
Pada pukul 08.00, Marcel bangun dan langsung bergegas mandi karena Tepat pada pukul 09.00 nanti ia ada janji ketemuan dengan investor baru untuk cabang yang akan di buka, sementara Stella masih nyenyak sekali tidurnya. Begitu selesai mandi, ia langsung mengenakan pakaiannya, dan keluar dari kamar, sarapan bersama keluarga Stella yang kini juga sudah menjadi keluarganya. Semua pada bertanya dimana Stella berada, Marcel pun mengatakan bahwa Stella masih tertidur. Selesai sarapan, Marcel langsung keluar dari rumah dan berjalan menuju rumahnya untuk mengambil mobilnya, Marcel mengambil mobilnya yang ia dulu pakai, ia memanaskan mesin mobilnya terlebih dahulu. Saat ingin melajukan mobil, mama mertuanya memanggilnya.
Mama :"Marcel," mengetuk jendela mobil
Marcel :"Kenapa Tan?" Membuka jendela.
Mama :"Stella panggil kamu,"
Marcel pun mematikan mesin mobilnya lalu turun dari mobil dan berjalan memasuki rumah Stella, ia mencari Stella di kamarnya.
Marcel :"Kenapa Stell?" Mendekati Stella yang berbaring.
Stella :"Kamu mau kemana sih?" Membuka matanya dan melihat Marcel yang sudah sangat rapi.
Marcel :"Mau pergi, aku mau ketemuan sama calon investor."
Stella :"Aku mau ikut Sel," wajah cemberut.
Marcel :"Nanti malah telat Stell, jam 09.00 aku udah harus sampai."
Stella :"Bilang aja kamu mau ketemu mantanmu," menarik selimut lagi dan membelakangi Marcel.
Marcel :"Ih tidak sayang, aku mau ketemu investor." Duduk di tepi tempat tidur lalu mengelus punggung Stella. "Ya sudah ayok ikut aku" menarik tangan Stella.
Stella :"Tidak ah, pergilah sana." Menarik tangan nya yang di tarik Marcel.
Marcel :"Ayok lah jangan begitu," menarik Stella hingga terduduk.
Stella :"Aku tidak usah mandi ya, aku di dalam mobil saja nanti" memberi senyuman.
Marcel :"Ya sudah, terserah saja ayoklah." Berjalan keluar dari kamar.
Stella mengganti pakaian nya lalu keluar dari kamar dan masuk ke dalam mobil Marcel yang sudah parkir di depan rumah.
Marcel pun melajukan mobilnya menuju cafe yang sudah di janjikan. Sesampai di cafe, Marcel memarkirkan mobilnya di depan Cafe.
Stella :"Kamu tidak lama kan?"
Marcel :"Aku usahakan tidak akan lama, kalau ada apa-apa telvon aku ya."
Stella :"Iya, cepat ya"
Marcel :"Mesin nya tidak usah aku matikan ya, biar AC nya tetap menyala, ini kunci pintunya biar orang tidak masuk."
Stella :"Iya Marcel, sana pergi."
Marcel masuk ke dalam cafe dan duduk di tempat yang sudah di pesan, calon investor baru sudah tampak menunggu Marcel. Mereka memesan makanan dan minuman sambil berbincang-bincang, setelah Marcel merasa semua sudah cukup, ia pun mengakhiri pertemuannya karena ia tidak ingin meninggalkan Stella terlalu lama. Mereka hanya berbicang-bincang selama 30 menit, lalu Marcel balik ke dalam mobil.
Stella :"Kok cepat banget?"
Marcel :"Kok kamu tidak menguncinya pintunya?"
Stella :"Lupa. Uda selesai?"
Marcel :"Sudah," menutup pintu mobil. "Kamu mau sarapan apa?"
__ADS_1
Stella :"Aku tidak lapar,"
Marcel :"Stella, sarapan itu bukan hanya pas lapar saja."
Stella :"Udah lah Sel, aku sedang tidak ingin makan sekarang. Nanti kalau aku lapar aku akan makan, kita kapan balik ya?"
Marcel :"Besok, tetapi Lusa aku harus datang ke sini lagi." Melajukan mobilnya
Stella :"Mau ngapain lagi?"
Marcel :"Mau ketemu investor"
Stella :"Ya sudah besok tidak usah pulang dulu lah,"
Marcel :"Tidak bisa, Besok aku ada meeting penting."
Stella :"Ooh, besok aku tidak usah ikut pulang sama mu ya," memberikan senyuman.
Marcel :"Jadi kamu di sini? Tega banget kamu ya,"
Stella :"Iyalah, ngapain aku ikut sama kamu kalau lusa kamu balik ke sini lagi, aku di sini saja ya."
Marcel :"Terserah kamu saja, kalau ikut ayok kalau tidak ikut pun tidak menjadi masalah. Nanti malam tidur di rumah ku ya,"
Stella :"Eh tidak usahlah."
Marcel :"Kenapa sih Stell? Aku mau tidur di rumah orang tua mu, kenapa kamu tidak mau tidur di rumah orang tua ku?"
Stella :"Mama kamu itu marah-marahin aku terus, malas aku dengarnya."
Stella :"Sel, kenapa kencang banget?" Memegang tangan Marcel.
Marcel diam
Stella :"Kalau kita kecelakaan kamu bakal kehilangan anak mu,"
Marcel menurunkan kecepatan mobilnya, ia melajukan mobilnya dengan pelan.
Marcel :"Stel, aku tidak suka kalau kamu tidak menghormati orang tua ku."
Stella :"Aku menghormati nya, cuma aku lagi tidak mau ribut Sel, mama kamu suka banget marahin aku."
Marcel :"Kamu menghormati tetapi tidak menghargai nya, kita datang ke kota XX, kamu menginjak rumah orang tuamu tetapi tidak menginjak rumah orang tuaku. Padahal rumah kita berdepanan saja loh, Jangan kan menginjak rumah ku, dari semalam aja kamu belum ada menjumpai orang tua ku. Aku sangat menghargai orang tua mu loh Stell, tetapi apa balasan mu pada orang tua ku?"
Stella :",Aku hanya sedang tidak ingin ribut Sel, kamu tau kan kalau aku sedang emosi perut ku akan sakit, aku hanya menghindari itu. Tetapi ya sudah nanti malam kita tidur di rumah mu,"
Marcel :"Aku akan marahi mama ku kalau dia membuat mu emosi nanti stell, makasih ya." Memegang tangan Stella dan menciumnya.
Stella :"Eh jangan dong," memberi senyuman "Mama kamu itu tidak salah Sel, yang salah itu aku. Mama kamu marah karena aku salah, aku sadar akan hal itu kok. Cuma aku lagi sedang tidak ingin kena marah Sel, itu aja. Kalau soal menghargai aku sangat menghargai orang tua mu, sama seperti aku menghargai orang tuaku Sel."
Marcel :"Iya, mama aku tidak bakal memarahi kamu lagi kok, soalnya kamu sudah menjadi istri ku seutuhnya." Memberikan senyuman, "kamu sudah memberikan apa yang aku minta Stell, tidak ada lagi hal yang membuat mu untuk di marahi. Nanti kamu mau ke rumah Milka?"
Stella :"Mau, tapi kita pulang dulu ya" memberikan senyuman lebar.
Marcel :"Iya, nanti sampai rumah kamu makan dulu ya, mau makan apa? Biar kita beli saja."
__ADS_1
Stella :"Aku pengen makan ayam KFC sel,"
Marcel :"Kita ke mall dulu kalau begitu ya,"
Stella :"Tapi aku tidak usah turun ya, kamu saja."
Marcel :"Siap bos," memberi hormat. "Kenapa tidak seafood lagi? Apa tidak suka lagi?"
Stella :"Belum pengen," memberi senyuman. "Semalam aku juga lihat artikel tentang ibu hamil gitu di internet, kata nya seafood berbahaya buat ibu hamil, semenjak baca itu rasa suka ku pada seafood menurun haha"
Marcel :"Emang kenapa kalau baca artikel itu? Emang kamu sudah sadar kalau kamu itu hamil?"
Stella :"Sel, kamu menyindir ku ya." Memukul lengan Marcel. "Aku sadar kok aku hamil, tetapi aku masih belum siap Sel. Aku pengen banget loh kamu mengerti keadaan ku, bukan malah menyindirku seperti ini."
Marcel :"Aku tidak menyindir, kamu yang mengatakan begitu pada mama mu kan? Kalau kamu sedang tidak hamil."
Stella :"Ya itu dia, aku sadar aku salah ya haha," tertawa.
Marcel :"Lalu apakah kamu sekarang sudah siap menerima kehamilan mu?"
Stella :"Sudah," memberikan senyuman. "Aku juga tidak sanggup membenci janin ku dalam waktu yang lama."
Marcel :"Berarti kamu tidak akan menggugurkan nya kan?"
Stella :"Apa? Coba ulangi sekali lagi."
Marcel :"Berarti kamu tidak akan menggugurkan nya kan?"
Stella :"Asal kamu tau ya Sel, Kalau aku dihamilin dari orang yang tidak aku kenal pun aku akan mempertahankan kandungan ku, apalagi kalau aku punya anak dari pernikahan yang sah."
Marcel :"Berarti misalnya kamu dihamilin orang pun sebelum kamu menikah, kamu tidak akan menggugurkannya?"
Stella :"Tidak lah, lagian aku tidak mungkin hamil sebelum menikah. Sudah sana kamu turun, Ayamnya yang dada ya."
Marcel :"Oke siap." Memberi hormat lalu turun dari mobil.
Marcel memasuki mall berjalan menuju KFC dan langsung memesan ayam sesuai pesanan Stella, selesai mendapatkan pesanan ia langsung membayar dan kembali menuju parkiran.
Marcel :"Nih sesuai pesanan," memberikan kantong yang berisi ayam
Stella :"Makasih,"mengambil dari tangan Marcel.
Marcel langsung melajukan mobilnya menuju arah pulang. Di perjalanan Stella memakan ayam sedikit demi sedikit. Sesampai di komplek rumah, Marcel langsung memberhentikan mobilnya di depan rumah Stella,
Marcel :"Eh ayam nya sudah habis?" Melihat Stella yang menghisap jarinya.
Stella :"Sudah" membersihkan mulutnya.
Marcel :"Jadi kamu makan apa dong?"
Stella :"Ini kan sudah makan, tolong bukain seat belt aku tangan ku kotor."
Marcel :"Yaelah, mana kenyang." Membuka seat belt lalu mencium Stella.
Marcel pun turun dari mobil lalu membuka pintu mobil Stella, Stella turun dari mobil. Saat ia hendak memasuki rumah, ia di panggil oleh mama mertuanya
__ADS_1