Tetanggaku Di Hatiku

Tetanggaku Di Hatiku
Mencari Marcel


__ADS_3

Pada pukul 17.00, Stella di antar supir hotel balik ke hotel. Stella langsung mandi karena sudah gerah, kemudian selesai mandi, ia langsung mengenakan pakaiannya. Stella menaiki tempat tidur dan melihat ponselnya. Ia tidak mendapat notifikasi apapun dari Marcel sang suami tercintanya.


"Tempat ini yang paling aku inginkan Sel, tetapi kenapa saat aku sudah berada di sini rasanya hampa? Apa karena tanpa kehadiran dirimu?" Ucap Stella dalam hatinya.


Stella termenung sementara. Setelah merenung ia mengambil ponselnya dan mengetikkan pesan untuk Marcel.


"Hai Marcel. Hari ini sebagian waktu ku sudah kuhabiskan sendiri, dan kamu juga seperti itu. Hal ini yang tadi kita inginkan, untuk menyendiri dulu. Mungkin ini keputusan yang tepat untuk kita untuk saat ini,semoga dengan hari ini kita bisa menjadi lebih dewasa kedepannya. Hari ini aku memilih untuk pergi ke kota ZZ untuk menghilangkan semuanya, tetapi jujur aku merasa kesepian meskipun berada di lingkungan yang indah ini. Semenjak kehadiran dirimu di hidupku aku tidak terbiasa sendirian dan melakukannya tanpa mu. Bahkan di tempat seperti ini pun, aku masih saja merasa kurang. Itu karena tidak ada dirimu sekarang ini. Sampai bertemu besok di rumah kita sayang." Ketik Stella.


Stella mengirimkan pesan itu ke Marcel, lalu ia menyalakan televisi untuk menonton hingga larut malam, ia makan sambil menonton. Setelah merasa kenyang dan mengantuk, Stella mengambil ponselnya dan memesan tiket untuk besok balik ke kota XY, setelah mendapatkan tiket, ia membaringkan badannya di tempat tidur lalu ia tidur.


***


Pagi hari tepat pukul 07.00, Stella berjalan membawa tasnya meninggalkan kamar hotel, ia di antar oleh supir hotel menuju ke bandara. Begitu tiba di bandara, Stella langsung menaiki pesawat karena pesawat sudah akan berangkat, dan ketika sudah waktunya pesawat berangkat menuju kota XY dan selama di perjalanan Stella memilih untuk tidak tidur. Ia menikmati pemandangan yang di lewati dari balik jendela pesawat hingga sampai di kota XY. Begitu sampai di kota XY, Stella memasuki mobilnya yang telah di jemput oleh supir pribadinya yang tadi memang sengaja ia suruh untuk menjemputnya. Supir pribadi itu melajukan mobilnya dengan pelan menuju ke rumah.


Stella :"Apa Marcel sudah ada di rumah?" Melihat kaca spion.


Supir :"Saya kurang tau juga nona."


Stella begitu ingin cepat sampai di rumah nya, karena ia sudah tidak sabar untuk bertemu Marcel sang kekasihnya, ia juga tau perasaan ini datang bukan hanya dari dirinya, melainkan dari buah hati yang ada di perutnya juga.


Sesampai di rumah, Stella langsung mengecek garasi untuk melihat mobil Marcel, dan salah satu mobil tidak ada di garasi. Stella berjalan memasuki rumah, dan menaiki tangga, Bi Murti berteriak memanggil Stella.


Bi Murti :"Nonaaaa," berjalan menghampiri Stella menaiki tangga.


Stella :"Eh bibi," menghentikan langkah kakinya dan membalikkan badannya.


Bi murti :"Sini biar bibi bantu bawain tas nona," mengambil tas dari tangan Stella.

__ADS_1


Stella :"Makasih ya Bi, apa Bibi sudah lama sampai di sini?" Menaiki tangga.


Bi Murti :"Semalam siang bibi sudah sampai di sini Nona," membuka pintu kamar.


Stella :"Bi, apa dari semalam bibi tidak melihat Marcel?"


Bi Murti :"Tidak nona, bibi belum melihatnya. Semalam malam bibi menyiapkan makanan di meja makan untuk nona dan tuan, tetapi saat subuh bibi ke ruang makan, makanan masih utuh dan bibi baru di kasih tau sama satpam kalau nona berlibur ke kota ZZ dan tuan sedang tidak di rumah. Apa nona sedang ada masalah dengan Tuan?" Duduk di sofa


Stella :"Iya Bi, masalah kecil saja kok." Memberikan senyuman.


Bi Murti :"Semoga masalah nya cepat selesai ya nona, bibi mau ke dapur lagi." Berdiri.


Stella :"Makasih ya Bi,"


Bi Murti menutup pintu menuruni tangga berjalan menuju dapur untuk menyiapkan makan siang. Stella menaiki tempat tidur dan bersandar di kepala tempat tidur, ia melamun dan merenung memikirkan keberadaan Marcel. Stella menghubungi ponsel Marcel untuk mengetahui keberadaannya, tetapi sungguh tidak ia duga bahwa Marcel tidak membawa hp nya. Hp Marcel berdering di sekitar kamar itu, dan terdapat di bawah selimut. Stella mengambil hp Marcel dan menyalakannya, ia sangat sedih dan kecewa. Pesan yang ia kirim semalam dengan sangat tulus tidak tersampaikan kepada Marcel, Stella mengambil kunci mobil dan berjalan menuruni tangga. Stella masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menuju perusahaan Marcel, Stella berfikir dan berharap Marcel ada di sana.


"Marcel, kamu dimana? Aku kangen." Tanya Stella dalam hatinya sambil mengusap air matanya.


Stella berjalan keluar dari ruang kerja Marcel, ia menanyakan pada satu per satu karyawan tentang keberadaan Marcel, namun semua karyawan itu juga tetap tidak tau di mana Marcel sekarang. Stella pun keluar dari gedung perusahaan, ia memasuki mobil dan melajukan mobilnya kembali ke rumah.


Di rumah, Stella langsung menaiki tangga memasuki kamar. Saat ia ingin berbaring di tempat tidur, pintu kamarnya di ketuk oleh bi Murti dan Bi Murti mengatakan jika ada seorang lelaki yang ingin bertemu dengannya di ruang tamu. Stella pun keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang tamu, seorang lelaki yang sedang ingin bertemu dengannya ialah oom kandung Prayoga. Stella duduk di sofa di hadapan oom itu.


Stella :"Ada apa lagi om?"


Oom :"Kenapa wajah mu seperti habis nangis?"


Stella :"Om, ada apa? Saya tidak ingin berbicara hal yang tidak penting dengan oom."

__ADS_1


Oom :"Oh, saya ke sini ingin mengatakan hal yang penting. Kamu tau tidak dimana suami mu?"


Stella :"Saya tau,"


Oom :"Oh, benarkah? Saya pikir hanya saya yang tau keberadaan suami mu."


Bi Murti datang dengan memberikan minuman untuk tamu, lalu ia berjalan kembali ke dapur.


Stella :"Apa maksud oom?"


Oom :"Suami mu itu sedang berada di rumah saya, dia sedang sakit. Apa kamu tidak ingin menjenguknya?"


Stella :"Oh, saya baru tau kalau oom itu orang yang baik, terima kasih sudah mau merawat suami saya."


Oom :"Oh sama-sama, saya memanglah orang yang baik. Tetapi, saya merasa jika ucapan mu barusan itu semacam menghina saya, apa kamu tidak percaya dengan perkataan saya?"


Stella :"Tentu tidak,"


Oom :"Oh baiklah. Tetapi saya tidak sebaik yang kamu pikirkan Stella, kamu tau kan siapa Marcel dan keluarga nya di hadapan saya dan keluarga saya? Mereka itu musuh terbesar dari keluarga kami, jadi kamu jangan berharap suami mu bisa sembuh di tangan saya. Justru akan sebaliknya, suami mu akan mati di tangan saya, karena membalas dendam dan membuat keluarga Marcel menderita itu adalah tujuan utama saya berada di kota ini. Semua terserah kamu, jika kamu tidak ingin melihat suami mu untuk terkahir kalinya ya sudah. Saya hanya menghargai kamu sebagai wanita yang dicintai Prayoga makanya saya menawarkan hal ini kepada mu, jika kamu bukan wanita yang di cintai Prayoga, saya tidak akan dengan memperdulikanmu."


Stella :"Maksud oom apa?"


Oom :"Ikut saya, karena saya akan menunjukkan keberadaan suami mu. Saya tau kamu juga sedang mencarinya,"


Stella :"Oke baik, saya akan ikut. Sebentar saya ingin mengambil tas,"


Oom :"Cepat, saya tidak punya banyak waktu."

__ADS_1


Stella berjalan menaiki tangga, ia mengambil tas mininya dan memasukkan hp nya ke dalam tas. Lalu ia berjalan menuruni tangga, Stella dan oom itu memasuki mobil, dan mobil itu melaju meninggalkan rumah itu.


__ADS_2