pun berjalan mengikuti Pelayan itu, Marcel memilih Jas untuk nya. Ia juga mencoba nya didepan Stella, namun Stella tidak memberikan komentar. Marcel pun memilih jas itu dan menyuruh pelayan untuk mencatat pesanannya, Marcel juga memilih celana untuknya , ia pun berjalan menuju ruang pakaian, Stella pun berjalan mengikuti Marcel, Stella duduk didepan ruang pakaian itu. Setelah Marcel mencoba celana itu ia pun keluar dari ruangan itu, Mereka pun berjalan meninggalkan ruang pakaian itu dan kembali ke tempat celana. Di sana ada Prayoga Mantan Stella yang sedang memilih celana. Stella sangat kaget melihat Prayoga. Prayoga juga melihat Stella.
Prayoga : Kamu ngapain disini stell? (menjumpai Stella)
Stella : eh hai (memberi kan senyuman palsu)
Ngapain dia disini ? apa dia juga urus pakaian buat pernikahan? apa dia mau nikah ? "ucap Stella dalam hati.
Tanpa sadar air mata jatuh mengalir di pipi Stella, Stella pun langsung mengelap air matanya.
Stella : Kamu ngapain?(memberikan senyuman)
__ADS_1
Prayoga : Mau cari celana buat aku stell, besok aku mulai kerja , peraturan nya harus pakai celana ini. (memberi senyuman)
Aku benar benar gak siap kalau dia bakal menikah"ucap Stella dalam hati.
Marcel yang melihat mereka asik berbicara pun langsung menarik tangan Stella.
Marcel : Ayok stell(menarik tangan Stella)
Stella : Selamat ya (memberi senyuman kepada Prayoga dan melepaskan genggaman tangan Marcel)
Prayoga : Kamu kesini mau ngapain stell?( Melihat Stella dengan tatapan penuh arti)
Stella : Aku kesini mau temani dia, mau cari celana juga (memberikan senyuman palsu), aku duluan ya (memberi senyuman)
Prayoga : Ooh (memberi senyuman dan matanya berkaca kaca)
Marcel dan Stella pun berjalan meninggalkan Prayoga, Marcel memberikan celana itu kepada pelayan itu.
Marcel : Tolong hitungan semua totalnya (memberikan celana)
Pelayan : Apa gaun tadi juga pak?(mengambil celana)
Pelayan : Gaunnya 25 juta , Jasnya 4juta500, Celananya 2juta300, pak totalnya 31juta800 pak.
Marcel : Saya bayar DP nya dulu (memberikan uang sejumlah 2 juta ), Tolong selesaikan gaunnya secepatnya, sebelum 2 Minggu ya, nanti saya akan bayar lebih kalau bisa cepat selesainya.
Pelayan : Oh oke pak baik , sebentar saya buatkan bon nya (berjalan meninggalkan Marcel)
Pelayan itu pun berjalan meninggalkan mereka, Stella dan Marcel pun duduk di kursi tunggu, Stella melamun memikirkan Prayoga, hingga ia tak sadar ia mengeluarkan air matanya.
Aku belum bisa melupakannya, aku beneran gak bisa, 3 tahun kami pacaran serasa gak berguna "(mengelap air matanya.)"ucap Stella dalam hati.
Marcel pun melihati Stella yang dari tadi melamun sambil mengeluarkan air mata.
Marcel : Ih apa sih Lebay banget gitu aja nangis (melihat Stella)
Stella tidak menjawab perkataan Marcel, namun ia melihat Marcel dengan tatapan sinis.
__ADS_1
Marcel : Eh jangan nangis Ngapain cowok kayak gitu ditangisi, ingat bentar lagi kamu bakal nikah juga.
Stella : Satu hal yang perlu kamu ingat (menunjuk Marcel), aku mau terima lamaran bukan karena aku sayang sama kamu, tapi karena aku Menghargai Mama kamu, Menghargai papa kamu, Menghargai orang tua kita dan menghargai hubungan mereka, kamu harus camkan itu (sambil memelototi Marcel)
Marcel terdiam mendengar perkataan Stella.
Perkataan nya sangat menyakitkan, Apa sebaiknya dibatalkan saja? Tapi aku gak mau lepasin dia lagi "ucap Marcel dalam hati sambil menggaruk kepalanya.
Seorang pelayan datang dan memberikan bon kepada Marcel , Marcel pun menerimanya dan berjalan langsung keluar gedung itu, sementara Stella masih duduk di kursinya. Marcel berjalan memasuki mobilnya dan menunggu Stella disana. Ia sangat kecewa mendengarkan perkataan Stella tadi.
Mungkin ini cara dia biar aku batalin pernikahan "ucap Marcel sambil senyum.
Aku gak bakal lepasin kamu gitu aja Stella "ucap Marcel dalam hati.
Marcel menunggu Stella dalam mobil sudah 10 menit namun Stella tak kunjung datang, akhirnya Marcel pun turun dari mobil dan berjalan masuk kembali menuju kursi tadi.
Marcel : Kamu mau sampai kapan disini ? (Melipat tangannya di dada), kamu punya mulut bisa ngomong kan? (melihat Stella)
Stella : Bisa ( melihat Marcel) Mulut ku ngomong bukan buat nyakitin orang.(melihat dengan tatapan sinis)
Marcel : Kamu sadar gak kamu sering ngomong nyakitin orang?
Stella : Oh ya? kapan? (berdiri dari duduknya)
Marcel : Uda ayok pulang(menarik tangan stella)
Stella pun berjalan mengikuti tarikan tangan Marcel.
Stella : Lepasin bisa gak sih? (mencoba melepaskan tangan Marcel)
Marcel pun membuka pintu dan Stella masuk kedalamnya, Marcel pun segera masuk ,menyalakan mobilnya dan melajukannya.
Stella : Aku pengen minta sesuatu (melihat jalan)
Marcel : Apa? (melihat Stella)
Stella : Nanti kalau Uda nikah Jangan pernah menolak perkataan ku (melihat Marcel)
__ADS_1
Marcel : Oke (menaikkan alisnya)