Tetanggaku Di Hatiku

Tetanggaku Di Hatiku
Membersihkan Rumah


__ADS_3

Stella berjalan keluar kamar, lagi lagi Marcel memanggilnya.


Marcel :"Stella," berteriak


Stella :"Apa?" Melihat ke belakang


Marcel :"Mau kemana?"


Stella :"Mau bersihkan rumah lah,"


Marcel :"Tidak usahlah, kan bi Murti sudah ada. Nanti perut mu sakit lagi,"


Stella :"Bi Murti itu kamu gaji buat kerja di rumah saja, bukan di sini. Lagian bi Murti lagi keluar. Kamu bantuin aku dong jangan tidur terus.


Marcel :"Tapi kan dia masih di gaji Stell, sudahlah tidak usah, biar bi Murti saja."


Stella :"Jangan begitu, jangan cuma mengharapkan pembantu. Ada saatnya juga pembantu itu tidak bekerja ataupun cuti, kamu mengharapkan siapa yang mengerjakannya?"


Marcel :"Kamu haha," turun dari tempat tidur.


Stella :"Kamu ambil sapu dong, di dekat toilet yang di belakang."


Marcel mengambil sapu di samping toilet lalu memberikannya kepada Stella.


Stella :"Kamu sapu dong tolong, tega banget nyuruh aku." Memberikan sapu kepada Marcel,


Marcel :"Kan kamu yang mau membersihkan rumah."


Stella :"Kamu tidak mau membantu ku ya? Nanti kalau perut ku sakit bagaimana?"


Marcel :"Ya makanya tidak usah di kerjain."


Stella :"Ih di suruh nyapu aja susah banget ya, cepat lah Sel. Tolong sapu kan,"


Marcel :"Iya sabar"


Marcel pun menyapu rumah sesuai dengan perintah Stella, ia menyapu semua ruangan di rumah itu hingga bersih.


Stella :"Sapunya letakkan ke dapur, terus kamu ambil Kain pel dan seember air lalu tuangkan Wipol ya sedikit saja." Duduk di sofa,


Marcel :"Kamu menyuruh aku lagi? Aku udah keringatan begini."


Stella :"Jadi kamu tidak mau? Kamu mau melihat anak di dalam perut ku ini keluar ya karena mengangkat ember berisi air?"


Marcel :"Eh ya sudahlah." Berjalan


Stella :"Kalau tidak ikhlas tidak usah dikerjain,"


Marcel :"Ikhlas kok," memberikan senyuman terpaksa.


Marcel meletakkan sapu di gantungan, ia mengambil kain pel, membawa ember yang berisi air penuh dan membawa Wipol.

__ADS_1


Marcel :"Nih, nih." Meletakkan di depan Stella,


Stella :"Aduh Marcel," menepuk jidatnya. "Airnya penuh banget? Sedikit saja."


Marcel :"Di toilet ember cuma ini, airnya mau di kemana kan? Tuang ke bath up?"


Stella :"Jangan dong, tuang ke lantai saja kan bisa."


Marcel :"Baiklah," membawa ember ke toilet.


Setelah membuang air setengah ember, Marcel kembali membawa ember ke Stella. Stella menuangkan sedikit Wipol lalu mengaduknya menggunkan kain pel.


Stella :"Udah, pel lah."


Marcel :"Aku?" Menunjuk dirinya.


Stella :"Iya jadi siapa? Aku gitu? Kamu mau aku kecapean?"


Marcel :"Ini namanya aku yang berisihin rumah bukan kamu."


Stella :"Iya emang kamu, cepatlah ah."


Marcel :"Aku tidak pandai,"


Stella :"Aku ajarin ya," berdiri


Stella mengajarkan Marcel cara mengepel, lalu Marcel mengepel sesuai yang di ajarkan Stella, ia mengepel seluruh ruangan yang ada di rumah itu, keringat Marcel sudah bercucuran, ia meletakkan ember dan kain pel setelah selesai mengepel.


Stella :"Baru segitu aja udah capek, setelah ini kamu cuci piring di dapur ya."


Marcel :"Tidak, tidak. Aku tidak mau lagi,"


Stella :"Kamu kok begitu sih Sel? Kamu bilang kamu sayang sama aku, tetapi aku baru menyuruh segitu kamu sudah begini. Kelihatan banget kalau kamu tidak menyayangi ku."


Marcel :"Ih bukan begitu Stella, itu kan bukan pekerjaan ku."


Stella :"Jadi pekerjaan ku? Kan tidak ada salahnya kalau aku menyuruhmu, kalau kamu sayang sama aku seharusnya kamu tidak begini."


Marcel :"Ya sudah nanti aku cuci."


Stella :"Mendingan tidak usah, kalau tidak ikhlas."


Marcel :"Ikhlas, ikhlas tetapi sebentar lagi ya, aku masih capek."


Stella :"Kamu sarapan ya, biar aku ambilin." Berdiri.


Stella mengambil makanan dari dapur dan memberikannya kepada Marcel,


Stella :"Nih makan ya," memberikan piring.


Marcel :"Makasih ya Stell," mengambil piring.

__ADS_1


Marcel langsung menyantap makanan dengan lahap, tubuhnya yang lelah seakan membutuhkan energi kembali. Selesai makan, Marcel menyuci piring di dapur sedangkan Stella dari tadi sudah berbaring di kamar sambil memainkan ponselnya. Marcel masuk ke kamar kembali.


Stella :"Lama banget makannya," melihat Marcel.


Marcel :"Aku habis mencuci piring."


Stella :"Ha? Ngapain Marcel? Astaga." Memegang kepalanya.


Marcel :"Tadi kan kamu yang menyuruhku,"


Stella :"Aku cuma bercanda loh," mendudukkan badannya.


Marcel :"Ya sudah lah biarin saja, lagian sudah terjadi. Aku juga manatau kamu bercanda." Menaiki tempat tidur


Stella :"Sory banget ya Sel, aku bercanda doang kok." Memegang tangan Marcel, "Makasih ya, sini biar aku urutin ya" Memberi senyuman dan memijat lengan Marcel.


Marcel :"Semua ya, aku udah bersihin rumah ini semua loh."


Stella :"Iya, kamu sambil tiduran aja."


Stella menelungkup kan badannya, karena begitu enak pijatan yang di rasakan Marcel, ia tertidur di dalam kenikmatan, tidak lama kemudian Stella pun tidur karena tubuhnya juga sudah lelah.


***


Pada pukul 16.00, Orang tua mereka kembali ke rumah dan masuk ke rumah mereka masing-masing, mama Stella mencari keberadaan Stella, ia pun membuka kamar Stella dan menemukan Stella sedang tidur dalam keadaan memeluk Marcel.


"Semoga kalian bahagia selalu ya, semoga Marcel orang yang tepat buat kamu ya nak," ucap mama Stella dalam hatinya.


Ia menutup pintu dan berjalan menuju dapur, ia menemukan seseorang yang tidak asing menurutnya.


Mama Stella :"Eh kamu siapa ya?"


"Saya pekerja di rumah tuan Marcel Bu, kebetulan saya di suruh tuan ke sini untuk membantu nona Stella membersihkan rumah ini," ucap bi Murti.


Mama Stella :"Ooh, terima kasih ya buk. Ibu mau ngapain?"


Bi Murti :"Saya mau menyiapkan makan untuk makan malam buk, nanti malam tuan Marcel ingin mengadakan makan malam bersama di rumah ini."


Mama Stella :"Oh, saya mau ke kamar dulu ya buk, mau ganti baju. Nanti setelah ganti baju saya bantu ibu masak, anggap saja rumah sendiri ya Bu." Memegang bahu bi Murti.


Bi Murti :"Oh iya Bu, iya terima kasih."


Mama Stella :"Ibu udah di kasih kamar?"


Bi Murti :"Sudah Bu, tadi Marcel menunjukkan kamar untuk saya."


Mama Stella :"Oh ya sudah, saya ke kamar dulu Bu."


Mama Stella berjalan memasuki kamar, Bi Murti menyiapkan bahan-bahan untuk di masak yang akan di hidangkan malam nanti.


Setelah selesai mengganti pakaian, ia langsung berjalan ke dapur dan mengenakan celemek di tubuhnya. Ia membantu bi Murti memasak, mereka memasak makanan sangat banyak untuk nanti malam, karena Marcel menyuruh Bi Murti memasak aneka seafood agar Stella nafsu makan.

__ADS_1


__ADS_2