
Dua bulan telah berlalu, dalam dua bulan kemarin pernikahan Marcel dan Stella semakin hari semakin bahagia, begitu juga pernikahan orang tuanya mereka sudah bahagia kembali meskipun kemarin hampir saja kandas itu. Mereka telah kembali menjadi satu lagi, hal ini dapat terjadi karena Papa Marcel telah berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang sama lagi kepada mamanya, ia juga dengan langsung memutuskan hubungan nya dengan selingkuhannya itu, hal ini lah yang membuat mamanya mau kembali dan memaafkannya, di sisi lain ia juga harus mengalah demi anak yang ada di kandungannya, ia tidak mau ketika anaknya lahir, ia tidak melihat sosok ayahnya.
Seperti biasanya, di pagi hari yang cerah Marcel sudah berangkat kantor meninggalkan istrinya di rumah. Stella tetap di rumah untuk menjaga kondisi kehamilannya, ia berbaring di tempat tidur sambil memainkan ponselnya, hari ini dia berniat untuk membeli pakaian bayi kembarnya. Ia yakin, jika ia terus menunda-nunda pakaian tersebut tidak akan terbeli, karena di bulan ke 7 nanti ia akan melahirkan secara operasi. Stella menelpon Marcel untuk mengajaknya membeli pakaian ataupun perlengkapan bayi yang masih kurang, tetapi hari ini Marcel tidak bisa menemaninya karena ia sedang sibuk, Marcel pun berjanji akan menemaninya besok saat ia sudah tidak sibuk.
Stella pun memutuskan untuk pergi seorang diri saja, ia mengambil cardigannya dari lemari dan memakainya, kemudian ia merapikan rambutnya di kaca. Meskipun di usia kandungan yang masih 5 bulan 2 Minggu, perut Stella sudah tampak besar, mungkin karena dia hamil anak kembar juga. Stella mengambil hp, dompet dan kunci mobilnya dan berjalan menuruni tangga lalu ia masuk ke mobilnya. Supir pribadinya berniat untuk mengantarkannya, tetapi Stella menolak karena ia ingin pergi sendirian saja.
Stella melajukan mobilnya menuju mall, sesampai di mall ia memarkirkan mobilnya di parkiran, kemudian ia turun membawa dompet yang berisi berbagai kartu dan ponselnya. Ia berjalan memasuki mall, mata-mata orang di sekelilingnya menatap Stella yang sedang berjalan itu. Ia tampak cantik, meskipun hanya menggunakan cardigan yang menutupi dress santainya dan menggunakan sendal jepit merk fipper. Kulitnya bersih, wajahnya pun bersinar glowing, wajar saja karena dia adalah istri dari pengusaha tambang batu bara yang kaya raya, ia rutin melakukan perawatan kecantikan, dan dengan mudah ia memilih perawatan apapun yang ia inginkan untuk mengubah nya semakin cantik setiap harinya. Tetapi, meskipun ia bisa mengubah dirinya menjadi sangat cantik, ia tidak mau melakukan operasi plastik untuk mengubah bentuk wajahnya, atau memancungkan hidungnya, menipiskan atau menebalkan bibirnya dan lainnya. Ia tidak akan mengubah bentuk yang sudah Tuhan anugerahkan kepadanya, ia hanya bisa mempercantik dirinya dengan melakukan perawatan saja.
__ADS_1
Stella masuk ke perlengkapan bayi, ia memilih pakaian untuk bayi kembarnya. Setelah sekian lama mencari, akhirnya ia memilih baju, celana, dan rok, seprei tempat tidur untuk bayinya dan menyerahkan barang ke kasir. Ia langsung menggesek kartunya untuk melakukan pembayaran. Setelah membayar, Stella meminta seorang pelayan toko untuk membantunya membawakannya ke dalam mobilnya. Dengan senang hati pun, pelayan toko itu membawa barang belanjaan Stella ke dalam mobil, Stella memberikan uang tips sebagai ucapan terima kasih nya kepada pelayan toko, kemudian pelayan toko itu pergi masuk kembali ke Mall.
Stella masuk ke mobil, dan melajukan mobilnya menuju pulang ke rumah. Di tengah perjalanan, ia melihat Marcel bersama seorang wanita yang tidak ia kenal, berjalan keluar dari sebuah butik di pinggir jalan. Wanita itu menggandeng tangan Marcel, ia juga membawa beberapa barang tentengan dengan wajah yang tampak sedang bahagia. Mereka berjalan memasuki mobil Marcel, kemudian Marcel melajukan mobilnya.
"Siapa dia?" Tanya Stella dalam hatinya.
Dada Stella seperti terbakar oleh api cemburu, Stella mengejar mobil Marcel, dan menelponnya namun telepon itu tidak di angkat oleh Marcel. Marcel mengetahui bahwa ia sedang di ikuti Stella, ia langsung melajukan mobilnya dengan kencang, agar Stella kehilangan jejak. Ia tidak ingin Stella melihat, bahwa ia sedang bersama dengan seorang wanita saat ini.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, seorang pria memberanikan diri untuk menolong Stella. Ia membuka pintu mobil, dan melihat Stella yang sudah tidak sadar diri dengan kepala yang di penuhi darah, dan kakinya juga mengalirkan darah. Dengan cepat pria itu meminta bantuan warga untuk menolongnya mengangkat Stella untuk melarikannya ke rumah sakit. Warga pun datang berbondong-bondong mengangkat Stella ke sebuah mobil, kemudian pria itu mengambil ponsel Stella yang menyala dan mengunci pintu mobilnya. Ia ikut mengantar Stella ke rumah sakit.
Sesampai di rumah sakit, Stella langsung di periksa dokter, dokter juga menanyakan keberadaan suaminya karena bayi yang ada di kandungannya harus di keluarkan sebelum kondisinya semakin lemah, tetapi pria itu tidak tau siapa suami Stella bahkan tidak mengenalnya. Pria itu membuka ponsel Stella, ia melihat riwayat panggilan terakhir dan menelponnya, tetap tidak di angkat. Pria itu pun mencoba mencari nomor orang tua Stella, ia mengetik kata mama dan akhirnya menemukannya. Pria itu menelpon dan menghubungi mama Stella, dan memberitahu keadaan anaknya. Mama Stella sangat shock, ia mengucapkan terimakasih kepada pria yang menolong Stella. Kemudian mamanya menyuruh untuk lakukan tindakan yang terbaik agar ia dan bayinya selamat, ia juga memberitahu kepada si pria bahwa ia tidak tinggal di kota XY. Telepon pun di tutup, dengan cepat pria mendatangi dokter dan menyuruh dokter untuk melakukan tindakan yang akan menyelamatkan bayi dan ibunya.
Stella pun di dorong ke ruang operasi, untuk melahirkan secara normal. Di usia kandungan yang masih 5 bulan 2 Minggu, Stella melahirkan ke dua bayi kembarnya, bahkan tanpa di dampingi suaminya.
***
__ADS_1
Marcel di telepon oleh mama Stella, ia mengangkat telepon itu. Alangkah terkejutnya ia mendengar bahwa istri kecilnya itu di tabrak oleh sebuah truk. Kemudian ia mematikan telepon dan menelpon ke hp Stella, telepon di angkat oleh pria itu lalu pria itu memberitahu keadaan, dan alamat rumah sakit Stella dilarikan.
Marcel menurunkan Lesty di pinggir jalan, dan menyuruh Lesty untuk memesan Ojek online. Kemudian Marcel melajukan mobilnya ke rumah sakit tempat Stella di larikan.