
Stella masuk ke kamarnya, ia sangat mengantuk dan membaringkan badannya di tempat tidur dan tidur.
Marcel keluar dari kamarnya, ia berjalan menuruni tangga dan memanggil Bi Murti. Bi Murti pun datang menghampiri Marcel.
Bi Murti : Ada apa tuan?
Marcel : Stella mana bi?
Bi Murti : Nona pergi lagi ? (mukanya panik)
Marcel : Saya bertanya Bi
Bi Murti : Ooh, Saya sih dari tadi duduk disini tuan, tapi nona tidak ada lewat.
Marcel : Bibi dan lainnya tolong kalau melihat Stella keluar dari pagar, panggil saya langsung dan tolong larang pergi, bilangin sekalian sama satpam bi, oh ya Bi nanti kalau Stella tanya Marcel ada turun bilang aja gak ada ya bi (menaiki tangga)
Bi Murti : Baik tuan (memberi hormat)
Marcel menaiki tangga dan membuka kamar Stella, ia melihat Stella sedang tidur nyenyak di kamarnya.
Kalau tidur gini wajah kamu polos banget, coba aja kalau Uda bangun, kamu ngomong ucapannya idih kayak nenek lampir , ucapan nya nyakitin hati terus. Kesel kadang liat kamu, masa iya kamu bilang kamu gak mau kasih aku anak, Anak itu kan rezeki "ucap Marcel dalam hati sambil melihat Stella yang tidur.
Marcel menutup pintu kamar Stella dan berjalan ke ruang kerjanya. Ia memasuki ruangan itu dan duduk di kursi, Ia membuka laptopnya mengecek perkembangan perusahaannya. Ia mengecek semua data data kantornya, Ia juga menerima Email dari seorang karyawan kantornya. Ia langsung membukanya. Ia membaca semua nya, ternyata itu adalah surat pengunduran diri dari perusahaan. Marcel pun segera menyuruh Sekretarisnya agar memasang info penerimaan karyawan. Sekretarisnya pun segera memposting nya ke media sosial. Setelah cukup lama Marcel bekerja, ia pun memutuskan untuk istirahat di kamarnya karena badannya belum sembuh total. Ia berjalan ke kamarnya dan mendudukkan badannya di sofa, Ia memainkan Hpnya membuka media sosial. Ia menekan ada Chat masuk di Wa nya. Ia begitu kaget karena Bella mengechat nya. Marcel pun membalas pesan itu.
Apa aku masih ada perasaan padanya? Tidak , tidak mungkin. "ucap Marcel dalam hati.
Marcel langsung mengembalikan chat tersebut, ia tidak membalas pesan Bella itu. Ia membaringkan badannya ditempat tidur dan melamun .
Dasar wanita tidak tau diri, Aku sudah tidak mencintaimu Bella, aku sudah punya istri, dia pilihan ku, pilihan hidupku. Aku tulus mencintainya, Aku tidak pernah mencintai orang lain seperti mencintai dirinya. Apa pernikahan ku pada akhirnya bakal seperti pernikahan Bella? Akan bercerai? Tidak aku tidak mau, aku tidak akan meninggalkan Stella."ucap Marcel dalam hati.
__ADS_1
Stella bangun dari tidurnya, ia berjalan menuruni tangga dan menuju ruang makan.
Bi Murti : Nona mau makan?
Stella : Iya bi (duduk di kursi makan), Marcel Uda makan bi?
Bi Murti : Belum nona
Stella pun mengambil piring dan meletakkan makanan ke atasnya, Ia berjalan menaiki tangga dan membuka kamar Marcel.
Ih kok dikunci sih? "ucap Marcel dalam hati.
Stella pun berjalan menuruni tangga, ia berjalan menuju ruang makan.
Stella : Bi, Marcel dari tadi ada turun?(duduk di kursi)
Bi Murti : Gak nona
Stella pun mengetuk pintu kamar Marcel dan memanggil namanya.
Stella : Marcel (mengetuk pintu kamar)
Marcel : Apa (teriak dari dalam kamar)
Stella : Bukain dulu dong (memukul pintu)
Marcel : Apa sih (membuka pintu)
Stella : Nih aku bawa makan (masuk ke kamarnya)
Marcel : Sini (mengambil piring di tangan Stella), kamu keluar aja (berjalan menuju sofa)
__ADS_1
Stella berdiri diam mematung mendengar perkataan Marcel, Perkataan Marcel sangat terdengar menyakiti dihatinya.
Kenapa dia seperti ini? Tidak aku tidak boleh marah, ini pasti masalah tadi, Berarti perkataan ku menyakitinya, aku harus ngalah "ucap Stella dalam hati.
Stella : Apa kamu mengusirku?
Marcel : Ya semacam itulah (menyuapkan makanan ke mulutnya)
Stella : Aku akan pergi dari rumah ini (melangkahkan kakinya meninggalkan kamar)
Aduh, kok jadi gini? kan aku marah karena perkataannya . Masa dia gak sadar? dia yang salah, dia yang marah dan sekarang aku juga yang bujuk dia."ucap Marcel dalam hati sambil melempar sendok kepitingnya.
Stella berjalan menghampirinya kembali.
Stella : Apa perkataan ku tadi menyakiti mu? (duduk di samping Marcel di sofa)
Marcel : Bukankah tadi kamu sudah mengerti maksudku? Kenapa malah duduk disini (melihat Stella)
Untung aja dia sadar, jadi aku gak perlu kejar dia "ucap Marcel dalam hati.
Stella : Baiklah (berdiri dari sofa)
Hei kenapa pergi? Segitu saja perjuangan mu merayuku? Hei jangan pergi ,hei "ucap Marcel dalam hati.
Stella pun berjalan keluar kamar, ia menuruni tangga, Marcel membuka pintu kamarnya sedikit, ia mengintip
melihat Stella menuruni tangga.
Mau kemana dia ? apa dia Benaran pergi ?"ucap Marcel dalam hati.
Marcel meletakkan piring di meja yang berada di ruangan depan kamarnya, ia melihat Stella dari atas. Ooh dia mau makan "ucap Marcel dalam hati.
__ADS_1
Marcel mengambil piring dan masuk ke kamarnya ,ia melanjutkan makanannya. Selesai makan Marcel meletakkan piring di atas meja, Dan membaringkan badannya di tempat tidur.