Tetanggaku Di Hatiku

Tetanggaku Di Hatiku
Kedatangan Tamu


__ADS_3

Di pagi hari yang cerah, pada pukul 09.00 tepat di rumah kediaman orang tua Stella, ia berpamitan kepada anaknya untuk pergi menghadiri acara tunangan saudara jauh nya.


Mama :"Stella, kami pergi dulu ya." Berdiri di depan pintu kamar Stella.


Stella :"Kemana ma?"


Mama :"Acara tunangan saudara jauh kita."


Stella :"Oh, jam berapa pulang ma?"


Mama :"Selesai acara lah, mama juga tidak tau pastinya." Berjalan ke halaman rumah.


Stella :"Loh Tante ikut juga?" Melihat mama Marcel.


Tante :"Ikut, teman kerja oom itu Stella."


Stella :"Oh."


Mama :"Kami berangkat ya," masuk kedalam mobilnya.


Stella :"Iya hati-hati," menutup pagar rumahnya.


Orang tuanya bersama orang tua Marcel pergi meninggalkan komplek itu, Stella masuk ke rumah dan mengunci pintu. Ia sarapan di ruang makan.


Beberapa menit kemudian, pintu rumah di ketuk. Stella pun membuka pintu, ada sosok Prayoga di hadapannya.


Stella :"Eh, ada apa?" Memberi senyuman.


Prayoga :"Apa aku tidak boleh ke sini lagi?"


Stella :"Boleh,"


Prayoga :"Kamu lagi makan ya?"


Stella :"Iya,"


Prayoga :"Aku tidak di suruh masuk nih?"


Stella :"Eh iya masuk." Membuka pintu lebar.


Prayoga duduk di sofa ruang tamu.


Prayoga :"Kamu makan saja dulu Stell,"


Stella :"Atau mau ikut aku ke dapur?"


Prayoga :"Tidak usah aku di sini saja."


Stella :"Sebentar ya." Berjalan ke dapur.

__ADS_1


Stella pun kembali ke meja makan, ia menyantap makanan nya hingga habis. Kemudian ia membuatkan teh hangat untuk Prayoga dan membawakannya ke ruang tamu.


Stella :"Ini," memberikan teh.


Prayoga :"Makasih ya, masih ingat aja minuman kesukaanku."


Stella :"Semalam, kamu menyindirku kan?" Muka serius


Prayoga :"Yang mana ha?" Menegukkan teh


Stella :"Aku tau kamu menyindirku,"


Prayoga :"Tetapi kasus ku saat ini memang itu semua Stell, penceraian di usia muda."


Stella :"Iya tau, tetapi kamu mengatakan nya kenapa pas ada aku? Kamu ingin menyindirku? Kamu tau kelemahan ku Yog."


Prayoga :"Itu karena kamu lagi hamil makanya kamu menjadi sangat sensitif."


Stella :"Oh ya, aku memang hamil Yog, aku memang sangat sensitif, tetapi aku tau kemarin itu kamu hanya ingin menyindirku, selama 3 tahun yang lalu kamu sudah tau kalau aku tidak ingin menikah muda karena takut bercerai kan?"


Prayoga :"tiga tahun yang lalu? Oh ternyata kamu masih mengingat kenangan kita ya haha, lalu kalau takut kenapa menikah Stell?"


Stella menelan air ludahnya dan terdiam.


Prayoga :"Sebelum kamu menikah dengan suami mu itu, aku juga pernah mengajakmu menikah tetapi kamu menolaknya. Seminggu kemudian kamu putusin aku, dan sebulan kemudian kamu menikah dengannya. Kamu tau itu sakitnya bagaimana Stell? Apa kamu hamil di luar nikah?"


Stella :"Jaga mulut mu Yoga,"


Stella :"Terserah kamu sih kamu mau bilangin aku itu apa,"


Prayoga :"Maafkan aku, aku tau kamu bukan wanita yang mengincar harta." Memegang tangan Stella. "Aku penasaran dengan pernikahan mu Stell, apa orang tuamu punya hutang dengan nya, kalau misalkan iya aku kan bisa bantu kamu Stell, kamu tidak perlu menikah dengannya. Aku tau kamu masih mencintai ku Stell, kamu masih mencintai ku kan?" Terus memegang tangan Stella.


Stella :"Ya kamu benar, aku memang masih mencintainu, orang tua ku tidak pernah berhutang padanya. Pernikahanku biarlah menjadi urusan ku, aku tidak ingin ada yang mengusik rumah tangga ku."


Prayoga :"Aku tidak mengusik, aku hanya bertanya. Aku masih sangat mencintai mu Stell, aku tidak ingin kamu menghabiskan waktu dengan lelaki yang tidak pantas untukmu, dia tidak mencintaimu."


Stella :"Kamu salah, dia mencintaiku bahkan sangat mencintaiku."


Prayoga :"Kalau dia mencintai mu dia tidak akan menikahi mu di usia segini Stell, bahkan dia sudah membuat mu berbadan dua sekarang. Tidak seharusnya dia egois, dia tidak memikirkan perasaan mu."


Stella :"Aku tidak ingin membahasnya lagi."


Prayoga :"Aku mohon Stell, kembali lah padaku. Aku menerima mu dengan keadaan seperti ini pun. Kita saling mencintai Stell, tidak ada penghalang bagi kita."


Stella :"Aku sudah menikah Yoga, kamu merusak rumah tangga ku itu!"


Prayoga :"Lebih baik aku merusak rumah tangga mu sekarang, daripada aku merusak masa depan mu Stella, aku tidak peduli kamu sudah menikah atau belum, aku akan tetap menerima kamu. Aku masih sangat mencintai mu."


Stella :"Yoga, dulu aku pikir kamu baik ya, dan aku berfikir kalau Marcel suami ku itu orang jahat, tetapi sekarang aku sadar kalau kamu tidak baik."

__ADS_1


Prayoga :"Stella, kenapa kamu seperti itu?"


Stella :"Aku lihat kamu ingin merusak rumah tanggaku."


Prayoga :"Stella, aku mencintai mu dan kamu mencintai ku. Kita pantas untuk bersama,"


Stella :"Iya, tapi itu dulu Yog, sekarang keadaan sudah berbeda. Aku sudah menjadi istri orang, sedangkan kamu masih lajang. Kamu berhak mendapatkan wanita yang masih gadis juga, keluarga mu juga tidak akan setuju jika kamu bersama janda seperti ku."


Prayoga :"Siapa bilang seperti itu? Mereka sangat menyukai mu. Mereka sedih saat kamu memutuskan untuk menikah. Tolong Stell, ijinkan aku kembali padamu, aku akan membicarakan hal ini kepada suami mu nanti Stell, jika ia memang mencintai mu dia akan membiarkan mu bersamaku."


Stella :"Oh yasudah, terserah kamu saja."


Prayoga :"Apa aku boleh meminta nomor suami mu?"


Stella :"Tidak usah, aku akan menghubungimu saat ia sudah di sini."


Prayoga :"Oke, terimakasih Stell. Aku mau pulang dulu, oh ya usia kandungan kamu sudah berapa bulan?"


Stella :"2 bulan,"


Prayoga :"Jika suami mu mengijinkan kamu kembali padaku, kapan kalian akan bercerai?"


Stella :"Lihat keadaan saja," memberikan senyuman.


Prayoga :"Oke, makasih ya." Memegang tangan Stella dan tersenyum. "Aku pulang ya, kamu tidak usah mengantarku sampai teras. Aku sendiri saja," berdiri.


Stella menganggukkan kepalanya, ia tetap duduk di sofa hingga mobil Prayoga melaju meninggalkan rumah itu. Stella menutup pintu rumah itu, lalu masuk ke kamarnya.


***


Marcel masuk ke kamar Stella ia langsung mengganti pakaiannya lalu duduk di sofa, Stella kaget melihatnya bahkan ia mengucek matanya karena tidak percaya.


Stella :"Kamu berangkat jam berapa tadi?" Mendudukkan badannya.


Marcel :"Jam 06.30," melihat jam tangannya.


Stella :"Kok baru sampai?"


Marcel :"Tadi pesawat sempat delay, terus tadi aku menunggu tamu mu pulang."


Stella menarik nafasnya.


Marcel :"Apa kamu tidak menghubunginya? Kan aku sudah di sini." Melihat Stella,


Stella :"Sel - "


Marcel :"Aku mendengar semuanya Stell, tadi saat dia baru sampai di sini aku juga sudah ada, tetapi aku menunggunya hingga ia pulang agar aku juga bisa mendengar percakapan kalian. Kamu mencintainya kan Stell? Aku melepaskan mu seperti keinginannya, meskipun semalam aku sudah berjanji untuk tidak mengucapkan kata cerai tetapi hari ini aku mengingkari janjiku. Aku bakal menyebutkan kata cerai itu kembali, aku ingin kita bercerai Stell,"


Stella :"Sel, tolong dong." Turun dari tempat tidur dan berjalan ke sofa.

__ADS_1


Ia duduk bersama Marcel di sofa dalam kamarnya.


__ADS_2