
Pada pukul 22.00, Meeting yang diadakan dengan klien selesai. Mobil Marcel pun melaju ke rumahnya. Sesampai dirumah Marcel segera menaiki tangga menuju kamarnya. Saat memasuki kamar ia melihat Ada amplop besar dan hp yang ia berikan kepada Stella di atas mejanya, hanya kedua benda ini yang tampak jelas dari kejauhan. Marcel pun berjalan mendekati meja dan berdiri di depan meja, Ia melihat semua barang barang yang pernah ia berikan kepada Stella ada diatas meja itu.
Kenapa ini?"ucap Marcel dalam hati.
Marcel pun membuka amplop itu ternyata berisi uang berwarna merah yang sangat banyak ia pun menutup amplop itu kembali, Ia membaca sepucuk surat yang ada di bawah amplop.
Stella pergi? "Ucap Marcel dalam hati.
Marcel langsung berjalan menuju kamar Stella dan masuk ke kamarnya , ia mencari Stella tetapi tidak menemukannya disana, Marcel membuka lemari Stella, ternyata lemari itu sudah kosong.
Marcel berlari menuruni tangga, ia segera keluar dari rumah dan berjalan menuju pos satpam.
Marcel : Apa Stella ada melewati pagar ini?
Risky : Tidak pak, nona tidak ada keluar dari pagar ini, dari tadi sore saya sudah duduk disini.
Marcel berlari memasuki rumahnya dan memanggil ke tiga pembantunya, ketiga pembantunya pun datang menghampirinya.
Marcel : Apa kalian melihat Stella?
Bi Wati : tadi pagi saya ada liat tuan tadi dia beres beres kamarnya , dia mindahkan semua baju nya ke kamar tuan.
Bi Murti : Apa nona tidak ada dikamar tuan?
Marcel : Dia tidak ada di kamar Bi , dia pergi
Bi Murti : tadi siang dia emang pergi tuan, tapi dia tidak membawa apapun, dia bilang dia hanya jalan jalan di sekitar sini saja
Marcel : jam berapa bi?
Bi Murti : jam 2 siang tuan, Padahal matahari masih panas sekali, saya tadi juga bingung tuan biasanya nona kan kalau terkena sinar matahari langsung menjauh, tapi tadi siang nona malah pergi saat matahari Sedang terik
Marcel : Makasih ya Bi. Bi nanti kalau bibi ada lihat Stella tolong telfon saya, saya mau cari Stella.
Marcel segera berlari ke garasi dan melajukan mobilnya keluar rumah, ia juga menelfon pengawal pengawal nya untuk membantu nya mencari Stella, ia menyuruh pengawalnya agar berpencar mencari Stella.
Kemana kamu Stella? Aku gak butuh uang itu, semalam aku berkata seperti itu supaya kamu gak pergi Stella, aku tidak menginginkan uang itu sama sekali , sekarang aku harus mencari mu kemana ? Bahkan kau tidak membawa hp , ah bodoh kau Marcel, kenapa kau harus menyembunyikan hpnya,coba saja aku tidak mengambil hpnya darinya mungkin dia akan membawa hp ini, aku bisa lebih mudah mencari nya. "ucap Marcel dalam hati sambil menyetir mobilnya.
Marcel menelurusi setiap tempat rumahnya, ia menelusuri setiap keramaian , namun belum menemukan Stella, Padahal jam sudah menunjukkan pukul 01.00 , Para pengawal pengawalnya menelfon nya, dan memberi kabar bahwa mereka sudah mencari tetapi tidak menemukannya. Marcel pun menyuruh agar mereka melanjutkan pencarian besok saja dan menyuruh mereka untuk beristirahat saja. Sementara Marcel masih terus mencari Stella.
Kini Marcel sudah merasa sangat mengantuk, ia memberhentikan mobil nya di sebuah SPBU yang buka 24 jam, ia memarkiran mobilnya disana dan ia tertidur.
Pada pukul 06.00, Marcel terbangun dari tidurnya. Ia langsung menyalakan mobilnya dan melajukannya, ia melanjutkan mencari Stella. Ia menelfon pengawal pengawalnya untuk Melanjutkan pencarian Stella, ia juga menyuruh seorang pengawal untuk menyebarkan brosur pencarian dan menyebarkannya langsung.
Marcel melajukan mobilnya menuju kantor polisi dan segera masuk ke kantor polisi itu.
Marcel : Permisi pak
Polisi : Iya ada yang bisa dibantu
__ADS_1
Marcel : Saya mau mencari orang hilang pak
Polisi : Sebentar ya pak saya cetak suratnya dulu.
Selesai surat itu di cetak, Polisi itu mewawancarai Marcel mengenai orang hilang itu. Selesai bercakap cakap , Marcel pun memberikan uang kepada polisi agar dapat membantunya menemukannya.
Marcel memutuskan untuk pulang kerumah, badannya benar benar sangat lemas. Ia pun dengan segera melajukan mobilnya untuk pulang kerumah.
Saat dalam perjalanan pulang kerumah, ia melihat sudah ada selembaran pencarian Stella yang tertempel di tiang listrik, ada foto Stella tertera dalam kertas itu.
Marcel pun melanjutkan melajukan mobilnya, Ia langsung memarkirkan mobilnya di garasi. Marcel turun dari mobil dan berjalan menuju pos.
Marcel : Semalam Stella pergi siang kenapa gak kamu larang?
Satpam : Nona hanya bilang jalan di sekitar sini pak, Saya sudah bertanya apakah ingin di antarkan supir, tapi nolak tidak mau pak, apa nona tidak boleh keluar pak?
Marcel : Dia pergi, belum pulang
Satpam : Astaga dari semalam pak?
Marcel : Iya dari dia pergi siang hari itu, tolong kamu bantu Carikan dia nanti
Satpam : Baik pak, saya akan mencari nona, apa bapak sudah melapor kepada pihak yang berwajib?
Marcel : Sudah.. saya masuk dulu (meninggalkan satpam)
Marcel pun berjalan memasuki rumah, ia disambut oleh ketiga pembantunya.
Marcel : Belum (berjalan menaiki tangga)
Bi Murti berjalan mengikuti Marcel dan memanggilnya.
Bi Murti : Tuan tunggu sebentar
Marcel : Kenapa bi?
Bi Murti : Apa saya boleh ijin hari ini? saya ingin mencari nona tuan
Marcel : Makasih ya Bi, boleh bi, tolong bantu ya Bi, saya Uda keliling kota ini semalam bi tapi saya tidak menemukannya.
Bi Murti : Makasih tuan, saya akan mencari nona, permisi.
Bi Murti pun berjalan menuruni tangga dan segera keluar rumah.
Marcel membaringkan badannya di tempat tidur, ia menatapi langit langit kamarnya.
Kamu kemana stell? jangan pergi Stella, aku gak bisa hidup tanpa kamu. Baru sehari saja aku sudah seperti ini Stella,Badan ku sudah sangat tidak berdaya, balik stell, kumohon balik lah "ucap Marcel sambil menutup matanya.....
***Di kos Stella***
__ADS_1
Stella terbangun pada pukul 09.00, ia duduk dan melihat kaca dihadapannya, ia merapikan rambutnya dengan jari jari tangannya. Ia berjalan ke kamar mandi dan mencuci muka disana. Setelah selesai, ia keluar dari kamar mandi , ia segera berjalan keluar dari rumah. Ia di panggil oleh ibu kos.
Ibu kos : Hei
Stella : Iya ada apa Bu ?(berjalan mendekati ibu)
Ibu kos : Sini duduk dulu (menepuk sofa )
Stella pun duduk di sofa.
Ibu kos : Semalam saya perhatiin kamu tidak membawa tas saat kesini , apa betul?
Stella : Iya Bu (memberi senyuman)
Ibu kos : Berarti kamu gak ada bawa pakaian?
Stella : Gak Bu, ini saya mau cari pakaian, kalau boleh tau di mana ada jual pakaian ya Bu?
Ibu kos : Ooh nanti saya temani kamu, apa saya boleh bertanya?
Stella : Boleh Bu (memberikan senyuman)
Ibu kos : Kalau ibu perhatikan dari semalam, apalagi saat kamu tidak membawa apapun ke kos ini, sepertinya kamu diusir apa betul?
Stella : Saya tidak diusir Bu (memberi senyuman)
Ibu kos : Lalu kenapa , kamu ke sini? Apa kamu berniat mencari pekerjaan? Tapi kenapa harus disini? di kota pekerjaan lebih banyak loh. Sori ya kalau saya lancang, saya hanya penasaran sama kamu. Kenapa memilih desa ini gitu(memegang bahu Stella)
Stella : Saya kabur dari rumah Bu (menundukkan kepalanya)
Ibu kos : Astaga nak, itu berdosa. Nanti ibu mu khawatir padamu .
Stella : Saya tidak tinggal bersama ibu saya Bu, saya tinggal bersama suami saya.
Ibu kos : Kamu sudah menikah? umur kamu berapa?
Stella : 22 tahun Bu
Ibu kos : Apa kamu di jodohkan ya?
Stella : Seperti dijodohkan ibu, tapi bukan dijodohkan , saya sudah jelasin nya (memberi senyuman), Saya Uda tolak, tapi mereka pengen saya untuk menerimanya, ya saya terima saja Bu, Karena orang tua saya bahagia banget saya sama dia.
Ibu kos : Ooh, Dimana rumah suami kamu?
Stella : di kota Bu
Ibu kos : Ooh, kalau saya sarankan kamu balik saja nak, kalau orang tua kamu bahagia saat kamu menikah dengannya , berarti ibu kamu tau kalau dia yang terbaik buat kamu nak
Stella : Saya gak mau Bu, selama 3 bulan ini kami adu mulut terus ,saya capek Bu.
__ADS_1
Ibu kosan : Yasudah, kamu pikir pikir saja dulu .. Yok saya kawani kamu cari pakaian.
Mereka pun keluar dari rumah untuk mencari pakaian buat Stella. Mereka berjalan kaki karena tidak ada transportasi .